Friday, Jan 18th 2019
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

Dua Budaya Bersatu di Festival Pasar Rakyat Tangerang


PEMERINTAH Tangerang dan Yayasan Danamon Peduli menggelar event Festival Pasar Rakyat yang memadukan dua budaya di Tangerang. Dalam acara itu, Akulturasi dari dua budaya antara Tionghoa dan Betawi nampak ditampilkan dengan pertunjukkan Seni dan Bazar Kuliner. Festival yang digelar di Pasar lama, Kota Tangerang, Minggu (25-10-2015) itu diisi dengan berbagai pentas seni dan kuliner, Seperti lomba atraksi Barongsai, Perlombaan memasak, Lomba melukis tong sampah, Lomba amazing race, Panggung hiburan, Pameran berbagai kuliner, Hingga Workshop literasi keuangan untuk komunitas pasar. Dalam pagelaran itu nampak hadir Walikota Tangerang, Arif R. Wismansyah beserta jajarannya, Serta Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi. “Pasar Rakyat merupakan aset bangsa yang besar nilai dan perannya, Jadi pasar rakyat dan kuliner lokal merupakan dua sisi mata uang yang bercerita banyak tentang karakter dan kekayaan sebuah daerah,” kata Restu Pratiwi, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Minggu (25/10/2015). Lebih lanjut, Restu Pratiwi mengingatkan bahwa dengan data yang ada jumlah pasar traditional terus mengalami penyusutan karena kalah bersaing dengan pasar modern. Untuk itulah mengapa pihaknya kini gencar mensosialisasikan ‘Kampanye Nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara’ dengan memadukan akulturasi dari budaya-budaya yang ada diwilayah tersebut. “Kami menggagas Kampanye Nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara, melalui perpaduan dari budaya diwilayah itu, termasuk saudara kita dari etnik tionghoa,” Sambungnya. Sementara itu, Pihak kecamatan setempat yang juga mewakili pemkot tangerang, Gunawan, Mengatakan jika pemkot tangerang saat ini sudah menyusun kebijakan agar pada tiap kecamatan yang ada dikota tangerang memiliki satu pasar traditional yang memberikan rasa nyaman pada pengunjungnya, yakni dari segi pelayanan ataupun kemacetan menuju pasar itu. “Kedepan target kita ditiap kecamatan ada satu pasar traditional, Itu untuk menyebar transaksi ekonomi maayarakat dan memecah kemacetan yang ditimbulkan,” kata Gunawan. Jurnalis : Hambali Sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2015/10/26/406/1238104/dua-budaya-bersatu-di-festival-pasar-rakyat-tangerang

Share the knowledge...