14
Aug

Pedagang Pasar Tradisional Diajak Peduli Lingkungan

PEKALONGAN Yayasan Danamon Peduli bekerja sama dengan Policy Advice for Climate and Environmental Change (Paklim) Deutsche Gesellschaft for Internationale Zusammenarbeit (GIZ) menggagas program eco maping di kawasan pasar tradisional untuk menekan laju perubahan iklim.

Melalui kegiatan ini, para pedagang pasar diajak peduli lingkungan. Ketua Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi mengatakan, selama ini aspek penghijauan pasar belum tersentuh. Sementara pasar rakyat (tradisional) merupakan salah satu wilayah yang memiliki berbagai permasalahan lingkungan. Di antaranya pengelolaan sampah, kualitas dan ketersediaan air bersih dan pemanfaatan listrik. Perubahan Iklim Karena itu, peran serta komunitas pasar sangat diperlukan untuk memperbaiki berbagai permasalahan tersebut, terangnya dalam Pembukaan Eco Maping di Aula Gedung PKK Kota Pekalongan, kemarin.

Program eco maping ini akan dilaksanakan di Pasar Grogolan yang telah didampingi Yayasan Danamon Peduli sejak empat tahun yang lalu. Dijelaskan, program eco maping di kawasan pasar tradisional tersebut bertujuan memberikan wawasan mengenai perubahan iklim dan dampaknya di lingkungan pasar. Selain itu juga mendorong komunitas pasar untuk mencari solusi bagi dampak lingkungan tersebut. Nantinya, para pedagang dan seluruh komponen Pasar Grogolan akan melakukan pemetaan keanekaragaman hayati dan penggunaan energi di pasar. Dengan adanya program tersebut, seluruh komponen pasar akan memahami prinsip-prinsip dasar dari konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Harapannya, mereka dapat mengukur pengurangan gas rumah kaca dan menjalankan standar-standar kesehatan dan keamanan lingkungan.

Setelah program ini dijalankan, kami berharap ada peningkatan efisiensi sumber daya keseluruhan, pengurangan emisi gas rumah kaca di pasar serta peningkatan kapasitas pedagang dalam memahami isu lingkungan, terutama perubahan iklim, harapnya.

(K30-47) sumber: berita.suaramerdeka.com

Leave a Reply