09
Dec

YDP Tunjuk Payakumbuh Tuan Rumah Konvensi Nasional

Payakumbuh (Sumbar), BAKINNews Yayasan Danamon Peduli (YDP) Jakarta, memberikan kepercayaan kepada Kota Payakumbuh, menggelar Konvensi Nasional ke 4, yang direncanakan berlangsung 17-18 Januari 2012. Penunjukan Payakumbuh sebagai tuan rumah pertemuan Nasional, membahas pengolahan sampah pasar menjadi kompos, itu merupakan kehormatan bagi Payakumbuh, sebagai daerah yang komit mengolah sampah pasar menjadi kompos atau pupuk organic.

Rapat persiapan Konvensi Nasional ke 4 yang dibidani YDP itu, berlangsung diruang rapat Walikota Payakumbuh, Kamis (29/12). Dari YDP hadir Program Manager Agus Triwahyuono. Sementara, dari Pemko Asisten I Setdako Drs. Richard Moesa, Kadis Tata Ruang dan Kebersihan Ir. Musdik, beserta sejumlah pimpinan SOPD terkait dan Camat serta panitia konvensi dari lima Kecamatan. Asisten I Setdako Richard Moesa, menegaskan agar seluruh staf dari sejumlah SOPD yang terkait dalam kepanitiaan, untuk menyukseskan Konvensi Nasional itu.

Richard tak ingin kegiatan tersebut hanya terkesan sekedar membayar hutang. Tapi, harus sukses dan memberikan kesan positif kepada tamu yang datang. Keterangan Program Manager YDP, Agus Triwahyono, konvensi Nasional akan diikuti delegasi dari 31 Kota/Kabupaten di Indonesia, yang sudah punya komitmen dalam mengolah sampah pasar. Menurut Agus, Walikota dan Bupati ke 31 daerah itu bersama pimpinan SOPD terkait, akan ikut dalam konvensi. Kota Payakumbuh, dikatakan, satu-satunya kota di Sumatera Barat yang sudah diberikan bantuan oleh YDP dalam mengolah sampah pasar menjadi pupuk organik. Pasar tradisional di Pasar Ibuah, dinilai YDP, merupakan sebuah pasar sehat yang mampu menuju pasar sejahtera dan hijau. Bangunan dan mesin pengolahan sampah di Pasar Ibuah sudah beroperasi di Pasar Ibuah Timur, sejak Tahun 2008.

Kemampuan produksi mesin pengolahan pupuk itu 5 ton per hari. Tapi, karena keterbatasan sampah organik di Pasar Ibuah, kapasitas produksi baru mencapai 1 ton/hari. Konvensi Nasional dikatakan, bertujuan mengkaji perkembangan upaya konsoludasi dan identifikasi kendala dalam upaya peningkatan program pengolahan sampah organic pasar menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi. Mencegah pemanasan global dan potensi mendapatkan karbon kredit selain usaha membuka lapangan kerja. BIN 952 Bakin News

09
Dec

Yayasan Bank Danamon Peduli Menanam Bersama Bupati Samosir

Yayasan Danamon peduli bekerjasama dengan Bank Danamon melakukan Penanaman Pohon di Desa Dosroha, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, 02 Juli 2011. Penanaman Pohon ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia tangal 5 juni sekaligus rangkaian Kegiatan Perayaan Ulang Tahun Bank Danamon ke-55.

Bupati Samosir melakukan Penanaman Perdana di Areal Perkebunan Masyarakat disaksikan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, serta Pimpinan SKPD dan selanjutnya dilanjutkan oleh Danamoners (Para Staf Bank Danamon) lainnya. Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Bonaria Siahaan mengatakan akan menanam pohon sebanyak 3000 batang di areal Perkebunan Masyarakat di Kabupaten Samosir dengan jenis pohon yang mempunyai nilai ekonomis seperti Cokelat, Kopi, Alpukat.

Ditambahkannya, Danamon Peduli juga mengadakan Penghijauan dengan Menanam Pohon Mahoni dan Aren sebanyak 8000 Pohon di Lagundi yang merupakan Daerah Pusat Penelitian BPKEKDT Propinsi Sumatera Utara. Kegiatan Konservasi Ekosistim Kawasan Danau Toba merupakan Upaya untuk Melestarikan Kawasan Danau Toba yang dikelilingi Tujuh Kabupaten sebagaiâ Green Area dan merupakan kegiatan yang berkelanjutan, untuk itu dibutuhkan kerjasama dengan seluruh Stakeholder yang ada, tutur Bonaria. Ester Junita Ginting, Regional Corporate Officer Sumatera berharap Penghijauan dan Kegiatan Konservasi Ekosistim Kawasan Danau Toba dapat Membangun Kesadaran Masyarakat dalam hal Menjaga dan Melestarikan Lingkungan Hidup.

Untuk itu diharapkan Kerjasama Danamon Peduli dengan Pemerintah Kabupaten Samosir seperti saat ini tetap terpelihara dan berkelanjutan, tambah Ester. Bupati Samosir, Ir. Mangindar Simbolon menyambut baik Penanaman Pohon yang dilakukan Yayasan Danamon Peduli. Beliau mengatakan selalu mendukung kegiatan yang tujuannya membangun Samosir termasuk Penanaman Pohon yang dilakukan Yayasan Danamon Peduli. Kegiatan ini mendukung Visi Kabupaten Samosir menjadi Daerah Tujuan Wisata Berbasis Lingkungan tutur Bupati. Untuk itu, kepada seluruh masyarakat Samosir yang memperoleh Bibit Pohon dari Yayasan Danamon, dihimbau oleh Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon agar benar-benar Merawat dan Menjaga Pohon tersebut, supaya hasilnya dapat dinikmati masyarakat.

Dalam membangun Kabupaten Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir tidak bekerja sendiri, tetapi Bekerjasama dengan Berbagai Pihak. salah Satu diantaranya Lake Toba Regional Management (LTRM) yang bergerak dalam Bidang Pengembangan Pariwisata Danau Toba yang anggotanya merupakan Kabupaten/Kota se-Kawasan Danau Toba. Dari hasil kerjasama tersebut telah diluncurkan Bus Pariwisata yang akan memberikan kemudahan kepada Turis Mancanegara/Lokal untuk Berkunjung ke Danau Toba, papar Bupati. Kepala Badan Linkungan Hidup Propinsi Sumatera Utara Dr. Ir. Hidayati, M.Si mengatakan Potensi Danau Toba tak ternilai, namun tetap ada aktivitas masyarakat yang mengganggu Keasrian Danau Toba. Untuk itu perlu ditingkatkan kesadaran masyarakat tentang Lingkungan Hidup.

Ditambahkannya Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara tetap konsisten dalam menjaga Kebersihan Kawasan Danau Toba termasuk Penghijauan disekitarnya.(nrow/humas) Samosirkab.go.id

30
Nov

DANAMON ALOKASIKAN RP2,5 MILIAR UNTUK PEDULI PASAR

Sragen, 12/11 (ANTARA)Yayasan Danamon Peduli mengalokasikan dana sekitar Rp2,0 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk Program Pasar Sejahtera sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Rata-rata sekitar Rp2,0 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk Program Pasar Sejahtera termasuk di dalamnya pengolahan sampah terpadu, kata Ketua YDP Bonaria Siahaan dalam kunjungan ke Pasar Bunder Sragen, Jawa Tengah, Sabtu. Ia menyebutkan, pihaknya melaksanakan program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih dan terawat) sejak 2010 sebagai penyempurnaan program-program sebelumnya. YDP menangani program tersebut untuk jangka waktu dua tahun. Setelah itu pengelolaan diserahkan kepada komunitas di pasar (terutama pedagang) dan pemerintah daerah.

Pada tahun pertama anggaran akan besar karena menyangkut pembangunan fisik seperti renovasi los pasar dan pembangunan TPST. Setelah itu akan berkurang karena memasuki pembangunan nonfisik, jelasnya. Hingga 2011, YDP melaksanakan program Pasar Sejahtera di lima pasar tradisional. Salah satunya adalah Pasar Bunder di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Sementara itu Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman ditemui usai peringatan Hari Korpri ke-40, Hari Kesehatan ke-47, dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ke-63 di GOR Diponegoro Sragen, mengatakan, Pasar Bunder merupakan satu dari 10 pasar besar di Kabupaten Sragen.

Aktivitas di pasar itu boleh dikatakan 24 jam setiap hari, kata Agus. Ia menyebutkan, upaya revitalisasi Pasar Bunder sudah dilakukan dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun terakhir. Menurut dia, pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan dari sejumlah perusahaan membantu revitalisasi pasar tersebut. Pemda tidak bisa melakukan sendiri sehingga program dari perusahaan seperti Danamon, Bank BRI, Bank BPD sangat membantu, katanya. Agus menyebutkan, selain membangun TPST di sekitar pasar, YDP juga membantu merenovasi los pasar sehingga memenuhi standar kesehatan. Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Sragen, Heru Martono mengatakan, jumlah pedagang di Pasar Bunder mencapai sekitar 2.500 pedagang.

Danamon Peduli merenovasi satu los pasar yang ditempati 61 pedagang sebagai unit percontohan, kata Heru. Luas pasar tersebut mencapai 17,9 ha terdiri 45 los dan 445 kios. Pasar tersebut direnovasi pada tahun 2006 dengan dana sekitar Rp16 miliar. YDP masuk ke pasar tersebut melalui program TPST pada 2008. Hingga saat ini unit itu mengolah sekitar 25 ton sampah pasar menjadi kompos atau pupuk organik. Program tersebut disempurnakan menjadi program Pasar Sejahtera sejak tahun 2010 yang menyangkut program fisik maupun nonfisik.br /(T.A039/B/N002/N002) 12-11-2011 bnisecurities.co.id

30
Nov

YDP Bangun Kembali PAUD Letusan Gunung Merapi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA Yayasan Danamon Peduli (YDP) di bawah program Cepat Tanggap Bencana dan PT Bank Danamon Indonesia berkerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia membantu membangun kembali tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kampung Jogoyudan, Jogjakarta.

Kegiatan ini dilakukan YDP sudah sejak awal Desember 2011 sebagai bentuk kepedulian dari dampak letusan gunung Merapi yang masih terasa sampai sekarang. Jogoyudan adalah daerah urban dengan tingkat perekonomian yang kurang baik, sehingga PAUD merupakan satu-satunya pilihan karena warga tidak mampu membiayai pendidikan dini anak mereka di sekolah di luar wilayah Jogoyudan, ujar Bonaria Siahaan Ketua YDP menyatakan kepada Tribunnews.com, Kamis (8/12/2011).

Dengan demikian dirasa tepat YDP dan PT Bank danamon Indonesia memberi bantuan sebesar Rp 50 juta untuk membangun kembali PAUD, karena PAUD yang lama (rumah warga dan balai warga yang sering digunakan) rusak atau tertimbun lahar dingin, katanya. Pun dikarenakan antusiasme warga dan anak-anak untuk belajar sangat tinggi, dengan bukti tingkat kehadiran 60 anak untuk belajar setiap Sabtu dan Minggu. PAUD Jogoyudan juga sudah resmi tercatat di dinas pendidikan dengan nama PAUD TUNAS BANGSA. Tribun News

29
Nov

Hari Ini, Penganugerahan Danamon Award 2011

KOMPAS.com Hari ini, Jumat (4/11/2011), PT Bank Danamon Indonesia Tbk melalui Yayasan Danamon Peduli resmi menganugerahkan Danamon Award 2011. Seturut siaran persnya, acara tersebut digelar Gedung Balai Kartini, Jakarta, mulai pukul 15.30 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, ada lima nama peraih Danamon Award 2011. Mereka adalah Karmono (64 tahun) yang mendapat julukan Sang Penemu, Kemiskidi (49) yang mendapat julukan Pemberdaya Wisata, Khilda Baiti Rohmah (23) yang mendapat julukan Pengolah Sampah, Nuraeni yang mendapat julukan Pembina Istri Nelayan, dan Putu Suryati (46) yang mendapat julukan Pengubah Paradigma. Sebelum sampai pada ajang pengumuman, pergelaran ini sudah dimulai sejak 16 Juli 2011. Proses tersebut berisi penerimaan nominasi, verifikasi, penjurian, presentasi, dan voting online serta SMS. Kompas

24
Nov

Pelatihan Cepat Tanggap Bencana Assessment Tanggap Bencana Darurat dan P3K

Setelah kita berusaha mencegah bencana alam dengan menjaga dan melestarikan alam, masih ada kemungkinan bencana alam tetap terjadi karena letak geografis Indonesia berada di kawasan  Cincin Api Pasifik sehingga Indonesia sangat rawan akan bencana alam. Saat ini Indonesia memiliki 120 gunung berapi aktif dan 5.860 sungai, sehingga potensi terjadinya gempa bumi, tanah longsor, tsunami, banjir dan bencana alam lainnya sangatlah besar.

Kejadian bencana alam beberapa tahun terakhir ini telah banyak menelan korban dan meninggalkan dampak baik materiil dan non-materiil yang sangat besar. Sejalan dengan visi dan misi YDP untuk membangun kembali harapan dan penghidupan masyarakat, maka selalu dimaksimalkan untuk berinisiatif memberikan bantuan awal bagi penduduk yang terkena bencana serta mengurangi dampak negatif lebih lanjut dari bencana tersebut.

Upaya yang sudah dilakukan adalah memberikan bantuan dengan melakukan pendekatan pelibatan masyarakat dan pemberian bantuan yang berdampak pada percepatan pemulihan sehingga masyarakat dapat melanjutkan kembali kehidupan. Dalam penyaluran bantuan tersebut YDP banyak dibantu oleh para relawan dari seluruh jaringan nasional PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dan Adira.

Untuk dapat merespon dengan cepat dan tepat sangat dibutuhkan dalam penanganan bantuan untuk bencana, pemahaman tentang kapasitas diri dan situasi yang dihadapi harus dapat direspon dengan baik. Untuk itu YDP bekerjasama dengan Business Continuity Management (BCM), Bank Danamon dan Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan Pelatihan Cepat Tanggap Bencana dengan tema Assessment Tanggap Bencana dan P3K. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 2 hari (17/11 18/11) di Balai Besar Pelatihan Kesehatan, Cilandak. Pelatihan ini diikuti oleh 45 peserta. Peserta berasal dari karyawan Bank Danamon meliputi beberapa divisi seperti corporate real estate management (CREM), CBM, Captain Floor dan Adira Finance, Adira Quantum dan Adira Insurance.

Para peserta tersebut dilatih agar dapat melakukan assessment jikalau terjadi bencana atau musibah di wilayah Indonesia khususnya di wilayah yang bersentuhan langsung dengan lokasi unit/cabang Bank Danamon dan Adira. Bonaria Siahaan selaku Ketua Yayasan Danamon Peduli, mengatakan dalam sambutannya, Latar belakang dari kegiatan ini adalah untuk menunjang salah satu program dari Yayasan Danamon Peduli yaitu Cepat Tanggap Bencana. Program ini sudah berlangsung selama bertahun tahun sesuai dengan motto dari program dan corporate yaitu bila ada bencana/musibah di lokasi dimana Bank Danamon berada dan komunitasnya terkena bencana/musibah, kita selalu berusaha menjadi pihak swasta pertama yang berada di lokasi Lebih lanjut Bona mengatakan, Umpan balik dari teman teman di unit/cabang bila terjadi bencana/musibah, Danamon merupakan yang tercepat memberikan bantuan. Namun, ada kalanya bantuan tidak atau kurang sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Hal ini mungkin pada saat melakukan assessment apa yang dibutuhkan, teman teman dari unit kurang dilengkapi dengan informasi yang sesuai dengan kondisi dan situasi bencana yang dihadapi saat terjadinya bencana. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan selain harus cepat tapi juga harus efektif atau harus betul betul bermanfaat bagi yang terkena musibah/bencana. Oleh karena itu pihak YDP dengan BCM meluncurkan pelatihan yang simple/sederhana mengenai tanggap bencana. Tujuannya agar teman teman bila menghadapi musibah/bencana minimal sudah mempunyai kelengkapan informasi yang lebih baik dalam melakukan assessment musibah/bencana. Pelatihan ini adalah yang pertama kali diadakan untuk Region 1 Jakarta.

Rencananya, pelatihan ini juga akan dilaksanakan di beberapa region Danamon Pelatihan dibuka secara resmi oleh Henny Gunawan selaku RCO (Regional Corporate Officer) PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. Beliau mengatakan, Region 1 Jakarta terpilih menjadi region pertama untuk pelatihan ini. Teman teman yang ada disini bukan karena kebetulan berada disini tetapi karena terpilih. Tidak mungkin seorang penolong atau orang orang yang disiapkan untuk membantu orang lain tidak dipilih. Pelatihan ini diharapkan dapat bermanfaat bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk Danamon yang kemudian juga untuk teman teman atau lingkungan di sekitar kita Setelah dibuka secara resmi, PMI selaku penyaji atau pembicara langsung memulai pelatihan tersebut dengan memperkenalkan Sekilas Tentang Palang Merah Indonesia yang dibawakan oleh Kepala Bagian Logistik PMI Achmad Djaelani.

Materi ini disampaikan agar peserta mengetahui sejarah tentang PMI dan sejauh mana kegiatan kegiatan yang sudah dilakukan oleh PMI dari awal mula berdiri sampai dengan sekarang. Acara dilanjutkan dengan membagi peserta menjadi 2 kelas. Kelas pertama membahas mengenai Dasar dasar Assessment, Proses Assessment dan Manajemen Distribusi Bantuan. Sedangkan kelas kedua membahas tentang Dasar dasar atau Pedoman Pertolongan Pertama (selain teori juga langsung di praktekkan).

Untuk hari kedua, materi yang diajarkan ditukar antara kelas pertama dengan kelas kedua. Manon Djati selaku BCM Head mengatakan, Bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk kita semua terutama jika terjadi musibah/bencana di Indonesia terutama untuk wilayah yang terdapat unit/cabang Bank Danamon dan rencananya pelatihan ini juga akan dilaksanakan di beberapa region sampai dengan akhir tahun 2011. Dan untuk tahun 2012 akan dilaksanakan juga di sisa region yang ada Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta mengerti akan: Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan.Tata cara assessment kebutuhan Logistik, serta monitoring dan pelaporan. Dan alur kerja dan hubungan koordinatif dengan pihak ketiga baik lembaga sosial lain, instansi pemerintah, mitra kerja dan lain lain.

14
Nov

Danamon Peduli Tambah Tiga Pasar Sejahtera 2012

Sragen, 12/11 (ANTARA) Yayasan Danamon Peduli (YDP) pada 2012 akan menambah pelaksanaan program Pasar Sejahtera di tiga pasar tradisional dari lima pasar hingga 2011. Tahun depan kami akan menambah pelaksanaan program ini di tiga pasar tradisional, kata Ketua YDP, Bonaria Siahaan di sela kunjungan ke Pasar Bunder, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu. Ia menyebutkan, tiga pasar tradisional yang akan disasar YDP melalui Program Pasar Sejahtera itu ada di Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat. Menurut dia, pihaknya belum memutuskan secara pasti pasar mana saja yang akan disasar dengan program itu. Masalahnya bukan pada anggaran tetapi kesiapan masing-masing pemerintah daerah selaku pengelola pasar dan pihak terkait lain terutama para pedagangnya sendiri, katanya.

Hingga saat ini, YDP melaksanakan program Pasar Sejahtera di lima pasar tradisional yaitu Pasar Grogolan (Pekalongan/Jawa Tengah), Pasar Ibuh (Payakumbuh/Sumatera Barat), Pasar Baru (Kota Probolinggo), dan Pasar Semampir (Kabupaten Probolinggo), dan Pasar Bunder (Sragen). Pasar Sejahtera (sehat hijau terawat bersih) merupakan program yang dilaksanakan YDP yang melibatkan sebanyak mungkin pihak terkait di pasar termasuk pemerintah daerah dan para pedagang.

Bona menyebutkan, YDP memiliki keterkaitan dengan pasar tradisional karena Bank Danamon memiliki unit usaha Danamon Simpan Pinjam (DSP) di mana mayoritas nasabahnya adalah pedagang pasar. Melihat kondisi pasar yang berada di bawah standar maka YDP pada 2006 melaksanakan program bersih-bersih pasar yang kemudian disempurnakan dengan program tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) pada 2007.

Melalui program itu, YDP membangun 21 unit TPST di berbagai daerah di sekitar pasar tradisional, jelas Bonaria. Ia menjelaskan, dua program sebelumnya kurang melibatkan masyarakat (terutama pedagang) sehingga mulai tahun 2010 YDP melaksanakan program Pasar Sejahtera. Melalui program itu, YDP memberikan dukungan perbaikan fisik dan non fisik sehingga kondisi pasar memenuhi standar minimum pasar sehat. Misalnya lapak yang dulu dari kayu diganti menjadi keramik sehingga mudah dibersihkan, penyediaan air bersih dan pembuangan air kotor, pengecatan ulang, penyediaan tempat sampah, memperluas jangkauan radio komunitas dan lainnya, kata Bona. br /Selain itu pihaknya juga melakukan edukasi komunitas seperti mendorong perilaku sehat dengan membuang sampah di tempatnya dan mebiasakan cuci tangan.

Program ini berlangsung selama dua tahun untuk di satu pasar, selanjutnya diserahkan kepada komunitas itu sendiri dan pemda, kata Bonaria.br /(T.A039/B/A023/A023) 12-11-2011 BNISecurities.co.id

14
Nov

Kesepakatan Bersama Kemenkes RI dengan Dunia Usaha

Peringatan HKN tahun ini merupakan momentum untuk meningkatkan Gerakan Nasional Kebersihan Indonesia sebagaimana amanat Presiden. Melalui tema HKN Indonesia Cinta Sehat, pemerintah mengajak seluruh komponen bangsa melakukan gerakan dan tindakan nyata dalam mencapai hidup bersih dan sehat.

Tema ini mencerminkan, Bangsa Indonesia mencintai kesehatan, mau dan mampu berperilaku sehat, menjaga lingkungan agar tetap sehat serta mengupayakan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, adil, dan merata. Indonesia Cinta Sehat juga cermin pelaksanaan amanat UUD 1945. Pada peringatan HKN tahun ini, kementerian Kesehatan menandatangani kesepakatan bersama dengan dunia usaha, MoU ini merupakan wujud kemitraan bersama dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia melalaui program program CSR dengan tindakan nyata. PromosiKesehatan.com

14
Nov

Yayasan Danamon Peduli Gelar Program Pelatihan Antisipasi Bencana

KEBAYORAN Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sosial, Yayasan Danamon Peduli (YDP) memberikan pelatihan khusus penanggulangan bencana yang diberi nama Assesment Tanggap Bencana Darurat dan P3K’ di kantor Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta Selatan pada 17-18 November 2011.

Tentunya program ini diikuti oleh sejumlah pegawai Danamon sendiri. Melalui Program Officer Yayasan Danamon Peduli, Giono santoso kepada kebayoran online misi dari terselenggaranya program ini dapat memberikan pelajaran dan pelatihan adanya bahaya bencana yang mengancam. Dikatakannya ini merupakan bentuk antisipasi sebelum bencana terjadi. Ini adalah pelatihan tanggap bencana untuk perbekalan para karyawan Danamon dalam mengantisipasi bahaya bencana yang terjadi. Di tahun ini adalah pertama kalinya kita mengadakan program ini yang targetnya ada dua kota, ujar Giono santoso ditemui di kantor Balai Besar Pelatihan Kesehatan, Cilandak Yayasan Danamon Peduli sudah menargetkan wilayah-wilayah untuk program pelatihan tersebut. Dari gagasan ini tercipta, sebenarnya sudah ada program dalam menanggulangi bencana. Namun bedanya, program yang mengarah pada pelatihan ini merupakan langkah awal sebelum terjadinya bencana.

Danamon sendiri memiliki 7 region yang tersebar di seluruh Indonesia. Disetiap region juga diberikan pelatihan khusus seperti ini dalam menanggulangi bencana. Dan program ini diusulkan dari Yayasan Danamon Peduli, Pelatihan yang diikutsertakan oleh beberapa pegawai Danamon meliputi bagian rumah tangga dan security ini dibagi menjadi dua kelas yang masing-masingnya berjumlah 25 orang. Untuk terlaksananya program tersebut, YDP turut dibantu oleh Palang Merah Indonesia (PMI).

Kami bekerjasama dengan pihak yang berpengalaman guna memberikan pembekalan sesama relawan berupa pelatihan dasar Cepat Tanggap Bencana yang dimaksudkan agar informasi lapangan dapat secepatnya diperoleh, sehingga pelayanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dapat sesegera mungkin diberikan,  jelas Giono. Dalam penerapannya, YDP bersama-sama dengan para relawan dan pihak terkait lainnya melaksanakan pendidikan masyarakat untuk mensosialisasikan dan mendorong peran serta masyarakat luas dalam mengurangi resiko bencana melalui beberapa kegiatan terpadu yang dapat membantu mencegah atau mengurangi dampak bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran.

Agar tidak terjadi tumpang tindih atas bantuan-bantuan bencana, tahap awal kita melakukan survey bagi para pengungsi di lokasi bencana, mereka membutuhkan apa saja. Untuk survey sendiri kita dibantu oleh PMI, tambahnya Diperkirakan yayasan yang berdiri pada 17 Februari 2006 itu menjadi lembaga swasta pertama yang dapat secara cepat menanggapi dan menyaluran bantuan kepada korban bencana. Sejalan dengan visi kepedulian untuk membangun kembali penghidupan masyarakat, YDP berinisiatif memberikan bantuan awal bagi penduduk yang terkena bencana serta mengurangi dampak negatif lebih lanjut dari bencana tersebut.(IMO) IKebayoran

01
Nov

Dari Sampah Peroleh Anugerah

Saya nggak nyangka. Saya mengajak generasi muda untuk membuat perubahan. Kalau bukan kita siapa lagi,” Khilda Baiti Rohmah Mahasiswi Peduli Sampah JAKARTA (riaupeople) Khilda Baiti Rohmah (23) tidak pernah menduga kepeduliannya terhadap sampah bakal berbuah anugrah. Mahasiswi Teknik Lingkungan Universitas Pasundan ini terpilih sebagai pemenang favorit dalam anugerah Danamon Award 2011. davitblog awaspinter topkabar awasgila Khilda terpilih melalui voting online dan SMS yang dilakukan sejak 30 September hingga 30 Oktober 2011. Ia mendulang suara lebih dari 3.000 suara, sehingga dinobatkan menjadi pemenang favorit. Saya nggak nyangka. Saya mengajak generasi muda untuk membuat perubahan. Kalau bukan kita siapa lagi, kata Khilda saat menerima penghargaan Danamon Award 2011 di Balai Kartini, Jumat, (4/11/11).

Kendati di awal  bersampah ria pada 2007 lalu tidak ada yang mau ikut jejaknya, namun Khilda tidak patah semangat. Langkah awal dirinya mengajak para tukang sampah di lingkungannya untuk memilah sampah organik dan non organik. Tak hanya berhenti sampai di situ, Khilda menularkan semangatnya kepada warga sekitar untuk melakukan kegiatan pemilahan sampah. Sampah organik diolah menjadi kompos dan non organik dibuat menjadi aneka kerajinan. Berkat keuletan dan semangat yang tinggi, kini warga sadar sampah dan hasilnya dapat dinikmati. Saat ini, ia tengah mengembangkan penemuannya tentang pengolahan sampah sebagai energi alternatif pengganti minyak tanah.

Sementara Direktur Utama Bank Danamon, Henry Ho sebagaimana diberitakan vivanews.com dalam sambutannya mengatakan bahwa penghargaan Danamon Awards diberikan kepada masyarakat individu yang dapat memberikan manfaat kepada lingkungannya, khususnya untuk ekonomi kecil dan kewirausahaan.  Dengan semangat bisa, kami fokus pada pemberdayaan ekonomi, bertepatan dengan ulang tahun Bank Danamon ke-55, kata Henry Ho. Dalam ajang ini beberapa juri yaitu Ade Suasmulyo, Bob Sadino, Sony Keraf, Kementerian Koperasi dan UKM, Tempo Media, dan Yayasan Danamon Peduli. Salah satu dari dewan juri, Sony Keraf, mengatakan orang-orang ini telah melakukan yang tidak hanya berguna bagi dirinya, tetapi juga lingkungannya.

Total peserta yang terkumpul sebanyak 300 orang, lalu terpilih menjadi lima orang pemenang dan satu pemenang favorit. Mereka adalah Karmono Sang Penemu yang berprofesi sebagai guru SD melakukan pelestarian tanaman buah belimbing dan jambu di Demak yang menjadi komoditas utama perkebunan di daerah itu. Kemsikidi,  Pemberdaya Wisata, warga Dusun Krebet, Bantul, Yogyakarta yang mengajarkan batik kayu kepada para perajin di daerahnya. Pemenang lainnya Nureini, Pembina Istri Nelayan asal Patingalong, Sulawesi Selatan yang mengajak istri nelayan mengolah ikan menjadi produk makanan olahan seperti abon. Terakhir, Putu Suryati, Pengubah Paradigma yang memiliki keterbatasan fisik dengan cara menampung orang dengan kondisi yang sama untuk diberikan keterampilan mulai dari bahasa Inggris, komputer, kerajinan tangan dan kesenian.(fai) RiauPeople.com