16
Nov

Festival Pasar Rakyat Lambocca, Silaturahmi Tak Perlu Menunggu Hari Raya

Festival Pasar Rakyat Lambocca, Silaturahmi Tak Perlu Menunggu Hari Raya Silaturahmi secara bahasa bermakna hubungan kekerabatan atau tali persaudaraan. Ya, di pasar pembeli akan disapa dengan ramah oleh banyak pedagang, walaupun maksudnya menawarkan barang dagangan namun begitulah cara pasar memaknai sebuah hubungan kekerabatan.

Pasar Lambocca, terletak di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Menempuh waktu 3.5 4 jam per jalan darat dari Makassar. Keindahan Bantaeng mulai menjadi bahan perbincangan para pecinta travelling, kabupaten cantik ini diapit dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang pada bagian utara, sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.masyarakat Bantaeng yang memiliki kedisplinan tinggi dalam menjaga kebersihan lingkungan ini sebagian besar bermata pencarian sebagai petani.

Program Pasar SEJAHTERA di Pasar Lambocca Bergabung pada bulan Oktober 2014, Pasar Lambocca merupakan pasar ke-9 yang bergabung dalam program Pasar SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) yang merupakan kerjasama antara Yayasan Danamon Peduli dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Pasar Lambocca merupakan pasar percontohan Kementerian Perdagangan tahun 2011 dan Pasar Sehat Kementerian Kesehatan pada tahun 2012. Menempati lahan 1.5 ha dengan jumlah lebih dari 1.000 pedagang dengan jenis komoditas dagangan yang sangat beragam, bahkan dapat dikatakan terlengkap, sangat disayangkan hingga saat ini Pasar Lambocca baru beroperasi pada hari Senin dan Kamis, selain itu los basah tempat menjual ikan dan daging pun tampak sudah rusak, jauh dari standar Pasar Sehat mengacu pada Kepmenkes No. 519/2008 tentang penyelenggaraan pasar sehat. Segera setelah Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani oleh Yayasan Danamon Peduli dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, hal pertama yang dilakukan oleh Yayasan Danamon Peduli adalah melakukan sosialisasi kepada para pedagang Pasar Lambocca.

Penting untuk dipahami oleh para pedagang bahwa merekalah sebagai pelaku atau aktor utama dari seluruh kegiatan di program Pasar SEJATERA guna mewujudkan pasar yang sehat, hijau, bersih dan terawat. Peningkatan dan perbaikan kualitas pasar rakyat wajib dilakukan, mengingat banyaknya masyarakat yang mulai meninggalkan pasar dan beralih berbelanja pada ritel modern. Pasar rakyat dinilai kurang mampu memberikan kenyamanan berbelanja, padahal pasar rakyat merupakan salah satu penopang perekonomian daerah bahkan bangsa. Selain terus melakukan pendekatan kepada pedagang untuk membentuk kader-kader penggerak yang mumpuni, Yayasan Danamon Peduli juga segera melakukan perbaikan fisik pada los basah Pasar Lambocca. Festival Pasar Rakyat Lambocca Senin pagi, 27 April 2015.

Hari pasar kembali digelar di Pasar Lambocca, sapaan demi sapaan dari pedagang kepada pelanggannya terdengar di setiap sudut. Di antara transaksi yang terjadi, hari itu Yayasan Danamon Peduli menggelar Festival Pasar Rakyat Lambocca. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan pasar rakyat lebih dari sekedar tempat transaksional semata.

Pasar mampu menjadi ruang publik yang kreatif, edukatif dan berbudaya. Sekaligus momen ini dimanfaatkan untuk melakukan peresmian Unit Percontohan Program Pasar SEJAHTERA di Pasar Lambocca. Dihadiri lebih dari 1.000 orang di kabupaten Bantaeng, Festival Pasar Rakyat berlangsung sangat meriah, masyarakat hadir membawa sanak saudara, tak kalah pedagang pun bertahan lebih lama dari hari pasar biasanya untuk dapat beraktivitas bersama dengan para pengunjung pasar lainnya. Dihadiri oleh Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah beserta jajarannya, Restu Pratiwi selaku Ketua dan Direktur Ekskutif Yayasan Danamon Peduli, Dalman Mangiri RCO Danamon Wilayah IV beserta keluarga besar Danamon dan Adira di Sulawesi Selatan, silaturahmi di Pasar Lambocca kali ini terasa sangat istimewa.

Melalui beragam kegiatan pelibatan masyarakat seperti lomba masak ala “amazing race,”lomba lukis tong sampah, panggung hiburan, bazaar UMKM membuktikan pasar mampu menyuguhkan acara serupa dengan pusat perbelanjaan modern. Khusus untuk Pasar Lambocca, Super Cook Bara Pattiradjawane memutuskan untuk hadir menjadi relawan dan meramaikan Festival Pasar Lambocca lewat demo masak menu andalannya yaitu Gulai Nusantara. Bukan sembarang gulai, Gulai Nusantara menggunakan 34 rempah dari 34 provinsi di Indonesia dengan bahan dasar menggunakan ikan tongkol yang Super Cook Bara beli langsung di salah satu pedagang ikan di Pasar Lambocca.

Tidak sampai di sini, talk show yang biasanya digelar pada gedung pertemuan maupun di hotel kali ini oleh Danamon Peduli tidak tanggung-tanggung digelar di pasar rakyat. Menempati area lapangan tengah Pasar Lambocca, talk show yang menghadirkan nara sumber Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng dan Handoko Hedroyono, Pelaku Industri Kreatif, Penulis Buku dan Produser Film Filosopi Kopi seru membincangkan tema Menghidupkan Pasar Rakyat dengan Kreativitas.

Talk show ini dimoderatori oleh Arie Parikesit, Pemerhati Kuliner yang turut menjadi relawan atas kesetiaannya pada pasar rakyat yang melahirkan begitu banyak ragam kuliner sebagai kekayaan Indonesia. Talk show ini turut pula dihadiri dan disimak oleh belasan blogger Kompasiana dan Komunitas Barista dari Makassar. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, sudah 7 jam kegiatan Festival Pasar Rakyat ini berlangsung namun rasanya masyarakat nampak enggan beranjak pulang, hingga Nurdin Abdullah melebur di tengah keramaian bernyanyi bersama, sebuah lagu kebanggaan Bantaeng berjudul Kalabiranna Butta Toa Bantaeng dinyanyikan dengan syahdu. Lagu tentang sosok seorang pemuda yang bercerita keindahan sebuah tanah tua yaitu Bantaeng, dimana terlalu indah untuk dikenang dan sangat sulit untuk dilupakan.

Lagu tersebut memang cocok sebagai lagu penutup Festival Pasar Rakyat Lambocca, dimana ribuan pasang mata menjadi saksi bahwa pasar sebagai tempat interaksi tertua di Indonesia kini mampu menyuguhkan kemeriahan yang indah untuk dikenang dan sulit untuk dilupakan.

Leave a Reply