Friday, Jan 18th 2019
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

WARNA WARNI DI PASAR KEMBANG, KOTA SURABAYA


Mendengar kata “kembang” (atau bunga) mengingatkan kita pada keindahan warna dan rupanya, seperti pasar kembang di Pasar Rawabelong , Jakarta yang dikenal dengan ragam indah bunganya, namun warna warni di Pasar Kembang yang terletak di Jl. Kedungdoro, Kota Surabaya punya cerita berbeda. Pasar Kembang terdiri dari dua lantai, pada lantai dasar berisi pedagang dengan komoditas pasar pada umumnya. Pada lantai kedua dikhususkan sebagai pasar kering, dengan mayoritas adalah pedagang tekstil. Sebagian dari lantai dua adalah gedung bioskop yang sudah lama tidak lagi beroperasi namun masih meninggalkan layar putih lengkap dengan sound system tuanya, adapun justru pedagang kembang dziarahnya berada di sepanjang bahu jalan diluar dari Pasar Kembang mungkin agar memudahkan pada pendziarah berbelanja kebutuhan dziarah. Secara lokasi Pasar Kembang terletak diantara dua makam besar yaitu Pemakaman Umum Tembok dan Pemakaman Kembang Kuning. Menurut Bambang Parikesit Direktur Utama PD Pasar Surya selaku BUMD yang membawahi pengelolaan pasar rakyat di Kota Surabaya, lantai dua Pasar Kembang terbilang sepi pengunjung hingga pedagangnya memilih untuk pindah berdagang ditempat lain, akhirnya lantai dua Pasar Kembang terbengkalai dan justru dimanfaatkan oleh beberapa masyarakat untuk hal- hal yang tidak terpuji salah satunya sebagai lokalisasi tidak resmi. Melihat kondisi ini, Tri Rismaharini Walikota Surabaya segera mengambil tindakan, mengalih fungsi lantai dua menjadi pusat grosir jajanan terbesar di Kota Surabaya. Tujuannya sederhana, mengembalikan kesempatan untuk pedagang mencari nafkah, mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro dan kecil sekaligus mempertahankan berbagai kekayaan kuliner lokal melalui panganan jajan pasar. Pasar Kembang lantai dua pusat grosir jajanan menampung 123 pedagang grosir jajanan pasar. Bisa dibayangkan jika satu pedagang grosir memiliki 20 pelanggan pedagang eceran kue, maka pada kenyataannya Pasar Kembang telah mampu menyerap 2.460 tenaga kerja. Jumlah yang cukup banyak untuk ukuran pasar yang sering dikenal dengan istilah “pasar subuh” dengan jam operasional efektif hanya selama sembilan jam dalam seharinya. Kini, Pasar Kembang memiliki warna warninya. Aneka jajanan pasar terpajang rapih nan menggugah selera, rupanya pun cantik-cantik. Pedagang grosir menyusun kue-kue cantiknya sejak pukul 9 malam dan mulai pukul 12 malam, Pasar Kembang sudah disesakkan oleh banyak pedagang kue eceran hingga pukul 6 pagi. Peredaran kue-kue ini pun tidak tanggung-tanggung hingga ke Pasuruan dengan perputaran uang setiap harinya sekitar Rp1.5-2milyar, luar biasa. Jelajah Pasar Rakyat Nusantara Festival Pasar Rakyat Kembang Menjelajahi pasar demi pasar di Indonesia, mencari lebih banyak cerita unik dan baik tentang pasar, sangatlah sayang jika tidak berkunjung ke Pasar Kembang. Minggu 22 Agustus 2015 tepat pukul 7 pagi, Festival Pasar Rakyat kedua dibuka oleh Tri Rismaharini, Walikota Surabaya sang penggagas pasar tematik Pasar Kembang. Ditengah kesibukan dan padatnya jadwal pekerjaan dirinya sebagai Walikota, maka tidak berlebihan jika kehadirannya merupakan pernyataan sikap bahwa beliau mendukung penuh kampanye nasional Jelajah Pasar Rakyay Nusantara yang digagas oleh Yayasan Danamon Peduli. Pasar Kembang lantai dua terasa berbeda, biasanya pada jam tujuh pagi sudah mulai sepi karena pedagang grosir yang pulang begitupun para pembeli, namun kali ini tetap ramai oleh masyarakat . Pengungjung pasar berdesakan ingin melihat Festival Pasar Rakyat Kembang yang dipersembahkan Danamon dan Yayasan Danamon Peduli. Menyesuaikan dengan konten lokal yaitu pasar tematik jajanan pasar, Festival Pasar Rakyat Kembang untuk pertama kalinya menggelar “Lomba Menghias Kue” untuk pelajar SMP/sederajat, bertema HUT RI Ke- 70, awalnya panitia cukup pesimis apakah mungkin pelajar SMP mampu menghias kue. Namun keyakinan bahwa golong muda Indonesia kian kreatif maka pilihan panitia memilih lomba ini tidaklah salah. 15 SMP di Kota Surabaya berlomba unjuk kebolehan, satu tim berisikan 3 orang pelajar. Mereka dengan antusias dan luwes menghias kue. Ada yang sedang membaurkan cream dipermukaan kuenya, dan anggota timnya lain sibuk mengaduk dan mencampur warna dan menyusun pernak pernik penghiasnya. Waktu yang diberikan hanya 60 menit namun hasilnya, diluar dugaan! Selain lomba hias kue, lomba hias tong sampah bertema Hari Kemerdekaan RI ke-70 juga digelar, lomba masak yang melibatkan 16 pasar di Kota Surabaya tak kalah seru. Beberapa peserta menggunakan kostum bertema 17-an serta tak ketinggalan membuat topi juru masak dari kertas. Mereka pun dengan lancar mempresentasikan menu masakannya ketika Walikota Surabaya Tri Rismaharini beserta Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi beserta undangan melakukan tour kegiatan dan menghampiri satu persatu tim peserta lomba masak. Tidak hanya itu, banyak dari tim yang membawa hiasan meja untuk menambah cantik penyajian makanan. Kegiatan seperti ini memunculkan gambaran bahwa pedagang pasar rakyat yang setiap harinya berdagang tidak kalah kreatif, yang mereka perlukan adalah kesempatan untuk unjuk kemampuan. Semangat yang sama juga dimiliki oleh Fusion Jazz Community Surabaya yang melihat pasar rakyat sebagai tempat interaksi yang menarik untuk memasyarakatkan musik jazz, menurunkan lima personil pemusik jazz muda, pengunjung Festival Pasar Rakyat Kembang pun dihibur dengan alunan musik jazz. Danamon dan Adira Wilayah Surabaya turut memberi perhatian terhadap perkembangan pasar rakyat dengan memperbaiki fisik dari Pasar Kembang Kota Surabaya berupa: pengecatan, perbaikan plang petunjuk pasar, perbaikan plang pedagang dan penghijauan. Pojok BISA Memperkuat pesan bahwa pasar merupakan ruang publik yang nyaman untuk tempat kita menimba ilmu, Danamon dan Adira melalui divisi Brand Management Public Affairs merancang sebuah kelas literasi gratis yang nyaman untuk pedagang dan masyarakat bernama Pojok BISA. Kelas literasi ini tentu saja dilaksanakan didalam pasar, dilengkapi dengan modul pelatihan yang sedernaha namun bermanfaat, Pojok BISA digelar dalam dua sesi dengan masing-masing sesi menampung 20-25 peserta pelatihan. Pedagang yang sering kali merasa enggan berhubungan dengan perbankan, diharapkan setelah mengikuti Pojok BISA mampu mengenal dan memilih produk dan layanan perbankan mana yang cocok untuk diri dan keluarganya. Pojok BISA merupakan salah satu terjemahan visi Danamon “Kami Peduli Membantu Jutaan Orang Mencapai Kesejahteraan” dalam bentuk aksi nyata yang selaras dengan program edukasi dari Otoritas Jasa Keuangan.

Share the knowledge...