13
Feb

Pasar Rejowinangun Kota Magelang Raih Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Melalui Program Kemitraan ‘Pasar Sejahtera’

Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) bermitra dengan Pemerintah Kota Magelang dan Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN) meresmikan pasar Rejowinangun sebagai pasar berstandar nasional Indonesia (ber-SNI) pertama di Kota Magelang,  Jawa Tengah. Sertifikasi ini diraih melalui program kemitraan bertajuk Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) yang dijalankan oleh Danamon Peduli sejak 2010. Adanya tiga persyaratan utama yaitu persyaratan umum, teknis dan pengelolaan, dan lebih dari 40 indikator lain yang wajib dimiliki sebuah pasar rakyat, menjadikan tantangan tersendiri bagi pengelola pasar untuk dapat meningkatkan statuspasarnya menjadi pasar berstandar nasional.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pembangunan dalam merevitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami bersinergi  untuk  program kerja pemerintah yang berfokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan menjadikanrujukan utama di program Pasar Sejahtera. Langkah ini kami yakini sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang kompetitif, mampu melindungi hak-hak konsumen, dan menjadi tonggak perekonomian, sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Jenik D.S Andreas, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

Peresmian ini dihadiri oleh Deputy Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional, Dr. Zakiyah; Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Sihard Hadjopan Pohan S.H, MM.; Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional, Heru Suseno, S. Pi, MT; Wakil Walikota Magelang, Dra. Windarti Agustina; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagang Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo, SE, M. Si; Kepala Dinas Perindustriam dan Perdagangan Kota Magelang, Ir. Sri Retno Murtiningsih dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Jenik D.S Andreas.

Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat)

Pada 2008 – 2011, Danamon Peduli menyelenggarakan program Danamon Go Green yaitu kegiatan mengubah sampah organik pasar menjadi kompos yang berkualitas melalui pengadaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan pelatihan pengelolaan bagi kader penggerak di pasar rakyat. Komitmen komunitas pasar dan pemerintah daerah yang tinggi pada Danamon Go Green mendorong Danamon Peduli untuk melanjutkan kemitraan dengan pemerintah daerah terpilih dalam format program kerja yang lebih holistik yaitu program Pasar Sejahtera. 

Fokus Program Pasar Sejahtera adalah pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai. Mulai 2015, pelaksanaan program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat sehingga seluruh pasar percontohan dampingan Danamon Peduli, diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI). Pasar Rejowinangun Kota Magelang merupakan Pemenang Inovasi Terbaik dari Anugerah Pancawara 2017 yang diselenggarakan oleh Danamon Peduli dan

Kementerian Pergadangan RI untuk kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe I dan II. Pemerintah Kota Magelang kami nilai memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan pasar rakyat, sehingga selanjutnya Danamon Peduli mengajukan Pasar Rejowinangun sebagai pasar percontohan program Pasar Sejahtera dengan kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Kota Magelang selama dua tahun, yaitu 2018-2019.

Selama 2018 – 2019, Danamon Peduli telah melakukan berbagai dukungan di Pasar Rejowinangun yaitu:

Dukungan Fisik:

  • Perbaikan lapak pedagang di los daging. Mengganti lapak yang sebelumnya dari meja kayu menjadi meja keramik di los sayur sesuai dengan Kepmenkes No. 519/2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat dan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat
  • Pembuatan bak cuci tangan dan pemasangan papan nama untuk area merokok, pintu masuk pasar dan ruang menyusui
  • Media informasi luar ruang perilaku hidup bersih dan sehat
  • Pengadaan papan informasi luar ruang perilaku hidup bersih dan sehat
  • Pemasangan papan petunjuk di seluruh jalur evakuasi di Pasar Rerjowinangun

Dukungan Non Fisik:

  • Memfasilitasi rapat lintas sektor untuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki tupoksi di pasar rakyat untuk mensinergikan rencana kerja dan pendanaan
  • Kegiatan rutin berupa diskusi kelompok sebagai sarana menyampaikan aspirasi  dan media komunikasi dua arah paguyuban pedagang, buruh gendong, kuli panggul dan pengelola pasar
  • Penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat sebagai ajang promosi pasar sekaligus berbagi pengetahuan mengadakan public outreach kepada pengelola pasar
  • Mengadakan literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan diperuntukkan bagi pedagang  Pasar Rejowinangun maupun pelaku usaha mikro menengah di sekitarnya
  • Memfasilitasi berbagai pelatihan yaitu perilaku hidup bersih dan sehat; pelatihan “Mengenali Bahan Tambahan Pangan yang Aman dan Berbahaya dan Pelatihan mitigasi kebakaran dan simulasi jalur evakuasi
  • Memfasilitasi pembentukan tim SNI Pasar Rakyat Kota Magelang, pengadaan sosialiasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, gap analysis dan penyusunan 16 standar operating procedures (SOP) Pengelolaan Pasar berdasarkan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat
  • Pengadaan pelatihan ISO 19011 (audit management) untuk pengelola pasar
  • Memfasilitasi proses asesmen dan pembiayaan sertifikasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat untuk Pasar Rejowinangun.

Dari seluruh dukungan yang diberikan Danamon Peduli bersama dengan komitmen Pemerintah Kota Magelang, Pasar Rejowinangun berhasil meraih predikat pasar berstandar nasional Indonesia (SNI 8152:2015 Pasar Rakyat) ke-30 dari total pasar rakyat berjumlah 9.000an di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2018, Danamon Peduli berhasil mendapatkan tiga SNI 8152:2015 Pasar Rakyat untuk tiga pasar dampingannya (dari total enam pasar dampingan di 2018) yaitu Pasar Ibuh Payakumbuh Sumatera Barat, Pasar Bunder Kabupaten Sragen Jawa Tengah, dan Pasar Rejowinangun Kota Magelang Jawa Tengah.

20
Dec

Yayasan Danamon Peduli Raih Dua Penghargaan ICEA 2018

Dipenghujung tahun 2018 berlokasi di Dewan Pers Indonesia Jakarta,  Yayasan Danamon  Peduli menerima dua penghargaan sekaligus yaitu ‘Pemenang ICEA 2018 Peringkat Emas’ untuk Program Radio Komunitas Pasar dan ‘Pemenang ICEA 2018 Peringkan Perak’ untuk Program Festival Pasar Rakyat.

Indonesia Community Engagement Award (ICEA) adalah penghargaan community engagement satu-satunya di Indonesia. Dirancang sebagai penghargaan bagi karya-karya terbaik, inovatif, dan komunikatif dalam praktik community engagement. Penghargaan ini digagas Majalah CSR (MajalahCSR.id), sebuah media multiplatform yang didedikasikan sebagai panduan untuk bisnis yang berkelanjutan.

18
Dec

Pelatihan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan untuk Pelaku Usaha Kecil Menengah

Danamon melalui Yayasan Danamon Peduli kembali  mengadakan kegiatan pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan bertajuk ‘Saatnya UKM Sukses Finansial dan Usaha’ di Jakarta. Narasumber pada kegiatan ini menghadirkan Independent Financial Planner, dengan pembahasan mengenai edukasi kewirausahaan seperti pengelolaan keuangan, pelaporan keuangan, perpajakan dan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan peserta kegiatan, selain itu hadir juga perwakilan Danamon SME untuk memberikan materi tentang informasi dan penjelasan perihal produk dan layanan Lembaga Jasa Keuangan.

Mengingat peran penting sektor UKM dalam meningkatkan kesejahteraan daerah dan pendapatan nasional, maka dukungan untuk  pengembangan pengetahuan dan kapasitas UKM menjadi salah satu prioritas, tentunya pelatihan ini  akan membantu mempercepat pelaku UKM untuk mencapai ke tingkat well-literate.

18
Dec

Pasar Ibuh Kota Payakumbuh Raih Predikat Pasar Rakyat Ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) Pertama di Sumatera

Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) bermitra dengan Pemerintah Kota Payakumbuh dan Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN) meresmikan pasar Ibuh sebagai pasar berstandar nasional Indonesia (ber-SNI) pertama di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Sertifikasi ini diraih melalui program kemitraan bertajuk Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih dan terawat) yang dijalankan oleh Danamon Peduli sejak 2010. Adanya tiga persyaratan utama yaitu persyaratan umum, teknis dan pengelolaan, serta puluhan indikator lain yang wajib dimiliki sebuah pasar rakyat, menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola pasar untuk dapat bertransformasi menjadi pasar berstandar nasional.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam merevitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan mengimplementasikannya di program Pasar Sejahtera, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang siap berkompetisi dan tidak hanya mumpuni sebagai tonggak perekonomian, namun siap menunjang aspek penting lain seperti sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Peresmian ini dihadiri juga oleh Sekretaris Umum Badan Standardisasi Nasional DR. Ir. Puji Winarni, M.A., Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN Wahyu Purbowasito Setyo Waskito, Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi beserta undangan pengelola pasar di seluruh Kota Payakumbuh.

Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat)

Pasar Ibuh di kota Payakumbuh merupakan salah satu lokasi terbaik dari 31 lokasi program Danamon Go Green – kegiatan berbasis komunitas pasar yang diinisiasi oleh Danamon Peduli selama 2008 – 2011. Danamon Go Green merupakan kegiatan mengubah sampah organik pasar menjadi kompos yang berkualitas melalui pengadaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan pelatihan pengelolaan. Mempertimbangkan komitmen komunitas pasar dan pemerintah daerah yang tinggi pada Danamon Go Green mendorong Danamon Peduli untuk melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam format program kerja yang lebih holistik, yaitu program Pasar Sejahtera. 

Program Pasar Sejahtera menyasar dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai. Sejak 2015, pelaksanaan Program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, di mana semua pasar binaan Danamon Peduli diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI). Saat ini, terdapat lima pasar percontohan Pasar SejahterayaituPasar Ibuh Payakumbuh, Sumatera Barat; Pasar Rejowinangun Magelang dan Pasar Bunder Sragen, Jawa Tengah; Pasar Dasan Agung Mataram, Nusa Tenggara Barat dan Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sepanjang 2010 – 2018, Danamon Peduli telah melakukan berbagai dukungan, baik fisik maupun non-fisik di Pasar Ibuh, yaitu:

Pada dukungan fisik, Danamon Peduli melakukan:

  1. Perbaikan lapak pedagang di los daging;
  2. Pengadaan sarana prasarana kebersihan;
  3. Normalisasi saluran air, pengadaan bak cuci dan pemasangan talang air;
  4. Pengadaan radio komunitas pasar, perbaikan pos kesehatan, pengecatan dan pengadaan sarana ibadah, perbaikan ruang koperasi dan bank sampah;
  5. Pengadaan CCTV, papan zonasi, plang nama fasilitas pasar, materi komunikasi perubahan perilaku, billboard serta tanda dan jalur evakuasi.

Sedangkan intervensi non fisik yang dilakukan oleh Danamon Peduli meliputi:

  1. Rapat lintas sektor untuk OPD yang memiliki tupoksi di pasar rakyat untuk mensinergikan rencana kerja dan pendanaan bersama;
  2. Pembentukan relawan atau kader penggerak kegiatan berbasis komunitas dan pengadaan pelatihan pengelolaan untuk radio komunitas, bank sampah, dan koperasi;
  3. Kegiatan rutin berupa diskusi kelompok sebagai sarana menyampaikan aspirasi  dan media komunikasi antar kelompok pemangku kepentingan
  4. Kampanye perubahan perilaku hidup bersih dan sehat;
  5. Promosi pasar melalui penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat dan talkshow;
  6. Monitoring evaluasi program secara berkala baik mingguan, bulanan dan tahunan;
  7. Literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan;
  8. Pembentukan tim SNI Pasar Rakyat, pengadaan sosialiasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, gap analysis dan penyusunan 16 standar operating procedures (SOP) Pengelolaan Pasar berdasarkan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat;
  9. Pelatihan ISO 19011 (audit management) untuk pengelola pasar;
  10. Asesmen dan pembiayaan sertifikasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat untuk Pasar Ibuh.

Dari seluruh dukungan yang diberikan Danamon Peduli bersama dengan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh, Pasar Ibuh berhasil meraih predikat pasar berstandar nasional Indonesia (SNI 8152:2015 Pasar Rakyat) ke-28 dari total pasar rakyat 9.000-an di seluruh Indonesia.

05
Dec

Yayasan Danamon Peduli Raih Penghargaan untuk ‘Partnership for The Goals’

Untuk yang ke-4 kalinya Yayasan Danamon Peduli meraih penghargaan di ajang Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector (CECT) Sustainable Awards 2018 sebagai Winner Project Based Corporate Social Responsibility (CSR) & Sustainable Inclusive Business kategori ‘Partnership for The Goals’.

Penghargaan ini diraih atas pelaksanaan program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat) yang dinilai sukses menjalankan public–private partnership dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan pasar rakyat (tradisional).

CECT Sustainable Awards merupakan apresiasi yang diberikan oleh MM-CSR Universitas Trisakti kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja CSR yang baik berdasarkan ISO 26000, yakni standar panduan pengelolaan CSR.

02
Dec

Yayasan Danamon Peduli Selenggarakan Danamon – Adira Volunteer Day di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Jakarta

Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bermitra dengan Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung, Srengseng Sawah menyelenggarakan kegiatan Peduli Lingkungan bertajuk “Danamon Adira Volunteer Day” yaitu kegiatan relawan karyawan Danamon Group berupa penanaman pohon, pelepasan benih ikan, gotong royong sekaligus meresmikan D-Green Camp (Danamon Green Camp) beserta saung usaha, dua unit pos keamanan, dan tiga unit mandi cuci kakus untuk area perkemahan.  D-Green Camp merupakan perkemahan swakelola komunitas setempat berorientasi pada pendidikan lingkungan seperti edukasi pengelolaan sungai, hutan dan perilaku yang selaras dengan alam.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Penanggulangan Bencana Nasional Lili Kurniawan, Ketua Pengurus Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung, Usman Firdaus dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi beserta 100 relawan karyawan Danamon, Adira Finance dan Adira Insurance, serta masyarakat setempat yang terlibat aktif dalam pengelolaan D-Green Camp, hutan dan daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

“Dalam semangat Hari Relawan Sedunia yang jatuh pada 5 Desember 2018 dan Hari Relawan Nasional pada 26 Desember 2018, Danamon Group melalui Danamon Peduli kembali adakan ‘Kegiatan Peduli Lingkungan dan Danamon – Adira Volunteer Day’ yang bertujuan untuk mendorong terjadinya perbaikan kualitas lingkungan hidup di wilayah kerja Danamon dan Adira. Termasuk didalamnya memobilisasi karyawan untuk turun langsung menjadi pelaku perubahan bersama-sama dengan masyarakat. Hal ini kami pandang sangat krusial mengingat karyawan kami pun bagian dari ekosistem di dalam masyarakat, mereka perlu memiliki budaya lingkungan agar dapat mendukung pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Daerah aliran sungai merupakan daerah tangkapan air yang mempunyai peran penting dalam menyediakan kebutuhan air bagi manusia. Lebih dari itu, DAS berperan penting dalam menjaga kualitas air, mencegah banjir saat musim hujan dan kekeringan kala kemarau, serta mengurangi aliran massa (tanah) dari hulu ke hilir.  Salah satu upaya yang efektif untuk menjaga fungsi DAS adalah partisipasi aktif secara langsung oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di lokasi DAS. Oleh karena itu, Danamon Peduli mengapresiasi adanya Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung yang konsisten menjaga pelestarian lingkungan dan pengelolaan daerah aliran sungai Ciliwung sejak 2006 hingga saat ini.

“Bermitra dengan Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung merupakan win-win solution karena karyawan jadi memiliki wadah bekerja sosial untuk lingkungan dan komunitas mendapat benefit berupa dukungan sarana prasarana,” tutup Restu.

Sebagai salah satu mitra kerja pemerintah dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG), Danamon Peduli terus aktif dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan di seluruh wilayah operasional Danamon dan anak perusahaan di Indonesia, seperti pengadaan sarana prasarana kebersihan, pembuatan lubang biopori, perbaikan taman kota, penghijauan di pasar rakyat (pasar tradisional) atau ruang publik dan berbagai pelatihan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Setiap tahunnya Danamon Peduli mengalokasikan Rp2.5milyar untuk pelaksanaan berbagai inisiatif lingkungan.

15
Nov

Pasar Bunder Kabupaten Sragen Raih Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Melalui Program Kemitraan ‘Pasar Sejahtera’

Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dan Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN) hari ini meresmikan Pasar Bunder sebagai pasar berstandar nasional Indonesia (ber-SNI) pertama di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Sertifikasi ini diraih melalui program kemitraan bertajuk Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih dan terawat) yang dijalankan Danamon Peduli sejak 2010. Adanya tiga persyaratan utama yaitu persyaratan umum, teknis dan pengelolaan, serta puluhan indikator lain yang wajib dimiliki sebuah pasar rakyat, menjadikan tantangan tersendiri bagi pengelola pasar untuk dapat bertransformasi menjadi pasar berstandar nasional.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam merevitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan mengimplementasikannya di program Pasar Sejahtera, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang siap berkompetisi dan tidak hanya mumpuni sebagai tonggak perekonomian, namun siap menunjang aspek penting lain seperti sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Acara peresmian ini turut dihadiri Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti; Sekretaris Umum Badan Standardisasi Nasional DR. Ir. Puji Winarni; M.A; Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Sragen Drs. Tatag Prabawanto B. MM; dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi beserta undangan pengelola pasar di seluruh Kabupaten Sragen.

Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat)

Pasar Bunder di Kabupaten Sragen merupakan salah satu lokasi terbaik dari 31 lokasi program Danamon Go Green–kegiatan berbasis komunitas pasar yang diinisiasi Danamon Peduli selama 2008–2011. Danamon Go Green merupakan kegiatan mengubah sampah organik pasar menjadi kompos yang berkualitas melalui pengadaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan pelatihan pengelolaan. Mempertimbangkan komitmen komunitas pasar dan pemerintah daerah yang tinggi pada Danamon Go Green mendorong Danamon Peduli untuk melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dalam format program kerja yang lebih holistik yaitu program Pasar Sejahtera.  Pada 2010 lalu, Pasar Bunder juga terpilih sebagai ‘Pasar Sehat’ dari Kementerian Kesehatan.

Program Pasar Sejahtera menyasar dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non-fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai. Mulai 2015, pelaksanaan program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat sehingga seluruh pasar percontohan di bawah binaan Danamon Peduli, serta diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI). Saat ini, ada lima pasar percontohan Pasar SejahterayaituPasar Ibuh Payakumbuh Sumatera Barat; Pasar Rejowinangun Magelang dan Pasar Bunder Sragen Jawa Tengah; Pasar Dasan Agung Mataram, Nusa Tenggara Barat; serta Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selama 2010–2018, Danamon Peduli telah melakukan berbagai dukungan di Pasar Bunder yaitu:

Dukungan Fisik:

  1. Perbaikan lapak pedagang di tiga los yaitu tempe – tahu, ikan, dan daging. Mengganti lapak yang sebelumnya dari meja kayu menjadi meja keramik sesuai dengan Kepmenkes No. 519/2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat dan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.
  2. Pengadaan sarana prasarana kebersihan seperti gerobak sampah, tempat sampah, pengecatan, perbaikan toilet dan alat kebersihan lainnya yang diperbarui secara berkala disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
  3. Renovasi ruang dan pengadaan alat-alat untuk radio komunitas pasar, koperasi, pos keamanan dan tera, CCTV serta bank sampah.
  4. Pengadaan papan informasi, kampanye/promosi dan tanda evakuasi di Pasar Bunder.

Dukungan Non-Fisik:

  1. Memfasilitasi rapat lintas sektor untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tupoksi di pasar rakyat untuk mensinergikan rencana kerja dan pendanaan.
  2. Pembentukan pengelola kegiatan berbasis komunitas dan pelatihan pengelolaan untuk radio komunitas, bank sampah dan koperasi.
  3. Kegiatan rutin berupa diskusi kelompok sebagai sarana menyampaikan aspirasi dan media komunikasi dua arah paguyuban pedagang, buruh gendong, kuli panggul, sertapengelola pasar.
  4. Mendorong kampanye perubahan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu mencuci tangan dan membuang sampah pada tempatnya.
  5. Penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat dan talkshow di Pasar Bunder sebagai ajang promosi pasar sekaligus berbagi pengetahuan mengadakan public outreach kepada pengelola pasar.
  6. Mengadakan literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan diperuntukkan bagi pedagang  Pasar Bunder maupun pelaku usaha mikro menengah di sekitarnya.
  7. Memfasilitasi pembentukan tim SNI Pasar Rakyat Kabupaten Sragen, pengadaan sosialiasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, gap analysis dan penyusunan 16 Standar Operating Procedures (SOP) Pengelolaan Pasar berdasarkan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.
  8. Pengadaan pelatihan ISO 19011 (audit management) untuk pengelola pasar.
  9. Memfasilitasi proses asesmen dan pembiayaan sertifikasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat untuk Pasar Bunder.

Dari seluruh dukungan yang diberikan Danamon Peduli bersama dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sragen, Pasar Bunder berhasil meraih predikat pasar berstandar nasional Indonesia (SNI 8152:2015 Pasar Rakyat) ke-27 dari total pasar rakyat sekitar 9.000-an di seluruh Indonesia.

05
Dec

Danamon Peduli Raih Dua Penghargaan di CECT Sustainability Awards 2017

Tanggal 5 Desember 2017, di Pullman Hotel Central Park, Jakarta, untuk ketiga kalinya, Danamon Peduli menerima penghargaan pada Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector (CECT) Sustainability Awards 2017 dengan meraih penghargaan di kategori “Second Runner Up Publicly Listed Company Holistic CSR Performance” dan “CSR Core Subject Performance of ISO 26000 Best Human Rights Program”.

CECT Sustainability Awards 2017 diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah menjalankan CSR secara holistik dan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip ISO 26000 (Standar Global Panduan Social Responsibility, yang disepakati lebih dari 160 negara termasuk Indonesia).

26
Nov

Kolaborasi Danamon Peduli dan Komunitas dalam Festival Pasar Rakyat Kota Mataram

Mataram, 26 November 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali menggelar Festival Pasar Rakyat (FPR) serentak di tiga pasar rakyat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yaitu Pasar Dasan Agung, Pasar Ampenan City Center dan Pasar Kebon Roeg. Pagelaran meriah yang dihelat selama dua hari ini sekaligus menutup rangkaian kampanye nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara di tahun 2017, yang sebelumnya sukses digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Juli lalu.

Tetap dengan semangat mengangkat kekayaan lokal, Festival Pasar Rakyat Kota Mataram ini terselenggara berkat dukungan Pemerintah Kota Mataram dan keterlibatan para komunitas lokal berbakat dari berbagai bidang. Turut hadir memeriahkan acara adalah Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Sihard Hadjopan Pohan S.H, MM.; Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, S.Sos., MH; Kepala Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri S.Pi, M.Si ; Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi; Sekretaris Umum Yayasan Danamon Peduli Alexander C. Setjadi dan Danamon Branch Corporate Officer Wilayah Mataram, I Ketut Karya.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Selain perbaikan fisik, aspek promosi pasar rakyat menjadi sangat penting untuk mengimbangi persaingan dengan ritel modern serta menjawab kebutuhan konsumen. FPR kali ini murni buah karya komunitas milenial Kota Mataram, kami perlu membangun ikatan yang kuat antara generasi muda dan pasar rakyat, salah satunya melalui kegiatan kreatif seperti FPR. Masa depan pasar rakyat berada di tangan mereka,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pada kesempatan ini, ada kurang lebih 250 orang relawan dari 28 komunitas lokal lintas sektoral yang menjadi motor penggerak kegiatan. Terdiri dari penari, musisi, penulis, fotografer, videografer, seniman, artis pantomim dan desainer fesyen. Festival Pasar Rakyat Kota Mataram mengusung tema “Lalok Meken Nteh!” (bahasa Sasak) yang berarti “Ayo Pergi ke Pasar!” mengemas pasar rakyat sebagai panggung kreatif yang bertujuan untukmengembalikan nilai dan peran pasar rakyat sebagai ruang publik yang edukatif, inovatif dan berbudaya, serta dijaga dan dikembangkan oleh para komunitas lokal.

Sebagai rangkaian dari FPR, komunitas selaku tim pelaksana memobilisasi masyarakat untuk melakukan “Resik Meken” yaitu gotong royong membersihkan pasar pada 18 November 2017, dilanjutkan dengan kegiatan pengobatan gratis diperuntukkan bagi komunitas pasar di Kota Mataram. Pada 23 November 2017, Danamon Peduli menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran di Pasar Dasan Agung, Mataram yang diikuti sekitar 60 peserta pelatihan, mayoritas terdiri dari pedagang dan personil keamanan pasar.

“Kami sangat terkesan dengan komitmen Pemerintah Kota Mataram dan komunitas lokal terhadap pengembangan pasar rakyat. Dengan adanya kegiatan FPR ini, kami menjadi saksi atas semangat dan kepedulian pemerintah daerah – masyarakat yang kali ini diwakili oleh komunitas untuk mempromosikan pasarnya. Generasi milenials Kota Mataram terbukti mampu menjadikan pasar sebagai panggung dan etalase kekayaan daerahnya untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Hal ini bisa menambah panjang alasan mengapa Kota Mataram pantas menjadi tujuan wisata, bukan saja karena sebagai salah satu kota pusaka namun juga kekayaan yang ada di pasar rakyatnya,” lanjut Restu.

Selain melibatkan pemerintah kota dan komunitas, FPR Kota Mataram turut didukung juga oleh Bank Indonesia Mataram.

26
Oct

Kemendag dan Danamon Peduli Gelar Anugerah Pancawara 2017

Kementerian Perdagangan dan Yayasan Danamon Peduli bersinergi memberikan Anugerah Pancawara 2017. Anugerah Pancawara adalah ajang apresiasi yang diberikan kepada penggerak Pasar Rakyat baik pemerintah daerah, BUMD, maupun swasta yang berhasil mengelola, mengembangkan, dan melakukan inovasi untuk mencapai tujuannya demi kemajuan Pasar Rakyat di Indonesia. Pemberian penghargaan digelar bersamaan dengan penyelenggaraan Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat, yang berlangsung hari ini, Kamis (26/10) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.

Hadir dalam acara ini Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti, Direktur Danamon Michellina Triwardhany dan Rita Mirasari, Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli Bayu Krisnamurthi, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Danamon Peduli Manggi T. Habir, serta Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi.

“Kementerian Perdagangan mendukung sepenuhnya kegiatan Yayasan Danamon Peduli yang menggelar forum dan ajang penghargaan ini. Melalui Anugerah Pancawara 2017 ini diharapkan dapat memicu peningkatan daya saing pasar rakyat, meningkatkan kesejahteraan pedagang dan daerah, mendukung kelancaran logistik dan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat,” jelas Tjahya.

Tjahya juga menyampaikan bahwa inovasi dan kreativitas sangat diperlukan untuk memajukan pasar rakyat. “Tantangan yang dihadapi saat ini membutuhkan semangat inovasi dan terobosan kreatif dalam pengelolaan pasar rakyat agar terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang kian terbuka lebar,” imbuhnya.
Melalui serangkaian penilaian dan observasi lapangan ditetapkan 13 pasar rakyat finalis yaitu Pasar Atjeh Kota Banda Aceh, Pasar Flamboyan Kota Pontianak, Pasar Rejowinangun Kab. Magelang, Pasar Kliwon Kab. Kudus, Pasar Tayu Kab. Pati, Pasar Tanggul Kota Surakarta, Pasar Sindu Kota Denpasar, Pasar Intaran Kota Denpasar, Pasar Jamu Nguter Kab. Sukoharjo, Pasar Baru Kuningan Kab. Kuningan, Pasar Mayestik-PD Pasar Jaya Jakarta, Pasar Koja Baru-PD Pasar Jaya Jakarta dan Pasar Modern Jasinga-PD Pasar Tohaga Kab. Bogor.

Penjurian dilakukan di Jakarta pada 18 September 2017 lalu dengan melibatkan dewan juri yang terdiri atas Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan Sihard Hadjopan Pohan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli Bayu Krisnamurthi, Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara RI Tri Widodo W. Utomo, Redaktur Senior Majalah MIX (Grup SWA) Edhy Aruman, dan Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Huzna Zahir.

Penjurian tersebut menetapkan penerima Anugerah Pancawara 2017, sebagai berikut:

1. Kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe I dan II:
Pasar Rejowinangun dengan inovasi ‘Pengembangan Pasar Rakyat sebagai Ruang Sosial Budaya’
Finalis lainnya:

  • Pasar Flamboyan dengan inovasi ‘Pelayanan Informasi Harga Berbasis Aplikasi Digital’
  • Pasar Kliwon dengan inovasi ‘Relokasi dan Modernisasi Fasilitas Perparkiran

2. Kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe III dan IV:
Pasar Sindhu Sanur dengan inovasi ‘Swakelola dan Pengembangan Wisata Kuliner Malam’
Finalis lainnya:

  • Pasar Tanggul dengan inovasi ‘Pembayaran Retribusi secara Elektronik’

3. Kategori Pasar Rakyat Perusahaan Daerah/BUMD:
Pasar Koja Baru, PD Pasar Jaya dengan inovasi ‘Pengelolaan Sarana-Prasarana Pasar secara Sinergis’
Finalis lainnya:

  • Pasar Mayestik, PD Pasar Jaya dengan inovasi ‘Pengelolaan Area Kuliner secara Modern’
  • Pasar Jasinga, PD Pasar Tohaga dengan inovasi ‘Peningkatan Layanan Melalui Komputerisasi Sistem Perparkiran.’

Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat
Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat yang baru pertama kali diselenggarakan ini diikuti 46 pasar rakyat yang terdiri dari 40 pasar rakyat milik Pemerintah Daerah dan 6 pasar rakyat Perusahaan Daerah (PD)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Forum ini diharapkan menjadi sarana komunikasi, pembelajaran, dan pengalaman dari berbagai pihak dalam upaya pengembangan pasar rakyat yang lebih baik dan profesional dalam melakukan kegiatan transaksi perdagangan serta pelayanan kepada konsumen.

“Melalui forum ini, diharapkan para pengelola pasar dapat mengetahui dan memperoleh masukan mengenai perkembangan pasar rakyat di Indonesia; memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah, BUMD maupun swasta untuk mengelola dan memajukan pasar rakyat; memberikan inspirasi dan menjadi panutan dalam pengelolaan pasar rakyat di Indonesia; serta mengajak masyarakat berbelanja ke pasar, dan memelihara pasar rakyat yang bersih, sehat, nyaman dan transparan dalam melakukan transaksi jual beli,” ujar Tjahya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi. “Danamon Peduli menyadari pentingnya keberadaan pasar rakyat sebagai rumah ekonomi, sosial dan budaya bangsa. Kami pun menangkap semangat pengelola pasar yang secara konsisten melakukan terobosan dan inovasi pengelolaan pasar rakyat untuk berlomba-lomba menjawab kebutuhan dan memenangkan hati konsumen di tengah ketatnya persaingan dengan ritel modern. Gairah inovasi pengelola pasar inilah yang menjadi momentum penyelenggaraan Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat dan Anugerah Pancawara,” jelasnya.

Kemitraan Danamon Peduli dan Kementerian Perdagangan RI sudah terjalin sejak tahun 2010 melalui program pendampingan revitalisasi pasar rakyat yaitu Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia. Program ini diperuntukkan sebagai pasar percontohan yang mengacu pada Pasar Sehat Kementerian Kesehatan RI dan saat ini mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.

Pasar Sejahtera tidak hanya menyasar pada perbaikan fisik, namun juga pada pengelolaan pasar melalui peningkatan kapasitas pedagang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tupoksi di pasar, serta pemberdayaan komunitas pasar. Diharapkan ke depan Yayasan Danamon Peduli dapat melaksanakan programnya di pasar-pasar yang dibangun/revitalisasi oleh Kementerian Perdagangan.

“Danamon Peduli sangat berharap bahwa pemerintah daerah dan swasta lain akan mereplikasi atau menjadikan program Pasar Sejahtera sebagai rujukan untuk pengembangan dan pengelolaan pasar rakyat di Indonesia,” pungkas Restu.