20
Mar

Danamon Grup Serahkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang, Sentani Papua

Rabu, 20 Maret 2019. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”), Adira Finance, Adira Insurance bersama Yayasan Danamon Peduli merespon bencana banjir bandang yang terjadi di Sentani Papua melalui program Cepat Tanggap Bencana. Tim relawan yang dipimpin oleh Area Manager Danamon Wilayah Papua, Pieter Lawalata beserta karyawan Danamon Cabang Sentani, Cabang Jayapura, dan Cabang Abepura dan Adira Grup menyerahkan bantuan berupa family kit yang berisikan alas tikar, makanan, air mineral, susu dan peralatan mandi kepada 600 penyintas yang hingga saat ini masih berada di tempat pengungsian di salah satu sekolah di Kabupaten Sentani, Jayapura, Papua.

Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Jenik DS Andreas menjelaskan, “Yayasan Danamon Peduli beserta Danamon Grup berkomitmen untuk dapat sesegera mungkin memberikan bantuan kepada komunitas atau masyarakat terdampak di wilayah bencana. Kami juga sedang mempersiapkan program pengarusutamaan pengurangan risiko bencana untuk meminimalisir korban jiwa ataupun korban materi. Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia yang terletak di wilayah cincin api menjadikan bencana adalah keniscayaan. Namun dengan pengetahuan, kesadaran, kesiapsiagaan dan kegiatan mitigasi yang terintegrasi serta terinternalisasi dengan baik, kita dapat meminimalisir kerugian, korban jiwa dan menjadikan komunitas tangguh bencana. Bencana adalah urusan semua pihak, jadi harus menjadi perhatian dan upaya bersama agar masyarakat mampu mengelola kapasitas dan sumber daya untuk penanggulangan bencana yang baik dan menjadi tangguh.”

Dalam pelaksanaan program kebencanaan (pra-disaster, emergency response, early recovery), Yayasan Danamon Peduli bekerja sama dengan  seluruh cabang dan unit usaha di Danamon Grup, didukung lebih dari 20.000 karyawan yang tersebar di seluruh provinsi akan memudahkan penyaluran bantuan dengan segera kepada yang membutuhkan di manapun bencana terjadi.

12
Mar

Pasar Dampingan Yayasan Danamon Peduli Raih Penghargaan dari Kementerian Perdagangan RI

Pasar Rejowinangun Kota Magelang adalah salah satu Pemenang Inovasi Terbaik di ajang Anugerah Pancawara yang diselenggarakan oleh Yayasan Danamon Peduli dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) pada 2017 yang lalu. Sebagai apresiasi, Yayasan Danamon Peduli menjadikan Pasar Rejowinangun sebagai pasar dampingan dan unit percontohan program Pasar Sejahtera selama 2018 hingga 2019 melalui skema kemitraan public private partnership.

Fokus program Pasar Sejahtera ada pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan serta perbaikan pengelolaan pasar agar selaras dengan kriteria pasar rakyat yang berstandar nasional Indonesia (SNI 8152:2015 Pasar Rakyat). Setelah melalui serangkaian kegiatan pendampingan, Pasar Rejowinangun berhasil meraih predikat pasar berstandar nasional Indonesia ke-30 dari sekitar 9.000 pasar rakyat di seluruh Indonesia pada akhir Desember 2018.

Pasar Rakyat Award 2019

Bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang, Selasa  12 Maret 2019, Presiden RI Joko Widodo memberikan penghargaan kepada 14 pasar rakyat terpilih dalam ajang Pasar Rakyat Award 2019 yang diselenggarakan oleh Kemendag RI.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, penghargaan pasar rakyat dianugerahkan kepada pasar rakyat dengan kriteria penilaian kategori pasar revitalisasi terbaik. Beberapa diantaranya yaitu pasar yang dibangun melalui program revitalisasi pasar rakyat dengan jangka waktu pembangunan fisik sesuai tepat waktu, serta pasar telah memberikan kontribusi peningkatan perekonomian daerah.

Adapun kriteria penilaian kategori pasar ramah lingkungan yaitu pasar bersih dan tertata rapi, memiliki program pengelolaan sampah, serta memiliki fasilitas kebersihan, pengelolaan limbah dan area penghijauan yang memadai. Sementara kriteria penilaian kategori pasar ramah difabel yaitu memiliki infrastruktur dan fasilitas yang ramah untuk kaum difabel.

Pengelola pasar rakyat terbaik diberikan kepada mereka yang memenuhi kriteria penilaian yang ditentukan, yaitu memiliki visi dan misi yang jelas dalam pengembangan pasar, memiliki manajemen dan prosedur standar operasional pengelolaan pasar rakyat, serta memiliki program pengembangan atau pemberdayaan, baik untuk pedagang maupun masyarakat sekitar.

“Selaku mitra pembangunan, kami sangat mendukung Pasar Rakyat Award sebagai ajang penghargaan kepada pasar rakyat. Kami sepakat dengan Kemendag RI bahwa inisiatif  ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran dan nilai pasar bagi pertumbuhan ekonomi wilayah, sekaligus sebagai simpul pembangunan yang berakar pada rakyat. Hal ini tentunya akan mendorong semangat inovasi dari pengelola pasar untuk terus melahirkan terobosan guna menjawab tantangan jaman dan tuntutan konsumen. Pada kesempatan ini, kami turut bangga atas terpilihnya Pasar Rejowinangun Kota Magelang sebagai salah satu penerima Pasar Rakyat Award 2019,” tutur Jenik DS Andreas, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Penerima Pasar Rakyat Award 2019

Kategori Pasar Revitalisasi Terbaik:

  1. Pasar Rakyat Segalaherang Kab. Subang
  2. Pasar Rakyat Blimbing Kab. Sragen

Kategori Pasar Ramah Lingkungan:

  1. Pasar Rakyat Bintaro Sektor 2 Kota Tangerang Selatan
  2. Pasar Rakyat Serikat C Batusangkar Kab. Tanah Datar
  3. Pasar Rakyat Gempol Kab. Pasuruan

Kategori Pasar Ramah Difabel:

  1. Pasar Rakyat Tanggul Kota Surakarta
  2. Pasar Rakyat Rejowinangun Kota Magelang
  3. Pasar Rakyat Kliwon Kab. Kudus

Kategori Pengelola Pasar Terbaik:

  1. Pasar Rakyat Pinangsungkulan Kota Manado
  2. Pasar Rakyat Manis Purwokerto Kab. Banyumas
  3. Pasar Rakyat Agung Kota Denpasar
  4. Pasar Rakyat Gunung Sari Kota Cirebon
  5. Pasar Rakyat Kelapa Dua Kab. Tangerang.
13
Feb

Pasar Rejowinangun Kota Magelang Raih Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Melalui Program Kemitraan ‘Pasar Sejahtera’

Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) bermitra dengan Pemerintah Kota Magelang dan Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN) meresmikan pasar Rejowinangun sebagai pasar berstandar nasional Indonesia (ber-SNI) pertama di Kota Magelang,  Jawa Tengah. Sertifikasi ini diraih melalui program kemitraan bertajuk Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) yang dijalankan oleh Danamon Peduli sejak 2010. Adanya tiga persyaratan utama yaitu persyaratan umum, teknis dan pengelolaan, dan lebih dari 40 indikator lain yang wajib dimiliki sebuah pasar rakyat, menjadikan tantangan tersendiri bagi pengelola pasar untuk dapat meningkatkan statuspasarnya menjadi pasar berstandar nasional.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pembangunan dalam merevitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami bersinergi  untuk  program kerja pemerintah yang berfokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan menjadikanrujukan utama di program Pasar Sejahtera. Langkah ini kami yakini sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang kompetitif, mampu melindungi hak-hak konsumen, dan menjadi tonggak perekonomian, sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Jenik D.S Andreas, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

Peresmian ini dihadiri oleh Deputy Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional, Dr. Zakiyah; Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Sihard Hadjopan Pohan S.H, MM.; Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional, Heru Suseno, S. Pi, MT; Wakil Walikota Magelang, Dra. Windarti Agustina; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagang Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo, SE, M. Si; Kepala Dinas Perindustriam dan Perdagangan Kota Magelang, Ir. Sri Retno Murtiningsih dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Jenik D.S Andreas.

Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat)

Pada 2008 – 2011, Danamon Peduli menyelenggarakan program Danamon Go Green yaitu kegiatan mengubah sampah organik pasar menjadi kompos yang berkualitas melalui pengadaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan pelatihan pengelolaan bagi kader penggerak di pasar rakyat. Komitmen komunitas pasar dan pemerintah daerah yang tinggi pada Danamon Go Green mendorong Danamon Peduli untuk melanjutkan kemitraan dengan pemerintah daerah terpilih dalam format program kerja yang lebih holistik yaitu program Pasar Sejahtera. 

Fokus Program Pasar Sejahtera adalah pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai. Mulai 2015, pelaksanaan program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat sehingga seluruh pasar percontohan dampingan Danamon Peduli, diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI). Pasar Rejowinangun Kota Magelang merupakan Pemenang Inovasi Terbaik dari Anugerah Pancawara 2017 yang diselenggarakan oleh Danamon Peduli dan

Kementerian Pergadangan RI untuk kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe I dan II. Pemerintah Kota Magelang kami nilai memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan pasar rakyat, sehingga selanjutnya Danamon Peduli mengajukan Pasar Rejowinangun sebagai pasar percontohan program Pasar Sejahtera dengan kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Kota Magelang selama dua tahun, yaitu 2018-2019.

Selama 2018 – 2019, Danamon Peduli telah melakukan berbagai dukungan di Pasar Rejowinangun yaitu:

Dukungan Fisik:

  • Perbaikan lapak pedagang di los daging. Mengganti lapak yang sebelumnya dari meja kayu menjadi meja keramik di los sayur sesuai dengan Kepmenkes No. 519/2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat dan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat
  • Pembuatan bak cuci tangan dan pemasangan papan nama untuk area merokok, pintu masuk pasar dan ruang menyusui
  • Media informasi luar ruang perilaku hidup bersih dan sehat
  • Pengadaan papan informasi luar ruang perilaku hidup bersih dan sehat
  • Pemasangan papan petunjuk di seluruh jalur evakuasi di Pasar Rerjowinangun

Dukungan Non Fisik:

  • Memfasilitasi rapat lintas sektor untuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki tupoksi di pasar rakyat untuk mensinergikan rencana kerja dan pendanaan
  • Kegiatan rutin berupa diskusi kelompok sebagai sarana menyampaikan aspirasi  dan media komunikasi dua arah paguyuban pedagang, buruh gendong, kuli panggul dan pengelola pasar
  • Penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat sebagai ajang promosi pasar sekaligus berbagi pengetahuan mengadakan public outreach kepada pengelola pasar
  • Mengadakan literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan diperuntukkan bagi pedagang  Pasar Rejowinangun maupun pelaku usaha mikro menengah di sekitarnya
  • Memfasilitasi berbagai pelatihan yaitu perilaku hidup bersih dan sehat; pelatihan “Mengenali Bahan Tambahan Pangan yang Aman dan Berbahaya dan Pelatihan mitigasi kebakaran dan simulasi jalur evakuasi
  • Memfasilitasi pembentukan tim SNI Pasar Rakyat Kota Magelang, pengadaan sosialiasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, gap analysis dan penyusunan 16 standar operating procedures (SOP) Pengelolaan Pasar berdasarkan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat
  • Pengadaan pelatihan ISO 19011 (audit management) untuk pengelola pasar
  • Memfasilitasi proses asesmen dan pembiayaan sertifikasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat untuk Pasar Rejowinangun.

Dari seluruh dukungan yang diberikan Danamon Peduli bersama dengan komitmen Pemerintah Kota Magelang, Pasar Rejowinangun berhasil meraih predikat pasar berstandar nasional Indonesia (SNI 8152:2015 Pasar Rakyat) ke-30 dari total pasar rakyat berjumlah 9.000an di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2018, Danamon Peduli berhasil mendapatkan tiga SNI 8152:2015 Pasar Rakyat untuk tiga pasar dampingannya (dari total enam pasar dampingan di 2018) yaitu Pasar Ibuh Payakumbuh Sumatera Barat, Pasar Bunder Kabupaten Sragen Jawa Tengah, dan Pasar Rejowinangun Kota Magelang Jawa Tengah.

15
Jan

Mendorong Optimisme dan Daya Ungkit Masyarakat Melalui Kegiatan Ekonomi Berbasis Komunitas

Kabupaten Sigi, 15 Januari 2019. Danamon Group melalui Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bermitra dengan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKP-ST) merespon paska bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah melalui kegiatan penguatan usaha ekonomi paska bencana alam untuk masyarakat Kabupaten Sigi.

Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Jenik DS Andreas menyatakan,  “Selain merespon melalui bantuan logistik dan pengiriman relawan pada tahap cepat tanggap, kami juga berkomitmen untuk mengambil peran nyata dalam upaya membangun kembali Sulawesi Tengah khususnya di bidang ekonomi kerakyatan. KPKP – ST merupakan mitra kerja yang baik dan suportif  bagi kolaborasi dengan Danamon Peduli sebagai upaya untuk memantik dan menggeliatkan semangat masyarakat untuk menata kembali kehidupan menjadi bahkan lebih baik dari sebelumnya,  sekaligus bersama-sama membangun Sulawesi Tengah yang kita cintai melalui berbagai jenis usaha yang bisa dilakukan dan bermanfaat. Kami harapkan melalui kegiatan produksi alternatif seperti ini, memampukan dan mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana baik secara sosiologis, ekonomi dan psikologis dalam jangka panjang.”

Kegiatan ini melengkapi apa yang sudah dilakukan sebelumnya oleh Danamon Group melalui Yayasan Danamon Peduli dan Karyawan Danamon Peduli, dimana telah mengirimkan 16 relawan dan 1.107 koli (karung) berisi makanan, air minum, tenda, selimut, pakaian, obat-obatan, kebutuhan bayi dan perempuan serta peralatan mandi. Semuanya diberangkatkan melalui jalur laut dan udara dari Jakarta, Toli Toli, Balikpapan, Manado dan Makassar sebagai respon tahap tanggap bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

Kabupaten Sigi merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah dari bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, sehingga masyarakatnya mengalami tekanan hidup yang sangat kuat baik psikis, sosial, dan ekonomi. Situasi dan kondisi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sigi yang serba terbatas itulah yang menjadi alas sikap kemitraan Danamon Peduli dan KPKP-ST untuk bersegera menginisiasi serangkaian kegiatan produktif paska bencana untuk menerbitkan optimisme bagi masyarakatnya.

Pada kemitraan ini, Danamon Peduli dan KPKP-ST menyerahkan bantuan berupa peralatan produksi, bahan baku serta pelatihan sebagai aktivitas produktif untuk jenis usaha pembuatan tikar anyam, menjahit, tata rias, kopi kemasan, pembuatan keripik, pembuatan minyak kelapa, serta produksi dodol kelapa muda. Kegiatan ini sebagai pemberdayaan ekonomi paska bencana bagi perempuan di 11 desa di Kecamatan Lindu, Kecamatan Dolo Selatan, dan Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Seluruh inisiatif kegiatan ekonomi ini berfokus pada produksi barang dan jasa yang sesuai dengan kearifan lokal dengan mempertimbangan ketersediaan sumber daya untuk bahan baku agar mudah berjalan dan berkelanjutan. Sebagai tambahan informasi, Danamon Peduli hingga 31 Desember 2018 melalui relawan Danamon dan anak perusahaannya telah merespon 19 bencana alam dan non alam dalam skala lokal maupun nasional, meliputi sekitar 40.000 jiwa penerima manfaat dengan nilai bantuan lebih dari Rp 1,3 miliar.

20
Dec

Yayasan Danamon Peduli Raih Dua Penghargaan ICEA 2018

Dipenghujung tahun 2018 berlokasi di Dewan Pers Indonesia Jakarta,  Yayasan Danamon  Peduli menerima dua penghargaan sekaligus yaitu ‘Pemenang ICEA 2018 Peringkat Emas’ untuk Program Radio Komunitas Pasar dan ‘Pemenang ICEA 2018 Peringkan Perak’ untuk Program Festival Pasar Rakyat.

Indonesia Community Engagement Award (ICEA) adalah penghargaan community engagement satu-satunya di Indonesia. Dirancang sebagai penghargaan bagi karya-karya terbaik, inovatif, dan komunikatif dalam praktik community engagement. Penghargaan ini digagas Majalah CSR (MajalahCSR.id), sebuah media multiplatform yang didedikasikan sebagai panduan untuk bisnis yang berkelanjutan.

18
Dec

Pelatihan Literasi Keuangan dan Kewirausahaan untuk Pelaku Usaha Kecil Menengah

Danamon melalui Yayasan Danamon Peduli kembali  mengadakan kegiatan pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan bertajuk ‘Saatnya UKM Sukses Finansial dan Usaha’ di Jakarta. Narasumber pada kegiatan ini menghadirkan Independent Financial Planner, dengan pembahasan mengenai edukasi kewirausahaan seperti pengelolaan keuangan, pelaporan keuangan, perpajakan dan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan peserta kegiatan, selain itu hadir juga perwakilan Danamon SME untuk memberikan materi tentang informasi dan penjelasan perihal produk dan layanan Lembaga Jasa Keuangan.

Mengingat peran penting sektor UKM dalam meningkatkan kesejahteraan daerah dan pendapatan nasional, maka dukungan untuk  pengembangan pengetahuan dan kapasitas UKM menjadi salah satu prioritas, tentunya pelatihan ini  akan membantu mempercepat pelaku UKM untuk mencapai ke tingkat well-literate.

18
Dec

Pasar Ibuh Kota Payakumbuh Raih Predikat Pasar Rakyat Ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) Pertama di Sumatera

Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) bermitra dengan Pemerintah Kota Payakumbuh dan Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN) meresmikan pasar Ibuh sebagai pasar berstandar nasional Indonesia (ber-SNI) pertama di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Sertifikasi ini diraih melalui program kemitraan bertajuk Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih dan terawat) yang dijalankan oleh Danamon Peduli sejak 2010. Adanya tiga persyaratan utama yaitu persyaratan umum, teknis dan pengelolaan, serta puluhan indikator lain yang wajib dimiliki sebuah pasar rakyat, menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola pasar untuk dapat bertransformasi menjadi pasar berstandar nasional.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam merevitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan mengimplementasikannya di program Pasar Sejahtera, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang siap berkompetisi dan tidak hanya mumpuni sebagai tonggak perekonomian, namun siap menunjang aspek penting lain seperti sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Peresmian ini dihadiri juga oleh Sekretaris Umum Badan Standardisasi Nasional DR. Ir. Puji Winarni, M.A., Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN Wahyu Purbowasito Setyo Waskito, Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi beserta undangan pengelola pasar di seluruh Kota Payakumbuh.

Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat)

Pasar Ibuh di kota Payakumbuh merupakan salah satu lokasi terbaik dari 31 lokasi program Danamon Go Green – kegiatan berbasis komunitas pasar yang diinisiasi oleh Danamon Peduli selama 2008 – 2011. Danamon Go Green merupakan kegiatan mengubah sampah organik pasar menjadi kompos yang berkualitas melalui pengadaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan pelatihan pengelolaan. Mempertimbangkan komitmen komunitas pasar dan pemerintah daerah yang tinggi pada Danamon Go Green mendorong Danamon Peduli untuk melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam format program kerja yang lebih holistik, yaitu program Pasar Sejahtera. 

Program Pasar Sejahtera menyasar dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai. Sejak 2015, pelaksanaan Program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, di mana semua pasar binaan Danamon Peduli diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI). Saat ini, terdapat lima pasar percontohan Pasar SejahterayaituPasar Ibuh Payakumbuh, Sumatera Barat; Pasar Rejowinangun Magelang dan Pasar Bunder Sragen, Jawa Tengah; Pasar Dasan Agung Mataram, Nusa Tenggara Barat dan Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sepanjang 2010 – 2018, Danamon Peduli telah melakukan berbagai dukungan, baik fisik maupun non-fisik di Pasar Ibuh, yaitu:

Pada dukungan fisik, Danamon Peduli melakukan:

  1. Perbaikan lapak pedagang di los daging;
  2. Pengadaan sarana prasarana kebersihan;
  3. Normalisasi saluran air, pengadaan bak cuci dan pemasangan talang air;
  4. Pengadaan radio komunitas pasar, perbaikan pos kesehatan, pengecatan dan pengadaan sarana ibadah, perbaikan ruang koperasi dan bank sampah;
  5. Pengadaan CCTV, papan zonasi, plang nama fasilitas pasar, materi komunikasi perubahan perilaku, billboard serta tanda dan jalur evakuasi.

Sedangkan intervensi non fisik yang dilakukan oleh Danamon Peduli meliputi:

  1. Rapat lintas sektor untuk OPD yang memiliki tupoksi di pasar rakyat untuk mensinergikan rencana kerja dan pendanaan bersama;
  2. Pembentukan relawan atau kader penggerak kegiatan berbasis komunitas dan pengadaan pelatihan pengelolaan untuk radio komunitas, bank sampah, dan koperasi;
  3. Kegiatan rutin berupa diskusi kelompok sebagai sarana menyampaikan aspirasi  dan media komunikasi antar kelompok pemangku kepentingan
  4. Kampanye perubahan perilaku hidup bersih dan sehat;
  5. Promosi pasar melalui penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat dan talkshow;
  6. Monitoring evaluasi program secara berkala baik mingguan, bulanan dan tahunan;
  7. Literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan;
  8. Pembentukan tim SNI Pasar Rakyat, pengadaan sosialiasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, gap analysis dan penyusunan 16 standar operating procedures (SOP) Pengelolaan Pasar berdasarkan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat;
  9. Pelatihan ISO 19011 (audit management) untuk pengelola pasar;
  10. Asesmen dan pembiayaan sertifikasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat untuk Pasar Ibuh.

Dari seluruh dukungan yang diberikan Danamon Peduli bersama dengan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh, Pasar Ibuh berhasil meraih predikat pasar berstandar nasional Indonesia (SNI 8152:2015 Pasar Rakyat) ke-28 dari total pasar rakyat 9.000-an di seluruh Indonesia.

05
Dec

Yayasan Danamon Peduli Raih Penghargaan untuk ‘Partnership for The Goals’

Untuk yang ke-4 kalinya Yayasan Danamon Peduli meraih penghargaan di ajang Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector (CECT) Sustainable Awards 2018 sebagai Winner Project Based Corporate Social Responsibility (CSR) & Sustainable Inclusive Business kategori ‘Partnership for The Goals’.

Penghargaan ini diraih atas pelaksanaan program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat) yang dinilai sukses menjalankan public–private partnership dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan pasar rakyat (tradisional).

CECT Sustainable Awards merupakan apresiasi yang diberikan oleh MM-CSR Universitas Trisakti kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja CSR yang baik berdasarkan ISO 26000, yakni standar panduan pengelolaan CSR.

02
Dec

Yayasan Danamon Peduli Selenggarakan Danamon – Adira Volunteer Day di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Jakarta

Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bermitra dengan Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung, Srengseng Sawah menyelenggarakan kegiatan Peduli Lingkungan bertajuk “Danamon Adira Volunteer Day” yaitu kegiatan relawan karyawan Danamon Group berupa penanaman pohon, pelepasan benih ikan, gotong royong sekaligus meresmikan D-Green Camp (Danamon Green Camp) beserta saung usaha, dua unit pos keamanan, dan tiga unit mandi cuci kakus untuk area perkemahan.  D-Green Camp merupakan perkemahan swakelola komunitas setempat berorientasi pada pendidikan lingkungan seperti edukasi pengelolaan sungai, hutan dan perilaku yang selaras dengan alam.

Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Penanggulangan Bencana Nasional Lili Kurniawan, Ketua Pengurus Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung, Usman Firdaus dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi beserta 100 relawan karyawan Danamon, Adira Finance dan Adira Insurance, serta masyarakat setempat yang terlibat aktif dalam pengelolaan D-Green Camp, hutan dan daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

“Dalam semangat Hari Relawan Sedunia yang jatuh pada 5 Desember 2018 dan Hari Relawan Nasional pada 26 Desember 2018, Danamon Group melalui Danamon Peduli kembali adakan ‘Kegiatan Peduli Lingkungan dan Danamon – Adira Volunteer Day’ yang bertujuan untuk mendorong terjadinya perbaikan kualitas lingkungan hidup di wilayah kerja Danamon dan Adira. Termasuk didalamnya memobilisasi karyawan untuk turun langsung menjadi pelaku perubahan bersama-sama dengan masyarakat. Hal ini kami pandang sangat krusial mengingat karyawan kami pun bagian dari ekosistem di dalam masyarakat, mereka perlu memiliki budaya lingkungan agar dapat mendukung pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Daerah aliran sungai merupakan daerah tangkapan air yang mempunyai peran penting dalam menyediakan kebutuhan air bagi manusia. Lebih dari itu, DAS berperan penting dalam menjaga kualitas air, mencegah banjir saat musim hujan dan kekeringan kala kemarau, serta mengurangi aliran massa (tanah) dari hulu ke hilir.  Salah satu upaya yang efektif untuk menjaga fungsi DAS adalah partisipasi aktif secara langsung oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di lokasi DAS. Oleh karena itu, Danamon Peduli mengapresiasi adanya Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung yang konsisten menjaga pelestarian lingkungan dan pengelolaan daerah aliran sungai Ciliwung sejak 2006 hingga saat ini.

“Bermitra dengan Yayasan Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung merupakan win-win solution karena karyawan jadi memiliki wadah bekerja sosial untuk lingkungan dan komunitas mendapat benefit berupa dukungan sarana prasarana,” tutup Restu.

Sebagai salah satu mitra kerja pemerintah dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG), Danamon Peduli terus aktif dalam upaya perbaikan kualitas lingkungan di seluruh wilayah operasional Danamon dan anak perusahaan di Indonesia, seperti pengadaan sarana prasarana kebersihan, pembuatan lubang biopori, perbaikan taman kota, penghijauan di pasar rakyat (pasar tradisional) atau ruang publik dan berbagai pelatihan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Setiap tahunnya Danamon Peduli mengalokasikan Rp2.5milyar untuk pelaksanaan berbagai inisiatif lingkungan.

15
Nov

Pasar Bunder Kabupaten Sragen Raih Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Melalui Program Kemitraan ‘Pasar Sejahtera’

Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dan Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN) hari ini meresmikan Pasar Bunder sebagai pasar berstandar nasional Indonesia (ber-SNI) pertama di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Sertifikasi ini diraih melalui program kemitraan bertajuk Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih dan terawat) yang dijalankan Danamon Peduli sejak 2010. Adanya tiga persyaratan utama yaitu persyaratan umum, teknis dan pengelolaan, serta puluhan indikator lain yang wajib dimiliki sebuah pasar rakyat, menjadikan tantangan tersendiri bagi pengelola pasar untuk dapat bertransformasi menjadi pasar berstandar nasional.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam merevitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan mengimplementasikannya di program Pasar Sejahtera, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang siap berkompetisi dan tidak hanya mumpuni sebagai tonggak perekonomian, namun siap menunjang aspek penting lain seperti sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Acara peresmian ini turut dihadiri Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti; Sekretaris Umum Badan Standardisasi Nasional DR. Ir. Puji Winarni; M.A; Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Sragen Drs. Tatag Prabawanto B. MM; dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi beserta undangan pengelola pasar di seluruh Kabupaten Sragen.

Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat)

Pasar Bunder di Kabupaten Sragen merupakan salah satu lokasi terbaik dari 31 lokasi program Danamon Go Green–kegiatan berbasis komunitas pasar yang diinisiasi Danamon Peduli selama 2008–2011. Danamon Go Green merupakan kegiatan mengubah sampah organik pasar menjadi kompos yang berkualitas melalui pengadaan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan pelatihan pengelolaan. Mempertimbangkan komitmen komunitas pasar dan pemerintah daerah yang tinggi pada Danamon Go Green mendorong Danamon Peduli untuk melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dalam format program kerja yang lebih holistik yaitu program Pasar Sejahtera.  Pada 2010 lalu, Pasar Bunder juga terpilih sebagai ‘Pasar Sehat’ dari Kementerian Kesehatan.

Program Pasar Sejahtera menyasar dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non-fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai. Mulai 2015, pelaksanaan program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat sehingga seluruh pasar percontohan di bawah binaan Danamon Peduli, serta diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI). Saat ini, ada lima pasar percontohan Pasar SejahterayaituPasar Ibuh Payakumbuh Sumatera Barat; Pasar Rejowinangun Magelang dan Pasar Bunder Sragen Jawa Tengah; Pasar Dasan Agung Mataram, Nusa Tenggara Barat; serta Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selama 2010–2018, Danamon Peduli telah melakukan berbagai dukungan di Pasar Bunder yaitu:

Dukungan Fisik:

  1. Perbaikan lapak pedagang di tiga los yaitu tempe – tahu, ikan, dan daging. Mengganti lapak yang sebelumnya dari meja kayu menjadi meja keramik sesuai dengan Kepmenkes No. 519/2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat dan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.
  2. Pengadaan sarana prasarana kebersihan seperti gerobak sampah, tempat sampah, pengecatan, perbaikan toilet dan alat kebersihan lainnya yang diperbarui secara berkala disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
  3. Renovasi ruang dan pengadaan alat-alat untuk radio komunitas pasar, koperasi, pos keamanan dan tera, CCTV serta bank sampah.
  4. Pengadaan papan informasi, kampanye/promosi dan tanda evakuasi di Pasar Bunder.

Dukungan Non-Fisik:

  1. Memfasilitasi rapat lintas sektor untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tupoksi di pasar rakyat untuk mensinergikan rencana kerja dan pendanaan.
  2. Pembentukan pengelola kegiatan berbasis komunitas dan pelatihan pengelolaan untuk radio komunitas, bank sampah dan koperasi.
  3. Kegiatan rutin berupa diskusi kelompok sebagai sarana menyampaikan aspirasi dan media komunikasi dua arah paguyuban pedagang, buruh gendong, kuli panggul, sertapengelola pasar.
  4. Mendorong kampanye perubahan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu mencuci tangan dan membuang sampah pada tempatnya.
  5. Penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat dan talkshow di Pasar Bunder sebagai ajang promosi pasar sekaligus berbagi pengetahuan mengadakan public outreach kepada pengelola pasar.
  6. Mengadakan literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan diperuntukkan bagi pedagang  Pasar Bunder maupun pelaku usaha mikro menengah di sekitarnya.
  7. Memfasilitasi pembentukan tim SNI Pasar Rakyat Kabupaten Sragen, pengadaan sosialiasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat, gap analysis dan penyusunan 16 Standar Operating Procedures (SOP) Pengelolaan Pasar berdasarkan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.
  8. Pengadaan pelatihan ISO 19011 (audit management) untuk pengelola pasar.
  9. Memfasilitasi proses asesmen dan pembiayaan sertifikasi SNI 8152:2015 Pasar Rakyat untuk Pasar Bunder.

Dari seluruh dukungan yang diberikan Danamon Peduli bersama dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sragen, Pasar Bunder berhasil meraih predikat pasar berstandar nasional Indonesia (SNI 8152:2015 Pasar Rakyat) ke-27 dari total pasar rakyat sekitar 9.000-an di seluruh Indonesia.