Friday, Jan 18th 2019
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

Hanya 10% Pengelolaan Pasar Punya Pembukuan Keuangan


Tercatat hanya 10% pengelola pasar tradisional di Indonesia memiliki pembukuan keuangan, selebihnya dikelola tanpa pembukuan. Hal ini merupakan hasil survei di 3956 pasar mencakup 210 kabupaten/kota di 12 provinsi. Demikian diungkapkan oleh Kasubdit Pengelolaan Sarana Distribusi Kemendag, Muhammad Anwar disela konferensi pers Yayasan Danamon Peduli di Kawasan Semanggi, Jakarta, Selasa (5/7/2011). Menurutnya, saat ini kondisi pasar tradisional sangat mengkhawatirkan dari sisi fisik maupun pengelolaan manajemen pasar “Bayangkan saja dari 12 propinsi, baru 10% pasar yang punya pembukuan keuangan,” katanya. Kementerian Perdagangan tengah melakukan program revitalisasi di 120 pasar tradisional pada tahun 2011. Sebanyak 10 pasar akan dijadikan pasar percontohan. Kemendag telah menyiapkan dana lebih dari Rp 500 miliar untuk pengembangan pasar tradisional ini. “Pasar tradisional itu memang identik dengan jelek, kotor, jorok, tidak aman, kumuh, barang kurang higienis dan memang kebanyakan semuanya negatif. Oleh karena itu diperlukan revitalisasi pasar. Di 2011 akan ada 120 pasar yang akan dibangun lebih baik dengan 10 pasar dikembangkan menjadi pasar tradisional,” ujar Anwar. Menurutnya, revitalisasi pasar memang menjadi agenda tersendiri bagi kemendag untuk menghilangkan kesan negatif dipasar tradisional. Kemendag terus mengembangkan pasar tradisional agar mapu bersaing dengan pasar modern yang tengah menjamur dimanapun. “Program revitalisasi pasar itu anggarannya Rp. 505 miliar dan untuk pengembangan 10 pasar percontohan itu ada Rp. 16 miliar,” tuturnya. Dikatakan Anwar, sesuai perencanaan Kemendag akan terus mengembangkan pasar percontohan dimana pada 2011 sebanyak 10 pasar, 2012 sebanyak 23 pasar dan 25 pasar di 2013. Adapun 10 pasar yang dikembangkan menjadi percontohan di 2011 ini yakni Pasar Pangurunan-Kabupaten Samosir, Pasar Panorama-Bengkulu, Pasar Grabag-Purwerejo, Pasar Cokr Kembangan-Klaten, Pasar Minulyo-Pacitan, Pasar Agung-Denpasar, Pasar Kewapante-Kabupaten Sikka, Pasar Lambocca-Kabupaten Bantaeng, Pasar Pattalassang-Kabupaten Takallar dan Pasar Skow-Kabupaten Jayapura. “Mengembangkan pasar percontohan dilakukan pertama dengan Identifikasi pasar percontohan. Yaitu 3 tahap pemberdayaan dan kemudian dilakukan identifikasi rapd maping, pendataan pedagang, pendapatan pasar, nilai transaksi perdagangan. Selain itu dilakukan pemetaan 7 dimensi, pendampingan relokasi,” tuturnya. Danamon Dukung Revitalisasi Pasar Rp. 12 miliar Pada kesempatan yang sama PT Bank Danamon Tbk (Danamon) melalui Yayasan Danamon Peduli (YDP) mengalokasikan Rp. 12 miliar untuk program yang difokuskan kepada bantuan pengembangan pasar tradisional. Danamon bekerjasama dengan Kemendag melakukan beberapa pengembangan pasar tradisional. “YDP itu ada Rp 12 miliar dan memang fokusnya untuk pengembangan pasar tradisional. Salah satunya Danamon menggelar Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) dimana kali ini masuk yang ke-4 yang akan jatuh pada 9 Juli 2011 di Pasar Grogolan, Pekalongan,” kata Direktur Eksekutif YDP Bonaria Siahaan. HPBN merupakan salah satu kegiatan dibawah program pasar Sejahtera yang merupakan kerjasama YDO dengan Kemendag, Kemenkes, Kementan dan 5 Pemda. Program pasar Sejahtera adalah program YDP yang bertujuan mendukung upaya revitalisasi pasar tradisional melalui peningkatan kesehatan leingkungan pasar tradisional dengan menggunakan standar internasional. “Revitalisasi pasar bukanlah sekedar mengenai pembangunan dan perbaikan fisik saja tetapi memelihara, merawat dan mengembangkan pasar tradisional yang dapat menjamin kesuksesan upaya pemerintah dalam revitalisasi pasar,” ujarnya. HPBN ke-4 akan dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, Dirjen Kemenke Tjandra Yoga, Direktur Utama Danamon Henry Ho dan Ketua Dewan Pembina YDP Mar’ie Mohammad. http://bandungnews.com/Ekonomi/hanya-10-pengelola-pasar-punya-pembukuan-keuangan.html

Share the knowledge...