05
Nov

Festival Pasar Rakyat Tejoagung, Kemeriahan yang Bersahaja

Pasar Tejoagung adalah salah satu pasar tradisional (pasar rakyat) di Kota Metro, Lampung. Bangunan Pasar Tejoagung bergaya hanggar dengan atap yang tinggi dan jendela-jendela besar di sekeliling atas bangunan utama. Namun sayangnya Pasar Tejoagung hanya ramai sekitar 5 jam saja dalam sehari, yaitu pada jam 2 dini hari hingga pukul 6 pagi, itupun karena keberadaan para penjual sayur bermotor, masyarakat tampak enggan datang langsung berkunjung ke pasar yang telah direvitalisasi Kementerian Perdagangan RI pada tahun 2013. Walaupun sepi pengunjung, Pasar Tejoagung tampak tidak terawat dan kotor.

Tahun 2014, Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bersama Pemerintah Kabupaten Kota Metro menandatangani kesepakatan kerja sama program Pasar SEJAHTERA (Sehat, Hijau, bersih, Terawat). Pasar Tejoagung terpilih setelah tim Danamon Peduli berkordinasi dengan Danamon Area I melakukan penilaian terhadap sembilan pasar di Provinsi Lampung. Komponen penilaian tentunya dilihat dari dua aspek utama yaitu investasi sosial dan investasi bisnis dari Danamon dan Adira.

Danamon Peduli segera melakukan perbaikan pada los basah (tempat menjual ikan, ayam, daging, sayur dan buah) sebagai bentuk intervensi fisik pada pasar. Sama dengan pasar dampingan Danamon Peduli lainnya, los basah dipilih menjadi unit percontohan dari program Pasar SEJAHTERA mengacu pada standar Kementerian Kesehatan sesuai dengan Kepmenkes No. 519/2008 tentang Pasar Sehat. Sebagai informasi, pada Pasar Sehat tempat penjualan bahan pangan basah memiliki standar spesifikasi seperti: mempunyai meja tempat penjualan dengan permukaan yang rata dengan kemiringan yang cukup sehingga tidak menimbulkan genangan air, tersedia lubang pembuangan air di setiap sisi, memiliki sekat pembatas dan mudah dibersihkan dengan tinggi minimal 60 cm dari lantai dan terbuat dari bahan tahan karat dan bukan dari kayu.

Tidak hanya itu, Danamon Peduli juga melakukan pendampingan secara intensif kepada para pedagang dalam rangka perubahan perilaku hidup sehat dan bersih melalui penyadaran membuang sampah pada tempatnya dan budaya mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani barang/bahan dagangan. Pendekatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan kapasitas pedagang sebagai aktor utama perubahan dan perbaikan kesehatan lingkungan di pasar. Pendampingan ini merupakan salah satu contoh intervensi non fisik dari Danamon Peduli.

Setelah berjalan hampir satu tahun, Pasar Tejoagung yang kini dalam proses menuju Pasar SEJAHTERA Tejoagung siap diresmikan. Danamon Peduli merubah skenario peresmian pasar dampingan yang semula dilakukan dengan konsep seremonial korporasi bertajuk Peringatan Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) kini menjadi Festival Pasar Rakyat. Festival Pasar Rakyat adalah sebuah kampanye promosi pasar rakyat dengan pelibatan seluruh pemangku kepentingan di pasar yaitu pemerintah pusat, pemerintah setempat, pengelola pasar pemasok, penjual, pekerja pasar lainnya dan juga konsumen serta masyarakat umum.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan pasar menjadi ruang publik yang kreatif, edukatif dan berbudaya. Minggu 15 Maret 2014, Festival Pasar Rakyat dan Peresmian Program Pasar SEJAHTERA diselenggarakan di Pasar Tejoagung. Dihadiri hampir 600 orang warga Kota Metro yang menandakan harapan bahwa masyarakat masih memiliki keberpihakan kepada pasar rakyat asalkan pasar pun berkembang mengikuti kebutuhan konsumen.

Hadir dalam kegiatan ini Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Dr. Eko Rahajeng, SKM.M.Kes dari Kementerian Kesehatan RI, Kepada Subdit Pengembangan Sarana Distribusi Direktorat Logistik dan Sarana Distribusi, Nina Maro dari Kementerian Perdagangan RI, Sekretaris Daerah Kota Metro, Drs. Hi. Ishak, M.H, Wakil Direktur Utama Danamon Muliadi Rahardja, Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi beserta karyawan Danamon dan Adira setempat. Festival Pasar Rakyat juga mampu merangkul swasta lain seperti Kecap Bango dari Unilever, Indofood, Bolpen Pilot dan MP Pro Organizer. Selain itu hadir sebagai relawan Arie Parikesit, Pemerhati Kuliner Indonesia dan Zidan Junior Master Chef Indonesia yang memberikan inspirasi kepada kaum muda akan kecintaannya kepada pasar rakyat.

Bertempat di Pasar Tejoagung keseruan terjadi di antara sesaknya lapak lapak pedagang, masyarakat dari segala umur pun berjejal ingin menjadi bagian dari proses rejuvenation pasar rakyat. Festival Pasar Rakyat Tejoagung berlangsung meriah, sebuah pesta milik rakyat yang bersahaja.

Leave a Reply