20
Apr

Yayasan Danamon Peduli Dukung Penerapan SNI 8152:2015

Jakarta, 20 April 2016. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menyelenggarakan diskusi terbatas bertajuk “Meningkatkan Perlindungan Hak Konsumen melalui SNI 8152:2015 Pasar Rakyat” bertepatan dengan peringatan “Hari Konsumen Nasional” yang jatuh setiap tanggal 20 April. Diskusi ini terselenggara karena terdapat fakta bahwa saat ini hak-hak konsumen belum terpenuhi oleh pasar rakyat. Hak-hak tersebut antara lain adalah hak untuk mendapatkan barang yang berkualitas, hak untuk berbelanja di pasar yang bersih, sehat dan nyaman, hak untuk mendapatkan ketersediaan air bersih, dan lain-lain.

“Kami menyambut baik adanya SNI 8152:2015 tentang Pasar Rakyat sebagai acuan standardisasi yang baku dan jelas dalam penyelenggaraan pasar rakyat. Pasar rakyat yang ber-SNI secara langsung akan meningkatkan kemampuannya dalam memberikan pelayanan dan pemenuhan hak konsumen. Selain itu, SNI Pasar Rakyat ditujukan sebagi pedoman dalam mengelola, membangun serta memberdayakan komunitas Pasar Rakyat. Dengan semangat peringatan “Hari Konsumen Nasional” Danamon Peduli berkomitmen untuk terus menjadi mitra kerja pemerintah dalam upaya mewujudkan hal tersebut, karena itu kami telah menganggarkan Rp565.000.000 untuk mendukung dan memfasilitasi pembinaan penerapan SNI 8152:2015 di beberapa Pasar Sejahtera di Indonesia.” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Hadir selaku pembicara diantaranya Drs. Suhanto, M.M, Sekretaris Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI; Prof. DR. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc, Ketua Badan Standardisasi Nasional; Huzna Zahir, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pada kesempatan yang sama, Danamon Peduli juga melakukan Perjanjian Kerjasama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam rangka proses penerapan SNI 8152:2015 di pasar dampingan terpilih pada program Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat).

“Perjanjian Kerjasama Danamon Peduli dan BSN ini, sebagai upaya mensinergikan program dan kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing pihak dalam bentuk pembinaan dan/atau pendampingan penerapan SNI 8152:2015 untuk beberapa pasar dampingan Program Pasar Sejahtera” lanjut Restu Pratiwi.

Maksud dari perjanjian kerjasama ini adalah untuk meningkatkan pengelolaan pasar rakyat secara lebih profesional. Hal ini juga sebagai dukungan dari pemerintah dan swasta untuk mewujudkan pasar rakyat sebagai sarana perdagangan yang kompetitif dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan, pertokoan, mal, maupun pusat perdagangan. Pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan perlindungan terhadap konsumen sekaligus kesejahteraan pedagang.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Seminar Nasional tentang Pasar Rakyat yang telah digelar pada Desember 2015 bertempat di Jakarta.

Leave a Reply