Friday, Jan 18th 2019
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

AKSI KOMPAK MASYARAKAT KOTA PROBOLINGGO DEMI PASAR RAKYAT


Kota Probolinggo, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terletak sekitar 100 km sebelah tenggara Surabaya, Kota Probolinggo berbatasan dengan Selat Madura di sebelah utara, serta Kabupaten Probolinggo di sebelah timur, selatan, dan barat. Probolinggo merupakan kota terbesar keempat di Jawa Timur setelah Surabaya, Malang, dan Kediri menurut jumlah penduduk. Kota ini terletak di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur dan menjadi jalur utama pantai utara yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Menurut Etimologi yaitu sebuah cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal usul suatu kata, Probo dalam bahasa Sanskerta berarti sinar, sedang Lingga berarti tanda, dalam hal ini tanda perdamaian. Dengan lambang ini diharapkan jiwa nurani segenap penduduk Kota Probolinggo selalu mendapat tuntunan cahaya terang sehingga alam pikiran dan perbuatannya selalu ditujukan pada usaha tercapainya masyarakat adil makmur, sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.* Dilihat dari sosial budayanya, masyarakat Kota Probolinggo sebagian besar berasal dari budaya agraris dan maritim, yaitu petani dan nelayan. Maka tidak mengherankan jika pasar rakyat tempat petani dan nelayan menjual hasil bumi- merupakan salah satu poros kehidupan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat namun menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Salah satu pasar yang sangat dikenal oleh masyarakat Kota probolinggo adalah Pasar Baru yang merupakan pasar rakyat tertua. Dengan jumlah kurang lebih 515 pedagang, Pasar Baru terbagi atas tiga blok yaitu: Blok Selatan untuk ikan dan sayur, Blok Tengah untuk daging, sayur, dan gerabah serta Blok Utara untuk buah, sayur dan bumbu rempah. Berlokasi di jalan Panglima Sudirman, Pasar Baru yang berusia lebih dari satu abad berupaya untuk tetap eksis di tengah laju pertumbuhan pasar ritel modern yang kian hari terus menggerus jumlah pengunjung setianya. Sejak tahun 2010, Yayasan Danamon Peduli telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Probolinggo dalam rangka menjalankan program revitalisasi pasar rakyat yaitu program Pasar SEJAHTERA (sehat, hijau, bersih, terawat), dengan menjadikan Pasar Baru menjadi pasar percontohan yang mengacu pada Kepmenkes No. 519/2008 perihal Penyelenggaraan Pasar Sehat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Memasuki tahun kelima dari perjalanan program Pasar SEJAHTERA, Danamon Peduli mengambil langkah strategis dalam pengembangan fokus pelaksanaan program, yaitu pada aspek promosi yang menjadi bagian dari revitalisasi non fisik pasar rakyat. Adapun promosi memiliki peranan yang sangat penting untuk memastikan kelangsungan pasar rakyat di tengah himpitan pasar ritel modern. Promosi akan mendorong pasar rakyat untuk berani dan mampu bersaing dengan pasar ritel modern, di mana pasar rakyat dengan pengelolaan secara modern dapat memenangkan hati masyarakat. Jelajah Pasar Rakyat Nusantara Festival Pasar Rakyat Baru Minggu, 13 September 2015 merupakan salah satu hari yang paling istimewa yang pernah Danamon Peduli alami. Pada hari itu, Festival Pasar Rakyat diselenggarakan di Pasar Baru. Mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Probolinggo dan lebih dari 5.000 orang masyarakat Kota Probolinggo berkumpul dan berkegiatan bersama di Pasar Baru untuk memeriahkan Festival Pasar Rakyat dan sebagai bentuk dukungan untuk kemajuan pasar rakyat. Diawali dengan persembahan kirab dari sepuluh pasar rakyat di Kota Probolinggo, yang diikuti tidak hanya pedagang pasar namun tiap tim juga terdiri dari pelajar sebagai perwakilan dari golongan muda dan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) sebagai perwakilan dari Pemerintah Kota. Ketiga unsur tersebut pedagang, pelajar dan SKPD mampu bekerja sama untuk menciptakan sebuah aktraksi yang kreatif dan menarik. Lomba kirab ini juga menjadi simbol kerjasama dan komitmen bahwa pasar rakyat adalah milik rakyat dan menjadi tanggung jawab bersama semua pihak. Tidak tanggung-tanggung Walikota Probolinggo, Ibu Hj. Rukmini beserta jajaran pun turut serta mengambil bagian di kirab ini dengan kostumnya yang mengambil tema “aksi pedagang pasar.” Masyarakat tampak begitu antusias melihat bagaimana para pedagang yang sehari-hari melayani mereka di pasar tiba-tiba berubah sesuai dengan lakonnya masing-masing, ada yang menari, bernyanyi, membawakan puisi dan banyak aksi kreatif lainnya yang mengundang kekaguman. Selain itu untuk semakin mendorong golongan muda dan masyarakat untuk mengambil bagian di Festival Pasar Rakyat, Danamon Peduli memfasilitasi lomba foto bertema pasar untuk pelajar dan mahasiswa, lomba masak untuk pedagang dan umum, lomba melukis tong sampah untuk pelajar, panggung hiburan dengan aneka hadiah serta talk show dan kegiatan literasi keuangan untuk komunitas pasar bernama Pojok BISA. Khusus untuk mengangkat kekayaan kuliner yang erat kaitannya dengan komoditas yang ada di pasar, Danamon Peduli menghadirkan “dua anak pasar” Zidan, Junior Masterchef Indonesia yang berusia 15 tahun bersama Pemerhati Kuliner, Arie Parikesit Founder Kelana Rasa sebagai relawan khusus membahas warisan kuliner lokal. Bazaar produk unggulan turut pula memeriahkan Festival Pasar Rakyat Baru dengan menghadirkan nasabah dari Danamon Simpan Pinjam di Kota probolinggo dan sekitarnya serta UMKM yang dibina oleh Dinas Perdagangan. Menyaksikan kekompakan dan antusiasme masyarakat Kota Probolinggo di Festival Pasar Rakyat Baru, membuktikan bahwa makna dari kata Probolinggo yaitu jiwa nurani segenap penduduk Kota Probolinggo yang mendapat tuntunan cahaya terang sehingga alam pikiran dan perbuatannya selalu ditujukan pada usaha tercapainya masyarakat adil makmur, bukanlah kiasan semata. Majulah pasar rakyat Kota Probolinggo! *Sumber data : Wikipedia

Share the knowledge...