21
Dec

Yayasan Danamon Peduli Wakili Indonesia di Konferensi PBB Habitat III Ekuador

Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menjadi satu-satunya lembaga Corporate Social Responsibility (CSR) yang mewakili Indonesia dalam Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perumahan dan Pembangunan Kota Berkelanjutan atau Habitat III di Quito, Ekuador tanggal 17-20 Oktober 2016.

Program unggulan revitalisasi pasar rakyat, yaitu Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) sebagai salah satu fokus kerja Danamon Peduli dinilai sangat relevan dalam mewujudkan tujuan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, sejalan dengan New Urban Agenda dan Sustainable Development Goals. Program Pasar Sejahtera merupakan komitmen kami untuk merevitalisasi pasar rakyat dengan memberdayakan pelaku pasar dan bekerja sama dengan Pemerintah serta otoritas setempat. Skema public-private partnership ini menjamin kesinambungan program.

Mewujudkan pasar rakyat yang bersih dan nyaman selaras dengan perkembangan kota dan kebutuhan masyarakat di era modern seperti saat ini merupakan semangat dan kepedulian utama kami. Danamon Peduli sangat bangga dan bersyukur bahwa program Pasar Sejahtera mendapat pengakuan dari dunia internasional khususnya PBB, jelas Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi.

Upaya Danamon Peduli selaku mitra kerja pemerintah untuk mewujudkan pasar rakyat berstandar nasional melalui pengembangan pasar dengan skema-skema berbasis komunitas telah membawa Danamon Peduli menjadi salah satu pembicara di forum internasional yang hanya diselenggarakan setiap 20 tahun sekali tersebut. Pada kesempatan ini, Danamon Peduli menyampaikan pemaparan yang berjudul Public Market and New Urban Agenda. Konferensi Habitat pertama kali diselenggarakan di Vancouver, Kanada tahun 1976; Habitat II di Istanbul, Turki tahun 1996, dan Habitat III di Quito, Ekuador tahun 2016.

Danamon dinilai memiliki signature program, yaitu Pasar Rakyat yang merupakan contoh konkret bagaimana private sector menunjang penerapan SDGs di Indonesia terutama SDG #11 tentang sustainable cities. Sehingga program revitalisasi pasar rakyat ini kami rasa sangat relevan untuk kita bawa ke dalam forum pembelajaran di UN Habitat III, yaitu korelasinya dengan New Urban Agenda jelas Ade Mulyo, United Nation Development Program, Head of Partnership Development.

Sejak tahun 2010, Danamon Peduli menjalankan program Pasar Sejahtera bermitra dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan; edukasi untuk peningkatan kesadaran perubahan perilaku hidup bersih dan sehat; literasi keuangan dan kegiatan promosi pasar rakyat. Saat ini, terdapat delapan pasar percontohan atau pasar dampingan Pasar Ibuh-Payakumbuh Sumatera Barat, Pasar Tejoagung Metro, Lampung, Pasar Bunder-Sragen Jawa Tengah, Pasar Grogolan-Pekalongan Jawa Tengah, Pasar Karangwaru Yogyakarta, Pasar Baru-Kota Probolinggo, Jawa Timur, Pasar Lambocca Bantaeng; Sulawesi Selatan dan Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selama tahun 2015, tercatat keterlibatan 4.291 relawan dari komunitas pasar; 5.097 relawan karyawan Danamon, Adira Finance dan Adira Insurance; serta lebih dari 210.000 penerima manfaat melalui program Pasar Sejahtera di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan bagian dari program Danamon Peduli yang pada tahun 2016 memiliki anggaran sekitar Rp 17 miliar untuk kegiatan tanggung jawab sosial.

21
Dec

Yayasan Danamon Peduli Menggagas Pencanangan Hari Pasar Rakyat Nasional

Jakarta, 21 Desember 2016. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) didukung oleh Kompasiana menggelar kegiatan diskusi dan refleksi akhir tahun bertajuk “Festival Pasar Rakyat, Merayakan Harmoni Kehidupan,” dimana salah satu tujuannya adalah untuk mendorong wacana pencanangan Hari Pasar Rakyat Nasional. Momentum ini dimanfaatkan oleh Danamon Peduli untuk merefleksikan realita bahwa pasar tradisional atau pasar rakyat merupakan simbol kehidupan dan peradaban serta saksi perubahan sosial bangsa Indonesia.

Hadir selaku keynote speaker Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukito, diikuti dengan sesi diskusi bertema “Urgensi Hari Pasar Rakyat Nasional?” yang menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI Srie Agustina, Walikota Balikpapan Rizal Effendi, serta Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi.

Pada kesempatan yang sama, Danamon Peduli turut menggelar diskusi bertajuk “Pasar dalam Gerakan Generasi Muda dan Transformasi Pasar Rakyat”, menghadirkan Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Ricky Pesik, Editor in Chief Harian Kompas Ninuk Pambudy dan Penggiat Pasar Santa Teddy Kusuma. Selain itu hadir juga Profesional Fotografer Arbain Rambey dan Sejarawan JJ. Rizal dalam diskusi tentang “Warna Warni Pasar dalam Gambar dan Pasar dalam Peta Kuliner Nusantara” sebagai penutup kegiatan.

Memperkuat pesan pasar rakyat sebagai simbol kehidupan dan peradaban, Praktisi Seni dan Budaya Garin Nughoro dan Endah Laras menampilkan pertunjukan budaya berjudul “Cerita Pasar”, yang diisi dengan serangkaian lagu daerah diantaranya Pepaya, Mangga, Pisang, Jambu; Dondong apa Salak; Padi Menguning; Desaku; Warung Pojok; Ibu Pertiwi; Kunang-kunang.

“Danamon Peduli melalui salah satu program investasi sosialnya, yaitu program Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) telah memberikan banyak sekali pembelajaran tentang pentingnya peran dan nilai pasar untuk kehidupan bangsa, tidak hanya dalam aspek ekonomi namun juga pada aspek sosial budaya. Sepuluh tahun perjalanan program Pasar Sejahtera ini mendorong kami untuk menggagas Hari Pasar Rakyat Nasional, tidak hanya untuk memberikan apresiasi terhadap kontribusi pasar, namun juga sebagai momentum lahirnya semangat baru dan kolaborasi dengan banyak pihak dalam memberikan makna baru kepada pasar rakyat sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan konsumen,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pada akhir kegiatan diskusi ini diharapkan tercipta gerakan kolaboratif untuk pengembangan pasar rakyat di Indonesia, serta bersama dengan Danamon Peduli turut mendorong wacana pencanangan Hari Pasar Rakyat Nasional sebagai upaya kolektif untuk mencapai tujuan bersama.

14
Oct

Yayasan Danamon Peduli Wujudkan & Pasar Rakyat Tangguh Bencana

Manado, 14 Oktober 2016. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menyelenggarakan pelatihan mitigasi kebakaran dan pengadaan alat pemadam api ringan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Dinas Pemadam Kebakaran, PD Pasar Manado dan didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Manado. Pelatihan mitigasi kebakaran diselenggarakan di Pasar Bersehati, Manado dengan peserta pelatihan pengelola pasar; pedagang dan siswa/siswi SMA/sederajat berjumlah 150 orang. Pada kesempatan ini Danamon Peduli turut menyerahkan bantuan sebanyak 75 buah pengadaan alat pemadam kebakaran api ringan kepada PD Pasar Manado.

Turut hadir Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan, Direktur Utama PD Pasar Manado Ferry Keintjem, SEAk; Kepala Seksi Kesiagaan BPBD Provinsi Sulawesi Utara Jimmy; Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado Sonny Rompas dan Area Manager Danamon Wilayah Manado Merlin Lumangkun.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan tentang konsep manajemen darurat, ketangguhan dan kesigapsiagaan dalam situasi gawat darurat bila terjadi bencana kebakaran di pasar. Melalui pelatihan tersebut diharapkan agar dapat meminimalkan korban jiwa, kerusakan harta benda/aset dan lingkungan pasar.

“Kita sadari bahwa pasar rakyat merupakan pusat kehidupan namun yang memprihatinkan adalah, lebih dari 300 pasar terbakar di seluruh Indonesia selama tahun 2015 hingga 2016. Selaras dengan semangat peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana 2016, Danamon Peduli berinisiatif perkuat kerjasama, kolaborasi, dan komitmen dengan beberapa mitra kerja meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengurangan risiko bencana dan wujudkan Pasar Tangguh Bencana” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum dan DIrektur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

Selama Agustus hingga Desember 2016, Danamon Peduli menyelenggarakan pelatihan mitigasi dan penanganan kebakaran di pasar rakyat di Jakarta, Manado, Padang, Palembang, Bandung, Kudus, Pontianak dan Lombok dengan target 1.000 peserta dari komunitas pasar rakyat. Hal ini merupakan bagian dari program Danamon Peduli yang pada tahun 2016 memiliki anggaran sekitar Rp 17 miliar untuk kegiatan tanggung jawab sosial.

Materi pelatihan terdiri dari teori pengenalan potensi bencana, pencegahan dan penanganan kebakaran diiringi dengan materi praktik, yaitu peserta diajarkan bagaimana memadamkan api, baik dengan media konvensional dan alat pemadam kebakaran api ringan disertai penyerahan alat pemadan api ringan untuk masing-masing pasar.

02
Oct

Penutupan Rangkaian Jelajah Pasar Rakyat Nusantara 2016 di Pasar Besar,Kota Batu

Batu, 2 Oktober 2016. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali menyelenggarakan Festival Pasar Rakyat ke-14 di Pasar Besar, Kota Batu, Jawa Timur. Festival Pasar Rakyat kali ini juga terselenggara atas dukungan Pemerintah Kota Batu dan Bank Indonesia Wilayah Malang dalam rangkaian perayaan hari ulang tahun Kota Batu yang ke-15.

Festival Pasar Rakyat Pasar Besar, Kota Batu, Jawa Timur terasa istimewa karena terpilih sebagai lokasi penutupan rangkaian Jelajah Pasar Rakyat Nusantara 2016. Selama tahun ini telah terselenggara festival serupa dibeberapa tempat seperti Pasar Ibuh, Payakumbuh Sumatera Barat; Pasar Grogolan, Pekalongan, Jawa Tengah; Pasar 16 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan serta Pasar Pandansari, Balikpapan, Kalimantan Timur. Hal ini juga merupakan bagian dari program Danamon Peduli yang pada tahun 2016 memiliki anggaran sekitar Rp 17 miliar untuk kegiatan tanggung jawab sosial.

“Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Batu ke-15, Danamon Peduli berinisiatif mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Batu merayakannya di pasar rakyat. Bagaimana pun pasar merupakan pusat kehidupan yang telah menyangga perekonomian Kota Batu. Kegiatan promosi Festival Pasar Rakyat merupakan salah satu strategi agar keberadaannya memberikan peran dan nilai tambah bagi masyarakat. Keunikan pasar rakyat di Kota Batu tentunya akan menambah daftar destinasi wisata Batu. Hal ini selaras dengan salah satu peran Danamon Peduli yaitu mitra kerja pemerintah sehingga mendorong kami untuk bergotong royong dengan pemerintah daerah dalam memajukan pasar rakyat,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Hadir di Festival Pasar Rakyat Pasar Besar, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, Sihard Hadjopan Pohan SH, MM; Wakil Walikota Batu, Ir. Punjul Santoso SH, MM; Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu Wibi Asri Fianti; Kepala Bank Indonesia Wilayah Malang, Dudi Herawadi; Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Wilayah Malang, Fetri Andriani; dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi.

Kota Batu merupakan salah satu kota wisata yang terkemuka di Indonesia. Jumlah wisatawan lokal mapun domestik terus meningkat setiap tahunnya. Batu memiliki banyak sumber daya untuk menjadi kota tujuan pelancong karena kekayaan alamnya, sejarah, kuliner serta tempat hiburan. Danamon Peduli mengajak Pemerintah Kota Batu untuk mengangkat peran dan nilai pasar rakyatnya sebagai salah satu komoditas wisata yang patut diperhitungkan.

“Pasar Besar menjadi istimewa karena lokasinya yang berada pada jalan utama kota Batu. Pasar Besar bisa mengambil peran sebagai etalase terlengkap yang menceritakan kekayaan komoditas dan kuliner kota Batu. Strategis untuk nilai tambah bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Batu dan ingin merasakan interaksi di pasar tradisional,” sambung Restu Pratiwi.

Sejalan dengan hal tersebut, Festival Pasar Rakyat kali ini menggelar pelatihan kuliner dan sesi motivasi dari praktisi kuliner lokal kepada pedagang pasar, pelajar SMA / sederajat dan umum. Pelatihan tersebut untuk menambah wawasan masyarakat jika ingin berbisnis kuliner yang erat kaitannya dengan wisata kuliner kota Batu. Terlebih dari itu, keragaman kuliner juga melekat dengan keberadaan pasar sebagai pemasok komoditas.

Untuk menambah kemeriahan, Festival Pasar Rakyat Pasar Besar menyelenggarakan berbagai lomba seperti Lomba Kuliner Kreatif, Lomba Cerdas Cermat antar Pasar dan Amazing Race di pasar yang semuanya memanfaatkan keberadaan komoditas di Pasar Besar. Selain itu dihadirkan berbagai produk UMKM unggulan binaan Pemerintah Kota Batu serta pertunjukan seni dan budaya.

Semangat Danamon Peduli dalam mengembangkan pasar rakyat di Indonesia juga menjadi komitmen bersama dari Danamon. Hal ini tercermin oleh Danamon Simpan Pinjam yang merupakan lini bisnis Danamon di sektor pembiayaan usaha mikro.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Perbankan Mikro Danamon, Satinder Pal Singh Ahluwalia, menjelaskan bahwa pasar rakyat memiliki fungsi penting terhadap kesejahteraan masyarakat karena di dalamnya terdapat pengusaha-pengusaha mikro yang berkontribusi dalam perekonomian dan juga dalam menciptakan lapangan kerja. “Dengan pengalaman 12 tahun bermitra bersama para pedagang pasar, peran Danamon Simpan Pinjam bukan hanya menyediakan layanan perbankan kepada pedagang pasar sebagai nasabah, namun juga membantu mereka menjadi pengusaha mikro yang sukses. Hal ini sejalan dengan visi Danamon yaitu Kami Peduli dan Membantu Jutaan Orang Mencapai Kesejahteraan,” imbuh Satinder.

06
Sep

Rayakan HUT Ke-60, Danamon dan Danamon Peduli Gelar Kegiatan Peduli Lingkungan

Jakarta, 6 September 2016 – Dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-60, PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (“Danamon”) dan anak perusahaannya Adira Finance, Adira Insurance serta Adira Kredit beserta Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) memperkuat komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pasar rakyat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Peduli Lingkungan berupa Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran untuk 32 pasar rakyat se-Jakarta Pusat yang diikuti oleh 200 peserta dari komunitas pasar dan pemberian sarana kebersihan berupa 320 buah tong sampah serta 29 buah gerobak sampah. Kegiatan ini bertempat di Blok F Pasar Tanah Abang dan mendapatkan dukungan penuh dari PD Pasar Jaya.

“Bertepatan dengan rangkaian HUT Danamon yang ke-60, kami jadikan kegiatan ini sebagai momentum yang tepat untuk memperkuat komitmen kami sebagai mitra pembangunan pemerintah, khususnya dalam upaya mengembangkan pasar tradisional. Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDG’s) khususnya tujuan ke 11, yakni Kota-kota dan Masyarakat yang Berkelanjutan. Kehidupan kota yang berkelanjutan merupakan salah satu dari 17 sasaran SDG’s yang ditargetkan tercapai pada tahun 2030. Pendekatan terpadu serta kolaborasi banyak pihak sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut,” ucap Restu Pratiwi, Ketua Umum dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli.

Hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arif Nasrudin; Direktur Teknik PD Pasar Jaya, Adi Wijaya; Staff Ahli Direksi PD Pasar Jaya, Made Ringgahadi; Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi; Kepala Pasar Tanah Abang, Sunarto dan Branch Corporate Officer Danamon, Rini Susanti.

Selama tahun 2015 – 2016, data dari DPP IKAPPI lebih dari 200 pasar terbakar di seluruh Indonesia. Menyikapi hal ini, Danamon Peduli mengambil inisiatif menyelenggarakan pelatihan mitigasi kebakaran. Melalui kegiatan ini, komunitas pasar diharapkan mampu mengurangi resiko kerugian hingga kemungkinan jatuhnya korban jiwa jika terjadi bencana kebakaran. Bahkan diharapkan komunitas pasar dapat segera bangkit dan membangun kembali kehidupannya.

“Pasar rakyat merupakan salah satu poros kehidupan dan tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karenanya, dalam merayakan HUT Danamon ke-60 ini, kami menyelenggarakan kegiatan yang mendukung keberadaan dan kemajuan pasar rakyat. Perbaikan lingkungan pasar sangatlah penting mengingat kebersihan dan kenyamanan pasar menjadi faktor utama pertimbangan konsumen untuk berbelanja di pasar. Jika pasarnya bersih, nyaman dan aman, pastinya akan meningkatkan minat masyarakat berbelanja sehingga mendorong laju roda perekonomian daerah,” jelas Branch Corporate Officer Danamon, Rini Susanti.

Seluruh kegiatan peduli lingkungan di wilayah kerja Danamon, baik yang dilakukan di kantor pusat maupun kantor cabang merupakan inisiatif berkelanjutan dan dimonitor langsung oleh Danamon Peduli selaku penerima amanah dan pelaksana kegiatan tanggung jawab sosial Danamon dan anak perusahaan. Anggaran yang dialokasikan oleh Danamon, khusus untuk menjalankan kegiatan peduli lingkungan di pasar rakyat sepanjang tahun 2016 dan disalurkan melalui Danamon Peduli adalah sebesar Rp 2,5 miliar.

27
Aug

Peresmian Program Pasar Sejahtera di Pasar Pandansari, Kota Balikpapan

Balikpapan, 27 Agustus 2016, Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) hari ini meresmikan pasar dampingan untuk Program Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) di Pasar Pandansari, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sekaligus menyelenggarakan Festival Pasar Rakyat sebagai upaya untuk mempromosikan pasar rakyat (tradisional). Program Pasar Sejahtera yang diinisiasi oleh Danamon Peduli sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Kota Balikpapan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Walikota Balikpapan, H. M. Rizal Effendy; Deputi Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Suharman Tabrani; Direktur Perbankan Mikro Danamon, Satinder Pal Singh Ahluwalia; Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi; dan Regional Corporate Officer Danamon Wilayah Kalimantan, Eka Dinata.

“Peresmian program Pasar Sejahtera di Pasar Pandansari merupakan kelanjutan dari komitmen kami untuk merevitalisasi pasar rakyat dengan memberdayakan pelaku pasar dan berkerja sama dengan Pemerintah dan otoritas setempat. Skema public-private partnership ini menjamin kesinambungan dari program ini. Kami sengaja mengambil momentum untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia di bulan Agustus ini dengan cara mewujudkan pasar rakyat yang bersih dan nyaman sehingga pasar rakyat akan mendapatkan tempat di hati masyarakat, karena pasar pada hakekatnya mencermikan karakter bangsa Indonesia” jelas Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi

Adapun dukungan yang sudah Danamon Peduli lakukan di Pasar Pandansari diantaranya pembangunan instalasi pembuangan air limbah, pemberian gerobak motor sampah, oemberian alat pemadam api ringan (APAR). Sedangkan untuk peningkatan kapasitas komunitas pasar telah dilakukan pelatihan mitigasi bencana kebakaran, pelatihan pengelolaan keuangan usaha dan keluarga, pelatihan kader kesehatan dan keselamatan kerja serta kegiatan Festival Pasar Rakyat.

Sejak tahun 2010, Danamon Peduli menjalankan program Pasar Sejahtera hingga saat ini terdapat sembilan pasar percontohan Pasar Sejahtera, yaitu Pasar Ibuh-Payakumbuh Sumatera Barat, Pasar Tejoagung Metro Lampung, Pasar Sindangkasih-Majalengka Jawa Barat, Pasar Bunder-Sragen Jawa Tengah, Pasar Grogolan-Pekalongan Jawa Tengah, Pasar Karangwaru Yogyakarta, Pasar Baru-Kota Probolinggo dan Pasar Semampir Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Pasar Kemuning-Pontianak Kalimantan Barat, Pasar Lambocca Bantaeng, Sulawesi Selatan dan Pasar Pandansari Balikpapan Kalimantan Timur. Dari jumlah tersebut, tiga pasar yaitu Pasar Sindangkasih, Pasar Semampir dan Pasar Kemuning sudah diserahterimakan kepada Pemerintah setempat.

“Pasar Pandansari merupakan pasar tertua yang turut berperan membangun kota Balikpapan yang kita cintai. Tidak hanya itu pasar Pandansari merupakan pemasok utama komoditas yang menghidupi pasar-pasar lain sehingga bisa kita katakan Pandansari merupakan salah satu poros kehidupan di Balikpapan. Peran dan nilai pasar sangat besar lebih dari tempat jual beli semata, pesan sosial tersebut tersebut kami coba kemas dan sebarkan dalam sebuah kegiatan bernama Festival Pasar Rakyat” lanjut Restu Pratiwi.

Semangat Danamon Peduli dalam mengembangkan pasar rakyat di Indonesia juga menjadi komitmen bersama dari Danamon. Hal ini tergambar melalui lini bisnis Danamon yaitu Danamon Simpan Pinjam yang bergerak di sektor pembiayaan usaha mikro.

Direktur Perbankan Mikro Danamon, Satinder Pal Singh Ahluwalia, menjelaskan bahwa pentingnya fungsi pasar di dalam perekonomian mendorong Danamon Simpan Pinjam menempatkan para pedagang pasar sebagai mitra usaha strategis. “Dengan pengalaman 12 tahun bermitra bersama para pedagang pasar, kami sadar bahwa fungsi melalui Danamon Simpan Pinjam bukan hanya menyentuh para pedagang pasar sebagai nasabah, namun juga membantu mereka menjadi pengusaha mikro yang sukses” ujar Satinder.

30
Jul

Yayasan Danamon Peduli Selenggarakan Festival Pasar Rakyat di Pasar 16 Ilir

Palembang, 30 Juli 2016. Dalam rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-60, PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (“Danamon”) beserta anak perusahaan melalui Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) memperkuat komitmen untuk terus mendukung pengembangan pasar rakyat melalui kampanye Jelajah Pasar Rakyat Nusantara dan kegiatan Festival Pasar Rakyat (FPR) ke-12 di Pasar 16 Ilir Palembang, Sumatera Selatan.

Hadir dalam Festival Pasar Rakyat 16 Ilir tersebut Seketaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Srie Agustina; Walikota Palembang, H. Harnojoyo; Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 7 Sumatera Selatan Lukdir Gultom; Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Seto Pranoto; Direktur PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu; Ketua Dewan Pembina Danamon Peduli, Bayu Krisnamurthi; Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi; National Sales Distribution Head Danamon Simpan Pinjam, Reza Rusly; Regional Corporate Officer Danamon untuk Wilayah Sumatera, Hartono Teguh Wijaya; serta Regional Head Wilayah Sumatera II, Farid Munandar.

Melalui kampanye berjudul Jelajah Pasar Rakyat Nusantara dan kegiatan Festival Pasar Rakyat, Danamon Peduli mengambil langkah strategis dengan memasukkan aspek promosi di dalam upaya mendukung pengembangan pasar rakyat agar mampu bersaing dengan pasar swalayan.

“Festival Pasar Rakyat kali ini terasa lebih istimewa karena menjadi rangkaian perayaan HUT Danamon ke-60. Kami memilih lokasi di kota Palembang, karena Palembang yang saat ini berusia 1333 merupakan kota tertua di Indonesia. Kemungkinan besar pasar tertua pun lahir di kota Palembang ini. Pasar merupakan rumah ekonomi yang membesarkan sebuah kota. Oleh sebab itu momentum HUT Danamon ke-60 ini kami manfaatkan untuk memperkuat komitmen mempromosikan pasar rakyat. Kegiatan yang dilakukan Danamon Peduli tidak hanya terbatas pasar dampingan, namun juga pasar tradisional non dampingan di seluruh Indonesia,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Festival Pasar Rakyat 16 Ilir diawali dengan pra event berupa Festival Kuliner pada Minggu, 24 Juli 2016, menampilkan 25 UMKM yang menjajakan ragam kekayaan kuliner lokal. Talkshow “Kuliner Sehat untuk Keluarga” dan edukasi dari Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan tentang mengenal keaslian uang rupiah turut menambah peran dan nilai pasar sebagai ruang edukasi bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan mempromosikan pasar dilanjutkan di tanggal 24 – 26 Mei 2016, melalui study tour “Generasi Muda Goes to Pasar” menyasar pelajar SMA/sederajat ke Pasar 16 Ilir. Kegiatan ini mendorong generasi muda untuk mengenal pasar tradisional lebih dari aktivitas jual beli semata, dimana para siswa diminta untuk menulis karya tulis dan dokumentasi selama menjelajahi Pasar 16 Ilir. Pada puncak acara digelar kirab komunitas Pasar 16 Ilir, talkshow “Strategi Pengembangan Pasar Rakyat yang Sehat”, berbagai lomba melibatkan masyarakat seperti lomba cerdas cermat antar pasar, serta lomba menggambar siswa sekolah. Selain itu juga dimeriahkan lomba masak , adu pengetahuan lagu daerah dan nasional serta berbagai permainan berhadiah untuk memeriahkan Festival Pasar Rakyat 16 Ilir.

“Pasar rakyat (tradisional) adalah milik rakyat, oleh karenanya Danamon Peduli selaku bagian dari masyarakat Indonesia akan terus menjalankan peran sebagai mitra pembangunan dan mitra pemerintah untuk pengembangan pasar rakyat. Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palembang dan PD Pasar Palembang Jaya atas sambutan positif dan dukungannya di kegiatan promosi rakyat Festival Pasar Rakyat di Pasar 16 Ilir ini,” lanjut Restu.

Kegiatan FPR ini menjadi salah satu kegiatan utama Danamon Peduli di tahun 2016, dimana pada tahun ini Danamon Peduli memiliki anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk mendukung kegiatan tanggung jawab sosial.
Semangat Danamon Peduli dalam mengembangkan pasar rakyat di Indonesia juga menjadi komitmen bersama dari Danamon. Hal ini tercermin melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) yang merupakan lini bisnis Danamon di sektor pembiayaan usaha mikro. Pada kesempatan terpisah, Reza Rusly, selaku National Sales Distribution Head Danamon Simpan Pinjam, menjelaskan bahwa pasar rakyat memiliki fungsi penting terhadap kesejahteraan masyarakat karena didalamnya terdapat pengusaha-pengusaha mikro yang berkontribusi dalam perekonomian wilayah maupun nasional dan juga dalam menciptakan lapangan kerja. “Dengan pengalaman 12 tahun bermitra bersama para pedagang pasar, peran Danamon Simpan Pinjam bukan hanya menyediakan layanan perbankan kepada pedagang pasar sebagai nasabah, namun juga membantu mereka menjadi pengusaha mikro yang sukses. Hal ini sejalan dengan visi Danamon, yaitu Kita Peduli dan Membantu Jutaan Orang Mencapai Kesejahteraan,” imbuh Reza.

21
May

Yayasan Danamon Peduli Selenggarakan Festival Pasar Rakyat di Pasar Bunder

Sragen, 21 Mei 2016. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menyelenggarakan Festival Pasar Rakyat (FPR) ke-9 di Pasar Bunder Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Kegiatan FPR yang menampilkan pengusaha dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini juga menjadi rangkaian peringatan hari ulang tahun Kabupaten Sragen yang ke-270.

Hadir dalam Festival Pasar Rakyat Bunder tersebut Bupati Sragen, dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati; Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr. Imran Agus Nurali, Sp. KO; Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi; National Sales Distribution Head Danamon Simpan Pinjam, Reza Rusly; serta Regional Corporate Officer Danamon untuk Wilayah Jawa Tengah, Irwan Yoga.

“Indonesia adalah bangsa yang kaya, hal ini tercermin dari keberagaman pasar tradisional atau pasar rakyat yang kita miliki. Sebuah pasar menjadi refleksi dari kekayaan dan perkembangan ekonomi daerahnya. Di dalam sebuah pasar tidak saja bisa kita dapati berbagai komoditas yang umum dan khas, namun juga hal baik lainnya seperti jejak sejarah, arsitektur, kekayaan kuliner, kearifan lokal serta akulturasi budaya,” kata Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli. “Oleh sebab itu, dalam semangat perayaan hari jadi Kabupaten Sragen yang ke-270, mari kita bersama merayakan keberagaman dan kekayaan yang kita miliki yang ada di pasar rakyat,” himbau Restu.

Pasar Bunder merupakan salah satu pasar percontohan program Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) yang dijalankan Danamon Peduli dan bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Sragen sejak tahun 2010. Melalui kampanye yang berjudul Jelajah Pasar Rakyat Nusantara dan kegiatan FPR, Danamon Peduli mengambil langkah strategis dengan memasukkan aspek promosi di dalam pelaksanaan program Pasar Sejahtera. Kegiatan FPR ini menjadi salah satu kegiatan utama Danamon Peduli di tahun 2016, dimana pada tahun ini Danamon Peduli memiliki anggaran sebesar Rp 12,5 miliar untuk mendukung kegiatan tanggung jawab sosial.

Festival Pasar Rakyat Sragen diawali dengan Festival Kuliner pada hari Minggu 15 Mei 2016, bertepatan dengan kegiatan Car Free Day di alun-alun Kabupaten Sragen. Festival Kuliner tersebut menampilkan 25 UMKM yang menjajakan ragam panganan dan minuman, serta berpartisipasi dalam beberapa kategori perlombaan seperti: “Makanan Terfavorit”, “Kostum Terbaik”, serta “Tatanan Dagang Terbaik.”

Rangkaian acara dilanjutkan di tanggal 15 – 18 Mei 2016, melalui study tour pelajar SMA / sederajat ke Pasar Bunder, lomba cerdas cermat antar pasar, lomba siaran di radio komunitas Swara Swadaya Pasar Bunder dan lomba desain t-shirt dengan tema “Hari Ulang Tahun Sragen dan Pasar Rakyat.” Sedangkan untuk puncak acara digelar kirab komunitas Pasar Bunder, talkshow, amazing race pasar, lomba wiron, lomba mengenakan pakaian adat Jawa Tengah dan Bank Sampah Award.

“Study tour pelajar sekolah ke pasar rakyat merupakan pengembangan dari upaya pelibatan masyarakat dalam program Pasar Sejahtera khususnya di Pasar Bunder. Kami berupaya untuk melibatkan banyak golongan ke pasar. Golongan muda tentu saja memiliki peran penting untuk mengenal pasarnya karena mereka nantinya akan menjadi generasi penerus yang bukan saja berbelanja di pasar rakyat, namun sangat mungkin bekerja pada institusi yang nantinya akan bersinggungan dengan pengembangan pasar rakyat,” lanjut Restu. Lebih dari 50 siswa/i SMA / sederajat di Sragen pada kesempatan tersebut berinteraksi langsung dengan komunitas pasar, dengan harapan akan menumbuhkan pemahaman bahwa pasar adalah milik bersama.

Semangat Danamon Peduli dalam mengembangkan pasar rakyat di Indonesia juga menjadi komitmen bersama dari Danamon. Hal ini tercermin melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) yang merupakan lini bisnis Danamon di sektor pembiayaan usaha mikro.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Perbankan Mikro Danamon, Satinder Pal Singh Ahluwalia, menjelaskan bahwa pasar rakyat memiliki fungsi penting terhadap kesejahteraan masyarakat karena di dalamnya terdapat pengusaha-pengusaha mikro yang berkontribusi dalam perekonomian wilayah maupun nasional dan juga dalam menciptakan lapangan kerja. “Dengan pengalaman 12 tahun bermitra bersama para pedagang pasar, peran Danamon Simpan Pinjam bukan hanya menyediakan layanan perbankan kepada pedagang pasar sebagai nasabah, namun juga membantu mereka menjadi pengusaha mikro yang sukses. Hal ini sejalan dengan visi Danamon, yaitu Kita Peduli dan Membantu Jutaan Orang Mencapai Kesejahteraan,” imbuh Satinder.

20
Apr

Yayasan Danamon Peduli Dukung Penerapan SNI 8152:2015

Jakarta, 20 April 2016. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menyelenggarakan diskusi terbatas bertajuk “Meningkatkan Perlindungan Hak Konsumen melalui SNI 8152:2015 Pasar Rakyat” bertepatan dengan peringatan “Hari Konsumen Nasional” yang jatuh setiap tanggal 20 April. Diskusi ini terselenggara karena terdapat fakta bahwa saat ini hak-hak konsumen belum terpenuhi oleh pasar rakyat. Hak-hak tersebut antara lain adalah hak untuk mendapatkan barang yang berkualitas, hak untuk berbelanja di pasar yang bersih, sehat dan nyaman, hak untuk mendapatkan ketersediaan air bersih, dan lain-lain.

“Kami menyambut baik adanya SNI 8152:2015 tentang Pasar Rakyat sebagai acuan standardisasi yang baku dan jelas dalam penyelenggaraan pasar rakyat. Pasar rakyat yang ber-SNI secara langsung akan meningkatkan kemampuannya dalam memberikan pelayanan dan pemenuhan hak konsumen. Selain itu, SNI Pasar Rakyat ditujukan sebagi pedoman dalam mengelola, membangun serta memberdayakan komunitas Pasar Rakyat. Dengan semangat peringatan “Hari Konsumen Nasional” Danamon Peduli berkomitmen untuk terus menjadi mitra kerja pemerintah dalam upaya mewujudkan hal tersebut, karena itu kami telah menganggarkan Rp565.000.000 untuk mendukung dan memfasilitasi pembinaan penerapan SNI 8152:2015 di beberapa Pasar Sejahtera di Indonesia.” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Hadir selaku pembicara diantaranya Drs. Suhanto, M.M, Sekretaris Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI; Prof. DR. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc, Ketua Badan Standardisasi Nasional; Huzna Zahir, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pada kesempatan yang sama, Danamon Peduli juga melakukan Perjanjian Kerjasama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam rangka proses penerapan SNI 8152:2015 di pasar dampingan terpilih pada program Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat).

“Perjanjian Kerjasama Danamon Peduli dan BSN ini, sebagai upaya mensinergikan program dan kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing pihak dalam bentuk pembinaan dan/atau pendampingan penerapan SNI 8152:2015 untuk beberapa pasar dampingan Program Pasar Sejahtera” lanjut Restu Pratiwi.

Maksud dari perjanjian kerjasama ini adalah untuk meningkatkan pengelolaan pasar rakyat secara lebih profesional. Hal ini juga sebagai dukungan dari pemerintah dan swasta untuk mewujudkan pasar rakyat sebagai sarana perdagangan yang kompetitif dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan, pertokoan, mal, maupun pusat perdagangan. Pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan perlindungan terhadap konsumen sekaligus kesejahteraan pedagang.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Seminar Nasional tentang Pasar Rakyat yang telah digelar pada Desember 2015 bertempat di Jakarta.

03
Apr

Yayasan Danamon Peduli Turut Meriahkan HUT Kota Pekalongan ke-110

Pekalongan, 3 April 2016. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali menyelenggarakan Festival Pasar Rakyat ke-8 di Pasar Grogolan kota Pekalongan, Jawa Tengah. Kegiatan Festival Pasar Rakyat ini terselenggara atas kerjasama dengan Pemerintah Kota dalam rangkaian merayakan hari ulang tahun Kota Pekalongan yang ke-110.

Pasar Grogolan merupakan salah satu pasar percontohan program Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) yang dijalankan Danamon Peduli dan bermitra dengan Pemerintah Kota Pekalongan sejak tahun 2010. Melalui kampanye yang berjudul Jelajah Pasar Rakyat Nusantara dan kegiatan Festival Pasar Rakyat, Danamon Peduli mengambil langkah strategis dengan memasukkan aspek promosi di dalam pelaksanaan program Pasar Sejahtera. Kegiatan Festival Pasar Rakyat ini menjadi salah satu dari beberapa kegiatan utama Danamon Peduli di tahun 2016. Untuk tahun 2016, Danamon Peduli memiliki anggaran sebesar Rp 12,5 miliar untuk kegiatan tanggung jawab sosial.

Hadir di Festival Pasar Rakyat Grogolan, H. Achmad Alf Arslan Djunai, SE., Walikota Pekalongan; Willy S. Dharma, Anggota Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli dan Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance); Satinder Pal Singh Ahluwalia, Direktur Perbankan Mikro Danamon; Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli; dan Irwan Yoga, Regional Corporate Officer Danamon untuk Wilayah Jawa Tengah.

“Kegiatan promosi yang digelar di pasar tradisional merupakan salah satu strategi agar keberadaannya memberikan peran dan nilai tambah bagi masyarakat. Promosi juga dilakukan agar mampu menarik simpati semua lapisan masyarakat khususnya golongan muda, yang nantinya adalah generasi penerus orang tua mereka yang saat ini masih setia berbelanja atau berjualan di pasar. Pasar rakyat membutuhkan sentuhan kreativitas dari golongan muda.” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Sejalan dengan hal tersebut, Festival Pasar Rakyat melibatkan puluhan siswa sekolah menengah atas (SMA/sederajat) dalam lomba mural (melukis dinding) di sepanjang dinding Pasar Grogolan dengan tema ajakan ke pasar rakyat; imbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar; atau pernyataan generasi cinta pasar rakyat. Melalui lomba mural, kreativitas generasi muda kota Pekalongan terfasilitasi, sekaligus memberi nuansa baru untuk Pasar Grogolan.

Bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP/sederajat) digelar lomba kreasi sampah yang memanfaatkan sampah non-organik yang dihasilkan oleh pasar. Lomba kreasi sampah non-organik ini sekaligus mendorong semangat untuk memperbaiki kesehatan lingkungan pasar dengan mengubah sampah menjadi produk yang memiliki daya guna.

“Pasar Grogolan adalah pasar yang istimewa karena satu-satunya pasar di kota Pekalongan yang telah dilengkapi dengan bank sampah. Bank Sampah Sejahtera merupakan dukungan Danamon dan Adira Finance melalui Danamon Peduli atas aspirasi dari pedagang yang menginginkan adanya perbaikan kesehatan lingkungan di Pasar Grogolan, pengelolaan bank sampah sepenuhnya dijalankan oleh paguyuban pedagang,” kata Willy S. Dharma, Anggota Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli.

Selama tahun 2015, Bank Sampah Sejahtera Pasar Grogolan mengumpulkan 5.523,8 kg sampah non organik. Upaya meningkatkan ketertarikan pedagang untuk menjadi nasabah bank sampah dilakukan dengan aneka insentif, berupa penghargaan dan hadiah untuk nasabah dengan jumlah setoran sampah terbanyak yang diumumkan pada Festival Pasar Rakyat Grogolan. Peran aktif pedagang di Festival Pasar Rakyat Grogolan ini juga dibuktikan melalui antusiasme pendaftaran peserta di “Lomba Cerdas Cermat dan Lomba Cacah Cecek,” yang melibatkan pedagang di seluruh pasar rakyat di kota Pekalongan. Cecek, gori atau nangka muda adalah bahan baku Megono, makanan khas Pekalongan. Turut pula Dharma Wanita Kota Pekalongan menjadi peserta lomba masak, adu kepiawaian dalam menyusun menu dan mengolah masakan berbahan dasar ikan.

Semangat Danamon Peduli dalam mengembangkan pasar rakyat di Indonesia juga menjadi komitmen bersama dari Danamon. Hal ini tercermin oleh Danamon Simpan Pinjam yang merupakan lini bisnis Danamon di sektor pembiayaan usaha mikro.

Direktur Perbankan Mikro Danamon, Satinder Pal Singh Ahluwalia, menjelaskan bahwa pasar rakyat memiliki fungsi penting terhadap kesejahteraan masyarakat karena di dalamnya terdapat pengusaha-pengusaha mikro yang berkontribusi dalam perekonomian wilayah maupun nasional dan juga dalam menciptakan lapangan kerja. “Dengan pengalaman 12 tahun bermitra bersama para pedagang pasar, peran Danamon Simpan Pinjam bukan hanya menyediakan layanan perbankan kepada pedagang pasar sebagai nasabah, namun juga membantu mereka menjadi pengusaha mikro yang sukses. Hal ini sejalan dengan visi Danamon yaitu Kita Peduli dan Membantu Jutaan Orang Mencapai Kesejahteraan.” imbuh Satinder.