Friday, Jan 18th 2019
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

Yayasan Danamon Peduli Turut Meriahkan HUT Kota Pekalongan ke-110


Pekalongan, 3 April 2016. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali menyelenggarakan Festival Pasar Rakyat ke-8 di Pasar Grogolan kota Pekalongan, Jawa Tengah. Kegiatan Festival Pasar Rakyat ini terselenggara atas kerjasama dengan Pemerintah Kota dalam rangkaian merayakan hari ulang tahun Kota Pekalongan yang ke-110.

Pasar Grogolan merupakan salah satu pasar percontohan program Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat) yang dijalankan Danamon Peduli dan bermitra dengan Pemerintah Kota Pekalongan sejak tahun 2010. Melalui kampanye yang berjudul Jelajah Pasar Rakyat Nusantara dan kegiatan Festival Pasar Rakyat, Danamon Peduli mengambil langkah strategis dengan memasukkan aspek promosi di dalam pelaksanaan program Pasar Sejahtera. Kegiatan Festival Pasar Rakyat ini menjadi salah satu dari beberapa kegiatan utama Danamon Peduli di tahun 2016. Untuk tahun 2016, Danamon Peduli memiliki anggaran sebesar Rp 12,5 miliar untuk kegiatan tanggung jawab sosial. 

Hadir di Festival Pasar Rakyat Grogolan, H. Achmad Alf Arslan Djunai, SE., Walikota Pekalongan; Willy S. Dharma, Anggota Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli dan Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance); Satinder Pal Singh Ahluwalia, Direktur Perbankan Mikro Danamon; Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli; dan Irwan Yoga, Regional Corporate Officer Danamon untuk Wilayah Jawa Tengah.

“Kegiatan promosi yang digelar di pasar tradisional merupakan salah satu strategi agar keberadaannya memberikan peran dan nilai tambah bagi masyarakat. Promosi juga dilakukan agar mampu menarik simpati semua lapisan masyarakat khususnya  golongan muda, yang nantinya adalah generasi penerus orang tua mereka yang saat ini masih setia berbelanja atau berjualan di pasar. Pasar rakyat membutuhkan sentuhan kreativitas dari golongan muda.” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Sejalan dengan hal tersebut, Festival Pasar Rakyat melibatkan puluhan siswa sekolah menengah atas (SMA/sederajat) dalam lomba mural (melukis dinding) di sepanjang dinding Pasar Grogolan dengan tema ajakan ke pasar rakyat; imbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar; atau pernyataan generasi cinta pasar rakyat. Melalui lomba mural, kreativitas generasi muda kota Pekalongan terfasilitasi, sekaligus memberi nuansa baru untuk Pasar Grogolan.

Bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP/sederajat) digelar lomba kreasi sampah yang memanfaatkan sampah non-organik yang dihasilkan oleh pasar. Lomba kreasi sampah non-organik ini sekaligus mendorong semangat untuk memperbaiki kesehatan lingkungan pasar dengan mengubah sampah menjadi produk yang memiliki daya guna.

“Pasar Grogolan adalah pasar yang istimewa karena satu-satunya pasar di kota Pekalongan yang telah dilengkapi dengan bank sampah. Bank Sampah Sejahtera merupakan dukungan Danamon dan Adira Finance melalui Danamon Peduli atas aspirasi dari pedagang yang menginginkan adanya perbaikan kesehatan lingkungan di Pasar Grogolan, pengelolaan bank sampah sepenuhnya dijalankan oleh paguyuban pedagang,kata Willy S. Dharma, Anggota Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli.

Selama tahun 2015, Bank Sampah Sejahtera Pasar Grogolan mengumpulkan 5.523,8 kg sampah non organik. Upaya meningkatkan ketertarikan pedagang untuk menjadi nasabah bank sampah dilakukan dengan aneka insentif, berupa penghargaan dan hadiah untuk nasabah dengan jumlah setoran sampah terbanyak yang diumumkan pada Festival Pasar Rakyat Grogolan. Peran aktif pedagang di Festival Pasar Rakyat Grogolan ini juga dibuktikan melalui antusiasme pendaftaran peserta di “Lomba Cerdas Cermat dan Lomba Cacah Cecek,” yang melibatkan pedagang di seluruh pasar rakyat di kota Pekalongan. Cecek, gori atau nangka muda adalah bahan baku Megono, makanan khas Pekalongan. Turut pula Dharma Wanita Kota Pekalongan menjadi peserta lomba masak, adu kepiawaian dalam menyusun menu dan mengolah masakan berbahan dasar ikan.

Semangat Danamon Peduli dalam mengembangkan pasar rakyat di Indonesia juga menjadi komitmen bersama dari Danamon. Hal ini tercermin oleh Danamon Simpan Pinjam yang merupakan lini bisnis Danamon di sektor pembiayaan usaha mikro.

Direktur Perbankan Mikro Danamon, Satinder Pal Singh Ahluwalia, menjelaskan bahwa pasar rakyat memiliki fungsi penting terhadap kesejahteraan masyarakat karena di dalamnya terdapat pengusaha-pengusaha mikro yang berkontribusi dalam perekonomian wilayah maupun nasional dan juga dalam menciptakan lapangan kerja. “Dengan pengalaman 12 tahun bermitra bersama para pedagang pasar, peran Danamon Simpan Pinjam bukan hanya menyediakan layanan perbankan kepada pedagang pasar sebagai nasabah, namun juga membantu mereka menjadi pengusaha mikro yang sukses. Hal ini sejalan dengan visi Danamon yaitu Kita Peduli dan Membantu Jutaan Orang Mencapai Kesejahteraan.” imbuh Satinder.


Share the knowledge...