04
Feb

Peringatan HPBN dipusatkan di Pasar Bunder Sragen

Sragen Peringatan Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) ke-6 dipusatkan di Pasar Bunder Sragen, Selasa (28/1). Acara ini dihadiri Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, perwakilan dari Kementerian Kesehatan Wilfried Hasiholan Purba, mitra pemerintah daerah dari tujuh lokasi pasar sejahtera, Wakil Bupati Sragen Daryanto dan Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk Muliadi Rahardja. Menurut Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Bonaria Siahaan, tema dalam HPBN ke-6 adalah Bersama-sama Mewujudkan Pasar Sejahtera; Konsumen Nyaman, Pedagang Sejahtera, Daerah Maju.

Peringatan HPBN ini dilaksanakan di Pasar Bunder Sragen yang dinilai merupakan salah satu pasar percontohan program pasar sejahtera. Sedangkan tujuan diadakannya HPBN adalah sebagaiajang untuk mengangkat dan menggalang kepedulian akan keberadaan pasar tradisional. “Selain itu dipilihnya Pasar Bunder Sragen adalah karena merupakan salah satu dari sepuluh percontohan nasional pasar sehat dari Kementerian Kesehatan dan di bawah program pasar sejahtera, katanya.

Dalam sambutannya Muliadi Rahardja mengatakan, dalam waktu cukup lama keluarga besar Danamon mempunyai kepedulian terhadap keberadaan pasar tradisional, baik dari sisi investasi bisnis dan sisi investasi sosial. Kami memandang investasi sosial ini merupakan kunci dari kesinambunagan dari segala upaya yang dilakukan untuk merevitalisasi pasar tradisional maupun memberdayakan para pelaku pasar, yaitu para pedagang kata Muliadi. Menurutnya, menggenapi perjalanan dalam mendukung upaya revitalisasi pasar tradisional, Yayasan Danamon Peduli juga telah merangkum pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama ke dalam sebuah modul pasar sejahtera. Sementara itu Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, pasar merupakan salah satu sarana distribusi yang berperan untuk memperlancar arus barang antar wilayah khususnya kebutuhan bahan pokok masyarakat.

Dengan keterbatasan keuangan negara, Bayu meminta kepada pemerintah daerah, BUMN dan investor swasta baik secara sendiri atau bersamaan dapat ikut berpartisipasi untuk merevitalisasi pasar tradisional seperti yang selama ini telah dilakukan Yayasan Danamon Peduli. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan modul pasar sejahtera dari Direktur PT Bank Danamon, Muliadi Rahardja kepada Bayu Krisnamurthi, Wakil dari Kementerian Kesehatan Wilfried Hasiholan Purba dan kepada 7 wakil dari pemerintah daerah yang telah memiliki percontohan pasar sejahtera. Selain berkeliling Pasar Bunder Sragen dan berdialog dengan para pedagang, Wamen Perdagangan juga sempat dialog interaktif di Radioland Pasar Bunder bersama Wakil Bupati Sragen Daryanto. Timlo.net

04
Feb

Wamendag: Pasar Baik Harus Penuhi Syarat Bersih dan Sejahterakan Pedagang

SRAGEN, KOMPAS.com Untuk menjadi pasar rakyat yang baik dan modern, pengelola pasar harus memenuhi 7 syarat utama. Selain menjaga kebersihan, segar, sehat, higinies dan ramah lingkungan, pasar juga harus taat hukum dan ukur dalam timbangan sehingga tak merugikan pembeli, serta memberikan kesejahteraan. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat meresmikan Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) ke-6 yang digelar Yayasan Danamon Peduli bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat di Pasar Bunder, Sragen, Jawa Tengah, Selasa (28/1/2014).

Pasar juga peduli dengan konsumennya, selain juga harus mampu mempromosikan produknya sendiri serta menjaga identitas budayanya sendiri serta menciptakan omzet perdagangannya naik sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan pedagan dan mereka yang ada di pasar, ujar Bayu. Menurut dia, pasar yang baik tak hanya fisiknya semata, tetapi juga harus dilengkapi dengan tempat jajanan pasar atau kuliner dan wisata bagi pengunjungnya. Misalnya, pengelolaan sampah bisa menjadi obyek wisata di pasar rakyat,  lanjutnya.

Dalam acara itu hadir Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Wilfried Hasiholan Purba, Direktur Operasional Bank Danamon Indonesia Tbk Muliadi Rahardjo, Direktur Adira Finance Swandajani Gunadi serta Executif Director Yayasan Danamon Peduli Bonaria Siahaan dan Wakil Bupati Sragen Daryanto. Bisnis Keuangan Kompas

04
Feb

Revitalisasi Pasar Tradisional Diakui Lambat

SRAGEN, KOMPAS.com- Revitalisasi pasar rakyat atau tradisional yang berjalan tiga tahun sejak 2010 diakui berjalan lambat. Dari jumlah 9.599 pasar tradisional yang harus direvitalisasi, tercatat baru 461 pasar yang bisa direvitalisasi dengan APBN dan APBD senilai Rp 1,9 triliun. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat peresmian dan seminar nasional Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) ke-6 yang digelar Yayasan Danamon Peduli (YDP) bekerjasama dengan pemerintah daerah di Pasar Bunder dan pendopo Bupati Sragen, Jawa Tengah, Selasa (28/1/2014).

Ini karena ada kendala yang harus segera diatasi untuk merevitalisasi pasar tradisional tersebut. Memang sangat lambat. Namun, pekerjaan kita belum selesai. Dan, ini (merevitalisasi) harus terus dilakukan bersama dan harus dipercepat. Tak hanya pusat, tetapi juga daerah dan partisipasi pihak lainnya seperti yang sudah dilakukan YDP,  ujar Bayu saat ditanya Kompas. Bayu menambahkan, selain soal pembiayaan dan prosedur pencairannya yang selama ini dinilai rumit terhadap alokasi dana revitalisasi pasar dalam tugas pembantuan, positioning pasar tradisional dengan supermarket atau minimarket juga pengorganisasian di pasar dan keberlanjutan pasca-revitalisasi pasar serta asuransi. Sebaliknya, menurut Executive Director YDP Bonaria Siahaan, sejak gagasan pemberdayaan pasar tradisional pada tahun 2006, yang diintensifkan kembali pada tahun 2010 dengan nama Pasar Sejahtera, baru 7 pasar yang bisa dijadikan percontohan YDP dengan dana sebesar Rp 9 miliar.

Pada tahun ini direncanakan ditambah lagi menjadi 3 pasar dengan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar, ujarnya. Bona mengatakan, sebenarnya program Pasar Sejahtera bisa melibatkan perusahaan lain untuk memberdayakan pedagang dan pasar tradisional. Dengan kami bagikan Modul Pasar Sejahtera kepada Wamen Perdagangan dan pemda, artinya program ini terbuka pada pihak lain yang mau berpartisipasi, katanya. Regional Kompas.com

04
Feb

Danamon Peduli Kampanye Dukung Pasar Rakyat

Serang, GATRAnews Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Jelajah Pasar Rakyat Nusantara untuk mendukung terhadap keberadaan dan perkembangan pasar tradisional (pasar rakyat) di Indonesia.

Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi, dalam keterangan pers yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Minggu (14/6), menyebutkan, pihaknya menggagas kampanye ini dengan serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai pihak yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran, memberikan wawasan, dan menarik simpati masyarakat tentang keberadaan pasar rakyat, sehingga setiap lapisan masyarakat menjadi bagian dari perkembangan pasar rakyat di Indonesia, kata Restu.

Pencanangan kampanye nasional pertama Jelajah Pasar Rakyat Nusantara melalui gelaran Festival Pasar Rakyat di Pasar Rau, Kota Serang Banten, yang mendapat dukungan pemerintah daerah setempat. Kampanye nasional pasar rakyat ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyebarluaskan pesan sosial, bahwa pasar adalah salah satu ruang publik tempat interaksi sosial tertua di Indonesia yang harus terus kita kembangkan dan jaga keberadaannya, ujar Restu. Sebagai ruang publik, pasar dapat dimanfaatkan untuk menggelar berbagai kegiatan kreatif dan edukatif.

Harapannya adalah pemerintah, swasta, dan masyarakat lebih bersimpati terhadap pasar rakyat, tidak hanya pada perbaikan fisik atau bangunannya saja, namun juga menyentuh manajemen, peningkatan kapasitas pedagang dan promosi. Lebih lanjut Restu mengatakan, pihaknya meyakini dukungan dari berbagai pihak secara terintegrasi menjadikan pasar rakyat akan menjadi pilihan tempat rekreasi, tujuan wisata, dan tempat perbelanjaan yang mampu memanjakan pengunjungnya di masa depan. Hadir pada acara ini, Asisten Daerah I Kota Serang, Kosasih; Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Dewi Indriati Rano; serta Restu Pratiwi, Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli. Reporter: Iwan Sutiawan Editor: Tian Arief http://www.gatra.com

03
Feb

Yayasan Danamon Peduli Gelar HPBN ke-6

Starberita Sragen, Yayasan Danamon Peduli bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dan didukung oleh semua pihak terkait dalam kegiatan program Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat). Pada tanggal 28 29 Januari 2014, Danamon Peduli menyelenggarakan Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) ke-6, dan menggelar Seminar Nasional Pasar Sejahtera.

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan untuk mencapai salah satu tujuan program Pasar Sejahtera yaitu menggalang partisipasi publik mendukung revitalisasi pasar tradisional di tanah air melalui pengembangan pasar percontohan. Dengan semakin banyak pihak yang turut mendukung, diharapkan akan terjadi akselerasi revitalisasi pasar tradisional. Peringatan HPBN yang ke-6 dilaksanakan di Pasar Bunder, Sragen, Jawa Tengah yang merupakan salah satu pasar percontohan program Pasar Sejahtera.

Tujuan diadakannya HPBN adalah sebagai ajang untuk mengangkat dan menggalang kepedulian akan keberadaan pasar tradisional dan mengajak partisipasi masyarakat luas mendukung pembinaan perkembangan pasar tradisional. Tema untuk HPBN ke-6 tahun 2014 ini adalah Bersama-sama Mewujudkan Pasar Sejahtera: Konsumen Nyaman, Pedagang Sejahtera, Daerah Maju .Selain merupakan percontohan Pasar Sejahtera, Pasar Bunder merupakan salah satu dari 10 percontohan nasional Pasar Sehat Kementerian Kesehatan, dan di bawah program Pasar Sejahtera juga telah mengembangkan beberapa skema berbasis komunitas pasar yang inovatif yang dapat menjadi sumber pembelajaran. Acara HPBN ke-6 ini dihadiri Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perdagangan, Wilfried Hasiholan Purba, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, mitra Pemerintah Daerah dari tujuh lokasi Pasar Sejahtera, Muliadi Rahardja Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dan Swandajani Gunadi, Direktur Adira Finance.

HPBN ke-6 tahun 2014 ini memiliki makna istimewa. Menggenapi 3 tahun perjalanannya dalam mendukung upaya revitalisasi pasar tradisional bersama para mitra kerja, Yayasan Danamon Peduli telah merangkum pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama kurun waktu tersebut ke dalam Modul Pasar Sejahtera. Modul diserahkan oleh Muliadi Rahardja, Direktur PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. mewakili keluarga besar Danamon, yang mencakup PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. dan ketiga anak perusahaannya (Adira Finance, Adira Insurance, Adira Kredit) serta Yayasan Danamon Peduli .

Kiprah kami sebagai keluarga besar, Danamon dengan Yayasan Danamon Peduli, di pasar tradisional berjalan dalam waktu cukup lama dan mencakup dua sisi yaitu baik dari sisi investasi bisnis dan juga investasi sosial. Kami memandang investasi sosial ini merupakan kunci dari kesinambungan dari segala upaya yang dilakukan untuk merevitalisasi pasar tradisional maupun memberdayakan para pelaku pasar, yaitu para pedagang. Hal inilah yang diwujudkan melalui program Pasar Sejahtera oleh Yayasan Danamon Peduli bersama para mitra kerjanya. Perjalanan panjang dan pengalaman berharga inilah yang kami tuangkan dalam Modul Pasar Sejahtera.

Kami persembahkan modul Pasar Sejahtera ini kepada masyarakat Indonesia sebagai kontribusi kami dan semoga dapat dimanfaatkan lebih jauh dalam upaya bersama kita membina serta ,mengembangkan pasar tradisional di Indonesia”,ujar Muliadi Rahardja. Modul Pasar Sejahtera secara resmi diserahkan kepada pihak Pemerintah Pusat yang diterima langsung oleh Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perdagangan RI, Wilfried Hasiholan Purba, wakil dari Kementerian Kesehatan dan turut pula diberikan kepada 7 wakil pemerintah daerah yang saat ini sudah memiliki proyek percontohan Pasar Sejahtera di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Bayu Krisnamurthi mengatakan, “Pasar merupakan salah satu sarana distribusi yang berperan untuk memperlancar arus barang antar wilayah khususnya kebutuhan bahan pokok masyarakat, menjamin ketersediaan stok, menjaga dan meningkatkan tertib ukur dalam upaya perlindungan konsumen serta memberikan harga terbaik bagi petani dan UKM. Dengan keterbatasan keuangan negara, maka Kementerian Perdagangan mengharapkan agar Pemerintah Daerah, BUMN maupun investor swasta, baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dapat ikut berpartisipasi untuk merivitalisasi Pasar Tradisional atau dalam bentuk lain sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Yayasan Danamon Peduli ini.

Kepedulian Danamon atas pasar tradisional didasari atas pemahaman bahwa pasar tradisional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan struktur sosial mayoritas masyarakat Indonesia. Selain itu, permasalahan yang ada pada pasar tradisional merupakan salah satu fokus permasalahan yang selama ini terus dibenahi oleh Pemerintah. Data menyebutkan bahwa pasar tradisional adalah penyedia utama kebutuhan dasar sehari-hari bagi 60% penduduk Indonesia dan sekitar 12,5 juta pedagang bergantung pada mata pencarian mereka di pasar-pasar.

Sementara itu, pada data Kementerian Perdagangan disebutkan jumlah pasar tradisional di Indonesia sebanyak 9.559 pasar, dan 95% diantaranya berusia lebih dari 25 tahun dan dikelola oleh Pemda. Selain kondisi fisik yang membutuhkan perbaikan atau peremajaan, sebagian besar kondisi lingkungan dalam pasar-pasar tersebut juga kurang sesuai dengan standar higienis dan kesehatan lingkungan akibat kurangnya perawatan kebersihan dalam lingkungan pasar tersebut. Hal ini mengakibatkan kondisi kurang nyaman bagi pengunjung bahkan juga pedagang. Berbeda dengan acara HPBN sebelumnya, tahun 2014 ini acara HPBN diikuti dengan penyelenggaraan Seminar Nasional Pasar Sejahtera yang melibatkan 7 Pemerintah Daerah dan perwakilan pedagang sebagai partisipan Pasar Sejahtera dalam wadah diskusi.

Seminar Nasional Pasar Sejahtera ini dimaksudkan sebagai kesempatan berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang berbagai tantangan permasalahan dalam membina dan mengembangkan paasar tradisional dan mencoba menemukan solusi yang sesuai sebagai hasil pemikiran bersama. Seminar ini juga diikuti oleh wakil dari unsur-unsur akademi, pemerhati masalah pasar dan kemasyarakatan,serta media. Bonaria Siahaan, Executive Director Yayasan Danamon Peduli menambahkan, pihaknya yakin dengan pengalaman dan upaya yang dilakukan serta adanya dukungan dari pihak lain yang telah lebih dulu berkiprah di bidang pengembangan pasar, semakin memperkaya pengetahuan mereka.

Begitu banyak pembelajaran yang dapat kita manfaatkan untuk terus menyempurnakan disain dan pelaksanaan program. Oleh karenanya, sejalan dengan salah satu pendekatan kerja kami, dengan berbagi pengetahuan (knowledge management), Danamon Peduli mencoba mewadahi pembelajaran bersama ini melalui Komunitas Sejahtera Indonesia (KSI). Untuk mengetahui kegiatan KSI ini dapat diakses di http://ksi.danamonpeduli.org. KSI adalah wadah terbuka dan dapat diakses oleh semua pihak untuk sharing, diskusi dan membuka peluang merintis kolaborasi dalam bidang pasar tradisional ,tambahnya. Yayasan Danamon Peduli sejak tahun 2006 telah aktif ambil bagian dalam mendukung revitalisasi pasar tradisional, utamanya dengan mengambil fokus pada perbaikan kondisi fisik dan kesehatan lingkungan pasar.

Pada tahun 2010, Danamon Peduli meningkatkan komitmen dukungannya dengan meluncurkan program PASAR SEJAHTERA yang merupakan konsolidasi dari program dan kegiatan berbasis pasar sebelumnya. Sesuai judulnya, Sehat hiJAu bersiH dan TERAwat (SEJAHTERA), maka penekanan dari program ini adalah menggali dan menumbuhkan komitmen dan dukungan pemerintah daerah, pengelola dan para pedagang dalam merawat dan mengembangkan pasar masing-masing. Sejak diluncurkan pada tahun 2010, program Pasar Sejahtera telah dijalankan di 7 (tujuh) lokasi yang menjadi percontohan, yaitu Pasar Ibuh Kota Payakumbuh, Pasar Grogolan Kota Pekalongan, Pasar Bunder Kabupaten Sragen, Pasar Baru Kota Probolinggo, Pasar Semampir Kabupaten Probolinggo, Pasar Sindangkasih Kabupaten Majalengka, dan Pasar Kemuning Kota Pontianak.(REL/MBB) StarBerita.com