06
Nov

Dukung Pasar Sejahtera, Wamendag Temui Pedagang Pasar

SRAGEN, KOMPAS.com Untuk mendukung Pasar Sejahtera di Indonesia, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, Selasa (28/1/2014) pagi, menemui sejumlah pedagang pasar di Pasar Bunder, Sragen, Jawa Tengah. Selain bertemu dengan perwakilan pedagang pasar sejumlah daerah, Bayu juga akan meresmikan Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) ke-6 yang digelar Yayasan Danamon Peduli bekerjasama dengan pemerintah daerah. Bayu yang semalam menginap di Solo, Jateng, disertai rombongan terbatas, Selasa pagi ini sudah tiba di Pasar Bunder, Sragen.

Menurut Public Affairs Bank Danamon Mardiyah, kegiatan Pasar Sehat yang merupakan program Bank Danamon untuk ikut menyehatkan pasar, membuat hijau, bersih dan terawat pasar-pasar tradisional terkait dengan kegiatan lainnya seperti pengelolaan sampah-sampah dan pembuatan majalan dinding (mading), pembelajaran jurnalistik yang langsung dikelola oleh Yayasan Bank Danamon.

Jadi, Pasar Sehat in line dengan kegiatan berkesinambungan lainnya yang dikelola Yayasan Danamon Peduli,” kata Mardiyah. HPBN yang sudah berlangsung enam kali sejak tahun 2010 itu, sejauh ini sudah ada 7 pasar percontohan yang digagas Yayasan Danamon Peduli. Tujuh pasar itu adalah Pasar Ibuh Kota Payahkumbuh, Grogolan Kota Pekalongan, Bunder Kabupaten Sragen, Baru Kota Probolinggo, Semampir Kabupaten Probolinggo, Sindangkasih Kabupaten Majalengka dan pasar Kemuning Kota Pontianak. HPBN kali ini berlangsung sejak Selasa ini hingga Rabu (29/1/2014). Bisnis Keuangan Kompas

02
Oct

Bank Danamon-PMI Medan Gelar Bulan Peduli Lingkungan

MedanBisnis Medan. Bank Danamon melalui Yayasan Danamon Peduli bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan menggelar kegiatan Bulan Kepedulian Lingkunganku (BKL). Di antaranya dengan melakukan penanaman pohon di Bantaran Sungai Bederak, Medan Marelan, Sabtu (9/11). Vice President Regional Transaction Service Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Jaruddin Silvanus menyebutkan, kegiatan kepedulian terhadap lingkungan tersebut merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Bank Danamon.

Kegiatan BKL Bank Danamon tersebut tidak hanya melakukan penanaman pohon, tetapi juga telah melakukan berbagai pelatihan seperti Pelatihan Managemen Bencana, Pelatihan Fasilitator Palang Merah Remaja, dan Pelatihan Satgana (Satuan Penanggulangan Bencana).  Kegiatan BKL ini merupakan wujud kepedulian kami akan masalah global yang secara langsung berdampak pada kehidupan masyarakat, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Untuk itu, melalui kegiatan ini kita bersama-sama melakukan investasi sosial yang berdampak jangka panjang guna memberikan kualitas hidup dan kualitas lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang, kata Silvanus.

Kegiatan BKL 2013 yang mengusung tema Ubah perilaku dan gaya hidup untuk selamatkan lingkungan turut dihadiri Plt. Walikota Medan Drs. Dzulmi Eldin, Ketua PMI Sumut Rahmad Shah, Ketua PMI Cabang Medan Musa Rajeck Shah, dan para undangan lainnya. Ketua PMI Medan Musa Rajeck Shah mengatakan, PMI dalam kegiatannya tidak hanya semata-mata melakukan kegiatan donor darah, tetapi juga banyak kegiatan yang berhubungan dengan kemanusiaan dan lingkungan, seperti membantu masyarakat yang dalam kesusahan baik dalam korban bencana alam maupun kebakaran dan sebagainya.

Dalam kegiatan kali ini, kata pria yang akrab disapa Ijeck ini, dilakukan penanaman sebanyak 1.200 bibit pohon. Karena itu, diharapkan ke depannya kegiatan seperti ini terus berlanjut agar pelestarian lingkungan tetap terjaga sehingga dapat terhindar dari bencana yang tidak diinginkan. (hisar hasibuan) Media Bisnis Daily

02
Oct

Lagi, Mading Pasar Ibuh Payakumbuh Ke Pentas Nasional

Mading Pasar Sejahtera (PAS) Ibuh Kota Payakumbuh kembali menuju pentas nasional. Hal ini diungkapkan oleh tim mading PAS Ibuh Kota Payakumbuh saat wawancara dengan inioke.com beberapa waktu di Radioland Lantai III Pusat Pertokoan Blok Barat Pasar Ibuh. Pasar Tradisional Ibuh Kota Payakumbuh merupakan salah satu pasar yang dibina oleh Yayasan Danamon Peduli (YDP) dan satu-satunya di Sumatera. Baru-baru ini, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Ibuh Defitra didampingi Program Officer YDP Dany Yuda Saputra dan Project Officer YDP Payakumbuh Florina Meidia melakukan kunjungan ke basecamp mading PAS Ibuh, Jumat (11/10) lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Kabid Pasar Defitra yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu ini diterima langsung oleh tim mading yang terdiri dari Yunizar, Ngatiran, Sutra Nofriandini, Vinny Holyana, dan Ade Suhendra. Menanggapi lomba mading tingkat nasional yang diikuti oleh mading PAS Ibuh, Defitra berharap agar tim mading PAS Ibuh dapat lebih meningkatkan informasi yang bermanfaat bagi pedagang sebagai komunitas pasar. Selain itu, Defitra juga memberikan beberapa masukan agar mading yang telah terbit dapat dibundel sebagai dokumentasi tim mading. Untuk mading yang telah terbit sebaiknya dibundel dan dikumpulkan sebagai dokumentasi pribadi oleh tim mading. Kemudian ke depannya agar dilakukan survei terhadap pembaca yang singgah dan membaca informasi yang ada di mading, harap Kabid Pengelolaan Pasar Tradisional Ibuh Payakumbuh.

Saat ini selain Pasar Tradisional Ibuh Payakumbuh, YDP telah membina beberapa pasar di Indonesia seperti Pasar Grogolan di Pekalongan, Pasar Bunder di Sragen, Pasar Baru di Probolinggo, Pasar Semampir di Kabupaten Probolinggo, Pasar Sindangkasih Majalengka, dan Pasar Kemuning di Pontianak. Seluruh pasar ini nantinya akan mengikuti lomba mading yang sebelumnya dijuarai oleh Kota Probolinggo dan disusul oleh mading PAS Pasar Ibuh Payakumbuh. Sutra Nofriandini dan Vinny Holyana berharap tahun ini, Mading PAS Ibuh Payakumbuh dapat menjadi juara satu dan mengharumkan nama Provinsi Sumatera Barat khususnya Pasar Tradisional Ibuh Kota Payakumbuh. Harapan ini tidak hanya sekedar diucapkan saja oleh Sutra dan Vinny tapi juga diikuti dengan melakukan persiapan terhadap isi mading yang terbit satu atau dua kali seminggu ini.

Juara satu adalah target tahun ini. Semoga harapan ini dapat terwujud. Kemudian harapan lainnya adalah agar dapat bersosialisasi dengan pedagang sebagai komunitas pasar sehingga dapat meningkatkan kreatifitas dalam menyajikan informasi di mading PAS Ibuh Payakumbuh ini, tulis Sutra dan Vinny melalui pesan singkatnya kepada inioke.com. (ade) IniOke.com

05
Sep

Revitalisasi Taman Nginden Intan Sedot Dana Rp 300 Juta

Surabaya Taman Nginden Intan pasca revitalisasi tampak memiliki wajah lebih merona dibanding taman-taman cantik milik Pemkot Surabaya. Pantas saja, sebab Yayasan Danamon Peduli bersama Danamon-Adira merogoh kocek hingga Rp 300-an juta. Hal ini disampaikan Regional Corporate Officer PT Bank Danamon Indonesia wilayah Surabaya Eddie Harijanto Bintoro. Menurutnya, konsep yang diusung adalah tentang lingkungan hidup. Ya, sekitar Rp 300-an juta. Konsep taman ini sebagai lingkungan hidup.

Kami juga lengkapi fasilitas bermain anak, kata Eddie kepada detikcom di sela-sela acara, Sabtu (12/10/2013). Namun Eddie merasa sangat lega, desain revitalisasi Taman Nginden Intan kala itu langsung mengantongi izin langsung dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Proses revitalisasi dimulai sekitar Agustus 2013. Hanya butuh waktu dua bulan saja, Taman Nginden Intan langsung bisa diresmikan. Dari pantauan detikcom, Taman Nginden Intan dilengkapi beberapa fasilitas unik. Yakni 10 unit lampu taman, dua unit mainan seluncuran, dua unit mainan jungkat-jungkit, 4-5 unit alat fitnes outdoor, jogging track area, area refleksi kaki dan 12 tong sampah. Juga ada pohon-pohon, pungkas Eddie. Detik News

30
Aug

Program Pelestarian Ikon Regional : Wadah Lebur Kontribusi Korporasi, Pemerintah dan Masyarakat

Akhirnya setelah melalui rangkaian panjang selama kurang lebih satu tahun, Yayasan Danamon Peduli (YDP) meluncurkan program teranyarnya yaitu Program Pelestarian Ikon Regional. Program ini juga mempunyai kekhususan karena program ini secara intensif melibatkan rekan-rekan Danamon di region terkait karena program ini juga sekaligus didisain sebagai testimoni investasi sosial korporasi di region tersebut. Bekerja sama dengan Danamon Region I, YDP meluncurkan proyek pertama, Pelestarian Lingkungan dan Budaya Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Marunda yang bertujuan untuk menyeimbangkan pembangunan, pemeliharaan dan pelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan sosial melalui pemberdayaan dan penggerakan masyarakat di wilayah Marunda.

Kedepannya, dengan menggunakan formula serupa yang disesuaikan dengan kondisi dan prioritas strategis di region bersangkutan, program ini akan dikembangkan sebagai ikon dukungan korporasi bersama YDP di setiap region operasional Danamon. Ada Apa Dengan Marunda? Di antara tumpukan balok-balok besi raksasa-kargo pengangkutan barang-barang, wilayah yang berada di ujung utara kota Jakarta ini ternyata mempunyai nilai ikonik kultural. Dua ikon sejarah dan budayanya, Rumah si Pitung dan Masjid Al Alam (salah satu mesjid tertua di Jakarta yang berdiri sejak abad 16) hadir di tengah-tengah permasalahan lingkungan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, baik sosial maupun ekonomi. Dua ikon budaya tersebut ditetapkan sebagai 12 Destinasi Wisata Pesisir di Jakarta Utara, dan di sisi lain kawasan Marunda resmi menjadi bagian Kawasan Ekonomi Khusus.

Dengan berkembangnya wilayah tersebut menjadi kawasan industri, sebagian besar masyarakat telah mengalami pergeseran dalam sumber mata pencahariannya. Masyarakat yang semula berprofesi sebagai nelayan banyak telah beralih pekerjaan menjadi buruh maupun pekerjaan tidak tetap lainnya. Dua ikon itu sendiri seolah tenggelam di balik pemukiman yang kian padat dan banjir rob yang rutin menyapa. Padahal potensi ekonomi dan budaya seharusnya dapat saling menunjang jika dikelola dan dikembangkan secara utuh dan seimbang.

Kepedulian Berorientasi Pembangunan Rasionalisasi dari program ini didasarkan atas pemikiran bahwa pembangunan yang merupakan kebutuhan dan keharusan jalan mencapai pertumbuhan ekonomi wilayah dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya seringkali mempunyai konsekuensi serta dampak sosial dan ekologis yang tidak selalu diharapkan. Belum lagi jika kita menyinggung soal budaya, baik yang berupa fisik maupun non fisik. Tidak terhindarkan, pembangunan acap kali menipiskan rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap budaya dan kearifan lokal.

Maka, sebagai langkah pertama program, kemitraan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Kota Administratif Jakarta Utara dilakukan melalui sinergi program dukungan ini dengan program pembangunan daerah. Diawali dengan konsultasi yang intensif baik dengan Pemerintah Daerah dan warga Marunda, pada Maret 2013 YDP dan Pemprov DKI menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk program kerja sama ini selama dua tahun. Serangkaian kegiatan mengikuti penanda-tanganan kesepakatan ini, termasuk tergelontorkannya anggaran bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik pada tahun 2012 maupun 2013. Dalam balutan komponen wajib pelestarian lingkungan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat kegiatan-kegiatan Pemprov Jakarta Utara dan YDP saling melengkapi baik dalam kegiatan fisik dan non fisik. Contohnya YDP memberikan fasilitas paket peralatan kebersihan untuk masyarakat kerja bakti membersihkan lingkungan, sedangkan Sudin Pertanian Jakarta Utara menanam 2.750 bibit bakau sebagai upaya menangkal abrasi air laut.

Pemko Jakarta Utara memperbaiki jalan utama menuju pemukiman warga, YDP membangun sejumlah fasilitas sosial : posyandu, aula pertemuan warga dan arena bermain anak-anak, perbaikan gedung PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Masjid Al Alam. Pelatihan pembuatan kompos limbah rumah tangga untuk ibu ibu warga RT 1, 2, 3, 4 Marunda, bekerja sama dengan Kebun Karinda Pelatihan pembuatan kompos limbah rumah tangga untuk ibu ibu warga RT 1, 2, 3, 4 Marunda, bekerja sama dengan Kebun Karinda Masyarakat Sebagai Pelaku Utama Program Program ini menekankan pada pembangunan kapasitas masyarakat agar dapat mengelola sumber daya dan segala potensi lokal yang ada.

Sehingga, masyarakat dapat memperoleh keuntungan dari sumber-sumber tersebut namun tetap dapat memelihara lingkungan serta peninggalan sejarah dan budayanya. Sesuai pendekatan tersebut, maka sedari awal warga Marunda sudah dilibatkan dalam perencanaan program. Dari merekalah tergali apa-apa yang menjadi inti dari permasalahan yang ada di kawasan ini. Dari mereka pula didapatkan komitmen kesediaan untuk menjadi pelaku utama dalam perbaikan, pengembangan, dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tinggal mereka tersebut. Peran serta warga ini lebih diperkuat lagi pada awal Juli 2013 lalu dalam acara Pengukuhan Penggerak Masyarakat Marunda dan Peresmian Fasilitas Pelayanan Masyarakat.

ada kesempatan tersebut, Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, secara simbolis mengukuhkan perwakilan dari warga sebagai penggerak masyarakat. Menggerakkan kaum muda Marunda dalam perencanaan dan implementasi program Menggerakkan kaum muda Marunda dalam perencanaan dan implementasi program Untuk menjaga komitmen yang sudah diperoleh, pertemuan dan diskusi kelompok simultan diadakan. Tidak hanya diskusi biasa-biasa saja, diskusi juga dilakukan dengan media lenong. Selain membawa angin segar, dengan format ini masyarakat didekatkan kembali dengan budaya lokal Betawi.

Pelatihan peningkatan kapasitas warga juga telah diadakan beberapa kali seperti pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos, pembuatan pembuatan kerajinan tangan, dan pelatihan untuk tenaga survei. Kemudiam untuk memantau berjalannya program di level komunitas maka dibentuklah Rempug Keluarga Marunda. Forum yang terdiri dari tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat ini diharapkan dapat menjalankan peran sebagai tempat berbagi informasi mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi program di komunitas.

Program Keroyokan Sejalan dengan retorika pembangunan dalam dasawarsa terkahir, perluasan manfaat dan keberlanjutan pembangunan membutuhkan kerja sama yang seluas-luasnya dengan berbagai pihak. Karena itu program ini dirancang terbuka untuk kemitraan yang seluas-luasnya. Selain dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Kota Administratif Jakarta Utara, kegiatan-kegiatan yang sudah dijalankan dan sudah dirancang di Marunda saat ini juga merupakan kerja sama dari berbagai pihak.

Dalam mendukung pelestarian dan promosi budaya lokal, YDP bekerja sama dengan kelompok kesenian lokal guna menggairahkan kembali berbagai kesenian tradisional yang sudah mulai dilupakan. Dukungan yang diberikan berupa penyediaan sarana dan peralatan kesenian dan peningkatan sarana Galeri Pameran di kawasan Rumah si Pitung. Di keluarga besar Danamon sendiri, Danamon Investasi dan FX (IFX) dan Danamon Syariah ambil bagian dalam program ini. Danamon IFX adalah pihak yang membantu perbaikan PAUD. Danamon Syariah melalui dana sosial Qordhu Hasannya membantu perbaikan Mesjid Al Alam dan mendukung pengembangan usaha produktif oleh warga. Khusus untuk pengembangan usaha produktif ini, Pusat Ekonomi Syariah, menetapkannya sebagai contoh nyata dari gres (Gerakan Ekonomi Syariah), sebuah gerakan berskala nasional yang akan secara resmi diluncurkan presiden pada bulan September mendatang. Diskusi-diskusi dengan pihak luar untuk membantu pengembangan kawasan ini juga masih terus berjalan.

Sampai saat ini lembaga yang sudah berpartisipasi antara lain Kebun Karinda, lembaga binaan dari Bapak Djamaluddin Suryohadikusumo (mantan Menteri Kehutanan) dan Ibu Sri Muniarti Djamaludin yang fokus pada pelestarian lingkungan. Kebun Karinda memfasilitasi pelatihan pembuatan kompos skala rumah tangga metode keranjang takakura untuk ibu-ibu warga Marunda. Selain itu, Kebun Karinda juga menyumbangkan pohon sapu tangan yang tergolong langka, untuk merindangkan taman Rumah si Pitung.

Melalui keseluruhan proses partisipatif dari semua pihak ini, diharapkan akan terbangun komitmen untuk bersama-sama melakukan upaya pemeliharaan lingkungan dan pelestarian serta promosi budaya lokal. Menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama ini bukanlah proses yang cepat dan mudah, namun YDP percaya bahwa hasil akhirnya akan efektif dalam menjaga kesinambungan program. (JP)

08
Jul

Bulan Kepedulian Lingkunganku 2013 Sukses Bersama Dalam Melestarikan Negeri

Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan serangkaian kegiatan pelestarian lingkungan yang dikemas dalam Program Bulan Kepedulian Lingkunganku (BKL). Setelah sempat mengalami penurunan partisipasi pada tahun 2012, tahun ini program Bulan Kepedulian Lingkunganku sukses dilaksanakan 100% oleh rekan-rekan Danamon dan Adira di seluruh Indonesia. Ada 50 proposal yang masuk melingkupi 2.245 cabang/unit dengan nilai total kegiatan kurang lebih lima miliar rupiah. Penghijauan dan biopori adalah yang kegiatan yang paling banyak dilaksanakan; kegiatan yang secara tidak langsung telah mendukung gerakan nasional menanam sejuta pohon.

Salah satu kegiatan yang cukup besar adalah penghijauan oleh BCO Tegal yang melingkupi 48 unit/cabang Danamon dan Adira, Ada tiga kegiatan utama yang dilakukan, yaitu penanaman 500 pohon mahoni, trembesi dan ketapang di sepanjang jalan menuju objek wisata Pantai Radunsanga Indah (Panin) Brebes, Jawa Tengah. Selain itu, ada 1.750 pohon mangga yang disebar di tujuh kabupaten/kota eks Karasidenan Pekalongan. Pohon-pohon ini didistribusikan melalui dinas terkait di masing-masing wilayah. Tidak berhenti di situ, adapula pembuatan taman kota di Komplek Gelanggang Olah Raga Kota Brebes Pada acara serah terima kepada pemerintah daerah, lebih dari 350an karyawan Danamon dan Adira yang terlibat langsung dalam penanaman pohon ini hadir untuk menunjukkan semangat dan komitmennya.

Semangat tersebut sukses ditularkan pada Bupati Brebes, Hj. Idza Prayanti, yang menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan sebaik mungkin apa yang sudah diberikan rekan-rekan Danamon dan Adira. Pohon-pohon ini akan dirawat dengan baik agar tumbuh menghijau-rindangkan Brebes. Kemudian, pembangunan fasilitas sanitasi air adalah salah satu kebutuhan krusial masyarakat yang juga cukup banyak diresponi oleh rekan-rekan Danamon dan Adira. Salah satu yang melaksanakan kegiatan ini adalah rekan-rekan di wilayah BCO Kendari Sulawesi Tenggara. Dua paket sanitasi air yang terdiri dari sumur bor lengkap dengan mesin pompa airnya plus menara dan tendon air dibangun untuk Mesjid An Nur dan Al Muhajirin di Desa Pombure Kecamatan Lambadia Kabupaten Kolaka Timur. Cerita lain datang dari Borneo. Salah satu kegiatan BKLnya dilaksanakan oleh 121 unit/cabang yang masuk dalam lingkup enam BCO di Kalimantan Barat.

Tahun ini, kegiatan ynag dipilih adalah pembuatan tempat sampah permanen di sepuluh titik Kota Pontianak. Hal ini sejalan dengan isu penanggulangan sampah yang sedang hangat diusung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Ibu Hartati Chandra, BCO Pontianak, pada salah satu kesempatan menuturkan, setelah dua tahun berturut-turut bekerja sama dengan Pemda, Pemda Pontianak kini mengenal Danamon sebagai pihak yang konsisten terhadap isu lingkungan, terlebih, Program Pasar Sejahtera binaan Yayasan Danamon Peduli (YDP) hadir juga di Pasar Kemuning Pontianak. Secara eksplisit Ibu Hartati menyampaikan bahwa Indonesia perlu mempunyai program-program yang disusun secara holistik dan bersifat berkelanjutan seperti halnya Program Pasar Sejahtera (SEhat hiJAu bersiH TERAwat).

Saya mengapresiasi kegiatan macam Pasar Sejahtera, karena kegiatannya berkelanjutan dan ada supervisi langsung dari pihak YDP di sini. Mungkin itu juga yang harus diterapkan pada kegiatan BKL. Ada staff khusus yang mengurusi program BKL ini, sehingga kegiatannya tidak hanya berlangsung sekali tapi ada follow up sesudahnya,” ungkapnya. Harapan BKL juga bisa berkembang ke arah serupa Program Pasar Sejahtera ini didasarkan pada pengalaman mengerjakan kegiatan BKL sebelumnya, dimana poin penting yang belum tercapai adalah masalah evaluasi dan monitoring yang utamanya terkendala pada keterbatasan dana dan sumber daya dari rekan-rekan Danamon dan Adira. Akan tetapi dorongan agar tahun ini unit/cabang bergabung untuk melaksanakan kegiatan BKL diakui Ibu Hartati sangat efektif untuk memperluas manfaat program.

Akan lebih baik lagi jika kegiatan ini benar-benar dipusatkan saja di masing-masing region, jadi dananya akan lebih besar. Efek yang tercipta akan lebih terasa, baik manfaat maupun rekognasinya. Selain itu akan lebih simple toh, karena hanya akan ada tujuh proposal yang masuk sesuai dengan jumlah region Danamon, ujarnya sambil tersenyum. Dua harapan yang diungkapkan di atas menjadi sumber pembelajaran yang sangat berharga bagi untuk terus meningkatkan kualitas program yang dilaksanakan sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap isu lingkungan ini. Sebagai jawaban atas harapan-harapan tadi, YDP sendiri tengah menggodok satu program teranyar yang menjadi pengembangan dari BKL. Semoga, dengan dukungan penuh seluruh keluarga besar Danamon-Adira, keberlanjutan yang menjadi salah satu ciri spesifik dari program-program YDP dapat berkontribusi maksimal dalam pembangunan negeri ini.

08
Jul

Danamon Dukung Pelestarian Lingkungan dan Budaya Lokal

Starberita Jakarta, Yayasan Danamon Peduli bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Kota Administratif Jakarta Utara, hari ini menyelenggarakan Pengukuhan Penggerak Masyarakat Marunda dan Peresmian Fasilitas Pelayanan Masyarakat di kawasan Rumah si Pitung, Kampung Marunda, Jakarta Utara.

Kegiatan ini merupakan salah bentuk dari kerjasama antara sektor swasta dan pemerintah atau public private partnership (PPP) Danamon dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta , dimana dana yang diberikan oleh kedua pihak untuk kegiatan tahun 2013 adalah sebesar Rp1,17 miliar.  Melalui Yayasan Danamon Peduli, kami dengan bangga melaksanakan program investasi sosial di kawasan Marunda. Hal ini sejalan dengan visi kami untuk peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan dan pada hakekatnya tujuan program ini adalah membangun kapasitas masyarakat agar dapat mengelola sumber daya dan segala potensi lokal yang ada.

Sehingga, masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat dari sumber-sumber tersebut dan dapat memelihara lingkungan serta peninggalan sejarah dan budayanya,kata Henry Ho , Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Marunda, dengan dua ikon sejarah dan budayanya, Rumah si Pitung dan Masjid Al Alam yaitu salah satu masjid tertua di Jakarta, merupakan kawasan yang memiliki potensi yang besar sekaligus menghadapi tantangan yang tak kalah besarnya.

Pengukuhan Penggerak Masyarakat Marunda ini dilakukan secara simbolis dengan penyematan pin kepada 50 warga perwakilan kelompok penggerak Marunda oleh Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, disaksikan serta pejabat dinas terkait Jakarta Utara, serta Henry Ho dengan manajemen Danamon lainnya. Turut hadir dan mendukung kegiatan ini ini adalah pengurus Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), serta para undangan lainnya. Bambang Sugiyono menyampaikan bahwa dalam setiap upaya pembangunan, peran aktif masyarakat tidak bisa tidak menjadi kunci sukses dari upaya tersebut. Oleh karenanya, para penggerak dapat bersungguh-sungguh menggalang dan mengajak warga berpartisipasi dan kontribusi secara efektif.

Dalam acara yang sama dilakukan peresmian serta penyerahan simbolis lainnya yaitu peresmian fasilitas sosial, antara lain: Posyandu, Aula Pertemuan Warga, dan arena bermain kanak-kanak.Pemberian kunci simbolik gerobak motor sampah kepada perwakilan anggota kegiatan kesehatan lingkungan. Dukungan yang diberikan adalah dalam bentuk berbagai pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga. Selain itu, Yayasan Danamon Peduli juga telah melakukan penanaman bakau dan penghijauan di kawasan yang sering mengalami banjir rob ini, dengan melibatkan aktif masyarakat dalam kegiatan pemeliharaan lingkungan.

Pemberian Baju si Pitung kepada perwakilan kelompok budaya/seni, yang melambangkan dukungan pelestarian dan promosi budaya lokal, penyediaan sarana dan peralatan kesenian dan peningkatan sarana Galeri Pameran di kawasan Rumah si Pitung. Pemberian Paket Usaha Produktif kepada perwakilan kelompok ekonomi, yang terdiri dari pemberian modal usaha, identifikasi potensi usaha serta pelatihan keterampilan dan pemasaran. Kegiatan usaha produktif mendapatkan dukungan dana sosial Qordhu Hasan* dari Danamon Syariah.

Potensi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar. Melalui program Gerakan Ekonomi Syariah’ (GRES!) yang diluncurkan oleh PKES. Diharapkan masyarakat Indonesia menjadikan ekonomi syariah sebagai pilihan yang menguntungkan, sehingga ekonomi syariah menjadi bagian signifikan dari perekonomian nasional. Program kerja sama yang kami lakukan di Marunda ini menjadi contoh nyata dari apa yang secara nasional hendak kita gerakkan, momentum ini tentunya diharapkan dapat memberikan dampak yang positif pada usaha yang akan dijalankan masyarakat, kata Herry Hykmanto, Pengurus PKES dan Direktur Danamon Syariah. Kerjasama Yayasan Danamon Peduli dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini juga melibatkan peran masyarakat. Bonaria Siahaan, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli menjelaskan Kesinambungan program kami rintis mulai dari tahap perencanaan dan disain dengan cara berkoordinasi erat dan mensinergikan program dukungan kami dengan program pembangunan daerah.

Kami juga melakukan dialog dan konsultasi dengan warga setempat guna memahami betul permasalahan yang dihadapi dan kebutuhan warga. Melalui proses yang partisipatif ini, kami membangun komitmen warga untuk bersama-sama melakukan upaya pemeliharaan lingkungan dan pelestarian serta promosi budaya lokal. Dengan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama, kami yakin bahwa hasil akhirnya akan efektif. ujarnya.(REL/MBB) Star Berita

05
Jul

Budaya Betawi : Danamon Peduli Serahkan Bantuan

BISNIS.COM, JAKARTA Yayasan Danamon Peduli bersama Pemerintah Jakarta Utara menyelenggarakan Pengukuhan Penggerak Masyarakat Marunda dan Peresmian Fasilitas Pelayanan Masyarakat di kawasan Rumah si Pitung, Marunda, Jakut.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari kerja sama antara Danamon dan Pemprov DKI Jakarta dengan nilai dana Rp1,17 miliar selama kegiatan pada 2013. Henry Ho, Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengatakan bangga melaksanakan program investasi sosial di kawasan Marunda melalui Yayasan Danamon Peduli. Hal itu, tuturnya, sejalan dengan visi untuk peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan dengan membangun kapasitas masyarakat agar dapat mengelola sumber daya dan segala potensi yang ada. Sehingga masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat dari sumber-sumber tersebut dan dapat memelihara lingkungan serta peninggalan sejarah dan budayanya, ujarnya, Kamis (4/7/2013). Marunda memiliki dua ikon sejarah dan budaya, yakni Rumah si Pitung dan Masjid Al Alam yaitu salah satu masjid tertua di Jakarta.

Marunda merupakan kawasan yang memiliki potensi yang besar sekaligus menghadapi tantangan yang tak kalah besarnya. Pengukuhan Penggerak Masyarakat Marunda dilakukan secara simbolis dengan penyematan pin kepada 5 warga perwakilan oleh Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono disaksikan pejabat dinas terkait serta jajaran manajemen Danamon.

Dalam setiap pembangunan, peran aktif masyarakat menjadi kunci sukses dari upaya tersebut. Oleh karenanya, para penggerak dapat bersunguh-sungguh menggalang dan mengajak warga berpartisipasi dan kontribusi efektif, ujar Bambang Sugiyono. Dalam acara ini juga dilakukan beberapa peresmian dan penyerahan bantuan yakni peresmian fasilitas sosial dan pemberian kunci simbolik gerobak sampah. Selain itu juga dilakukan pemberian baju si Pitung, pahlawan dari Betawi, dan sarana serta peralatan kesenian kepada pewakilan kelompok budaya. Danamon juga memberikan pemberian paket usaha produktif kepada perwakilan kelompok ekonomi yang terdiri modal usaha, identifikasi potensi usaha dan pelatiha ketrampilan serta pemasaran.

05
Jul

Kampung Si Pitung Dapat Bantuan

Yayasan Bank Danamon kembali mengucurkan dana sebesar Rp 1,17 miliar untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar Kampung Si Pitung, Marunda, Jakarta Utara, Kamis (4/7/2013). Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai macam kegiatan pemberdayaan masyarakat, pembangunan fasilitas dan pelestarian budaya lokal di wilayah tersebut.

Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli Bonaria Siahaan (kiri), Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono (dua kiri), Direktur Utama Bank Danamon Hendry Ho (kanan) mengamati salah satu produk UKM di kawasan tersebut Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli Bonaria Siahaan (kiri), Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono (dua kiri), Direktur Utama Bank Danamon Hendry Ho (kanan) mengamati salah satu produk UKM di kawasan tersebut Dalam acara tersebut juga dilakukan Pengukuhan Penggerak Masyarakat Marunda dan Peresmian Fasilitas Pelayanan Masyarakat di Kawasan Rumah Si Pitung, Kampung Marunda, Jakarta Utara. Program ini dalam rangka memberikan dukungan pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Foto Detik

05
Jul

Danamon Syariah Salurkan Qardhu Hasan ke Usaha Produktif Marunda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA Unit usaha syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon Syariah) menyalurkan Qordhu Hasan kepada kegiatan usaha produktif masyarakat Marunda, Jakarta Utara. Qardhu Hasan merupakan dana kebajikan umat yang bersumber dari sumbangan umat serta denda-denda keterlambatan para nasabah dalam membayar kewajiban sebagai nasabah pembiayaan dari Danamon Syariah.

Direktur Danamon Syariah, Herry Hykmanto mengatakan program kerjasama yang dilakukan di Marunda tersebut menjadi contoh nyata dari perbaikan perekonomian nasional.  Momentum ini diharapkan dapat memberi dampak positif pada usaha yang dijalankan masyarakat, ujarnya di Kampung Maruda, Jakarta Utara, Kamis (4/7). Untuk 2013, Danamon Syariah menyediakan dana Rp 150 juta. Qardhu Hasan yang akan disalurkan ke masyarakat produktif Marunda sebesar Rp 99 juta.

Ini akan terus dikembangkan sambil melihat sektor apa saja yang potensial, ucap Herry. Herry menyebut pemberian paket usaha produktif kepada perwakilan ekonomi tersebut terdiri dari pemberian modal usaha, identifikasi potensi usaha serta pelatihan keterampilan dan pemasaran. Herry berujar potensi ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar, apalagi kini ada Gerakan Ekonomi Syariah (GRES!) yang diluncurkan Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES).

Masyarakat diimbau menjadikan ekonomi syariah sebagai bagian signifikan dari perekonomian nasional. Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Danamon Peduli bersama Pemerintah Kota Jakarta Utara juga menyelenggarakan Pengukuhan Penggerak Masyarakat Marunda dan Peresmiaan Fasilitas Pelayanan Masyarakat . Dana yang diberikan untuk program tersebut Rp 1,17 miliar. Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono mengatakan peran aktif masyarakat merupakan kunci sukses dalam setiap upaya pembangunan. Para penggerak dapat bersungguh-sungguh menggalang dan mengajak warga berpartisipasi dan kontribusi secara efektif,  kata dia. Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Danamon Peduli meresmikan fasilitas sosial seperti posyandu, aula pertemuan warga dan arena bermain anak-anak. Selain itu ada juga pemberian kunci simbolik gerobak motor sampah. Dukungan yang diberikan dalam bentuk berbagai pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga.

Yayasan juga menanam bakau dan penghijauan di kawasan yang sering mengalami banjir rob ini. Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Bonari Siahaan berujar akan terus berkonsultasi dengan warga setempat guna memahami betul permasalahan yang dihadapi dan kebutuhan warga. Melalui proses partisipatif ini, kami berusaha menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab sehingga hasil akhirnya akan efektif, ujarnya. Republika.co.id