29
Oct

Kembali Ke Pasar Rakyat Festival Pasar Rakyat Magelang 2019

Pada Jumat, Sabtu dan Minggu (4,5 dan 6 Oktober 2019), Yayasan Danamon Peduli (YDP) Adira Finance dan Pemerintah Kota Magelang menggelar Festival Pasar Rakyat (FPR) di Pasar Salaman Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Bertajuk “Terus Kumandhang & Pasar Gumregah”, kegiatan ini diisi dengan aksi sosial, aksi peduli lingkungan, lokakarya, literasi keuangan dan kriya (batik, wayang, topeng, kostum kesenian), lomba, bazaar, pameran dan pertunjukan seni. Melibatkan lebih dari 60 komunitas dari Forum Komunitas Seni Budaya Magelang, kegiatan ini juga berhasil menjaring sekitar 500 peserta, dan dihadiri lebih dari 2000 pengunjung.

Festival Pasar Rakyat bertujuan untuk memberdayakan, mengedukasi masyarakat lokal khususnya di lingkungan pasar rakyat dan sekitarnya, serta turut melestarikan kesenian dan budaya daerah setempat dalam rangka mendorong pasar rakyat menjadi ruang publik yang berkelanjutan dimana mitra komunitas lokal berperan sebagai motor penggerak. Festival Pasar Rakyat akan diadakan di 5 lokasi di Indonesia yaitu Magelang, Bogor, Pontianak, Denpasar dan Mataram.

Sebagai wujud dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan FPR Magelang 2019, Bupati Magelang Zaenal Arifin, SIP. turut serta membuka kegiatan hari ini bersama dengan Direktur SDM dan Marketing Adira Finance Swandajani Gunadi, Head of National NDC, Retention & Durable Adira Finance Antonius Danny Hendarko, Kepala Wilayah area Jawa Tengah Adira Finance Irfan Budianto, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Jenik Andreas dan Ketua Panitia Festival Pasar Rakyat Magelang Andritopo Senjoyo.

Selain itu Adira Finance akan mempersembahkan penghargaan khusus yaitu Pasar Rakyat Paling Mempesona, bagi Pemerintah Daerah dan komunitas lokal penyelenggara Festival Pasar Rakyat yang mampu menampilkan potensi dan pesona pasar rakyat sebagai ruang publik yang edukatif dan kreatif, dengan mengajak keterlibatan masyarakat luas pada acara Festival Pasar Rakyat. “Pluralisme adalah keniscayaan bagi Indonesia, sekaligus modal sosial yang sangat berharga.

Dalam konteks FPR ini Magelang yang kaya dengan keberagaman, menunjukkan kemampuan pengelolaan yang baik, dan menjadi atmosfer pendukung yang memampukan masyarakat dapat menjalani peri kehidupan dengan baik. Hal ini telah ditunjukkan oleh komunitas dan relawan yang tergabung di dalam Forum Komunitas Seni Budaya Magelang. Tentunya dengan elaborasi dan kolaborasi yang erat dengan segenap pemangku kepentingan, kegiatan FPR Magelang ini sah digugat sebagai keberhasilan bersama, keberhasilan semua pihak. Untuk itu kami haturkan terima kasih dan penghargaan yang setingginya. Selanjutnya kami mengundang kepada semua pihak untuk menjadikan Festival Pasar Rakyat ini sebagai titik ungkit bagi inisiatif kemitraan ke depan, dan menjadi lokomotif perubahan bagi Magelang.

Dengan demikian, pasar rakyat sebagai ruang publik yang berkelanjutan dapat terwujud dan menjadi satu nilai penting bagi posisi Kab. Magelang dalam peta lokal hingga global.Tanpa menunda lagi, saya ucapkan selamat untuk kegiatan yang sudah sampai di titik ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Selamat berbahagia bersama semesta”, ujar Jenik Andreas dalam sambutannya.

21
May

Badan Standarisasi Nasional Dan Yayasan Danamon Peduli Keluarkan Panduan Penerapan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat

Jakarta, Rabu 20 April 2016, Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Yayasan Danamon Peduli menandatangani kesepakatan kerja sama yang bertajuk Peningkatan Daya Saing Pasar melalui Penerapan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat (SNI Pasar Rakyat). SNI Pasar Rakyat bertujuan menjadi pedoman dalam mengelola, membangun serta memberdayakan komunitas pasar rakyat yang didalamnya tercantum ketentuan persyaratan umum, persyaratan teknis dan persyaratan pengelolaan yang harus dimiliki oleh pasar rakyat yang semuanya mengarah pada kesehatan, keamanan dan keselamatan lingkungan (K3L).

Melalui program kemitraan program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih dan terawat) tahun 2016 – 2019, BSN dan Yayasan Danamon Peduli berhasil mengawal proses sertifikasi di tiga pasar rakyat yaitu Pasar Bunder Sragen dan Pasar Rejowinangun Magelang Jawa Tengah serta Pasar Ibuh Payakumbuh Sumatera Barat hingga berhasil meraih predikat pasar ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai upaya mendorong pengelola pasar rakyat untuk bersegera meningkatkan kapasitas pasarnya menjadi pasar ber-SNI Pasar Rakyat, BSN dan Yayasan Danamon Peduli telah mendokumentasikan seluruh pengetahuan, pengalaman yang disertai best practice ke dalam dokumen yang diberi judul “Panduan Penerapan SNI Pasar Rakyat” Yang berisi tentang:

1. SNI Pasar Rakyat
2. Klasifikasi Pasar
​3. Persyaratan Pasar Rakyat
​4. Proses Sertifikasi
​5. Review Proses
​6. Penetapan Keputusan Sertifikasi
​7. Sertifikasi Kesesuaian
​8. Persetujuan penggunaan Tanda SNI
​9. Survailen dan Re-sertifikasi
10. Tantangan dalam proses penerapan SNI Pasar rakyat
​11. Cerita sukses penerapan SNI Pasar Rakyat yang sudah tersertifikasi (program Pasar Sejahtera

Hingga akhir 2018 baru ada 30 pasar rakyat yang berstandar nasional dari jumlah total sekitar 9.000 pasar rakyat di seluruh Indonesia. Panduan Penerapan SNI Pasar Rakyat  silakan unduh:

https://danamonpeduli.or.id/publikasi/pasar-sejahtera/

20
Mar

Danamon Grup Serahkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang, Sentani Papua

Rabu, 20 Maret 2019. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”), Adira Finance, Adira Insurance bersama Yayasan Danamon Peduli merespon bencana banjir bandang yang terjadi di Sentani Papua melalui program Cepat Tanggap Bencana. Tim relawan yang dipimpin oleh Area Manager Danamon Wilayah Papua, Pieter Lawalata beserta karyawan Danamon Cabang Sentani, Cabang Jayapura, dan Cabang Abepura dan Adira Grup menyerahkan bantuan berupa family kit yang berisikan alas tikar, makanan, air mineral, susu dan peralatan mandi kepada 600 penyintas yang hingga saat ini masih berada di tempat pengungsian di salah satu sekolah di Kabupaten Sentani, Jayapura, Papua.

Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Jenik DS Andreas menjelaskan, “Yayasan Danamon Peduli beserta Danamon Grup berkomitmen untuk dapat sesegera mungkin memberikan bantuan kepada komunitas atau masyarakat terdampak di wilayah bencana. Kami juga sedang mempersiapkan program pengarusutamaan pengurangan risiko bencana untuk meminimalisir korban jiwa ataupun korban materi. Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia yang terletak di wilayah cincin api menjadikan bencana adalah keniscayaan. Namun dengan pengetahuan, kesadaran, kesiapsiagaan dan kegiatan mitigasi yang terintegrasi serta terinternalisasi dengan baik, kita dapat meminimalisir kerugian, korban jiwa dan menjadikan komunitas tangguh bencana. Bencana adalah urusan semua pihak, jadi harus menjadi perhatian dan upaya bersama agar masyarakat mampu mengelola kapasitas dan sumber daya untuk penanggulangan bencana yang baik dan menjadi tangguh.”

Dalam pelaksanaan program kebencanaan (pra-disaster, emergency response, early recovery), Yayasan Danamon Peduli bekerja sama dengan  seluruh cabang dan unit usaha di Danamon Grup, didukung lebih dari 20.000 karyawan yang tersebar di seluruh provinsi akan memudahkan penyaluran bantuan dengan segera kepada yang membutuhkan di manapun bencana terjadi.

12
Mar

Pasar Dampingan Yayasan Danamon Peduli Raih Penghargaan dari Kementerian Perdagangan RI

Pasar Rejowinangun Kota Magelang adalah salah satu Pemenang Inovasi Terbaik di ajang Anugerah Pancawara yang diselenggarakan oleh Yayasan Danamon Peduli dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) pada 2017 yang lalu. Sebagai apresiasi, Yayasan Danamon Peduli menjadikan Pasar Rejowinangun sebagai pasar dampingan dan unit percontohan program Pasar Sejahtera selama 2018 hingga 2019 melalui skema kemitraan public private partnership.

Fokus program Pasar Sejahtera ada pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan serta perbaikan pengelolaan pasar agar selaras dengan kriteria pasar rakyat yang berstandar nasional Indonesia (SNI 8152:2015 Pasar Rakyat). Setelah melalui serangkaian kegiatan pendampingan, Pasar Rejowinangun berhasil meraih predikat pasar berstandar nasional Indonesia ke-30 dari sekitar 9.000 pasar rakyat di seluruh Indonesia pada akhir Desember 2018.

Pasar Rakyat Award 2019

Bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang, Selasa  12 Maret 2019, Presiden RI Joko Widodo memberikan penghargaan kepada 14 pasar rakyat terpilih dalam ajang Pasar Rakyat Award 2019 yang diselenggarakan oleh Kemendag RI.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, penghargaan pasar rakyat dianugerahkan kepada pasar rakyat dengan kriteria penilaian kategori pasar revitalisasi terbaik. Beberapa diantaranya yaitu pasar yang dibangun melalui program revitalisasi pasar rakyat dengan jangka waktu pembangunan fisik sesuai tepat waktu, serta pasar telah memberikan kontribusi peningkatan perekonomian daerah.

Adapun kriteria penilaian kategori pasar ramah lingkungan yaitu pasar bersih dan tertata rapi, memiliki program pengelolaan sampah, serta memiliki fasilitas kebersihan, pengelolaan limbah dan area penghijauan yang memadai. Sementara kriteria penilaian kategori pasar ramah difabel yaitu memiliki infrastruktur dan fasilitas yang ramah untuk kaum difabel.

Pengelola pasar rakyat terbaik diberikan kepada mereka yang memenuhi kriteria penilaian yang ditentukan, yaitu memiliki visi dan misi yang jelas dalam pengembangan pasar, memiliki manajemen dan prosedur standar operasional pengelolaan pasar rakyat, serta memiliki program pengembangan atau pemberdayaan, baik untuk pedagang maupun masyarakat sekitar.

“Selaku mitra pembangunan, kami sangat mendukung Pasar Rakyat Award sebagai ajang penghargaan kepada pasar rakyat. Kami sepakat dengan Kemendag RI bahwa inisiatif  ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran dan nilai pasar bagi pertumbuhan ekonomi wilayah, sekaligus sebagai simpul pembangunan yang berakar pada rakyat. Hal ini tentunya akan mendorong semangat inovasi dari pengelola pasar untuk terus melahirkan terobosan guna menjawab tantangan jaman dan tuntutan konsumen. Pada kesempatan ini, kami turut bangga atas terpilihnya Pasar Rejowinangun Kota Magelang sebagai salah satu penerima Pasar Rakyat Award 2019,” tutur Jenik DS Andreas, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Penerima Pasar Rakyat Award 2019

Kategori Pasar Revitalisasi Terbaik:

  1. Pasar Rakyat Segalaherang Kab. Subang
  2. Pasar Rakyat Blimbing Kab. Sragen

Kategori Pasar Ramah Lingkungan:

  1. Pasar Rakyat Bintaro Sektor 2 Kota Tangerang Selatan
  2. Pasar Rakyat Serikat C Batusangkar Kab. Tanah Datar
  3. Pasar Rakyat Gempol Kab. Pasuruan

Kategori Pasar Ramah Difabel:

  1. Pasar Rakyat Tanggul Kota Surakarta
  2. Pasar Rakyat Rejowinangun Kota Magelang
  3. Pasar Rakyat Kliwon Kab. Kudus

Kategori Pengelola Pasar Terbaik:

  1. Pasar Rakyat Pinangsungkulan Kota Manado
  2. Pasar Rakyat Manis Purwokerto Kab. Banyumas
  3. Pasar Rakyat Agung Kota Denpasar
  4. Pasar Rakyat Gunung Sari Kota Cirebon
  5. Pasar Rakyat Kelapa Dua Kab. Tangerang.
15
Jan

Mendorong Optimisme dan Daya Ungkit Masyarakat Melalui Kegiatan Ekonomi Berbasis Komunitas

Kabupaten Sigi, 15 Januari 2019. Danamon Group melalui Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bermitra dengan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKP-ST) merespon paska bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah melalui kegiatan penguatan usaha ekonomi paska bencana alam untuk masyarakat Kabupaten Sigi.

Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Jenik DS Andreas menyatakan,  “Selain merespon melalui bantuan logistik dan pengiriman relawan pada tahap cepat tanggap, kami juga berkomitmen untuk mengambil peran nyata dalam upaya membangun kembali Sulawesi Tengah khususnya di bidang ekonomi kerakyatan. KPKP – ST merupakan mitra kerja yang baik dan suportif  bagi kolaborasi dengan Danamon Peduli sebagai upaya untuk memantik dan menggeliatkan semangat masyarakat untuk menata kembali kehidupan menjadi bahkan lebih baik dari sebelumnya,  sekaligus bersama-sama membangun Sulawesi Tengah yang kita cintai melalui berbagai jenis usaha yang bisa dilakukan dan bermanfaat. Kami harapkan melalui kegiatan produksi alternatif seperti ini, memampukan dan mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana baik secara sosiologis, ekonomi dan psikologis dalam jangka panjang.”

Kegiatan ini melengkapi apa yang sudah dilakukan sebelumnya oleh Danamon Group melalui Yayasan Danamon Peduli dan Karyawan Danamon Peduli, dimana telah mengirimkan 16 relawan dan 1.107 koli (karung) berisi makanan, air minum, tenda, selimut, pakaian, obat-obatan, kebutuhan bayi dan perempuan serta peralatan mandi. Semuanya diberangkatkan melalui jalur laut dan udara dari Jakarta, Toli Toli, Balikpapan, Manado dan Makassar sebagai respon tahap tanggap bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

Kabupaten Sigi merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah dari bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, sehingga masyarakatnya mengalami tekanan hidup yang sangat kuat baik psikis, sosial, dan ekonomi. Situasi dan kondisi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sigi yang serba terbatas itulah yang menjadi alas sikap kemitraan Danamon Peduli dan KPKP-ST untuk bersegera menginisiasi serangkaian kegiatan produktif paska bencana untuk menerbitkan optimisme bagi masyarakatnya.

Pada kemitraan ini, Danamon Peduli dan KPKP-ST menyerahkan bantuan berupa peralatan produksi, bahan baku serta pelatihan sebagai aktivitas produktif untuk jenis usaha pembuatan tikar anyam, menjahit, tata rias, kopi kemasan, pembuatan keripik, pembuatan minyak kelapa, serta produksi dodol kelapa muda. Kegiatan ini sebagai pemberdayaan ekonomi paska bencana bagi perempuan di 11 desa di Kecamatan Lindu, Kecamatan Dolo Selatan, dan Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Seluruh inisiatif kegiatan ekonomi ini berfokus pada produksi barang dan jasa yang sesuai dengan kearifan lokal dengan mempertimbangan ketersediaan sumber daya untuk bahan baku agar mudah berjalan dan berkelanjutan. Sebagai tambahan informasi, Danamon Peduli hingga 31 Desember 2018 melalui relawan Danamon dan anak perusahaannya telah merespon 19 bencana alam dan non alam dalam skala lokal maupun nasional, meliputi sekitar 40.000 jiwa penerima manfaat dengan nilai bantuan lebih dari Rp 1,3 miliar.

04
Oct

Danamon Raih Dua TOP CSR Award 2018

Berlokasi di Hotel Sultan Jakarta, Top Business (sebelumnya bernama Business News) salah satu majalah ekonomi dan bisnis di Indonesia memberikan dua penghargaan kepada Danamon atas komitmen dan kinerja pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yaitu:

  1. Sng Seow Wah Direktur Utama PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk memenangkan TOP Leader on CSR Commitment 2018
  2. Bank Danamon Indonesia memenangkan TOP CSR Award 2018 kategori Manajemen Pengelolaan Program CSR

Berbeda dengan penghargaan CSR lainnya, TOP CSR memprioritaskan pada compliance dalam praktek CSR berdasarkan ISO 26000 dan lingkungan, skor GCG, keselarasan dalam strategi dan daya saing bisnis perusahaan serta keterkaitannya dengan Nawacita khususnya 5, 6, dan 7.

16
Sep

Yayasan Danamon Peduli Turut Promosikan Pasar Rakyat di Banjarmasin Kalimantan Selatan

Banjarmasin, 15-16 September 2018. Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) kembali menggelar Festival Pasar Rakyat Banjarmasin 2018 (FPR) yang bertajuk “Bakunjang ka Pasar” atau yang artinya ajakan untuk berkunjung ke pasar tradisional/rakyat. Pagelaran FPR Banjarmasin yang sekaligus sebagai penutupan dari kampanye nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara tahun 2018 ini didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dan komunitas seni budaya lokal yaitu, NSA Project Movement, Ruang Teater Pelajar (RTP) kota Banjarmasin, dan Forum Pekerja Seni Kampus (FKPSK) Kalimantan Selatan. Tercatat enam perguruan tinggi yang berpartisipasi di dalam FPR yaitu Universitas Lambung Mangkurat; Universitas Islam Kalimantan Arsyad Al-Banjari; Politeknik Negeri Banjarmasin; dan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin; STKIP PGRI Banjarmasin; dan STMIK Indonesia Banjarmasin.

Kegiatan FPR Banjarmasin turut dihadiri Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Sihard Hadjopan Pohan SH, MM,; Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor, S,Sos, M.H; Walikota Banjarmasin, H. Ibnu Sina, S.Pi, M. Si; Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Drs. H. Khairil. M. Si.; Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi; dan Ketua Panitia Festival Pasar Rakyat Banjarmasin Novyandi Saputra.

Festival Pasar Rakyat merupakan bagian dari kampanye nasional “Jelajah Pasar Rakyat Nusantara” yang digagas pada tahun 2015 lalu oleh Danamon Peduli. Perhelatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan publik, khususnya komunitas lokal yang tumbuh organik di masyarakat dalam pengembangan pasar rakyat. Melalui Festival Pasar Rakyat, Danamon Peduli ingin menyampaikan pesan sosial, yaitu pentingnya nilai, peran, dan keberadaan pasar rakyat yang dikemas dalam kegiatan kreatif, edukatif dan budaya.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Melalui kampanye nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara dan Festival Pasar Rakyat kami berupaya mengangkat keberagaman dan kekayaan pasar di Indonesia. Salah satu aset bangsa yang kita miliki adalah pasar apung yang ada di kota Banjarmasin ini. Melalui FPR, kami menyemangati pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk bersinergi mempersiapkan pasar rakyat yang mampu menjawab kebutuhan konsumen yaitu mumpuni pada aspek perekonomian dan juga sebagai ruang sosial budaya serta sebagai tujuan rekreasi atau pariwisata daerah. Pada FPR Banjarmasin, terdapat banyak perguruan tinggi yang ikut serta untuk memeriahkan ajang ini. Hal ini merupakan suatu keistimewaan pada FPR kali ini di Banjarmasin dan juga menunjukkan kepedulian perguruan tinggi terhadap isu pasar rakyat,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

FPR Banjarmasin telah digelar sejak tanggal 19 Agustus hingga 15 -16 September 2018 sebagai puncak acaranya. Didukung oleh Heru Prasetya, penggiat budaya asal Solo, serta 49 komunitas dari berbagai lintas sektor ratusan relawan sebagai pengisi acara. FPR Banjarmasin dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan di Pasar Kuripan, Pasar Blauran, dan Pasar Apung Siring Tendean, seperti bersih-bersih pasar, aneka lokakarya bagi komunitas (fotografi, film pendek dan kerajinan Sasirangan), nonton bareng film dokumenter pasar rakyat, kompetisi foto, cek kesehatan gratis dan donor darah, instalasi seni, pameran foto lukis mural dan aneka lomba serta berbagai pertunjukan seni budaya khas setempat.

“Kami sangat terkesan dengan semangat dan totalitas komunitas lokal dan generasi muda yang terhimpun dalam Forum Komunikasi Pekerja Seni Kampus kota Banjarmasin. Kami menjadi saksi atas semangat dan kepedulian generasi muda untuk mempromosikan pasarnya. Komunitas dan generasi muda ini terbukti mampu menjadikan pasar sebagai panggung dan etalase kekayaan Kota Banjarmasin untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia, bahkan dunia. Menurut kami, proses untuk meningkatkan martabat pasar rakyat tidaklah cukup jika dilakukan oleh pemerintah, namun keterlibatan dan pemberdayaan komunitas lokal juga memegang peranan yang sangat penting,” tutup Restu.

26
Aug

Yayasan Danamon Peduli Bermitra dengan Pemerintah Kota Magelang untuk Wujudkan Pasar Rejowinangan yang Berstandar Nasional (SNI 8152:2015)

Magelang, 25-26 Agustus 2018. Yayasan Danamon Peduli (“Danamon Peduli”) hari ini meresmikan pasar percontohan sekaligus peluncuran Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat) di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Jawa Tengah. Dalam kesempatan yang sama turut juga digelar Festival Pasar Rakyat Magelang 2018 (FPR). Bertajuk “Terus Kumandhang!”, FPR merupakan upaya untuk mempromosikan peran dan nilai pasar rakyat (pasar tradisional) dalam format kegiatan kreatif, edukatif dan budaya. Pagelaran FPR Magelang dan Program Pasar Sejahtera ini didukung sepenuhnya oleh Forum Komunitas Seni Budaya Magelang (FKSM) dan Pemerintah Kota Magelang.

“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Kami mendukung dikeluarkannya SNI 8152:2015 Pasar Rakyat oleh Badan Standardisasi Nasional dan mengimplementasikannya di program Pasar Sejahtera, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pasar rakyat yang siap berkompetisi dan tidak hanya mumpuni sebagai tonggak perekonomian, namun siap menjadi tonggak sosial, budaya dan pariwisata daerah,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Sarana Distribusi Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, M. Anwar Achmad; Walikota Magelang, Ir. H. Sigit Widyonindito; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang Ir. Sri Retno Murtiningsih, Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli Bayu Krisnamurthi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi dan Ketua Panitia Festival Pasar Rakyat Magelang Andritopo Senjoyo.

Program Pasar Sejahtera

Sejak 2010, Danamon Peduli menjalankan program Pasar Sejahtera dengan fokus pelaksanaan program pada: (i) revitalisasi fisik pasar dan (ii) revitalisasi non fisik, seperti peningkatan kapasitas kelembagaan, edukasi pemangku kepentingan tentang pasar dan promosi peran dan nilai. Mulai 2015, pelaksanaan program Pasar Sejahtera mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat sehingga seluruh pasar percontohan di bawah binaan Danamon Peduli, serta diarahkan untuk menjadi pasar rakyat berstandar nasional Indonesia (SNI). Saat ini, terdapat enam pasar percontohan Pasar Sejahtera yaitu Pasar Ibuh-Payakumbuh Sumatera Barat, Pasar Rejowinangun-Magelang dan Pasar Bunder-Sragen Jawa Tengah, Pasar Dasan Agung-Mataram, Nusa Tenggara Barat, Pasar Lambocca Bantaeng, Sulawesi Selatan dan Pasar Pandansari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pasar Rejowinangun Kota Magelang merupakan Pemenang Inovasi Terbaik dari Anugerah Pancawara 2017 yang diselenggarakan oleh Danamon Peduli dan Kementerian Pergadangan RI untuk kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe I dan II dengan judul inovasi “Pengembangan Pasar Rakyat sebagai Ruang Sosial Budaya.” Pemerintah Kota Magelang dinilai memiliki komitmen yang tinggi dalam pengembangan pasar rakyat, sehingga selanjutnya Danamon Peduli mengajukan Pasar Rejowinangun sebagai pasar percontohan program Pasar Sejahtera dengan kesepakatan kerjasama dengan Pemerintah Kota Magelang selama dua tahun, yaitu 2018-2019.

Festival Pasar Rakyat Magelang 2018

Festival Pasar Rakyat merupakan bagian dari kampanye nasional “Jelajah Pasar Rakyat Nusantara” yang digagas pada 2015 lalu oleh Danamon Peduli. Perhelatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan publik, khususnya komunitas lokal organik yang tumbuh di masyarakat dalam pengembangan pasar rakyat. Melalui Festival Pasar Rakyat, Danamon Peduli ingin menyampaikan pesan sosial, yaitu pentingnya nilai, peran, dan keberadaan pasar rakyat yang dikemas dalam kegiatan kreatif, edukatif dan budaya.

“Kami sangat terkesan dengan semangat dan totalitas komunitas lokal Kota Magelang yang diwakilkan oleh FKSM terhadap pelaksanaan FPR Magelang 2018. Kami menjadi saksi atas semangat dan kepedulian komunitas serta generasi muda untuk mempromosikan pasarnya. Komunitas dan generasi muda ini terbukti mampu menjadikan pasar sebagai panggung dan etalase kekayaan kota Magelang untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Kota Magelang pantas menjadi panutan bagaimana mereka mampu menjadikan pasar rakyat sebagai rumah ekonomi, sosial dan budaya yang dicintai masyarakatnya. Menurut kami, proses untuk meningkatkan martabat pasar rakyat tidaklah cukup jika dilakukan oleh pemerintah, namun keterlibatan dan pemberdayaan komunitas lokal juga memegang peranan yang sangat penting,” lanjut Restu.

Berkolaborasi dengan komunitas lokal kota Magelang yang bergabung di bawah FKSM, FPR Magelang 2018 bertema “Terus Kumandhang!” telah digelar sejak tanggal 22 Juli 2018 hingga 25-26 Agustus 2018 sebagai puncak acaranya. Didukung oleh Heru Prasetya, penggiat budaya asal Solo, serta 59 komunitas dari berbagai lintas sektor dan melibatkan 1.000 relawan sebagai pengisi acara, acara ini diramaikan serangkaian kegiatan di Pasar Sidomukti (pasar ikan hias, pasar burung, dan pasar klithikan) dan Pasar Rejowinangun seperti bersih-bersih Kali Manggis dan penebaran benih ikan, seni budaya ruwat pasar, sarasehan sejarah pasar, aneka lokakarya (videografi dan kriya), kompetisi foto dan sketsa, cek kesehatan gratis dan donor darah, instalasi seni, pameran foto dan sketsa pasar, lukis mural dan aneka lomba yang melibatkan pedagang dan pelajar serta bebagai pertunjukan seni budaya.

09
Aug

Siapkan Pelaku Usaha Kecil Menengah yang Well-Literate

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2013, bahwa tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia yang berada pada kelompok ‘well-literate’ baru mencapai 21,84%, sisanya berada di kelompok sufficient-literate (75,69), less literate (2,06%) dan not literate (0,41%). Well-literate merupakan istilah kondisi seseorang yang memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga dan produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

Literasi Keuangan memberikan manfaat yang besar, seperti mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan; memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik; terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas dan merugikan; serta mendapatkan pemahaman mengenai manfaat dan risiko produk dan layanan jasa keuangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menaikkan angka kelompok masyarakat menjadi well-literate, dan juga menciptakan kelompok UKM yang kompeten hadapi persaingan lokal dan global.

Sejalan dengan hal tersebut, Danamon melalui Danamon Peduli mengadakan kegiatan pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan bertajuk ‘Saatnya UKM Sukses Finansial dan Usaha’ di sembilan kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Palembang, Medan, dan Makassar sedangkan pelatihan di kota Palangkaraya dan Denpasar akan dilaksanakan di akhir Agustus dan September 2018.
“Mengingat peran penting sektor UKM dalam meningkatkan kesejahteraan daerah dan pendapatan nasional, maka dukungan untuk pengembangan pengetahuan dan kapasitas UKM menjadi salah satu prioritas kami. Selain itu, dinamika kondisi ekonomi bangsa dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut pelaku UKM yang mumpuni untuk mengelola usahanya dan hal tersebut tak terlepas dari pemanfaataan produk dan layanan lembaga keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, tentunya pelatihan ini akan membantu mempercepat pelaku UKM untuk mencapai ke tingkat well-literate” jelas Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

02
Aug

Bank Danamon dan Adira Berbagi Buku untuk Indonesia

Jakarta, 2 Agustus 2018. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) memfasilitasi inisiatif kegiatan sosial karyawan bertajuk “Danamon – Adira Berbagi Buku.” Didukung oleh lebih dari 30 ribu karyawan, Bank Danamon dan anak perusahaanya Adira, berkontribusi pada upaya peningkatan minat baca serta menyediakan akses masyarakat terhadap buku-buku bermutu. Total buku terkumpul dari seluruh Indonesia sebanyak 40.040 buku, melibatkan 6.664 karyawan sebagai ‘Relawan Buku.’

“Hasil penelitian Perpustakaan Nasional RI tahun 2017 menyebutkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia membaca buku per hari rata-rata 30 – 59 menit, dari waktu ini jumlah buku yang selesai dibaca per tahun hanya 5 – 9 buku. Riset lain mengungkapkan bahwa minat baca Indonesia hanya 0,01%, bandingkan dengan rakyat Jepang di angka 45% dan Singapura sebesar 55%. Salah satu penyebabnya adalah karena keterbatasan bahan bacaan dan akses terhadap buku bermutu. Untuk mengatasi hal ini, kami ingin berkontribusi dalam mendukung peningkatan minat baca masyarakat,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Bertempat di Menara Bank Danamon, Danamon Peduli menggelar acara “Seremoni Donasi Buku dan Berbagi Pengetahuan”, dihadiri oleh Dra. Sri Sumekar, M.Si, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia, Nirwan A. Arsuka Pendiri Gerakan Pustaka Bergerak, Michellina L. Triwardhany, Wakil Direktur Danamon dan Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.

Pada hari yang sama dilaksanakan juga sesi “Berbagi Pengetahuan”, dimana Dra. Sri Sumekar, M.Si. dan Najwa Shihab berbagi pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya berkontribusi dalam upaya peningkatan minat baca di Indonesia. Selanjutnya Nirwan A. Arsuka berbagi pengalamannya bersama relawan dalam mengumpulkan buku dan mendistribusikannya ke masyarakat.

Buku-buku tersebut akan didistribusikan ke 35 taman baca masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang memberi kesempatan bagi para karyawan untuk menjadi ‘Relawan Buku’, dengan menyumbangkan buku baru atau bekas yang layak dan bermutu.

Dalam pelaksanaan  kegiatan ini, dilakukan juga edukasi kepada karyawan untuk menyumbangkan buku dengan rasa tanggung jawab, yaitu memberikan buku yang bermutu dengan kondisi yang masih layak (tidak robek, tidak dicoret-coret) untuk disumbangkan. Hal ini tentunya selaras dengan tujuan utama kegiatan, yakni mendukung peningkatan minat baca serta pengetahuan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pelaksanaan dari kegiatan ini, mulai dari menerima, memilah, mengemas hingga mengirim buku hasil donasi dilakukan oleh para karyawan relawan.