06
Aug

Pasar Tradisional Makin Modern, Masyarakat Diminta Kembali

JAKARTA Keberadaan pasar tradisional saat ini mulai tergusur, karena masyarakat dalam negeri mulai beralih membeli kebutuhan pokok ke pasar modern. Pasalnya, masyarakat lebih nyaman untuk berbelanja di pasar modern. Itu tidak bisa dinafikan, karena bagaimanapun konsumen punya pangsa pasarnya sendiri, ujar Ketua DPD RI Irman Gusman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2015). Irman mengatakan, kendati mulai ditinggalkan, pihaknya tetap mengimbau pemerintah untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional. Sebab, pasar tradisional tetap menjadi tumpuan ekonomi rakyat.

Makanya, kita imbau kepada pemerintah untuk melakukan revitalisasi dan pendirian pasar rakyat yang baru, bersih, sehat, serta harga terjangkau, jelasnya. Lebih lanjut dia menuturkan, pasar tradisional serta pasar modern memiliki perbedaan dalam mekanisme keterlibatan para pelaku usahanya. Pasar modern bukan jual-beli saja, tapi sebuah komoditas ribuan dan ratusan orang terlibat dalam sebuah pasar itu, katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, tidak semua pasar tradisional dikelola dengan buruk.  Karena, saya berkunjung ke pasar tradisional Indonesia banyak yang manajemennya modern.

Itu jati diri ekonomi bangsa Indonesia yang berada di pasar itu sendiri, katanya. Irman menlai pasar tradisional memang lebih memberikan pengaruh ekonomi ke masyarakat karena dimiliki oleh rakyat. Sementara untuk pasar modern saat ini banyak dimiliki oleh korporasi. Silakan dia berada di Ibu Kota Negara, tetapi pasar rakyat berada di mana-mana. Baik di Ibu Kota Negara maupun sampai di desa-desa, ungkap dia. Oleh karena itu, Irman memberi dukungan penuh dengan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan guna melakukan revitalisasi pasar tradisional agar diminati masyarakat. Gerakan ayo kembali ke pasar tradisional, dukungan politik dari DPD dengan kerjasama Kemendag. Untuk melakukan revitalisasi di pasar, menarik orang datang dipromosikan, tandasnya. (mrt) economy.okezone.com

Leave a Reply