06
Sep

Strategi Menghadapi Pasar Bebas untuk Pengembangan Industri Batik

Pekalongan, 6 September 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) hari ini menggelar kegiatan pelatihan dan diskusi bagi pelaku usaha kecil dan menengah bertajuk “Strategi Menghadapi Dampak Positif-Negatif Pembangunan untuk Pengembangan Industri Batik”. Kegiatan yang melibatkan 50 UKM Kota Pekalongan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Zainul Hakim, SH, M. Hum.

Sejak 2010 Danamon Peduli, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan dalam program revitalisasi pasar rakyat bertajuk Pasar SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat). Pasar SEJAHTERA merupakan program revitalisasi yang meliputi aspek fisik dan non fisik dari pasar rakyat. Peningkatan kapasitas dilakukan di antaranya melalui kegiatan pelatihan sebagai salah satu bentuk dukungan non fisik terhadap keberadaan pelaku usaha UMKM, baik dalam ruang lingkup pasar tradisional (pasar rakyat) maupun UMKM secara umum.

“Pembangunan jalan tol di Batang – Pemalang di Jawa Tengah mempunyai dampak positif dan negatif. Meskipun tidak secara langsung dilewati jalan tol, namun Kota Pekalongan yang bersinggungan dengan Kabupaten Pekalongan harus bersiap menghadapi potensi bisnis yang ditimbulkan. Sebagai sentra industri batik di Indonesia, pelaku usaha yang ada di Kota Pekalongan perlu terus mengembangkan usahanya. Untuk itu, Danamon Peduli bermitra dengan Pemerintah Kota Pekalongan memfasilitasi pelatihan sekaligus diskusi UKM sebagai wadah komunikasi dan bertukar pikiran bagi pemangku kepentingan industri batik di Pekalongan untuk dapat menyusun langkah dan strategi menghadapi peluang dan tantangan dari pembangunan jalan tol tersebut” jelas Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Seperti yang kita ketahui, bahwa adanya jalan tol memperbesar kemungkinan waktu tempuh menuju Kota Pekalongan menjadi semakin cepat, sehingga hal ini menjadi daya tarik dan potensi mendatangkan banyak wisatawan maupun pelaku usaha ke Kota Pekalongan. Namun di lain pihak adanya jalan tol yang menghubungkan ke banyak tujuan kota lainnya memungkinkan pengguna jalan tol untuk tidak melewati atau singgah ke Kota Pekalongan sehingga ada kemungkinan hilangnya kesempatan terjadi interaksi dan perdagangan.

Untuk itu, pada kesempatan ini Danamon Peduli menghadirkan nara sumber Kepala Bappeda Kota Pekalongan Ir. Anita Heru Kusumo Rini guna membuka wawasan peserta untuk mampu mempersiapkan langkah antisipasi dan menyusun strategi dalam menghadapi berbagai dampak pembangunan bagi usahanya. Untuk kegiatan pelatihan dan literasi keuangan UMKM, Yayasan Danamon Peduli mengalokasikan anggaran sebesar Rp250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) selama tahun 2017 dengan sasaran lokasi pelatihan di D.I. Yogyakarta, Pekalongan, Probolinggo, dan Balikpapan.

06
Sep

Membangun Kemitraan dengan Pemerintah Daerah dan BPBD untuk Pasar Rakyat

Garut, 6 September 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menyelenggarakan ‘Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran’ di Pasar Guntur Ciawitali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut. Pelatihan ini melibatkan 100 peserta dari berbagai komunitas pasar rakyat di Kabupaten Garut. Pada kesempatan ini Danamon Peduli turut pula menyerahkan 65 buah alat pemadam kebakaran api ringan (APAR) kepada Dinas Perdagangan Pemerintah Kabupaten Garut. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Garut H. Otang Sadewa, S.Sos, M.Si; Regional Head Danamon Wilayah Jawa Barat Pinastika Junia.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan tentang konsep manajemen darurat, ketangguhan dan kesigapsiagaan dalam situasi gawat darurat bila terjadi bencana alam ataupun kebakaran di pasar. Melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat meminimalisasi korban jiwa, kerusakan harta benda/aset, dan lingkungan pasar.

“Kami melihat pasar rakyat di Kabupaten Garut memiliki peran yang sangat vital sebagai salah satu penyangga kehidupan ekonomi, sosial dan budaya. Kita ketahui bahwa salah satu peran utama pasar rakyat adalah menyerap produksi dan memegang rantai distribusi dan penjualan dalam skala daerah maupun nasional. Oleh sebab itu Danamon Peduli melalui Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran mendorong terwujudnya pasar yang tangguh dan siap siaga terhadap bencana dan ancaman kebakaran yang dapat terjadi kapan saja” jelas Restu Pratiwi Ketua Umum dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

Selama 2015 hingga 2016, Danamon Peduli telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran di 20 Kota/Kabupaten yang melibatkan 1.624 peserta dari 146 komunitas pasar rakyat di seluruh Indonesia. Selain edukasi dan simulasi, Danamon Peduli juga mendistribusikan lebih dari 200 alat pemadam api ringan (APAR) untuk ditempatkan di pasar-pasar setempat. Materi pelatihan terdiri dari teori pengenalan potensi bencana serta pencegahan dan penanganan kebakaran diiringi dengan materi praktik, dimana peserta diajarkan bagaimana memadamkan api, baik dengan media konvensional dan alat pemadam kebakaran api ringan.

30
Aug

Kegiatan Peduli Lingkungan dan Pelatihan Mitigasi Kebakaran Pasar di Kota Medan

Medan, 30 Agustus 2017. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”) dan anak perusahaannya Adira Finance dan Adira Insurance beserta Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) memperkuat komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pasar rakyat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yaitu kegiatan Peduli Lingkungan. Pada kesempatan ini, Danamon dan Danamon Peduli memberikan pelatihan Mitigasi Kebakaran kepada perwakilan para pedagang Pasar kota Medan & menyerahkan bantuan berupa APAR & peralatan kebersihan kepada PD Pasar Kota Medan.

“Pasar rakyat merupakan salah satu poros kehidupan dan tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karenanya, sejak tahun 2014, kami menyelenggarakan kegiatan Peduli Lingkungan yang mendukung perbaikan lingkungan di sekitar pasar tradisional (pasar rakyat). Kondisi lingkungan pasar sangatlah penting mengingat kebersihan dan kenyamanan pasar adalah faktor utama pertimbangan konsumen untuk berbelanja di pasar. Jika pasar bersih, nyaman dan aman, tentu akan meningkatkan minat masyarakat untuk belanja sehingga mendorong laju roda perekonomian daerah,” jelas Indrayana LS, Danamon Regional Head – SEMM Wilayah Sumatera.

Seluruh kegiatan Peduli Lingkungan di wilayah kerja Danamon, baik yang dilakukan di kantor pusat maupun kantor cabang merupakan inisiatif berkelanjutan dan dimonitor langsung oleh Danamon Peduli selaku penerima amanah dan pelaksana kegiatan tanggung jawab sosial Danamon dan anak perusahaan. Untuk mendukung kegiatan ini, sepanjang tahun 2017 anggaran yang dialokasikan oleh Danamon dan disalurkan melalui Danamon Peduli khusus untuk kegiatan peduli lingkungan di pasar rakyat sejumlah Rp 2,5 miliar.

“Kegiatan Peduli Lingkungan yang rutin kami selenggarakan ini adalah komitmen Danamon Peduli sebagai mitra pembangunan pemerintah, khususnya dalam upaya mengembangkan pasar rakyat. Bersama dengan Danamon dan anak perusahaan, kami menargetkan tercapainya perbaikan lingkungan di lebih 50 pasar rakyat setiap tahunnya, serta melibatkan ribuan relawan yang berasal dari karyawan. Kegiatan Peduli Lingkungan terus kami giatkan karena selaras dengan agenda pembangunan pemerintah – Nawacita nomor 6 dan Tujuan Pembangunan Global yang Berkelanjutan (SDG),” ucap Restu Pratiwi, Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

Terkait dengan kegiatan peduli lingkungan ini, Danamon juga terus menggalakkan gerakan 3R, yaitu Reduce, Recycle dan Reuse dari sampah kertas yang dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan untuk selanjutnya diolah menjadi produk daur ulang yang dapat dimanfaatkan kembali.

23
Jul

Yayasan Danamon Peduli Kembangkan Festival Pasar Rakyat Berbasis Komunitas

Pontianak, 22 Juli 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali gaungkan kampanye nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara melalui penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat (FPR) serentak di tiga pasar rakyat, yaitu Pasar Kapuas Besar, Pasar Tengah dan Pasar Kenanga di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Pemerintah Kota Pontianak. Dihadiri oleh Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Sihard Hadjopan Pohan S.H, MM.; Wakil Walikota, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T.; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo; Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kota Pontianak, Harry Mahapurawan; Kepala Sub. Bagian Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat, Adnan Sharif; Deputi Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Kalimatan Barat, Adinanto Cahyono; dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Selain perbaikan fisik, aspek promosi pasar rakyat menjadi sangat penting untuk mengimbangi persaingan dengan pasar swalayan dan supermarket. FPR merupakan kegiatan promosi mengenai pentingnya peran dan nilai pasar untuk suatu daerah, tidak hanya dari sudut pandang ekonomi tapi juga sosial dan budaya,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pada kesempatan ini terdapat 250 orang relawan dari 15 komunitas lokal lintas sektoral yang menjadi motor penggerak kegiatan. Mereka terdiri dari penari, pemusik, penulis, fotografer, videografer, seniman, artis pantomim, fashion designers. Didukung pula oleh Heru Prasetya penggiat budaya asal Solo yang dikenal lewat kegiatan budaya lokal dan kenegaraan, serta Dian Oerip penggiat kain tradisional dari Jakarta yang kerap mewakili Indonesia dalam memperkenalkan kekayaan kain nusantara bersama Kementerian Pariwisata RI di banyak negara.

Festival Pasar Rakyat di Kota Pontianak mengusung tema bernuansa lokal “Pegi Pasar Yok!” merupakan FPR berbasis komunitas pertama, setelah pembelajaran dari kegiatan serupa di tahun 2015 dan 2016. Pengembangan dilakukan agar FPR lebih optimal mencapai tujuannya, yaitu mengembalikan nilai dan peran pasar rakyat sebagai ruang publik yang edukatif, kreatif dan berbudaya yang dijaga dan dikembangkan oleh komunitas lokal.

Sebagai kegiatan pembukaan sekaligus ajang silaturahmi dan edukasi, komunitas selaku tim pelaksana meresmikan Gerakan Membersihkan Pasar (Gemar) pada tanggal 16 Juli 2016 di lokasi tempat pelaksanaan FPR Kota Pontianak bersama-sama dengan Pemerintah Kota Pontianak, pedagang pasar dan karyawan Danamon dan Adira Finance.
“Kami sangat terkesan dengan komitmen Pemerintah Kota Pontianak terhadap pengembangan pasar rakyat.

Terlebih dengan adanya kegiatan FPR ini, kami menjadi saksi atas semangat dan kepedulian komunitas serta generasi muda untuk mempromosikan pasarnya. Generasi muda ini terbukti mampu menjadikan pasar sebagai panggung dan etalase kekayaan Pontianak untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Kota Pontianak pantas menjadi panutan bagaimana mereka mampu menjadikan pasar rakyat sebagai rumah ekonomi, sosial dan budaya yang dicintai masyarakatnya,” lanjut Restu.

Kemitraan Danamon Peduli dan Pemerintah Kota Pontianak sudah terjalin sejak tahun 2010 melalui program pendampingan yang dinamakan Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) di Pasar Kemuning. Pasar Sejahtera tidak hanya menyasar pada perbaikan fisik, namun juga pendampingan dan pemberdayaan komunitas pasar agar memiliki perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengembangkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat melalui berbagai pelatihan usaha dan non usaha.

Selain pemerintah kota dan komunitas, FPR Kota Pontianak turut didukung oleh Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dan Texas Chicken Indonesia.

16
Jul

Kegiatan ‘Gerakan Membersihkan Pasar’ (GEMAR) Kota Pontianak

Minggu, 16 Juli 2017, Danamon dan Danamon Peduli berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pontianak dan komunitas lokal adakan kegiatan ‘Gerakan Membersihkan Pasar’ (GEMAR) yang berlokasi di Pasar Kenanga, Pasar Kapuas Besar dan Pasar Tengah.

Gemar merupakan pra event dari Festival Pasar Rakyat di Pontianak yang diinisiasi oleh komunitas dan relawan yang berjumlah lebih dari 200 peserta. Kegiatan gotong royong difokuskan untuk membersihkan sampah yang ada di Sungai Kapuas dan di sekitar pasar. Selain kegiatan GEMAR, komunitas juga melakukan edukasi kepada pedagang dan pengunjung pasar rakyat, tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Pada kesempatan ini, diadakan juga kegiatan Peduli Lingkungan oleh Danamon dan Adira Kota Pontianak, dengan pengadaan sebanyak 30 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang akan didistribusikan ke seluruh pasar rakyat di Kota Pontianak.

Kota Pontianak menjadi satu-satunya yang merayakan HUT Danamon Ke-61 dengan semangat “Back to Community” yaitu gotong royong membersihkan rumah ekonomi kebanggaan kita yaitu, pasar rakyat.

07
Jun

Danamon Raih Penghargaan SRI Kehati Award 2017 Rating SRI Kehati: B

Rabu, 7 Juni 2017, berlokasi di hotel Shangrila, Jakarta, Danamon meraih penghargaan SRI Kehati Award 2017 Rating SRI Kehati : B, dalam acara Dinner Talk – Eco Friendly Companies Indonesia Green Company Award dan SRI Kehati 2017, yang diadakan oleh Majalah SWA dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Restu Pratiwi, selaku Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, mewakili Danamon menerima penghargaan SRI Kehati Award 2017.

SRI (Sustainable and Responsible Investment)-KEHATI adalah suatu indeks yang diluncurkan atas prakarsa Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juni 2009. Indeks ini dimaksudkan untuk memberi tambahan pedoman investasi bagi investor dengan membuat suatu benchmark indeks baru yang secara khusus memuat emiten yang memiliki kinerja yang baik dalam mendorong usaha-usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik. Penilaian diberikan berdasarkan kinerja keuangan yang baik, serta memenuhi aspek fundamental terkait dengan Environmental, Social and Governance (ESG).

“Memastikan kelangsungan bisnis dengan menerapkan “Green Company/Business” tidak saja sebatas dengan membangun gedung berkonsep hijau lengkap dengan pengelolaannya namun yang tidak kalah penting bagaimana setiap karyawan paham dan secara sadar menjalankan perilaku hijau atau ‘Green Behavior’ dan menjadikan hidupnya ‘Green Living’ yaitu kebiasan yang selaras dan peduli dengan lingkungan serta memulai business unusual, bukan lagi business as usual”, jelas Restu Pratiwi Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

27
May

Siap Hadapi Persaingan dengan Pengelolaan Usaha dan Pemasaran Produk yang Profesional

Pekalongan, 26 Mei 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) hari ini menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengusaha mikro, kecil dan menengah bertajuk ‘Strategi Pengelolaan Usaha dan Pemasaran Produk untuk UMKM.’ Kegiatan yang melibatkan 40 UMKM Kota Pekalongan ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Zainul Hakim, SH, M. Hum.Sejak 2010 Dan

amon Peduli, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan dalam program revitalisasi pasar rakyat bertajuk Pasar SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat). Pasar SEJAHTERA merupakan program revitalisasi yang meliputi aspek fisik dan non fisik dari pasar rakyat. Peningkatan kapasitas dilakukan di antaranya melalui kegiatan pelatihan sebagai salah satu bentuk dukungan non fisik terhadap keberadaan pelaku usaha UMKM, baik dalam ruang lingkup pasar tradisional (pasar rakyat) maupun UMKM secara umum.

“Dari hasil assessment kami kepada para pelaku UMKM di Kota Pekalongan, beberapa hal yang perlu ditingkatkan adalah strategi dan kemampuan pengelolaan usaha yang lebih profesional. Rata-rata para pelaku UMKM dalam melakukan kegiatan usahanya, dari mencari bahan baku, pengolahan sampai pemasaran produk masih ditangani oleh orang yang sama. Hal ini menurut pandangan mereka terbukti mampu menekan biaya operasional, namun sayangnya seringkali mengurangi kualitas dari produk yang dihasilkan karena proses produksi tidak dilakukan secara profesional,” jelas Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS, 2006) populasi UMKM mencapai 42,5 juta unit atau 99,9% dari keseluruhan pelaku bisnis di tanah air. UMKM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 99,6%. Sementara itu, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 56,7%.

Untuk itu, pada pelatihan ini peserta dibekali pengetahuan akan fungsi dan manfaat manajemen serta pemasaran bagi pengembangan usaha. Tujuannya adalah untuk mendorong pelaku usaha UMKM agar memiliki kemampuan manajerial yang baik dan profesional. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi motivasi dan sharing session dari pelaku UMKM yang sudah mumpuni dalam menjalankan usahanya.“Kota Pekalongan adalah salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Lebih dari itu, kekayaan motif dan produk batiknya mengukuhkan Kota Pekalongan masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori craft dan folk art sehingga produk-produk UMKM lain dari Kota Pekalongan akan memiliki kemungkinan lebih besar dan mudah dikenali oleh pasar.

Oleh karena itu penting untuk dapat mempersiapkan pelaku usaha yang berorientasi pada pengelolaan usaha dan pemasaran produk yang lebih profesional,” tutup Restu Pratiwi.Untuk kegiatan pelatihan dan literasi keuangan UMKM, Yayasan Danamon Peduli mengalokasikan anggaran sebesar Rp250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) selama tahun 2017 dengan sasaran lokasi pelatihan di DI Yogyakarta, Pekalongan, Probolinggo dan Balikpapan.

15
May

Pelatihan Mitigasi & Penanganan Kebakaran untuk Pasar Rakyat se-Kabupaten Kendal

Kendal, 15 Maret 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menyelenggarakan ‘Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran’ bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perdagangan Pemkab Kendal serta didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Kendal. Pelatihan mitigasi kebakaran diselenggarakan di Pasar Kota Kendal dengan melibatkan perwakilan dari seluruh komunitas pasar rakyat se-Kabupaten Kendal yang berjumlah 60 orang. Pada kesempatan ini Danamon Peduli turut menyerahkan 20 buah alat pemadam kebakaran api ringan (APAR) kepada Dinas Perdagangan Pemkab Kendal.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan tentang konsep manajemen darurat, ketangguhan dan kesigapsiagaan dalam situasi gawat darurat bila terjadi bencana alam ataupun kebakaran di pasar. Melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat meminimalisasi korban jiwa, kerusakan harta benda/aset, dan lingkungan pasar.

“Kami melihat pasar rakyat di Kabupaten Kendal memiliki peran yang sangat vital sebagai salah satu penyangga kehidupan. Hal ini disebabkan karena kekayaan komoditas Kendal sebagian besar disumbangkan dari sektor pertanian dan hasil laut. Oleh sebab itu Danamon Peduli melalui Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran mendorong terwujudnya pasar yang tanggap dan siap siaga terhadap bencana dan ancaman kebakaran yang dapat terjadi kapan saja. Kita ketahui bahwa salah satu peran utama pasar rakyat adalah menyerap produksi dan memegang rantai distribusi dan penjualan dalam skala daerah maupun nasional,” jelas Restu Pratiwi Ketua Umum dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

Selama 2015 hingga 2016, Danamon Peduli telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran di 20 Kota/Kabupaten yang melibatkan 1.624 peserta dari 146 komunitas pasar rakyat di seluruh Indonesia. Selain edukasi dan simulasi, Danamon Peduli juga memberikan bantuan berupa alat pemadam api ringan (APAR) untuk ditempatkan di pasar-pasar setempat.

Materi pelatihan terdiri dari teori pengenalan potensi bencana serta pencegahan dan penanganan kebakaran diiringi dengan materi praktik, dimana peserta diajarkan bagaimana memadamkan api, baik dengan media konvensional dan alat pemadam kebakaran api ringan.

03
May

Pengembangan Usaha dan Pemasaran Produk Melalui Media Sosial

Probolinggo, 3 Mei 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menggelar kegiatan peningkatan kapasitas untuk pengusaha mikro, kecil dan menengah bertajuk ‘Pelatihan Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial.’ Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Drs. Gatot Wahyudi, M.SI dan dihadiri Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Probolinggo Indi Eko Yanuarto, SE, ME, serta melibatkan 40 UMKM Kota Probolinggo.

Sejak 2010, Danamon Peduli bekerja sama dengan Pemerintah Kota Probolinggo dalam program revitalisasi pasar rakyat bertajuk Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat), sebuah program yang meliputi dukungan fisik dan nonfisik dari pasar rakyat. Peningkatan kapasitas melalui berbagai kegiatan pelatihan adalah salah satu bentuk dukungan nonfisik terhadap keberadaan pelaku usaha UMKM, baik dalam ruang lingkup pasar tradisional (pasar rakyat) maupun UMKM secara umum.

Merujuk data Kadin Kota Probolinggo, pengusaha UMKM yang menjadi anggota Kadin saat ini terus bertambah, namun tidak sedikit pula yang berguguran karena tidak memiliki daya saing dan ketahanan usaha yang kuat. Salah satu kunci agar usaha dapat bertahan dan berkembang adalah dengan kemampuan dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi atas kebutuhan pasar termasuk kemudahan bertransaksi.

“Modernisasi dan perkembangan teknologi telah mengubah cara pemasaran dari metode konvensional atau offline dengan bertatap muka menjadi metode digital atau online. Konsumen beralih menggunakan internet atau berbagai media sosial seperti Google, Facebook, dan Instagram guna mencari informasi mengenai produk atau jasa yang mereka butuhkan. Tidak sampai di situ, banyak konsumen lantas memilih bertransaksi via media sosial, online, e-commerce, marketplace, dan lain-lain. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha UMKM untuk memahami betapa pemasaran melalui jejaring media sosial dan online berperan penting dalam pemasaran produk,” jelas Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pelatihan ini diharapkan dapat membuka perspektif baru dan memberikan pemahaman serta motivasi kepada pengusaha UMKM untuk lebih jeli dalam melihat perubahan dan peluang bisnisnya melalui pemasaran yang tepat dan efektif sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, peserta pelatihan turut dibekali dengan keterampilan mengenai prinsip, metode, dan strategi dalam melakukan pemasaran melalui media sosial dan online.

“Pemasaran produk melalui media online merupakan jawaban dari hambatan yang sering dihadapi pengusaha UMKM, yaitu mahalnya biaya promosi atau beriklan. Namun tentu saja penggunaan media sosial untuk pemasaran produk membutuhkan pengetahuan khusus, termasuk di dalamnya pengenalan jenis produk perbankan yang tepat untuk mendukung proses transaksi via online yang akan sangat menentukan kenyamanan dan kepercayaan konsumen. Untuk itu, Danamon Peduli melengkapi kegiatan ini dengan memaparkan informasi berbagai produk dan layanan perbankan dari Bank Danamon untuk memenuhi kebutuhan tersebut.” tutup Restu Pratiwi.

20
Apr

Danamon dan Yayasan Danamon Peduli Gelar Pelatihan untuk UMKM Kota Yogyakarta

Yogyakarta, 20 April 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menggelar ‘Pelatihan Pembukuan Usaha’ untuk pelaku UMKM Kota Yogyakarta. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dra. Ch. Lucy Irawati dan melibatkan 50 pelaku UMKM Kota Yogyarta serta didukung Pemerintah Kota Yogyakarta.

Sejak 2015 Danamon Peduli bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta menjalankan program kemitraan revitalisasi pasar rakyat bertajuk Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) yang meliputi dukungan fisik dan non fisik dari pasar rakyat. Peningkatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan merupakan salah satu dari bentuk dukungan non fisik terhadap keberadaan pelaku usaha UMKM baik yang di dalam ruang lingkup pasar maupun yang usahanya bersinggungan dengan pasar rakyat.

“Secara umum, tantangan dunia UMKM kita adalah pembiayaan, perkembangan teknologi dan inovasi, serta minimnya riset pasar yang memberikan informasi kepada pelaku usaha perihal peluang pasar, situasi persaingan usaha, selera konsumen, tren pasar, dll. Namun menurut kami hal yang cukup mendasar adalah persoalan pembiayaan. Sering kali pelaku UMKM yang membutuhkan modal kerja untuk pengembangan usaha terbentur pada persyaratan/dokumen yang disyaratkan oleh perbankan. Oleh karenanya, melalui ‘Pelatihan Pembukuan Usaha’ ini peserta diharapkan paham dan mampu menyusun pembukuan usaha yang baik dan benar sehingga berguna ketika yang bersangkutan akan membangun relasi dengan bank untuk pengembangan usahanya,” jelas Restu Pratiwi.

Pelatihan ini juga diharapkan memberikan manfaat kepada peserta pelatihan yaitu sebagai media berjejaring antar pelaku usaha; termotivasi untuk lebih semangat menjalankan usaha; kemampuan untuk membuat rencana pengembangan usaha serta memiliki kompetensi, pengetahuan, dan ketrampilan dalam menghadapi persaingan.

“Kami sangat mendukung penuh pengembangan kapasitas pelaku UMKM di Kota Yogyakarta, mengingat sektor usaha mikro, kecil dan menengah ini memiliki peran yang sangat strategis dan penting bagi pembangunan Indonesia. Pertama, dari jumlah industrinya yang terus berkembang dan terdapat di dalam setiap sektor ekonomi; kedua, membuka lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja; serta ketiga, potensi UMKM dalam kontribusinya terhadap pendapatan nasional atau produk domestic bruto (PDB). Jadi, sudah saatnya UMKM Indonesia pegang kendali,” tutup Restu Pratiwi.