Friday, Jan 18th 2019
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

Mendorong Pengelolaan Pasar Rakyat Lebih Profesional dan Mempunyai Daya Saing


Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Diskusi Panel bertajuk “Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompetitif” pada Selasa (16/12/2015) di Jakarta. Seminar dihadiri oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau dinas terkait pengawasan dan pengelolaan pasar rakyat di seluruh Indonesia dan pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap isu pasar rakyat. Penyelenggaraan Seminar ini bertujuan mendorong sosialisasi SNI 8125:2015 tentang Pasar Rakyat. Selain itu juga untuk memotivasi pemerintah daerah agar segera meningkatkan kualitas pasar rakyat yang ber-SNI. Seminar nasional dan diskusi panel SNI Pasar Rakyat ini menghadirkan pembicara antara lain Direktur Logistik dan Sarana Distribusi Kemendag Jimmy Bella, Kepala BSN Bambang Prasetya, Kepala Sub Direktorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat Kemenkes Yulikarmen, dan Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN Zakiyah. Seminar dibuka langsung oleh Ketua dan Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi. Bambang dalam kesempatan tersebut menyampaikan, ia merasa gembira karena sekarang telah ada SNI Pasar Rakyat. “Saya senang, supaya rakyat mengerti pasar yang hebat seperti apa,” ungkap Bambang. SNI Pasar Rakyat, lanjut Bambang, dirumuskan dengan dasar berbagai peraturan pemerintah dari berbagai sektor terkait pembangunan /pengelolaan pasar, seperti kesehatan dan perdagangan. “Ini bagus. SNI Pasar rakyat beda, tempat bersatunya berbagai aturan,” kata Bambang. Adapun tujuan SNI pasar rakyat ialah agar pasar rakyat menjadi rumah ekonomi dan rumah budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. Saat ini, SNI pasar rakyat diterapkan secara sukarela. “Tapi yang bisa memenuhi dengan baik akan dapat penghargaan. Semoga Danamon Peduli bisa mengawal dengan baik,” kata Bambang. Ke depan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akan merevitalisasi pasar-pasar rakyat yang ada. Revitalisasi pasar rakyat, lanjut Bambang, merupakan program prioritas pemerintah untuk menggerakkan perekonomian nasional. Selain itu, juga untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat daerah, serta menggerakkan aktivitas sosial. “Kita perlu membuat rolemodel sebagai percontohan. Nanti akan mengundang wisata juga,” kata Bambang. Bambang pun berharap, pasar rakyat bisa menjadi sarana transformasi Indonesia yang lebih cepat dan lebih baik. Restu menyampaikan, melalui Seminar ini diharapkan dapat mendukung motivasi dan meningkatkan komitmen pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia untuk segera meningkatkan kualitas pasar rakyat. “Pasar rakyat yang mempunyai SNI akan menciptakan pengelolaan pasar yang lebih professional sehingga memiliki daya saing dengan pusat perbelanjaan modern,” ujar Restu. Dalam hal ini, Danamon Peduli berperan sebagai katalis yang bertujuan mempercepat perluasan manfaat agar SNI Pasar Rakyat ini menjangkau semua pemangku kepentingan. (ria-humas) Sumber : http://www.bsn.go.id/main/berita/berita_det/6925/Mendorong-Pengelolaan-Pasar-Rakyat-Lebih-Profesional-dan-Mempunyai-Daya-Saing#.VndWCr9pv2s

Share the knowledge...