21
Dec

Danamon dan Adira Wilayah 1 bersama Yayasan Danamon Peduli Laksanakan Kegiatan Peduli

Serahkan Bantuan Sarana Kebersihan dan Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Jakarta, 23 Desember 2015 PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. ( Danamon ) melalui Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bersama anak perusahaannya Adira (Adira Finance dan Adira Insurance) Kantor Wilayah 1 meliputi Jakarta dan sekitarnya, menggelar kegiatan Peduli Lingkungan serentak di 30 pasar rakyat di Jakarta. Dalam kegiatan ini diserahkan bantuan 559 sarana kebersihan berupa tempat sampah, serok sampah, sapu serta 17 alat pemadam kebakaran ringan.

Dalam rangkaian acara ini juga dilakukan pelatihan mitigasi bencana kebakaran kepada para pedagang pasar. Sepanjang tahun 2015, Danamon Peduli telah menyalurkan dana khusus untuk Kegiatan Peduli Lingkungan di pasar rakyat lebih dari Rp 2 milliar. Tujuan bantuan tersebut untuk mendukung kebersihan di lingkungan pasar sehingga masyarakat semakin senang berbelanja karena pasarnya bersih, nyaman serta aman. Dengan pengelolaan yang lebih profesional, pasar rakyat akan memiliki daya saing dengan pusat perbelanjaan modern dan pusat perdagangan lainnya. Melalui kegiatan Peduli Lingkungan ini, Danamon berkomitmen mendukung perkembangan pasar rakyat, melestarikan dan memajukan pasar rakyat sebagai karakter bangsa Indonesia.

Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah dan pengelola pasar atas upaya perbaikan dan pengembangan pasar rakyat. Kegiatan Peduli Lingkungan yang didukung penuh oleh PD Pasar Jaya ini menjadi salah satu upaya kami dalam menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang ada di pasar rakyat ujar Restu Pratiwi, Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli. Kegiatan Peduli Lingkungan yang dilakukan di kantor pusat maupun kantor-kantor wilayah Danamon merupakan inisiatif dari Yayasan Danamon Peduli. Pelaksanaan kegiatan Peduli Lingkungan ini dimonitor secara langsung oleh Yayasan Danamon Peduli. Tentang Yayasan Danamon Peduli: Yayasan Danamon Peduli resmi dibentuk oleh PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. dan PT Adira Dinamika Multifinance, Tbk. pada 17 Februari 2006.

Program-program Yayasan Danamon Peduli bertujuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat langsung pada masyarakat dan melibatkan relawan dari lingkungan keluarga besar Danamon. Dalam kiprahnya, Danamon Peduli secara konsisten berperan sebagai mitra pembangunan dengan program-programnya yang inovatif dengan tujuan berkontribusi pada prioritas pembangunan serta berkelanjutan dan dapat dikembangkan oleh berbagai pihak lain. Sejak tahun 2010, Danamon Peduli menjalankan program Pasar SEJAHTERA sebagai investasi sosial perusahaan dengan fokus pelaksanaan pada empat komponen kegiatan, yaitu: (1) Peningkatan kondisi fisik pasar; (2) Intervensi perubahan perilaku; (3) Peningkatan komitmen Pemerintah; dan (4) Peningkatan dukungan masyarakat. Saat ini, terdapat sembilan pasar percontohan Pasar SEJAHTERA, yaitu Pasar Ibuh-Payakumbuh di Sumatera Barat, Pasar Tejoagung Metro di Lampung, Pasar Sindangkasih-Majalengka di Jawa Barat, Pasar Bunder-Sragen di Jawa Tengah, Pasar Grogolan-Pekalongan di Jawa Tengah, Pasar Baru-Kota Probolinggo dan Pasar Semampir Kabupaten Probolinggo di Jawa Timur, Pasar Kemuning-Pontianak di Kalimantan Barat, dan Pasar Lambocca Bantaeng di Sulawesi Selatan. Dari jumlah tersebut, dua pasar yaitu Pasar Sindangkasih dan Pasar Semampir sudah diserahterimakan kepada Pemerintah setempat.

Selain melalui kegiatan Pasar SEJAHTERA ini, Danamon Peduli mewujudkan misi melalui program Cepat Tanggap Bencana, Danamon Peduli bekerja sama dengan para relawan dari karyawan Danamon dan Adira menyalurkan bantuan cepat kepada masyarakat yang terkena bencana selain juga melakukan beberapa kegiatan edukasi masyarakat dalam upaya mencegah dan memitigasi dampak bencana. Sejak didirikannya, Yayasan Danamon Peduli juga telah meraih beberapa penghargaan antara lain Juara ke-2 tingkat dunia BBC World Challenge 2009, MDGs Award 2009 untuk kategori pengentasan kemiskinan. Pada tahun 2011, Program Pasar Sejahtera mendapatkan penghargaan Asia Responsible Enterpreneurship Award untuk kategori Green Leadership. Pada pertengahan tahun ini, Yayasan Danamon Peduli menerima penghargaan dari Warta Ekonomi Social Business Inovation Award 2014 untuk kategori Best Sustainable Business Innovation Company in Clean Market Programme. Kuartal pertama di 2015, Yayasan Danamon Peduli meraih Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector (CECT) CSR Award 2015 kategori Overall Performance in Banking Sector Oleh Universitas Trisakti. Tentang Danamon: PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. didirikan pada tahun 1956 dan sampai dengan 31 Maret 2015 memiliki jaringan sekitar 2.074 terdiri dari antara lain kantor cabang konvensional, unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan unit Syariah, serta kantor-kantor cabang anak perusahaannya.

Danamon memberikan kepada nasabahnya akses ke hampir 60.000 ATM, termasuk melalui kerjasama dengan ATM Bersama dan ALTO di 33 provinsi di Indonesia. Danamon mengelola aset sebesar Rp 193,8 triliun sampai dengan akhir Maret 2015. Danamon belum lama ini menjadi Juara 1 Annual Report Award (ARA) 2013 dalam kategori Private Keuangan Listed category, diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (IDX), Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian BUMN, Komite Nasional Kebijakan Tata Kelola, dan Ikatan Akuntan Indonesia. Danamon juga meraih penghargaan Best Overall dalam Corporate Governance pada ajang 6th Corporate Governance Award, yang diselenggarakan The Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).

Danamon juga meraih penghargaan 1st runner up dalam kategori Financial Services untuk Best Sustainability Reporting 2013 dalam ajang Sustainability Reporting Award 2014 yang diselenggarakan oleh The National Center for Sustainability Reporting (NCSR). Dalam ajang internasional, Danamon masuk dalam daftar Forbes Global 2000 edisi tahun 2014, yang merupakan daftar perusahaan terbuka terbesar di dunia versi Majalah Forbes. Danamon adalah penerbit tunggal kartu Manchester United dengan kartu Debit/ATM dan kartu kredit Manchester United. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) adalah anak perusahaan Danamon yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor dan memiliki jaringan kantor cabang yang luas di lebih dari 260 kota di Indonesia. Danamon juga adalah pemegang saham mayoritas PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance), suatu perusahaan asuransi umum, dan PT Adira Quantum Multifinance (Adira Kredit), suatu perusahaan pembiayaan perabotan dan alat rumah tangga. Pada tanggal 31 Maret 2015 saham-saham Danamon sebesar 67,37% dimiliki oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd., 6,82% oleh JPMCB-Franklin Templeton Investment Funds dan 25,81% dimiliki oleh publik.

08
Dec

Mendorong Pengelolaan Pasar Rakyat Lebih Profesional dan Mempunyai Daya Saing

Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Diskusi Panel bertajuk “Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompetitif” pada Selasa (16/12/2015) di Jakarta.

Seminar dihadiri oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau dinas terkait pengawasan dan pengelolaan pasar rakyat di seluruh Indonesia dan pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap isu pasar rakyat. Penyelenggaraan Seminar ini bertujuan mendorong sosialisasi SNI 8125:2015 tentang Pasar Rakyat. Selain itu juga untuk memotivasi pemerintah daerah agar segera meningkatkan kualitas pasar rakyat yang ber-SNI. Seminar nasional dan diskusi panel SNI Pasar Rakyat ini menghadirkan pembicara antara lain Direktur Logistik dan Sarana Distribusi Kemendag Jimmy Bella, Kepala BSN Bambang Prasetya, Kepala Sub Direktorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat Kemenkes Yulikarmen, dan Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN Zakiyah.

Seminar dibuka langsung oleh Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi. Bambang dalam kesempatan tersebut menyampaikan, ia merasa gembira karena sekarang telah ada SNI Pasar Rakyat. Saya senang, supaya rakyat mengerti pasar yang hebat seperti apa, ungkap Bambang. SNI Pasar Rakyat, lanjut Bambang, dirumuskan dengan dasar berbagai peraturan pemerintah dari berbagai sektor terkait pembangunan /pengelolaan pasar, seperti kesehatan dan perdagangan. Ini bagus. SNI Pasar rakyat beda, tempat bersatunya berbagai aturan, kata Bambang. Adapun tujuan SNI pasar rakyat ialah agar pasar rakyat menjadi rumah ekonomi dan rumah budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. Saat ini, SNI pasar rakyat diterapkan secara sukarela. Tapi yang bisa memenuhi dengan baik akan dapat penghargaan.

Semoga Danamon Peduli bisa mengawal dengan baik, kata Bambang. Ke depan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akan merevitalisasi pasar-pasar rakyat yang ada. Revitalisasi pasar rakyat, lanjut Bambang, merupakan program prioritas pemerintah untuk menggerakkan perekonomian nasional. Selain itu, juga untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat daerah, serta menggerakkan aktivitas sosial. Kita perlu membuat rolemodel sebagai percontohan. Nanti akan mengundang wisata juga, kata Bambang. Bambang pun berharap, pasar rakyat bisa menjadi sarana transformasi Indonesia yang lebih cepat dan lebih baik. Restu menyampaikan, melalui Seminar ini diharapkan dapat mendukung motivasi dan meningkatkan komitmen pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia untuk segera meningkatkan kualitas pasar rakyat.

Pasar rakyat yang mempunyai SNI akan menciptakan pengelolaan pasar yang lebih professional sehingga memiliki daya saing dengan pusat perbelanjaan modern,ujar Restu. Dalam hal ini, Danamon Peduli berperan sebagai katalis yang bertujuan mempercepat perluasan manfaat agar SNI Pasar Rakyat ini menjangkau semua pemangku kepentingan. (ria-humas) Sumber : http://www.bsn.go.id/main/berita/berita_det/6925/Mendorong-Pengelolaan-Pasar-Rakyat-Lebih-Profesional-dan-Mempunyai-Daya-Saing#.VndWCr9pv2s

27
Nov

Danamon Peduli: Seminar Nasional untuk SNI Pasar Rakyat

DINAMIKARAKYAT.COM, Jakarta Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bekerja sama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN), Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kesehatan menyelenggarakan seminar nasional dan diskusi panel. Kegiatan ini bertajuk Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompetitif.

Seminar dihadiri oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau dinas terkait pengawasan dan pengelolaan pasar rakyat di seluruh Indonesia dan pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap isu pasar rakyat. Seminar ini bertujuan untuk mendorong sosialisasi SNI 8125:2015 tentang pasar rakyat dan memotivasi pemerintah daerah untuk segera meningkatkan kualitas pasar rakyat yang memiliki SNI.

Seminar nasional dan diskusi panel SNI Pasar Rakyat ini menghadirkan pembicara, Srie Agustina Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Bambang Prasetya Kepala Badan Standarisasi Nasional. Kemudian, Yulikarmen Kepala Sub Direktorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Abdullah Mansyuri Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Lutfi Rachman Direktur PD. Pasar Jaya dan Huzna Zahir dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Melalui seminar ini diharapkan dapat mendukung motivasi dan meningkatkan komitmen pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia untuk segera meningkatkan kualitas pasar rakyat. Pasar rakyat yang mempunyai SNI akan menciptakan pengelolaan pasar yang lebih profesional sehingga memiliki daya saing dengan pusat perbelanjaan modern maupun pusat perdagangan lainnya.

Dalam hal ini, Danamon Peduli berperan sebagai katalis yang bertujuan mempercepat perluasan manfaat agar SNI Pasar Rakyat ini menjangkau ke semua pemangku kepentingan, jelas Restu Pratiwi, Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli. Danamon melalui Yayasan Danamon Peduli mengambil langkah strategis untuk melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada revitalisasi fisik dan non fisik pasar rakyat melalui program bernama Program Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat). Melalui program pasar sejahtera ini Yayasan Danamon Peduli bersama dengan pemerintah daerah mendorong terciptanya pasar percontohan yang sesuai dengan standar penyelenggaraan pasar sehat yang diatur di Kepmenkes No.519/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Pasar Sehat dan selanjutnya menggunakan SNI 8125:2015 sebagai acuan.

Memasuki tahun ke-6 pelaksanaan program pasar sejahtera, Danamon Peduli terus menciptakan inisiatif dan pengembangan program yang disesuaikan dengan arah kebijakan pemerintah serta kebutuhan masyarakat. Selama tahun 2015, Danamon telah menyalurkan dana untuk kegiatan pasar sejahtera sebesar lebih dari Rp7 miliar. (art/drc) Sumber : http://dinamikarakyat.com/ekonomi/Danamon-Peduli–Seminar-Nasional-untuk-SNI-Pasar-Rakyat

26
Nov

Pasar Rakyat, Terbakar atau Dibakar

Masih jelas dalam ingatan kita, di awal bulan Mei 2015 sebuah pasar legendaris di Semarang, Jawa Tengah yaitu Pasar Johar habis dilahap si jago merah. Pasar rakyat dengan gaya arsitektur yang indah karya Thomas Karsten asal Belanda yang disebut-sebut pernah menjadi pasar terbaik se-Asia Tenggara itu kini hanya tinggal kenangan.

Ya, kita telah kehilangan salah satu ikon terbaik negeri ini. Fakta yang paling menyedihkan adalah terdapat lebih dari 200 pasar rakyat terbakar selama tahun 2015. Terbakar atau sengaja dibakar selalu menjadi pertanyaan terbesar ketika kita mendengar atau membaca berita tentang kebakaran sebuah pasar, lalu pertanyaan selanjutnya adalah berapa kerugian yang diakibatkan? bagaimana dengan nasib pedagangnya? bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka? Lalu, adakah yang bisa kita lakukan untuk meresponi bencana kebakaran yang terus menerus menimpa salah satu tonggak perekonomian lokal di negeri kita ini? Danamon melalui Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) didukung penuh oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNBD) berkomitmen untuk membantu para pemangku kepentingan di pasar-pasar rakyat khususnya para pedagang dan komunitas pasar untuk mampu menangani bencana kebakaran yang dapat kapan saja mengancam pasar mereka.

Mulai November 2015 Danamon Peduli dan BPBD melaksanakan Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran dan penyediaan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) yang dilakukan di beberapa pasar rakyat terpilih. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memahami konsep manajemen darurat; memahami proses kesiapsiagaan darurat dan sistemnya di lingkungan pasar; mencegah kesimpangsiuran dalam menghadapi keadaan darurat (tidak gugup atau panik); sebagai upaya untuk meminimalkan dan mencegah terjadinya korban jiwa, kerusakan harta benda/aset di lingkungan pasar jika bencana kebakaran terjadi; peserta mampu membuat analisa terhadap kebutuhan akan situasi gawat darurat di lingkungan pasar.

Pelatihan mitigasi bencana kebakaran yang dilaksanakan di 2015 ini melibatkan lebih dari 500 pedagang dan komunitas pasar di Pasar Ibuh, Payakumbuh Sumatera Barat, Pasar Tejoagung, Lampung, Pasar Bunder Sragen Jawa Tengah, Pasar Grogolan, Pekalongan Jawa Tengah, Pasar Baru, Probolinggo Jawa Timur, Pasar Kemuning, Pontianak Kalimantan Barat, Pasar Lambocca, Bantaeng Sulawesi Selatan, Pasar Pandansari, Balikpapan Kalimantan Timur, dan Pasar Kebon Kembang, Bogor Jawa Barat. Selain itu Danamon Peduli turut melengkapi alat pemadam kebakaran ringan sebanyak 10 buah untuk setiap pasar. Dalam pelatihan mitigasi bencana kebakaran, fasilitator pelatihan dari BPBD memberikan teori yaitu kepada peserta pelatihan bagaimana mencegah terjadinya bencana kebakaran, penanggulangan bencana kebakaran, proses evakuasi, formasi regu hidran lengkap di dalamnya adalah formasi tugas personil pemadam dalam melaksanakan operasi pemadaman sesuai dengan aturan, susunan formasi, tugas dan fungsi sebagai regu pemadam.

Selanjutnya adalah praktek, dimana fasilitator mengajarkan memadamkan api dengan kondisi darurat tanpa alat pemadam kebakaran maupun dengan alat pemadam kebakaran. Melalui pelatihan mitigasi bencana kebakaran dan penyediaan APAR ini, Danamon Peduli berharap pemangku kepentingan di pasar mampu melindungi dan meminimalkan dampak kerugian materi dan jiwa yang terjadi jika terjadi bencana kebakaran. Terbakar atau sengaja dibakar nampaknya akan terus menjadi pertanyaan di benak kita.

Namun kita bisa bernafas lega jika bencana kebakaran yang terjadi dengan cepat mampu ditaklukan hingga tidak lagi kita dengar hilangnya sebuah pasar yang diakibatkan karena kebakaran. Pasar rakyat adalah aset bangsa yang harus kita lestarikan dan kembangkan untuk mensejaterahkan masyarakat. Kegiatan ini adalah salah satu aksi nyata dari visi dan nilai Danamon dan Yayasan Danamon Peduli yaitu Kami Peduli dan membantu berjuta orang mencapai kesejahteraan.

25
Nov

Ikuti Seminar Nasional Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan…

Pendahuluan Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa asia lainnya. Demikian isi dari program keenam dalam Nawa Cita yang diusung pasangan Jokowi-JK dalam masa kampanye yang tentunya akan diimplementasikan dalam periode kerja mereka sampai lima tahun ke depan.

Pemerintah Jokowi-JK sekurang-kurangnya akan membangun infrastruktur jalan baru sepanjang 2.000 km, 10 pelabuhan baru dan 10 bandara baru dan yang paling penting dan relevan adalah akan melakukan revitalisasi 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia. Perwujudan revitalisasi tersebut dimulai dengan beberapa kajian yang salah satunya dilakukan oleh Kementerian Perdagangan yang merupakan lembaga payung pasar tradisional.

Kajian yang dilakukan tak hanya terkait masalah pembangunan fisik pasar semata, akan tetapi termasuk masalah pengelolaan dan sistem logistik barang di pasar tradisional. Selain kegiatan fisik di pasar tradisional yang sangat fundamental adalah perhatian dari sisi regulasi. Dengan disahkannya Undang Undang No.7 tahun 2014 tentang Perdagangan, istilah pasar tradisional berubah menjadi pasar rakyat.

Pasar Rakyat merupakan suatu lembaga ekonomi yang mempunyai fungsi strategis, di antaranya

  1. simpul kekuatan ekonomi lokal;
  2. memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah;
  3. meningkatkan kesempatan kerja;
  4. menyediakan sarana berjualan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah;
  5. menjadi referensi harga bahan pokok yang mendasari penghitungan tingkat inflasi dan indikator kestabilan harga;
  6. meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD);
  7. sebagai salah satu sarana keberlanjutan budaya setempat; serta
  8. merupakan hulu sekaligus muara dari perekonomian informal yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka dapat dipahami bahwa pada saat ini terdapat banyak peraturan terkait dengan pembangunan maupun pengelolaan pasar, misalnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern; Peraturan Menteri Perdagangan No. 48 tahun 2013 tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Distribusi Perdagangan; Peraturan Menteri Perdagangan No. 70 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern; Peraturan Menteri dalam Negeri No. 20 tahun 2012 tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional; Peraturan Menteri Kesehatan No.15 tahun 2013 tentang Fasilitas Khusus Menyusui dan Memerah ASI; Keputusan Menteri Kesehatan No. 519 tahun 2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 29 tahun 2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung; serta Peraturan Menteri Pekerjaan umum No. 30 tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.

Untuk memudahkan para pelaku pasar dalam mengelola dan membangun pasar serta memberdayakan komunitas pasar, Pemerintah melalui Badan Standarisasi Nasional (BSN) menyusun Standar Nasional Pasar Rakyat dengan memadukan peraturan-peraturan tersebut. Standar ini diharapkan dapat menjadi rujukan agar pasar rakyat menjadi rumah ekonomi dan rumah budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. Tujuan Mengambil momentum diluncurkannya SNI Pasar Rakyat tersebut oleh BSN dan Kemetrian Perdagangan beberapa waktu yang lalu.

Yayasan Danamon Peduli akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema: Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang kompetitif.

Adapun tujuan diselenggarakan seminar ini adalah sebagai berikut:

  1. Memperkuat posisi pasar rakyat sebagai salah satu instrument ekonomi kerakyatan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
  2. Menciptakan pasar rakyat yang Sejahtera (Sehat Hijau Bersih dan Terawat) sehingga mampu menyediakan produk yang berkualitas.
  3. Menciptakan pasar rakyat yang memenuhi standart pelayanan yang baik bagi konsumen.

Kegiatan:

  1. Nama Kegiatan ini adalah Seminar Nasional Standar Nasional Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompetitif.
  2. Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan ini adalah seminar setengah hari yang terbagi menjadi: a. Keynote Speech b. Diskusi Panel: Standar Nasional Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompetitif.
  3. Waktu dan Tempat Waktu : Rabu, 16 Desember 2015 Jam : 08.00 15.00 wib Tempat : Hotel Bidakara
  4. Jadwal Kegiatan Keynote Speech: Thomas Lembong Menteri Perdagangan Republik Indonesia Pasar Rakyat dalam kebijakan Nawa Cita Sebagai Fondasi Dasar Ekonomi Kerakyatan Diskusi Panel: Standar Nasional Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompetitif Pembicara 1: (20 menit) Prof. DR. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc Ketua Badan Standarisasi Nasional Standarisasi Pasar Rakyat sebagai Tonggak Awal Revitalisasi Pasar Rakyat. Pembicara 2: (20 menit) Srie Agustina, SE, ME Dirjen. Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Peningkatan Daya Saing Pasar Rakyat Melalui Program Revitalisasis Pasar Secara Holistik. Pembicara 3: (20 menit) Dr.H. Mohamad Subuh, MPPM Dirjen. Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Program Pasar Sehat Sebagai Pembelajaran Dalam Menciptakan Pasar yang Berstandar Nasional Pembicara 4: (20 menit) Abdullah Mansyuri Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKKAPI) Pedagang Pasar Dalam Revitalisasi Pasar Rakyat: Subyek atau Obyek? Pembicara
  5. 5: (20 menit) Sudaryatmo Yayan Lembaga Konsumen Indonesia Peran Konsumen Dalam Menciptakan Pasar yang Baik5. Peserta Peserta seminar ini adalah para Kepala Dinas dan Kepala Bidang dinas yang membawahi pasar rakyat selain itu pihak pihak lain yang peduli dengan isu pasar rakyat. Diharapkan jumlah peserta 100 peserta.
  6.  Penyelenggara Seminar ini diselenggarakan oleh Yayasan Danamon Peduli bekerja sama dengan Badan Standarisasi Nasional, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Kesehatan.

Daftarkan diri Anda ke Sdri. Cory di 021-5290-0291 atau cory@danamonpeduli.or.id Batas akhir pendaftaran hingga 14 Desember 2015 GRATIS, TEMPAT TERBATAS

18
Nov

Danamon Peduli Gelar Festival Pasar Rakyat di Bogor

Bogor Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) melalui kampanye nasional bertajuk Jelajah Pasar Rakyat Nusantara, menggelar Festival Pasar Rakyat di Pasar Kebon Kembang atau yang lebih dikenal dengan Pasar Anyar di kota Bogor, Jawa Barat.

Hal ini sebagai wujud dukungan Danamon Peduli terhadap keberadaan dan perkembangan pasar rakyat di Indonesia. Festival Pasar Rakyat yang bertepatan dengan Hari Ikan Nasional ini merupakan yang keenam kalinya diselenggarakan. “Jika kita datang ke sebuah daerah baru, datanglah ke pasar rakyat karena disanalah etalase terlengkap yang menceritakan kekayaan komoditas di daerah tersebut.

Pasar rakyat ini merupakan aset bangsa yang besar nilai dan perannya. Kita harus bangga jika mampu melestarikan dan memajukan pasar rakyat sebagai karakter bangsa Indonesia.  ujar Restu Pratiwi, Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bogor. Hadir dalam Festival Pasar Rakyat di Pasar Kebon Kembang, Dr. Bima Arya Sugiarto, Walikota Bogor; Andri Latif A. Mansjoer, Direktur Utama PD Pakuan Jaya; Herry Hykmanto, Direktur Syariah Danamon; Swandajani Gunadi, Direktur Sumber Daya Manusia PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance), Made Sukada, Komisaris Independen Danamon; Restu Pratiwi, Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli; serta Henny Gunawan, Regional Corporate Officer Danamon Wilayah I Jabodetabek, Cilegon, Serang, dan Lampung.

Restu Pratiwi mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kota Bogor dan PD Pasar Pakuan Jaya dalam menjalankan kampanye Jelajah Pasar Rakyat Nusantara ini. Kerja sama ini menghasilkan makin berkembangnya ragam komoditas di pasar rakyat Kebon Kembang, dari sayuran, produk jadi berkualitas ekspor seperti sepatu tas dan pakaian tersedia di pasar. “Tidak berlebihan jika kita posisikan bahwa pasar rakyat adalah etalase terbesar kekayaan komoditas suatu daerah” ujar dia. Kegiatan Festival Pasar Rakyat merupakan bentuk aksi nyata dari upaya Danamon dalam mendukung promosi pasar yang digelar di banyak kota di Indonesia.

Hingga saat ini, Pasar Festival Rakyat telah diselenggarakan di Pasar Rau, Serang, Banten; Pasar Kembang, Surabaya, Jawa Timur dan Pasar Baru, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Pasar Ngasem, Yogyakarta dan Pasar Lama, Tangerang. Untuk penyelenggaraan kegiatan promosi Pasar Rakyat, Danamon Peduli memberikan dukungan dana lebih dari Rp 1 miliar. Pada kesempatan terpisah, Satinder Pal Singh Ahluwalia, Direktur Perbankan Mikro Danamon menjelaskan bahwa melihat pentingnya fungsi pasar di dalam perekonomian, Danamon Simpan Pinjam (DSP), yang merupakan unit usaha mikro Danamon, berkomitmen untuk membantu perkembangan usaha para pedagang pasar melalui layanan perbankan yang mudah dijangkau.

Dengan pengalaman selama lebih dari 11 tahun bermitra dengan para pedagang pasar, kami sadar bahwa fungsi kami melalui Danamon Simpan Pinjam bukan hanya menyentuh para pedagang pasar sebagai nasabah saja namun juga merangkul sebagai penggerak perekonomian terang dia. Selain Festival Pasar Rakyat, Danamon juga memberikan bantuan program edukasi dengan nama Pojok BISA yang ditujukan untuk memberikan tambahan pengetahuan dalam perencanaan keuangan bagi mitra pedagang pasar. Tujuan kegiatan ini agar para pedagang pasar dapat merencanakan keuangannya menjadi lebih baik sehingga hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, tambah Ahluwalia. (*) Rezkiana Nisaputera.

16
Nov

Festival Pasar Rakyat Lambocca, Silaturahmi Tak Perlu Menunggu Hari Raya

Festival Pasar Rakyat Lambocca, Silaturahmi Tak Perlu Menunggu Hari Raya Silaturahmi secara bahasa bermakna hubungan kekerabatan atau tali persaudaraan. Ya, di pasar pembeli akan disapa dengan ramah oleh banyak pedagang, walaupun maksudnya menawarkan barang dagangan namun begitulah cara pasar memaknai sebuah hubungan kekerabatan.

Pasar Lambocca, terletak di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Menempuh waktu 3.5 4 jam per jalan darat dari Makassar. Keindahan Bantaeng mulai menjadi bahan perbincangan para pecinta travelling, kabupaten cantik ini diapit dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang pada bagian utara, sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.masyarakat Bantaeng yang memiliki kedisplinan tinggi dalam menjaga kebersihan lingkungan ini sebagian besar bermata pencarian sebagai petani.

Program Pasar SEJAHTERA di Pasar Lambocca Bergabung pada bulan Oktober 2014, Pasar Lambocca merupakan pasar ke-9 yang bergabung dalam program Pasar SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) yang merupakan kerjasama antara Yayasan Danamon Peduli dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Pasar Lambocca merupakan pasar percontohan Kementerian Perdagangan tahun 2011 dan Pasar Sehat Kementerian Kesehatan pada tahun 2012. Menempati lahan 1.5 ha dengan jumlah lebih dari 1.000 pedagang dengan jenis komoditas dagangan yang sangat beragam, bahkan dapat dikatakan terlengkap, sangat disayangkan hingga saat ini Pasar Lambocca baru beroperasi pada hari Senin dan Kamis, selain itu los basah tempat menjual ikan dan daging pun tampak sudah rusak, jauh dari standar Pasar Sehat mengacu pada Kepmenkes No. 519/2008 tentang penyelenggaraan pasar sehat. Segera setelah Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani oleh Yayasan Danamon Peduli dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, hal pertama yang dilakukan oleh Yayasan Danamon Peduli adalah melakukan sosialisasi kepada para pedagang Pasar Lambocca.

Penting untuk dipahami oleh para pedagang bahwa merekalah sebagai pelaku atau aktor utama dari seluruh kegiatan di program Pasar SEJATERA guna mewujudkan pasar yang sehat, hijau, bersih dan terawat. Peningkatan dan perbaikan kualitas pasar rakyat wajib dilakukan, mengingat banyaknya masyarakat yang mulai meninggalkan pasar dan beralih berbelanja pada ritel modern. Pasar rakyat dinilai kurang mampu memberikan kenyamanan berbelanja, padahal pasar rakyat merupakan salah satu penopang perekonomian daerah bahkan bangsa. Selain terus melakukan pendekatan kepada pedagang untuk membentuk kader-kader penggerak yang mumpuni, Yayasan Danamon Peduli juga segera melakukan perbaikan fisik pada los basah Pasar Lambocca. Festival Pasar Rakyat Lambocca Senin pagi, 27 April 2015.

Hari pasar kembali digelar di Pasar Lambocca, sapaan demi sapaan dari pedagang kepada pelanggannya terdengar di setiap sudut. Di antara transaksi yang terjadi, hari itu Yayasan Danamon Peduli menggelar Festival Pasar Rakyat Lambocca. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan pasar rakyat lebih dari sekedar tempat transaksional semata.

Pasar mampu menjadi ruang publik yang kreatif, edukatif dan berbudaya. Sekaligus momen ini dimanfaatkan untuk melakukan peresmian Unit Percontohan Program Pasar SEJAHTERA di Pasar Lambocca. Dihadiri lebih dari 1.000 orang di kabupaten Bantaeng, Festival Pasar Rakyat berlangsung sangat meriah, masyarakat hadir membawa sanak saudara, tak kalah pedagang pun bertahan lebih lama dari hari pasar biasanya untuk dapat beraktivitas bersama dengan para pengunjung pasar lainnya. Dihadiri oleh Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah beserta jajarannya, Restu Pratiwi selaku Ketua dan Direktur Ekskutif Yayasan Danamon Peduli, Dalman Mangiri RCO Danamon Wilayah IV beserta keluarga besar Danamon dan Adira di Sulawesi Selatan, silaturahmi di Pasar Lambocca kali ini terasa sangat istimewa.

Melalui beragam kegiatan pelibatan masyarakat seperti lomba masak ala “amazing race,”lomba lukis tong sampah, panggung hiburan, bazaar UMKM membuktikan pasar mampu menyuguhkan acara serupa dengan pusat perbelanjaan modern. Khusus untuk Pasar Lambocca, Super Cook Bara Pattiradjawane memutuskan untuk hadir menjadi relawan dan meramaikan Festival Pasar Lambocca lewat demo masak menu andalannya yaitu Gulai Nusantara. Bukan sembarang gulai, Gulai Nusantara menggunakan 34 rempah dari 34 provinsi di Indonesia dengan bahan dasar menggunakan ikan tongkol yang Super Cook Bara beli langsung di salah satu pedagang ikan di Pasar Lambocca.

Tidak sampai di sini, talk show yang biasanya digelar pada gedung pertemuan maupun di hotel kali ini oleh Danamon Peduli tidak tanggung-tanggung digelar di pasar rakyat. Menempati area lapangan tengah Pasar Lambocca, talk show yang menghadirkan nara sumber Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng dan Handoko Hedroyono, Pelaku Industri Kreatif, Penulis Buku dan Produser Film Filosopi Kopi seru membincangkan tema Menghidupkan Pasar Rakyat dengan Kreativitas.

Talk show ini dimoderatori oleh Arie Parikesit, Pemerhati Kuliner yang turut menjadi relawan atas kesetiaannya pada pasar rakyat yang melahirkan begitu banyak ragam kuliner sebagai kekayaan Indonesia. Talk show ini turut pula dihadiri dan disimak oleh belasan blogger Kompasiana dan Komunitas Barista dari Makassar. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, sudah 7 jam kegiatan Festival Pasar Rakyat ini berlangsung namun rasanya masyarakat nampak enggan beranjak pulang, hingga Nurdin Abdullah melebur di tengah keramaian bernyanyi bersama, sebuah lagu kebanggaan Bantaeng berjudul Kalabiranna Butta Toa Bantaeng dinyanyikan dengan syahdu. Lagu tentang sosok seorang pemuda yang bercerita keindahan sebuah tanah tua yaitu Bantaeng, dimana terlalu indah untuk dikenang dan sangat sulit untuk dilupakan.

Lagu tersebut memang cocok sebagai lagu penutup Festival Pasar Rakyat Lambocca, dimana ribuan pasang mata menjadi saksi bahwa pasar sebagai tempat interaksi tertua di Indonesia kini mampu menyuguhkan kemeriahan yang indah untuk dikenang dan sulit untuk dilupakan.

12
Nov

Seribu Pasar Rakyat Bakal Direvitalisasi

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTOPresiden Joko Widodo melaunching program revitalisasi 1.000 pasar rakyat pada tahun anggaran 2015 di Purwokerto, Selasa (30/6). Acara ditandai dengan penekanan tombol sirine yang kemudian diikuti dengan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Manis Purwokerto, sebagai salah satu pasar tradisional yang akan direvitalisasi.

Presiden menyebutkan, program revitalisasi 1.000 pasar tradisional di Indonesia ini dilaksanakan pemerintah untuk membantu mengembalikan posisi pasar tradisional di tengah masyarakat. Terutama dalam menghadapi persaingan dengan pasar modern yang kini sudah makin menyebar hingga ke kota-kota kecamatan. Selama 20-30 tahun terakhir, pasar tradisional cenderung tidak pernah diapa-apakanâ, Hal ini menyebabkan kondisi pasar menjadi makin kumuh, bau, dan tidak teratur. Bahkan pedagangnya juga tidak pernah dibina, jelasnya.

Dalam kondisi pasar tradidional yang seperti ini dibiarkan, maka makin lama pasar tradisional akan semakin ditinggalkan masyarakat. Dalam kondisi seperti inilah, Presiden menyatakan, pemerintah perlu hadir untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional. Bahkan menurutnya, revitalisasi tidak hanya dilakukan dengan memperbaiki sarana dan prasarana pasar. Melainkan juga melakukan revitalisasi pemberdayaan pedagangnya, dan juga revitalisasi permodalannya.

Dalam progran revitalisasi fisik pasar rakyat, Jokowi menyebutkan, dalam APBN 2015 pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar 1,075 triliun. Dana ini untuk merevitalisasi bangunan pasar rakyat sebanyak 675 unit. Namun dalam APBN Perubahan 2015, anggaran untuk revitalisasi pasar rakyat ini ditambah Rp 1,3 triliun sehingga keseluruhan mencapai Rp 2,386. Dengan tambahan anggaran tersebut, maka total pasar yang diperbaiki mencapai 1.000 pasar, jelasnya.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih Republika/ Yasin Habibi Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/06/30/nqrauj-seribu-pasar-rakyat-bakal-direvitalisasi

11
Nov

Jokowi Diminta Lebih Perhatikan Pasar Tradisional

Indramayu Ketua DPD RI Irman Gusman mengimbau Presiden Joko Widodo dapat lebih memperhatikan pasar tradisional sehingga dapat memberdayakan para pedagang yang mencari nafkah di tempat tersebut. Para pedagang tradisional harus diberdayakan agar menjadi lebih mandiri dan kompetitif, kata Irman Gusman ketika blusukan di pasar tradisional Jatibarang, di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (11/11/2015).

Menurut Irman, para pedagang di pasar tradisional dapat menjadi cikal-bakal pengusaha besar. Putra-putri para pedagang tradisional yang sudah terbiasa berdagang dan dibekli pendidikan baik, kata dia, bukan tidak mungkin akan menjadi pengusaha besar dan pemimpin. Irman mencontohkan, dirinya sendiri, adalah putra seorang pedagang emas dan saat ini menjadi ketua DPD RI. Ia juga mencontohkan Joko Widodo, putra seorang perajin kayu di pasar tradisional di Solo dan sekarang menjadi Presiden Republik Indonesia. Irman melihat, para pedagang di pasar tradisional Jatibarang, kondisinya sudah kurang layak.

Apalalagi, pasar tradisional yang berlokasi di lahan seluas 7.000 meter persegi ini, kios-kios di lantai dua habis terbakar pada Agustus 2014. Menurut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Industri, dan Perdagangan, Maman Kostaman, para pedagang, di pasar tradisional Jatibarang yang jumlahnya sekitar 2.200 orang, mengeluhkan kondisinya sudah tidak layak. Hasil musyawarah antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dan para pedagang, disetujui relokasi pasar jati barang ke Desa Sojar Jati barang, katanya. Pembangunan pasar tradisional di Sojar sudah berjalan sejak Agustus 2015 dan tahap pertama diharapkan sudah selesai pada Desember 2015. Untuk percepatan pertumbuhan pasar tradisonal di Sojar, kata dia, pada 2016, akan dibangun infrastruktur pendukungnya yakni jalan aspol dan perubahan trayek angket melalui pasart tersebut.

(Ant) Editor: Cahyo Prayogo Foto: Ferry Hidayat Sumber: http://wartaekonomi.co.id/read/2015/11/12/79716/jokowi-diminta-lebih-perhatikan-pasar-tradisional.html

11
Nov

Bangunan di Jakarta Harus Sesuai Standar. Dua Pasar Dapat Penghargaan SNI dari…

Telegram Jakarta Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, harus ada kebijakan terkait keamanan konstruksi bangunan yang ada di Jakarta. Ia mengatakan bahwa seluruh gedung yang berada di DKI Jakarta harus memperhatikan konstruksi bangunan sesuai standar yang ditentukan. Bukan hanya untuk masalah keselamatan jika terjadi kebakaran dan tahan gempa.

Djarot menyampaikan hal tersebut pada acara pembukaan Bulan Mutu Nasional (Indonesia Quality Expo) 2015, yang diselenggarakan oleh Badan Standarisasi (BSN) pada Senin pagi, (09/11/2015) minimal gedung yang ada bisa menahan gempa hingga 6,5 skala richter. Karena saat ini di Jakarta sendiri ada sekitar 800 gedung tinggi, ujar Djarot singkat. Untuk itu, lanjut Djrot, seluruh gedung yang ada saat ini harus dilakukan audit bangunan. Sehingga jika ada bagian bangunan yang tidak layak, bisa langsung diketahui sebelum adanya bencana.

Kita akan kerjasama dengan badan sertifikasi nasional untuk melakukan pengecekan ke masing gedung. Tak hanya gedung swasta gedung pemerintahan juga, tandasnya. Dua Pasar di DKI Jakarta Menerima Penghargaan dari BSN Dua pasar di DKI Jakarta menerima penghargaan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Kedua pasar itu adalah Pasar Manggis dan Pasar Jaya Pondok Indah yang dinilai sudah menerapkan berbagai standar dari gedung hingga pemasangan seluruh sarana gedung lainnya sehingga layak mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Masih dalam acara pembukaan IEQ 2015, Djarot Saiful Hidayat menambahkan, DKI Jakarta merencanakan seluruh pasar yang ada di Jakarta segera direvitalisasi agar tidak jauh berbeda dengan pasar modern.

Makanya kita juga akan lengkapi pasar kita dengan rusun. Dimana lantai bawahnya pasar diatasnya rusun, semua akan dijamin mutunya sesuai standar yang sudah ditetapkan,kata Djarot. Menurut Djarot, penerapan sesuai standar tersebut diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pasar yang sudah ada. Namun dalam waktu dekat tidak akan ada penambahan pasar baru, melainkan berfokus dulu untuk renovasi seluruh pasar yang ada. Kita juga minta PD Pasar Jaya menyiapkan pemilahan sampahnya antara organik dan anorganik. Nanti agar disiapkan alat pencacah sampahnya,tandasnya.

(ALM) Sumber: http://www.telegramjakarta.com/berita/2015/11/09/bangunan-di-jakarta-harus-sesuai-standar-dua-pasar-dapat-penghargaan-sni-dari-bsn/