05
Dec

Danamon Peduli Raih Dua Penghargaan di CECT Sustainability Awards 2017

Tanggal 5 Desember 2017, di Pullman Hotel Central Park, Jakarta, untuk ketiga kalinya, Danamon Peduli menerima penghargaan pada Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector (CECT) Sustainability Awards 2017 dengan meraih penghargaan di kategori “Second Runner Up Publicly Listed Company Holistic CSR Performance” dan “CSR Core Subject Performance of ISO 26000 Best Human Rights Program”.

CECT Sustainability Awards 2017 diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah menjalankan CSR secara holistik dan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip ISO 26000 (Standar Global Panduan Social Responsibility, yang disepakati lebih dari 160 negara termasuk Indonesia).

26
Nov

Kolaborasi Danamon Peduli dan Komunitas dalam Festival Pasar Rakyat Kota Mataram

Mataram, 26 November 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali menggelar Festival Pasar Rakyat (FPR) serentak di tiga pasar rakyat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yaitu Pasar Dasan Agung, Pasar Ampenan City Center dan Pasar Kebon Roeg. Pagelaran meriah yang dihelat selama dua hari ini sekaligus menutup rangkaian kampanye nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara di tahun 2017, yang sebelumnya sukses digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada Juli lalu.

Tetap dengan semangat mengangkat kekayaan lokal, Festival Pasar Rakyat Kota Mataram ini terselenggara berkat dukungan Pemerintah Kota Mataram dan keterlibatan para komunitas lokal berbakat dari berbagai bidang. Turut hadir memeriahkan acara adalah Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Sihard Hadjopan Pohan S.H, MM.; Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, S.Sos., MH; Kepala Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri S.Pi, M.Si ; Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi; Sekretaris Umum Yayasan Danamon Peduli Alexander C. Setjadi dan Danamon Branch Corporate Officer Wilayah Mataram, I Ketut Karya.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Selain perbaikan fisik, aspek promosi pasar rakyat menjadi sangat penting untuk mengimbangi persaingan dengan ritel modern serta menjawab kebutuhan konsumen. FPR kali ini murni buah karya komunitas milenial Kota Mataram, kami perlu membangun ikatan yang kuat antara generasi muda dan pasar rakyat, salah satunya melalui kegiatan kreatif seperti FPR. Masa depan pasar rakyat berada di tangan mereka,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pada kesempatan ini, ada kurang lebih 250 orang relawan dari 28 komunitas lokal lintas sektoral yang menjadi motor penggerak kegiatan. Terdiri dari penari, musisi, penulis, fotografer, videografer, seniman, artis pantomim dan desainer fesyen. Festival Pasar Rakyat Kota Mataram mengusung tema “Lalok Meken Nteh!” (bahasa Sasak) yang berarti “Ayo Pergi ke Pasar!” mengemas pasar rakyat sebagai panggung kreatif yang bertujuan untukmengembalikan nilai dan peran pasar rakyat sebagai ruang publik yang edukatif, inovatif dan berbudaya, serta dijaga dan dikembangkan oleh para komunitas lokal.

Sebagai rangkaian dari FPR, komunitas selaku tim pelaksana memobilisasi masyarakat untuk melakukan “Resik Meken” yaitu gotong royong membersihkan pasar pada 18 November 2017, dilanjutkan dengan kegiatan pengobatan gratis diperuntukkan bagi komunitas pasar di Kota Mataram. Pada 23 November 2017, Danamon Peduli menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran di Pasar Dasan Agung, Mataram yang diikuti sekitar 60 peserta pelatihan, mayoritas terdiri dari pedagang dan personil keamanan pasar.

“Kami sangat terkesan dengan komitmen Pemerintah Kota Mataram dan komunitas lokal terhadap pengembangan pasar rakyat. Dengan adanya kegiatan FPR ini, kami menjadi saksi atas semangat dan kepedulian pemerintah daerah – masyarakat yang kali ini diwakili oleh komunitas untuk mempromosikan pasarnya. Generasi milenials Kota Mataram terbukti mampu menjadikan pasar sebagai panggung dan etalase kekayaan daerahnya untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Hal ini bisa menambah panjang alasan mengapa Kota Mataram pantas menjadi tujuan wisata, bukan saja karena sebagai salah satu kota pusaka namun juga kekayaan yang ada di pasar rakyatnya,” lanjut Restu.

Selain melibatkan pemerintah kota dan komunitas, FPR Kota Mataram turut didukung juga oleh Bank Indonesia Mataram.

26
Oct

Kemendag dan Danamon Peduli Gelar Anugerah Pancawara 2017

Kementerian Perdagangan dan Yayasan Danamon Peduli bersinergi memberikan Anugerah Pancawara 2017. Anugerah Pancawara adalah ajang apresiasi yang diberikan kepada penggerak Pasar Rakyat baik pemerintah daerah, BUMD, maupun swasta yang berhasil mengelola, mengembangkan, dan melakukan inovasi untuk mencapai tujuannya demi kemajuan Pasar Rakyat di Indonesia. Pemberian penghargaan digelar bersamaan dengan penyelenggaraan Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat, yang berlangsung hari ini, Kamis (26/10) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.

Hadir dalam acara ini Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti, Direktur Danamon Michellina Triwardhany dan Rita Mirasari, Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli Bayu Krisnamurthi, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Danamon Peduli Manggi T. Habir, serta Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi.

“Kementerian Perdagangan mendukung sepenuhnya kegiatan Yayasan Danamon Peduli yang menggelar forum dan ajang penghargaan ini. Melalui Anugerah Pancawara 2017 ini diharapkan dapat memicu peningkatan daya saing pasar rakyat, meningkatkan kesejahteraan pedagang dan daerah, mendukung kelancaran logistik dan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat,” jelas Tjahya.

Tjahya juga menyampaikan bahwa inovasi dan kreativitas sangat diperlukan untuk memajukan pasar rakyat. “Tantangan yang dihadapi saat ini membutuhkan semangat inovasi dan terobosan kreatif dalam pengelolaan pasar rakyat agar terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang kian terbuka lebar,” imbuhnya.
Melalui serangkaian penilaian dan observasi lapangan ditetapkan 13 pasar rakyat finalis yaitu Pasar Atjeh Kota Banda Aceh, Pasar Flamboyan Kota Pontianak, Pasar Rejowinangun Kab. Magelang, Pasar Kliwon Kab. Kudus, Pasar Tayu Kab. Pati, Pasar Tanggul Kota Surakarta, Pasar Sindu Kota Denpasar, Pasar Intaran Kota Denpasar, Pasar Jamu Nguter Kab. Sukoharjo, Pasar Baru Kuningan Kab. Kuningan, Pasar Mayestik-PD Pasar Jaya Jakarta, Pasar Koja Baru-PD Pasar Jaya Jakarta dan Pasar Modern Jasinga-PD Pasar Tohaga Kab. Bogor.

Penjurian dilakukan di Jakarta pada 18 September 2017 lalu dengan melibatkan dewan juri yang terdiri atas Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan Sihard Hadjopan Pohan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli Bayu Krisnamurthi, Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara RI Tri Widodo W. Utomo, Redaktur Senior Majalah MIX (Grup SWA) Edhy Aruman, dan Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Huzna Zahir.

Penjurian tersebut menetapkan penerima Anugerah Pancawara 2017, sebagai berikut:

1. Kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe I dan II:
Pasar Rejowinangun dengan inovasi ‘Pengembangan Pasar Rakyat sebagai Ruang Sosial Budaya’
Finalis lainnya:

  • Pasar Flamboyan dengan inovasi ‘Pelayanan Informasi Harga Berbasis Aplikasi Digital’
  • Pasar Kliwon dengan inovasi ‘Relokasi dan Modernisasi Fasilitas Perparkiran

2. Kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe III dan IV:
Pasar Sindhu Sanur dengan inovasi ‘Swakelola dan Pengembangan Wisata Kuliner Malam’
Finalis lainnya:

  • Pasar Tanggul dengan inovasi ‘Pembayaran Retribusi secara Elektronik’

3. Kategori Pasar Rakyat Perusahaan Daerah/BUMD:
Pasar Koja Baru, PD Pasar Jaya dengan inovasi ‘Pengelolaan Sarana-Prasarana Pasar secara Sinergis’
Finalis lainnya:

  • Pasar Mayestik, PD Pasar Jaya dengan inovasi ‘Pengelolaan Area Kuliner secara Modern’
  • Pasar Jasinga, PD Pasar Tohaga dengan inovasi ‘Peningkatan Layanan Melalui Komputerisasi Sistem Perparkiran.’

Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat
Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat yang baru pertama kali diselenggarakan ini diikuti 46 pasar rakyat yang terdiri dari 40 pasar rakyat milik Pemerintah Daerah dan 6 pasar rakyat Perusahaan Daerah (PD)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Forum ini diharapkan menjadi sarana komunikasi, pembelajaran, dan pengalaman dari berbagai pihak dalam upaya pengembangan pasar rakyat yang lebih baik dan profesional dalam melakukan kegiatan transaksi perdagangan serta pelayanan kepada konsumen.

“Melalui forum ini, diharapkan para pengelola pasar dapat mengetahui dan memperoleh masukan mengenai perkembangan pasar rakyat di Indonesia; memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah, BUMD maupun swasta untuk mengelola dan memajukan pasar rakyat; memberikan inspirasi dan menjadi panutan dalam pengelolaan pasar rakyat di Indonesia; serta mengajak masyarakat berbelanja ke pasar, dan memelihara pasar rakyat yang bersih, sehat, nyaman dan transparan dalam melakukan transaksi jual beli,” ujar Tjahya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi. “Danamon Peduli menyadari pentingnya keberadaan pasar rakyat sebagai rumah ekonomi, sosial dan budaya bangsa. Kami pun menangkap semangat pengelola pasar yang secara konsisten melakukan terobosan dan inovasi pengelolaan pasar rakyat untuk berlomba-lomba menjawab kebutuhan dan memenangkan hati konsumen di tengah ketatnya persaingan dengan ritel modern. Gairah inovasi pengelola pasar inilah yang menjadi momentum penyelenggaraan Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat dan Anugerah Pancawara,” jelasnya.

Kemitraan Danamon Peduli dan Kementerian Perdagangan RI sudah terjalin sejak tahun 2010 melalui program pendampingan revitalisasi pasar rakyat yaitu Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia. Program ini diperuntukkan sebagai pasar percontohan yang mengacu pada Pasar Sehat Kementerian Kesehatan RI dan saat ini mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.

Pasar Sejahtera tidak hanya menyasar pada perbaikan fisik, namun juga pada pengelolaan pasar melalui peningkatan kapasitas pedagang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tupoksi di pasar, serta pemberdayaan komunitas pasar. Diharapkan ke depan Yayasan Danamon Peduli dapat melaksanakan programnya di pasar-pasar yang dibangun/revitalisasi oleh Kementerian Perdagangan.

“Danamon Peduli sangat berharap bahwa pemerintah daerah dan swasta lain akan mereplikasi atau menjadikan program Pasar Sejahtera sebagai rujukan untuk pengembangan dan pengelolaan pasar rakyat di Indonesia,” pungkas Restu.

06
Sep

Strategi Menghadapi Pasar Bebas untuk Pengembangan Industri Batik

Pekalongan, 6 September 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) hari ini menggelar kegiatan pelatihan dan diskusi bagi pelaku usaha kecil dan menengah bertajuk “Strategi Menghadapi Dampak Positif-Negatif Pembangunan untuk Pengembangan Industri Batik”. Kegiatan yang melibatkan 50 UKM Kota Pekalongan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Zainul Hakim, SH, M. Hum.

Sejak 2010 Danamon Peduli, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan dalam program revitalisasi pasar rakyat bertajuk Pasar SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat). Pasar SEJAHTERA merupakan program revitalisasi yang meliputi aspek fisik dan non fisik dari pasar rakyat. Peningkatan kapasitas dilakukan di antaranya melalui kegiatan pelatihan sebagai salah satu bentuk dukungan non fisik terhadap keberadaan pelaku usaha UMKM, baik dalam ruang lingkup pasar tradisional (pasar rakyat) maupun UMKM secara umum.

“Pembangunan jalan tol di Batang – Pemalang di Jawa Tengah mempunyai dampak positif dan negatif. Meskipun tidak secara langsung dilewati jalan tol, namun Kota Pekalongan yang bersinggungan dengan Kabupaten Pekalongan harus bersiap menghadapi potensi bisnis yang ditimbulkan. Sebagai sentra industri batik di Indonesia, pelaku usaha yang ada di Kota Pekalongan perlu terus mengembangkan usahanya. Untuk itu, Danamon Peduli bermitra dengan Pemerintah Kota Pekalongan memfasilitasi pelatihan sekaligus diskusi UKM sebagai wadah komunikasi dan bertukar pikiran bagi pemangku kepentingan industri batik di Pekalongan untuk dapat menyusun langkah dan strategi menghadapi peluang dan tantangan dari pembangunan jalan tol tersebut” jelas Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Seperti yang kita ketahui, bahwa adanya jalan tol memperbesar kemungkinan waktu tempuh menuju Kota Pekalongan menjadi semakin cepat, sehingga hal ini menjadi daya tarik dan potensi mendatangkan banyak wisatawan maupun pelaku usaha ke Kota Pekalongan. Namun di lain pihak adanya jalan tol yang menghubungkan ke banyak tujuan kota lainnya memungkinkan pengguna jalan tol untuk tidak melewati atau singgah ke Kota Pekalongan sehingga ada kemungkinan hilangnya kesempatan terjadi interaksi dan perdagangan.

Untuk itu, pada kesempatan ini Danamon Peduli menghadirkan nara sumber Kepala Bappeda Kota Pekalongan Ir. Anita Heru Kusumo Rini guna membuka wawasan peserta untuk mampu mempersiapkan langkah antisipasi dan menyusun strategi dalam menghadapi berbagai dampak pembangunan bagi usahanya. Untuk kegiatan pelatihan dan literasi keuangan UMKM, Yayasan Danamon Peduli mengalokasikan anggaran sebesar Rp250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) selama tahun 2017 dengan sasaran lokasi pelatihan di D.I. Yogyakarta, Pekalongan, Probolinggo, dan Balikpapan.

06
Sep

Membangun Kemitraan dengan Pemerintah Daerah dan BPBD untuk Pasar Rakyat

Garut, 6 September 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menyelenggarakan ‘Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran’ di Pasar Guntur Ciawitali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut. Pelatihan ini melibatkan 100 peserta dari berbagai komunitas pasar rakyat di Kabupaten Garut. Pada kesempatan ini Danamon Peduli turut pula menyerahkan 65 buah alat pemadam kebakaran api ringan (APAR) kepada Dinas Perdagangan Pemerintah Kabupaten Garut. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Garut H. Otang Sadewa, S.Sos, M.Si; Regional Head Danamon Wilayah Jawa Barat Pinastika Junia.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan tentang konsep manajemen darurat, ketangguhan dan kesigapsiagaan dalam situasi gawat darurat bila terjadi bencana alam ataupun kebakaran di pasar. Melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat meminimalisasi korban jiwa, kerusakan harta benda/aset, dan lingkungan pasar.

“Kami melihat pasar rakyat di Kabupaten Garut memiliki peran yang sangat vital sebagai salah satu penyangga kehidupan ekonomi, sosial dan budaya. Kita ketahui bahwa salah satu peran utama pasar rakyat adalah menyerap produksi dan memegang rantai distribusi dan penjualan dalam skala daerah maupun nasional. Oleh sebab itu Danamon Peduli melalui Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran mendorong terwujudnya pasar yang tangguh dan siap siaga terhadap bencana dan ancaman kebakaran yang dapat terjadi kapan saja” jelas Restu Pratiwi Ketua Umum dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

Selama 2015 hingga 2016, Danamon Peduli telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana dan Penanganan Kebakaran di 20 Kota/Kabupaten yang melibatkan 1.624 peserta dari 146 komunitas pasar rakyat di seluruh Indonesia. Selain edukasi dan simulasi, Danamon Peduli juga mendistribusikan lebih dari 200 alat pemadam api ringan (APAR) untuk ditempatkan di pasar-pasar setempat. Materi pelatihan terdiri dari teori pengenalan potensi bencana serta pencegahan dan penanganan kebakaran diiringi dengan materi praktik, dimana peserta diajarkan bagaimana memadamkan api, baik dengan media konvensional dan alat pemadam kebakaran api ringan.

30
Aug

Kegiatan Peduli Lingkungan dan Pelatihan Mitigasi Kebakaran Pasar di Kota Medan

Medan, 30 Agustus 2017. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”) dan anak perusahaannya Adira Finance dan Adira Insurance beserta Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) memperkuat komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pasar rakyat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yaitu kegiatan Peduli Lingkungan. Pada kesempatan ini, Danamon dan Danamon Peduli memberikan pelatihan Mitigasi Kebakaran kepada perwakilan para pedagang Pasar kota Medan & menyerahkan bantuan berupa APAR & peralatan kebersihan kepada PD Pasar Kota Medan.

“Pasar rakyat merupakan salah satu poros kehidupan dan tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karenanya, sejak tahun 2014, kami menyelenggarakan kegiatan Peduli Lingkungan yang mendukung perbaikan lingkungan di sekitar pasar tradisional (pasar rakyat). Kondisi lingkungan pasar sangatlah penting mengingat kebersihan dan kenyamanan pasar adalah faktor utama pertimbangan konsumen untuk berbelanja di pasar. Jika pasar bersih, nyaman dan aman, tentu akan meningkatkan minat masyarakat untuk belanja sehingga mendorong laju roda perekonomian daerah,” jelas Indrayana LS, Danamon Regional Head – SEMM Wilayah Sumatera.

Seluruh kegiatan Peduli Lingkungan di wilayah kerja Danamon, baik yang dilakukan di kantor pusat maupun kantor cabang merupakan inisiatif berkelanjutan dan dimonitor langsung oleh Danamon Peduli selaku penerima amanah dan pelaksana kegiatan tanggung jawab sosial Danamon dan anak perusahaan. Untuk mendukung kegiatan ini, sepanjang tahun 2017 anggaran yang dialokasikan oleh Danamon dan disalurkan melalui Danamon Peduli khusus untuk kegiatan peduli lingkungan di pasar rakyat sejumlah Rp 2,5 miliar.

“Kegiatan Peduli Lingkungan yang rutin kami selenggarakan ini adalah komitmen Danamon Peduli sebagai mitra pembangunan pemerintah, khususnya dalam upaya mengembangkan pasar rakyat. Bersama dengan Danamon dan anak perusahaan, kami menargetkan tercapainya perbaikan lingkungan di lebih 50 pasar rakyat setiap tahunnya, serta melibatkan ribuan relawan yang berasal dari karyawan. Kegiatan Peduli Lingkungan terus kami giatkan karena selaras dengan agenda pembangunan pemerintah – Nawacita nomor 6 dan Tujuan Pembangunan Global yang Berkelanjutan (SDG),” ucap Restu Pratiwi, Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

Terkait dengan kegiatan peduli lingkungan ini, Danamon juga terus menggalakkan gerakan 3R, yaitu Reduce, Recycle dan Reuse dari sampah kertas yang dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan untuk selanjutnya diolah menjadi produk daur ulang yang dapat dimanfaatkan kembali.

23
Jul

Yayasan Danamon Peduli Kembangkan Festival Pasar Rakyat Berbasis Komunitas

Pontianak, 22 Juli 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali gaungkan kampanye nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara melalui penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat (FPR) serentak di tiga pasar rakyat, yaitu Pasar Kapuas Besar, Pasar Tengah dan Pasar Kenanga di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Pemerintah Kota Pontianak. Dihadiri oleh Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Sihard Hadjopan Pohan S.H, MM.; Wakil Walikota, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T.; Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo; Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kota Pontianak, Harry Mahapurawan; Kepala Sub. Bagian Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat, Adnan Sharif; Deputi Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Kalimatan Barat, Adinanto Cahyono; dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Selain perbaikan fisik, aspek promosi pasar rakyat menjadi sangat penting untuk mengimbangi persaingan dengan pasar swalayan dan supermarket. FPR merupakan kegiatan promosi mengenai pentingnya peran dan nilai pasar untuk suatu daerah, tidak hanya dari sudut pandang ekonomi tapi juga sosial dan budaya,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pada kesempatan ini terdapat 250 orang relawan dari 15 komunitas lokal lintas sektoral yang menjadi motor penggerak kegiatan. Mereka terdiri dari penari, pemusik, penulis, fotografer, videografer, seniman, artis pantomim, fashion designers. Didukung pula oleh Heru Prasetya penggiat budaya asal Solo yang dikenal lewat kegiatan budaya lokal dan kenegaraan, serta Dian Oerip penggiat kain tradisional dari Jakarta yang kerap mewakili Indonesia dalam memperkenalkan kekayaan kain nusantara bersama Kementerian Pariwisata RI di banyak negara.

Festival Pasar Rakyat di Kota Pontianak mengusung tema bernuansa lokal “Pegi Pasar Yok!” merupakan FPR berbasis komunitas pertama, setelah pembelajaran dari kegiatan serupa di tahun 2015 dan 2016. Pengembangan dilakukan agar FPR lebih optimal mencapai tujuannya, yaitu mengembalikan nilai dan peran pasar rakyat sebagai ruang publik yang edukatif, kreatif dan berbudaya yang dijaga dan dikembangkan oleh komunitas lokal.

Sebagai kegiatan pembukaan sekaligus ajang silaturahmi dan edukasi, komunitas selaku tim pelaksana meresmikan Gerakan Membersihkan Pasar (Gemar) pada tanggal 16 Juli 2016 di lokasi tempat pelaksanaan FPR Kota Pontianak bersama-sama dengan Pemerintah Kota Pontianak, pedagang pasar dan karyawan Danamon dan Adira Finance.
“Kami sangat terkesan dengan komitmen Pemerintah Kota Pontianak terhadap pengembangan pasar rakyat.

Terlebih dengan adanya kegiatan FPR ini, kami menjadi saksi atas semangat dan kepedulian komunitas serta generasi muda untuk mempromosikan pasarnya. Generasi muda ini terbukti mampu menjadikan pasar sebagai panggung dan etalase kekayaan Pontianak untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Kota Pontianak pantas menjadi panutan bagaimana mereka mampu menjadikan pasar rakyat sebagai rumah ekonomi, sosial dan budaya yang dicintai masyarakatnya,” lanjut Restu.

Kemitraan Danamon Peduli dan Pemerintah Kota Pontianak sudah terjalin sejak tahun 2010 melalui program pendampingan yang dinamakan Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) di Pasar Kemuning. Pasar Sejahtera tidak hanya menyasar pada perbaikan fisik, namun juga pendampingan dan pemberdayaan komunitas pasar agar memiliki perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengembangkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat melalui berbagai pelatihan usaha dan non usaha.

Selain pemerintah kota dan komunitas, FPR Kota Pontianak turut didukung oleh Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dan Texas Chicken Indonesia.

16
Jul

Kegiatan ‘Gerakan Membersihkan Pasar’ (GEMAR) Kota Pontianak

Minggu, 16 Juli 2017, Danamon dan Danamon Peduli berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pontianak dan komunitas lokal adakan kegiatan ‘Gerakan Membersihkan Pasar’ (GEMAR) yang berlokasi di Pasar Kenanga, Pasar Kapuas Besar dan Pasar Tengah.

Gemar merupakan pra event dari Festival Pasar Rakyat di Pontianak yang diinisiasi oleh komunitas dan relawan yang berjumlah lebih dari 200 peserta. Kegiatan gotong royong difokuskan untuk membersihkan sampah yang ada di Sungai Kapuas dan di sekitar pasar. Selain kegiatan GEMAR, komunitas juga melakukan edukasi kepada pedagang dan pengunjung pasar rakyat, tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Pada kesempatan ini, diadakan juga kegiatan Peduli Lingkungan oleh Danamon dan Adira Kota Pontianak, dengan pengadaan sebanyak 30 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang akan didistribusikan ke seluruh pasar rakyat di Kota Pontianak.

Kota Pontianak menjadi satu-satunya yang merayakan HUT Danamon Ke-61 dengan semangat “Back to Community” yaitu gotong royong membersihkan rumah ekonomi kebanggaan kita yaitu, pasar rakyat.

07
Jun

Danamon Raih Penghargaan SRI Kehati Award 2017 Rating SRI Kehati: B

Rabu, 7 Juni 2017, berlokasi di hotel Shangrila, Jakarta, Danamon meraih penghargaan SRI Kehati Award 2017 Rating SRI Kehati : B, dalam acara Dinner Talk – Eco Friendly Companies Indonesia Green Company Award dan SRI Kehati 2017, yang diadakan oleh Majalah SWA dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Restu Pratiwi, selaku Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, mewakili Danamon menerima penghargaan SRI Kehati Award 2017.

SRI (Sustainable and Responsible Investment)-KEHATI adalah suatu indeks yang diluncurkan atas prakarsa Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juni 2009. Indeks ini dimaksudkan untuk memberi tambahan pedoman investasi bagi investor dengan membuat suatu benchmark indeks baru yang secara khusus memuat emiten yang memiliki kinerja yang baik dalam mendorong usaha-usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik. Penilaian diberikan berdasarkan kinerja keuangan yang baik, serta memenuhi aspek fundamental terkait dengan Environmental, Social and Governance (ESG).

“Memastikan kelangsungan bisnis dengan menerapkan “Green Company/Business” tidak saja sebatas dengan membangun gedung berkonsep hijau lengkap dengan pengelolaannya namun yang tidak kalah penting bagaimana setiap karyawan paham dan secara sadar menjalankan perilaku hijau atau ‘Green Behavior’ dan menjadikan hidupnya ‘Green Living’ yaitu kebiasan yang selaras dan peduli dengan lingkungan serta memulai business unusual, bukan lagi business as usual”, jelas Restu Pratiwi Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

27
May

Siap Hadapi Persaingan dengan Pengelolaan Usaha dan Pemasaran Produk yang Profesional

Pekalongan, 26 Mei 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) hari ini menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengusaha mikro, kecil dan menengah bertajuk ‘Strategi Pengelolaan Usaha dan Pemasaran Produk untuk UMKM.’ Kegiatan yang melibatkan 40 UMKM Kota Pekalongan ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Zainul Hakim, SH, M. Hum.Sejak 2010 Dan

amon Peduli, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan dalam program revitalisasi pasar rakyat bertajuk Pasar SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat). Pasar SEJAHTERA merupakan program revitalisasi yang meliputi aspek fisik dan non fisik dari pasar rakyat. Peningkatan kapasitas dilakukan di antaranya melalui kegiatan pelatihan sebagai salah satu bentuk dukungan non fisik terhadap keberadaan pelaku usaha UMKM, baik dalam ruang lingkup pasar tradisional (pasar rakyat) maupun UMKM secara umum.

“Dari hasil assessment kami kepada para pelaku UMKM di Kota Pekalongan, beberapa hal yang perlu ditingkatkan adalah strategi dan kemampuan pengelolaan usaha yang lebih profesional. Rata-rata para pelaku UMKM dalam melakukan kegiatan usahanya, dari mencari bahan baku, pengolahan sampai pemasaran produk masih ditangani oleh orang yang sama. Hal ini menurut pandangan mereka terbukti mampu menekan biaya operasional, namun sayangnya seringkali mengurangi kualitas dari produk yang dihasilkan karena proses produksi tidak dilakukan secara profesional,” jelas Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS, 2006) populasi UMKM mencapai 42,5 juta unit atau 99,9% dari keseluruhan pelaku bisnis di tanah air. UMKM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 99,6%. Sementara itu, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 56,7%.

Untuk itu, pada pelatihan ini peserta dibekali pengetahuan akan fungsi dan manfaat manajemen serta pemasaran bagi pengembangan usaha. Tujuannya adalah untuk mendorong pelaku usaha UMKM agar memiliki kemampuan manajerial yang baik dan profesional. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi motivasi dan sharing session dari pelaku UMKM yang sudah mumpuni dalam menjalankan usahanya.“Kota Pekalongan adalah salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Lebih dari itu, kekayaan motif dan produk batiknya mengukuhkan Kota Pekalongan masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori craft dan folk art sehingga produk-produk UMKM lain dari Kota Pekalongan akan memiliki kemungkinan lebih besar dan mudah dikenali oleh pasar.

Oleh karena itu penting untuk dapat mempersiapkan pelaku usaha yang berorientasi pada pengelolaan usaha dan pemasaran produk yang lebih profesional,” tutup Restu Pratiwi.Untuk kegiatan pelatihan dan literasi keuangan UMKM, Yayasan Danamon Peduli mengalokasikan anggaran sebesar Rp250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) selama tahun 2017 dengan sasaran lokasi pelatihan di DI Yogyakarta, Pekalongan, Probolinggo dan Balikpapan.