09
Jul

10 Pasar Tradisional Akan Direvitalisasi

Pekalongan, CyberNews. Pemerintah akan berupaya untuk merevitalisasi semua pasar tradisional di Indonesia. Revitalisasi pasar tradisional tidak hanya perbaikan fisik, tetapi juga perbaikan non fisik. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar mengatakan, sejak tujuh tahun lalu, pemerintah telah merevitalisasi 700 dari 13.000 pasar tradisional di Indonesia.

Upaya merevitalisasi pasar tradisional itu akan terus dilakukan hingga semua pasar tradisional direvitalisasi. Rencananya, tahun ini pemerintah akan merevitalisasi 10 pasar tradisional. Menurutnya, revitalisasi tidak hanya dilakukan dalam bentuk perbaikan fisik, tetapi juga non fisik. Setelah penyelesaian proyek, kami akan melakukan pendampingan, ujarnya usai meninjau lokasi unit percontohan Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat) di Pasar Grogolan, dalam rangkaian Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) ke-4, Sabtu (9/7).

Kegiatan diselenggarakan Yayasan Danamon Peduli (YDP). Pendampingan tersebut di antaranya terkait pengelolaan pasar, akses pedagang ke lembaga keuangan serta omzet pedagang.  Setelah direvitalisasi, apakah omzet pedagang naik? Kalau tidak, artinya program revitalisasi belum berhasil, imbuhnya. Menurutnya, revitalisasi pasar tradisional tidak hanya dilakukan di daerah-daerah yang mudah dijangkau, tetapi juga pasar-pasar tradisonal di daerah perbatasan. Ditambahkan, untuk merevitalisasi pasar tradisonal tidak semuanya dikerjakan pemerintah, tetapi juga oleh pemerintah daerah dan pihak lain.

Lima Unit Lima unit percontohan Pasar Sejahtera di Pasar Grogolan tersebut merupakan satu dari lima unit percontohan Pasar Sejahtera yang dikembangkan Yayasan Danamon Peduli. Empat unit percontohan pasar sejahtera lainnya di Pasar Ibuh Payakumbuh, Pasar Bunder Kabupaten Sragen, Pasar Baru Kota Probolinggo dan Pasar Semampir Kabupaten Probolinggo. Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli, Bonaria Siahaan menyatakan, tahun ini Yayasan Danamon Peduli menyiapkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk menambah lima unit percontohan pasar sejahtera di lima daerah lainnya.

Selain itu juga untuk meneruskan program pasar sejahtera di lima unit percontohan. Revitalisasi pasar tidak sekedar pembangunan dan perbaikan fisik saja, tetapi bagaimana dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat dan peran aktif komunitas pasar dalam memelihara, merawat dan mengembangkan pasar-pasar tradisional yang dapat menjamin kesuksesan upaya pemerintah dalam merevitalisasi pasar tradisional, paparnya. Wali Kota Pekalongan M. Basyir Ahmad menyatakan, unit percontohan pasar sejahtera ini akan direplikasi di sebelas pasar tradisional di Kota Pekalongan. Pasar sejahtera di Pasar Grogolan akan kami tiru untuk menata pasar lainnya, jelasnya. ( Isnawati / CN26 / JBSM ) Suara Merdeka

Leave a Reply