20
Dec

Yayasan Danamon Peduli Raih Dua Penghargaan ICEA 2018

Dipenghujung tahun 2018 berlokasi di Dewan Pers Indonesia Jakarta,  Yayasan Danamon  Peduli menerima dua penghargaan sekaligus yaitu ‘Pemenang ICEA 2018 Peringkat Emas’ untuk Program Radio Komunitas Pasar dan ‘Pemenang ICEA 2018 Peringkan Perak’ untuk Program Festival Pasar Rakyat.

Indonesia Community Engagement Award (ICEA) adalah penghargaan community engagement satu-satunya di Indonesia. Dirancang sebagai penghargaan bagi karya-karya terbaik, inovatif, dan komunikatif dalam praktik community engagement. Penghargaan ini digagas Majalah CSR (MajalahCSR.id), sebuah media multiplatform yang didedikasikan sebagai panduan untuk bisnis yang berkelanjutan.

18
Dec

Pelatihan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan untuk Pelaku Usaha Kecil Menengah

Danamon melalui Yayasan Danamon Peduli kembali  mengadakan kegiatan pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan bertajuk ‘Saatnya UKM Sukses Finansial dan Usaha’ di Jakarta. Narasumber pada kegiatan ini menghadirkan Independent Financial Planner, dengan pembahasan mengenai edukasi kewirausahaan seperti pengelolaan keuangan, pelaporan keuangan, perpajakan dan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan peserta kegiatan, selain itu hadir juga perwakilan Danamon SME untuk memberikan materi tentang informasi dan penjelasan perihal produk dan layanan Lembaga Jasa Keuangan.

Mengingat peran penting sektor UKM dalam meningkatkan kesejahteraan daerah dan pendapatan nasional, maka dukungan untuk  pengembangan pengetahuan dan kapasitas UKM menjadi salah satu prioritas, tentunya pelatihan ini  akan membantu mempercepat pelaku UKM untuk mencapai ke tingkat well-literate.

18
Dec

Pasar Ibuh Kota Payakumbuh Raih Predikat Pasar Rakyat Ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) Pertama di Sumatera

Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) bermitra dengan Pemerintah Kota Payakumbuh dan Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN) meresmikan pasar Ibuh sebagai pasar berstandar nasional Indonesia (ber-SNI) pertama di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Sertifikasi ini diraih melalui program kemitraan bertajuk Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih dan terawat) yang dijalankan oleh Danamon Peduli sejak 2010. Adanya tiga persyaratan utama yaitu persyaratan umum, teknis dan pengelolaan, serta puluhan indikator lain yang wajib dimiliki sebuah pasar rakyat, menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola pasar untuk dapat bertransformasi menjadi pasar berstandar nasional.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam merevitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan mengimplementasikannya di program Pasar Sejahtera, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang siap berkompetisi dan tidak hanya mumpuni sebagai tonggak perekonomian, namun siap menunjang aspek penting lain seperti sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Peresmian ini dihadiri juga oleh Sekretaris Umum Badan Standardisasi Nasional DR. Ir. Puji Winarni, M.A., Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN Wahyu Purbowasito Setyo Waskito, Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi beserta undangan pengelola pasar di seluruh Kota Payakumbuh.

Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat)

Pasar Ibuh di kota Payakumbuh merupakan salah satu lokasi terbaik dari 31 lokasi program Danamon Go Green – kegiatan berbasis komunitas pasar yang diinisiasi oleh Danamon Peduli selama 2008 – 2011. Danamon Go Green merupakan kegiatan mengubah sampah organik pasar menjadi kompos yang berkualitas melalui pengadaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan pelatihan pengelolaan. Mempertimbangkan komitmen komunitas pasar dan pemerintah daerah yang tinggi pada Danamon Go Green mendorong Danamon Peduli untuk melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam format program kerja yang lebih holistik, yaitu program Pasar Sejahtera. 

Program Pasar Sejahtera menyasar dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai. Sejak 2015, pelaksanaan Program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, di mana semua pasar binaan Danamon Peduli diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI). Saat ini, terdapat lima pasar percontohan Pasar SejahterayaituPasar Ibuh Payakumbuh, Sumatera Barat; Pasar Rejowinangun Magelang dan Pasar Bunder Sragen, Jawa Tengah; Pasar Dasan Agung Mataram, Nusa Tenggara Barat dan Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sepanjang 2010 – 2018, Danamon Peduli telah melakukan berbagai dukungan, baik fisik maupun non-fisik di Pasar Ibuh, yaitu:

Pada dukungan fisik, Danamon Peduli melakukan:

  1. Perbaikan lapak pedagang di los daging;
  2. Pengadaan sarana prasarana kebersihan;
  3. Normalisasi saluran air, pengadaan bak cuci dan pemasangan talang air;
  4. Pengadaan radio komunitas pasar, perbaikan pos kesehatan, pengecatan dan pengadaan sarana ibadah, perbaikan ruang koperasi dan bank sampah;
  5. Pengadaan CCTV, papan zonasi, plang nama fasilitas pasar, materi komunikasi perubahan perilaku, billboard serta tanda dan jalur evakuasi.

Sedangkan intervensi non fisik yang dilakukan oleh Danamon Peduli meliputi:

  1. Rapat lintas sektor untuk OPD yang memiliki tupoksi di pasar rakyat untuk mensinergikan rencana kerja dan pendanaan bersama;
  2. Pembentukan relawan atau kader penggerak kegiatan berbasis komunitas dan pengadaan pelatihan pengelolaan untuk radio komunitas, bank sampah, dan koperasi;
  3. Kegiatan rutin berupa diskusi kelompok sebagai sarana menyampaikan aspirasi  dan media komunikasi antar kelompok pemangku kepentingan
  4. Kampanye perubahan perilaku hidup bersih dan sehat;
  5. Promosi pasar melalui penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat dan talkshow;
  6. Monitoring evaluasi program secara berkala baik mingguan, bulanan dan tahunan;
  7. Literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan;
  8. Pembentukan tim SNI Pasar Rakyat, pengadaan sosialiasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, gap analysis dan penyusunan 16 standar operating procedures (SOP) Pengelolaan Pasar berdasarkan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat;
  9. Pelatihan ISO 19011 (audit management) untuk pengelola pasar;
  10. Asesmen dan pembiayaan sertifikasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat untuk Pasar Ibuh.

Dari seluruh dukungan yang diberikan Danamon Peduli bersama dengan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh, Pasar Ibuh berhasil meraih predikat pasar berstandar nasional Indonesia (SNI 8152:2015 Pasar Rakyat) ke-28 dari total pasar rakyat 9.000-an di seluruh Indonesia.

05
Dec

Yayasan Danamon Peduli Raih Penghargaan untuk ‘Partnership for The Goals’

Untuk yang ke-4 kalinya Yayasan Danamon Peduli meraih penghargaan di ajang Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector (CECT) Sustainable Awards 2018 sebagai Winner Project Based Corporate Social Responsibility (CSR) & Sustainable Inclusive Business kategori ‘Partnership for The Goals’.

Penghargaan ini diraih atas pelaksanaan program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat) yang dinilai sukses menjalankan public–private partnership dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan pasar rakyat (tradisional).

CECT Sustainable Awards merupakan apresiasi yang diberikan oleh MM-CSR Universitas Trisakti kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja CSR yang baik berdasarkan ISO 26000, yakni standar panduan pengelolaan CSR.

02
Dec

Yayasan Danamon Peduli Selenggarakan Danamon – Adira Volunteer Day di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Jakarta

Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bermitra dengan Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung, Srengseng Sawah menyelenggarakan kegiatan Peduli Lingkungan bertajuk “Danamon Adira Volunteer Day” yaitu kegiatan relawan karyawan Danamon Group berupa penanaman pohon, pelepasan benih ikan, gotong royong sekaligus meresmikan D-Green Camp (Danamon Green Camp) beserta saung usaha, dua unit pos keamanan, dan tiga unit mandi cuci kakus untuk area perkemahan.  D-Green Camp merupakan perkemahan swakelola komunitas setempat berorientasi pada pendidikan lingkungan seperti edukasi pengelolaan sungai, hutan dan perilaku yang selaras dengan alam.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Penanggulangan Bencana Nasional Lili Kurniawan, Ketua Pengurus Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung, Usman Firdaus dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi beserta 100 relawan karyawan Danamon, Adira Finance dan Adira Insurance, serta masyarakat setempat yang terlibat aktif dalam pengelolaan D-Green Camp, hutan dan daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

“Dalam semangat Hari Relawan Sedunia yang jatuh pada 5 Desember 2018 dan Hari Relawan Nasional pada 26 Desember 2018, Danamon Group melalui Danamon Peduli kembali adakan ‘Kegiatan Peduli Lingkungan dan Danamon – Adira Volunteer Day’ yang bertujuan untuk mendorong terjadinya perbaikan kualitas lingkungan hidup di wilayah kerja Danamon dan Adira. Termasuk didalamnya memobilisasi karyawan untuk turun langsung menjadi pelaku perubahan bersama-sama dengan masyarakat. Hal ini kami pandang sangat krusial mengingat karyawan kami pun bagian dari ekosistem di dalam masyarakat, mereka perlu memiliki budaya lingkungan agar dapat mendukung pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Daerah aliran sungai merupakan daerah tangkapan air yang mempunyai peran penting dalam menyediakan kebutuhan air bagi manusia. Lebih dari itu, DAS berperan penting dalam menjaga kualitas air, mencegah banjir saat musim hujan dan kekeringan kala kemarau, serta mengurangi aliran massa (tanah) dari hulu ke hilir.  Salah satu upaya yang efektif untuk menjaga fungsi DAS adalah partisipasi aktif secara langsung oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di lokasi DAS. Oleh karena itu, Danamon Peduli mengapresiasi adanya Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung yang konsisten menjaga pelestarian lingkungan dan pengelolaan daerah aliran sungai Ciliwung sejak 2006 hingga saat ini.

“Bermitra dengan Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung merupakan win-win solution karena karyawan jadi memiliki wadah bekerja sosial untuk lingkungan dan komunitas mendapat benefit berupa dukungan sarana prasarana,” tutup Restu.

Sebagai salah satu mitra kerja pemerintah dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG), Danamon Peduli terus aktif dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan di seluruh wilayah operasional Danamon dan anak perusahaan di Indonesia, seperti pengadaan sarana prasarana kebersihan, pembuatan lubang biopori, perbaikan taman kota, penghijauan di pasar rakyat (pasar tradisional) atau ruang publik dan berbagai pelatihan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Setiap tahunnya Danamon Peduli mengalokasikan Rp2.5milyar untuk pelaksanaan berbagai inisiatif lingkungan.

15
Nov

Pasar Bunder Kabupaten Sragen Raih Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Melalui Program Kemitraan ‘Pasar Sejahtera’

Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dan Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN) hari ini meresmikan Pasar Bunder sebagai pasar berstandar nasional Indonesia (ber-SNI) pertama di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Sertifikasi ini diraih melalui program kemitraan bertajuk Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih dan terawat) yang dijalankan Danamon Peduli sejak 2010. Adanya tiga persyaratan utama yaitu persyaratan umum, teknis dan pengelolaan, serta puluhan indikator lain yang wajib dimiliki sebuah pasar rakyat, menjadikan tantangan tersendiri bagi pengelola pasar untuk dapat bertransformasi menjadi pasar berstandar nasional.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam merevitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan mengimplementasikannya di program Pasar Sejahtera, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang siap berkompetisi dan tidak hanya mumpuni sebagai tonggak perekonomian, namun siap menunjang aspek penting lain seperti sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Acara peresmian ini turut dihadiri Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti; Sekretaris Umum Badan Standardisasi Nasional DR. Ir. Puji Winarni; M.A; Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Sragen Drs. Tatag Prabawanto B. MM; dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi beserta undangan pengelola pasar di seluruh Kabupaten Sragen.

Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat)

Pasar Bunder di Kabupaten Sragen merupakan salah satu lokasi terbaik dari 31 lokasi program Danamon Go Green–kegiatan berbasis komunitas pasar yang diinisiasi Danamon Peduli selama 2008–2011. Danamon Go Green merupakan kegiatan mengubah sampah organik pasar menjadi kompos yang berkualitas melalui pengadaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan pelatihan pengelolaan. Mempertimbangkan komitmen komunitas pasar dan pemerintah daerah yang tinggi pada Danamon Go Green mendorong Danamon Peduli untuk melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dalam format program kerja yang lebih holistik yaitu program Pasar Sejahtera.  Pada 2010 lalu, Pasar Bunder juga terpilih sebagai ‘Pasar Sehat’ dari Kementerian Kesehatan.

Program Pasar Sejahtera menyasar dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non-fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai. Mulai 2015, pelaksanaan program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat sehingga seluruh pasar percontohan di bawah binaan Danamon Peduli, serta diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI). Saat ini, ada lima pasar percontohan Pasar SejahterayaituPasar Ibuh Payakumbuh Sumatera Barat; Pasar Rejowinangun Magelang dan Pasar Bunder Sragen Jawa Tengah; Pasar Dasan Agung Mataram, Nusa Tenggara Barat; serta Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selama 2010–2018, Danamon Peduli telah melakukan berbagai dukungan di Pasar Bunder yaitu:

Dukungan Fisik:

  1. Perbaikan lapak pedagang di tiga los yaitu tempe – tahu, ikan, dan daging. Mengganti lapak yang sebelumnya dari meja kayu menjadi meja keramik sesuai dengan Kepmenkes No. 519/2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat dan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.
  2. Pengadaan sarana prasarana kebersihan seperti gerobak sampah, tempat sampah, pengecatan, perbaikan toilet dan alat kebersihan lainnya yang diperbarui secara berkala disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
  3. Renovasi ruang dan pengadaan alat-alat untuk radio komunitas pasar, koperasi, pos keamanan dan tera, CCTV serta bank sampah.
  4. Pengadaan papan informasi, kampanye/promosi dan tanda evakuasi di Pasar Bunder.

Dukungan Non-Fisik:

  1. Memfasilitasi rapat lintas sektor untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tupoksi di pasar rakyat untuk mensinergikan rencana kerja dan pendanaan.
  2. Pembentukan pengelola kegiatan berbasis komunitas dan pelatihan pengelolaan untuk radio komunitas, bank sampah dan koperasi.
  3. Kegiatan rutin berupa diskusi kelompok sebagai sarana menyampaikan aspirasi dan media komunikasi dua arah paguyuban pedagang, buruh gendong, kuli panggul, sertapengelola pasar.
  4. Mendorong kampanye perubahan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu mencuci tangan dan membuang sampah pada tempatnya.
  5. Penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat dan talkshow di Pasar Bunder sebagai ajang promosi pasar sekaligus berbagi pengetahuan mengadakan public outreach kepada pengelola pasar.
  6. Mengadakan literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan diperuntukkan bagi pedagang  Pasar Bunder maupun pelaku usaha mikro menengah di sekitarnya.
  7. Memfasilitasi pembentukan tim SNI Pasar Rakyat Kabupaten Sragen, pengadaan sosialiasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, gap analysis dan penyusunan 16 Standar Operating Procedures (SOP) Pengelolaan Pasar berdasarkan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.
  8. Pengadaan pelatihan ISO 19011 (audit management) untuk pengelola pasar.
  9. Memfasilitasi proses asesmen dan pembiayaan sertifikasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat untuk Pasar Bunder.

Dari seluruh dukungan yang diberikan Danamon Peduli bersama dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sragen, Pasar Bunder berhasil meraih predikat pasar berstandar nasional Indonesia (SNI 8152:2015 Pasar Rakyat) ke-27 dari total pasar rakyat sekitar 9.000-an di seluruh Indonesia.

04
Oct

Danamon Raih Dua TOP CSR Award 2018

Berlokasi di Hotel Sultan Jakarta, Top Business (sebelumnya bernama Business News) salah satu majalah ekonomi dan bisnis di Indonesia memberikan dua penghargaan kepada Danamon atas komitmen dan kinerja pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yaitu:

  1. Sng Seow Wah Direktur Utama PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk memenangkan TOP Leader on CSR Commitment 2018
  2. Bank Danamon Indonesia memenangkan TOP CSR Award 2018 kategori Manajemen Pengelolaan Program CSR

Berbeda dengan penghargaan CSR lainnya, TOP CSR memprioritaskan pada compliance dalam praktek CSR berdasarkan ISO 26000 dan lingkungan, skor GCG, keselarasan dalam strategi dan daya saing bisnis perusahaan serta keterkaitannya dengan Nawacita khususnya 5, 6, dan 7.

16
Sep

Yayasan Danamon Peduli Turut Promosikan Pasar Rakyat di Banjarmasin Kalimantan Selatan

Banjarmasin, 15-16 September 2018. Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) kembali menggelar Festival Pasar Rakyat Banjarmasin 2018 (FPR) yang bertajuk “Bakunjang ka Pasar” atau yang artinya ajakan untuk berkunjung ke pasar tradisional/rakyat. Pagelaran FPR Banjarmasin yang sekaligus sebagai penutupan dari kampanye nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara tahun 2018 ini didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dan komunitas seni budaya lokal yaitu, NSA Project Movement, Ruang Teater Pelajar (RTP) kota Banjarmasin, dan Forum Pekerja Seni Kampus (FKPSK) Kalimantan Selatan. Tercatat enam perguruan tinggi yang berpartisipasi di dalam FPR yaitu Universitas Lambung Mangkurat; Universitas Islam Kalimantan Arsyad Al-Banjari; Politeknik Negeri Banjarmasin; dan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin; STKIP PGRI Banjarmasin; dan STMIK Indonesia Banjarmasin.

Kegiatan FPR Banjarmasin turut dihadiri Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Sihard Hadjopan Pohan SH, MM,; Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor, S,Sos, M.H; Walikota Banjarmasin, H. Ibnu Sina, S.Pi, M. Si; Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Drs. H. Khairil. M. Si.; Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi; dan Ketua Panitia Festival Pasar Rakyat Banjarmasin Novyandi Saputra.

Festival Pasar Rakyat merupakan bagian dari kampanye nasional “Jelajah Pasar Rakyat Nusantara” yang digagas pada tahun 2015 lalu oleh Danamon Peduli. Perhelatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan publik, khususnya komunitas lokal yang tumbuh organik di masyarakat dalam pengembangan pasar rakyat. Melalui Festival Pasar Rakyat, Danamon Peduli ingin menyampaikan pesan sosial, yaitu pentingnya nilai, peran, dan keberadaan pasar rakyat yang dikemas dalam kegiatan kreatif, edukatif dan budaya.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Melalui kampanye nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara dan Festival Pasar Rakyat kami berupaya mengangkat keberagaman dan kekayaan pasar di Indonesia. Salah satu aset bangsa yang kita miliki adalah pasar apung yang ada di kota Banjarmasin ini. Melalui FPR, kami menyemangati pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk bersinergi mempersiapkan pasar rakyat yang mampu menjawab kebutuhan konsumen yaitu mumpuni pada aspek perekonomian dan juga sebagai ruang sosial budaya serta sebagai tujuan rekreasi atau pariwisata daerah. Pada FPR Banjarmasin, terdapat banyak perguruan tinggi yang ikut serta untuk memeriahkan ajang ini. Hal ini merupakan suatu keistimewaan pada FPR kali ini di Banjarmasin dan juga menunjukkan kepedulian perguruan tinggi terhadap isu pasar rakyat,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

FPR Banjarmasin telah digelar sejak tanggal 19 Agustus hingga 15 -16 September 2018 sebagai puncak acaranya. Didukung oleh Heru Prasetya, penggiat budaya asal Solo, serta 49 komunitas dari berbagai lintas sektor ratusan relawan sebagai pengisi acara. FPR Banjarmasin dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan di Pasar Kuripan, Pasar Blauran, dan Pasar Apung Siring Tendean, seperti bersih-bersih pasar, aneka lokakarya bagi komunitas (fotografi, film pendek dan kerajinan Sasirangan), nonton bareng film dokumenter pasar rakyat, kompetisi foto, cek kesehatan gratis dan donor darah, instalasi seni, pameran foto lukis mural dan aneka lomba serta berbagai pertunjukan seni budaya khas setempat.

“Kami sangat terkesan dengan semangat dan totalitas komunitas lokal dan generasi muda yang terhimpun dalam Forum Komunikasi Pekerja Seni Kampus kota Banjarmasin. Kami menjadi saksi atas semangat dan kepedulian generasi muda untuk mempromosikan pasarnya. Komunitas dan generasi muda ini terbukti mampu menjadikan pasar sebagai panggung dan etalase kekayaan Kota Banjarmasin untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia, bahkan dunia. Menurut kami, proses untuk meningkatkan martabat pasar rakyat tidaklah cukup jika dilakukan oleh pemerintah, namun keterlibatan dan pemberdayaan komunitas lokal juga memegang peranan yang sangat penting,” tutup Restu.

26
Aug

Yayasan Danamon Peduli Bermitra dengan Pemerintah Kota Magelang untuk Wujudkan Pasar Rejowinangan yang Berstandar Nasional (SNI 8152:2015)

Magelang, 25-26 Agustus 2018. Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) hari ini meresmikan pasar percontohan sekaligus peluncuran Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat) di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Jawa Tengah. Dalam kesempatan yang sama turut juga digelar Festival Pasar Rakyat Magelang 2018 (FPR). Bertajuk “Terus Kumandhang!”, FPR merupakan upaya untuk mempromosikan peran dan nilai pasar rakyat (pasar tradisional) dalam format kegiatan kreatif, edukatif dan budaya. Pagelaran FPR Magelang dan Program Pasar Sejahtera ini didukung sepenuhnya oleh Forum Komunitas Seni Budaya Magelang (FKSM) dan Pemerintah Kota Magelang.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan mengimplementasikannya di program Pasar Sejahtera, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang siap berkompetisi dan tidak hanya mumpuni sebagai tonggak perekonomian, namun siap menjadi tonggak sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Sarana Distribusi Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, M. Anwar Achmad; Walikota Magelang, Ir. H. Sigit Widyonindito; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang Ir. Sri Retno Murtiningsih, Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli Bayu Krisnamurthi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi dan Ketua Panitia Festival Pasar Rakyat Magelang Andritopo Senjoyo.

Program Pasar Sejahtera

Sejak 2010, Danamon Peduli menjalankan program Pasar Sejahtera dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai. Mulai 2015, pelaksanaan program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat sehingga seluruh pasar percontohan di bawah binaan Danamon Peduli, serta diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI). Saat ini, terdapat enam pasar percontohan Pasar Sejahtera yaitu Pasar Ibuh-Payakumbuh Sumatera Barat, Pasar Rejowinangun-Magelang dan Pasar Bunder-Sragen Jawa Tengah, Pasar Dasan Agung-Mataram, Nusa Tenggara Barat, Pasar Lambocca Bantaeng, Sulawesi Selatan dan Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pasar Rejowinangun Kota Magelang merupakan Pemenang Inovasi Terbaik dari Anugerah Pancawara 2017 yang diselenggarakan oleh Danamon Peduli dan Kementerian Pergadangan RI untuk kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe I dan II dengan judul inovasi “Pengembangan Pasar Rakyat sebagai Ruang Sosial Budaya.” Pemerintah Kota Magelang dinilai memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan pasar rakyat, sehingga selanjutnya Danamon Peduli mengajukan Pasar Rejowinangun sebagai pasar percontohan program Pasar Sejahtera dengan kesepakatan kerjasama dengan Pemerintah Kota Magelang selama dua tahun, yaitu 2018-2019.

Festival Pasar Rakyat Magelang 2018

Festival Pasar Rakyat merupakan bagian dari kampanye nasional “Jelajah Pasar Rakyat Nusantara” yang digagas pada 2015 lalu oleh Danamon Peduli. Perhelatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan publik, khususnya komunitas lokal organik yang tumbuh di masyarakat dalam pengembangan pasar rakyat. Melalui Festival Pasar Rakyat, Danamon Peduli ingin menyampaikan pesan sosial, yaitu pentingnya nilai, peran, dan keberadaan pasar rakyat yang dikemas dalam kegiatan kreatif, edukatif dan budaya.

“Kami sangat terkesan dengan semangat dan totalitas komunitas lokal Kota Magelang yang diwakilkan oleh FKSM terhadap pelaksanaan FPR Magelang 2018. Kami menjadi saksi atas semangat dan kepedulian komunitas serta generasi muda untuk mempromosikan pasarnya. Komunitas dan generasi muda ini terbukti mampu menjadikan pasar sebagai panggung dan etalase kekayaan kota Magelang untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Kota Magelang pantas menjadi panutan bagaimana mereka mampu menjadikan pasar rakyat sebagai rumah ekonomi, sosial dan budaya yang dicintai masyarakatnya. Menurut kami, proses untuk meningkatkan martabat pasar rakyat tidaklah cukup jika dilakukan oleh pemerintah, namun keterlibatan dan pemberdayaan komunitas lokal juga memegang peranan yang sangat penting,” lanjut Restu.

Berkolaborasi dengan komunitas lokal kota Magelang yang bergabung di bawah FKSM, FPR Magelang 2018 bertema “Terus Kumandhang!” telah digelar sejak tanggal 22 Juli 2018 hingga 25-26 Agustus 2018 sebagai puncak acaranya. Didukung oleh Heru Prasetya, penggiat budaya asal Solo, serta 59 komunitas dari berbagai lintas sektor dan melibatkan 1.000 relawan sebagai pengisi acara, acara ini diramaikan serangkaian kegiatan di Pasar Sidomukti (pasar ikan hias, pasar burung, dan pasar klithikan) dan Pasar Rejowinangun seperti bersih-bersih Kali Manggis dan penebaran benih ikan, seni budaya ruwat pasar, sarasehan sejarah pasar, aneka lokakarya (videografi dan kriya), kompetisi foto dan sketsa, cek kesehatan gratis dan donor darah, instalasi seni, pameran foto dan sketsa pasar, lukis mural dan aneka lomba yang melibatkan pedagang dan pelajar serta bebagai pertunjukan seni budaya.

09
Aug

Siapkan Pelaku Usaha Kecil Menengah yang Well-Literate

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2013, bahwa tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia yang berada pada kelompok ‘well-literate’ baru mencapai 21,84%, sisanya berada di kelompok sufficient-literate (75,69), less literate (2,06%) dan not literate (0,41%). Well-literate merupakan istilah kondisi seseorang yang memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga dan produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

Literasi Keuangan memberikan manfaat yang besar, seperti mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan; memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik; terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas dan merugikan; serta mendapatkan pemahaman mengenai manfaat dan risiko produk dan layanan jasa keuangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menaikkan angka kelompok masyarakat menjadi well-literate, dan juga menciptakan kelompok UKM yang kompeten hadapi persaingan lokal dan global.

Sejalan dengan hal tersebut, Danamon melalui Danamon Peduli mengadakan kegiatan pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan bertajuk ‘Saatnya UKM Sukses Finansial dan Usaha’ di sembilan kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Palembang, Medan, dan Makassar sedangkan pelatihan di kota Palangkaraya dan Denpasar akan dilaksanakan di akhir Agustus dan September 2018.
“Mengingat peran penting sektor UKM dalam meningkatkan kesejahteraan daerah dan pendapatan nasional, maka dukungan untuk pengembangan pengetahuan dan kapasitas UKM menjadi salah satu prioritas kami. Selain itu, dinamika kondisi ekonomi bangsa dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut pelaku UKM yang mumpuni untuk mengelola usahanya dan hal tersebut tak terlepas dari pemanfaataan produk dan layanan lembaga keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, tentunya pelatihan ini akan membantu mempercepat pelaku UKM untuk mencapai ke tingkat well-literate” jelas Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.