Monday, Oct 23rd 2017
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

Yayasan Danamon Peduli Kembangkan Festival Pasar Rakyat Berbasis Komunitas


Pontianak, 22 Juli 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) kembali gaungkan kampanye nasional Jelajah Pasar Rakyat Nusantara melalui penyelenggaraan Festival Pasar Rakyat (FPR) serentak di tiga pasar rakyat, yaitu Pasar Kapuas Besar, Pasar Tengah dan Pasar Kenanga di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Pemerintah Kota Pontianak. Dihadiri oleh Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Sihard Hadjopan Pohan S.H, MM.; Wakil Walikota, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T.;  Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo; Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kota Pontianak, Harry Mahapurawan; Kepala Sub. Bagian Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat, Adnan Sharif; Deputi Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Kalimatan Barat, Adinanto Cahyono; dan Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi.
“Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat. Pada dasarnya kami saling mengisi dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Selain perbaikan fisik, aspek promosi pasar rakyat menjadi sangat penting untuk mengimbangi persaingan dengan pasar swalayan dan supermarket. FPR merupakan kegiatan promosi mengenai pentingnya peran dan nilai pasar untuk suatu daerah, tidak hanya dari sudut pandang ekonomi tapi juga sosial dan budaya,” jelas Restu Pratiwi, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.
Pada kesempatan ini terdapat 250 orang relawan dari 15 komunitas lokal lintas sektoral yang menjadi motor penggerak kegiatan. Mereka terdiri dari penari, pemusik, penulis, fotografer, videografer, seniman, artis pantomim, fashion designers. Didukung pula oleh Heru Prasetya penggiat budaya asal Solo yang dikenal lewat kegiatan budaya lokal dan kenegaraan, serta Dian Oerip penggiat kain tradisional dari Jakarta yang kerap mewakili Indonesia dalam memperkenalkan kekayaan kain nusantara bersama Kementerian Pariwisata RI di banyak negara.
Festival Pasar Rakyat di Kota Pontianak mengusung tema bernuansa lokal “Pegi Pasar Yok!” merupakan FPR berbasis komunitas pertama, setelah pembelajaran dari kegiatan serupa di tahun 2015 dan 2016. Pengembangan dilakukan agar FPR lebih optimal mencapai tujuannya, yaitu mengembalikan nilai dan peran pasar rakyat sebagai ruang publik yang edukatif, kreatif dan berbudaya yang dijaga dan dikembangkan oleh komunitas lokal.
Sebagai kegiatan pembukaan sekaligus ajang silaturahmi dan edukasi, komunitas selaku tim pelaksana meresmikan Gerakan Membersihkan Pasar (Gemar) pada tanggal 16 Juli 2016 di lokasi tempat pelaksanaan FPR Kota Pontianak bersama-sama dengan Pemerintah Kota Pontianak, pedagang pasar dan karyawan Danamon dan Adira Finance.
“Kami sangat terkesan dengan komitmen Pemerintah Kota Pontianak terhadap pengembangan pasar rakyat. Terlebih dengan adanya kegiatan FPR ini, kami menjadi saksi atas semangat dan kepedulian komunitas serta generasi muda untuk mempromosikan pasarnya. Generasi muda ini terbukti mampu menjadikan pasar sebagai panggung dan etalase kekayaan Pontianak untuk disebarluaskan ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Kota Pontianak pantas menjadi panutan bagaimana mereka mampu menjadikan pasar rakyat sebagai rumah ekonomi, sosial dan budaya yang dicintai masyarakatnya,lanjut Restu.
Kemitraan Danamon Peduli dan Pemerintah Kota Pontianak sudah terjalin sejak tahun 2010 melalui program pendampingan yang dinamakan Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) di Pasar Kemuning. Pasar Sejahtera tidak hanya menyasar pada perbaikan fisik, namun juga pendampingan dan pemberdayaan komunitas pasar agar memiliki perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengembangkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat melalui berbagai pelatihan usaha dan non usaha.
Selain pemerintah kota dan komunitas, FPR Kota Pontianak turut didukung oleh Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dan Texas Chicken Indonesia.


Share the knowledge...