Tuesday, Aug 21st 2018
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

Ikuti Seminar Nasional “Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan...


Pendahuluan “Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa asia lainnya.” Demikian isi dari program keenam dalam Nawa Cita yang diusung pasangan Jokowi-JK dalam masa kampanye yang tentunya akan diimplementasikan dalam periode kerja mereka sampai lima tahun ke depan. Pemerintah Jokowi-JK sekurang-kurangnya akan membangun infrastruktur jalan baru sepanjang 2.000 km, 10 pelabuhan baru dan 10 bandara baru dan yang paling penting dan relevan adalah akan melakukan revitalisasi 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia. Perwujudan revitalisasi tersebut dimulai dengan beberapa kajian yang salah satunya dilakukan oleh Kementerian Perdagangan yang merupakan lembaga payung pasar tradisional. Kajian yang dilakukan tak hanya terkait masalah pembangunan fisik pasar semata, akan tetapi termasuk masalah pengelolaan dan sistem logistik barang di pasar tradisional. Selain kegiatan fisik di pasar tradisional yang sangat fundamental adalah perhatian dari sisi regulasi. Dengan disahkannya Undang Undang No.7 tahun 2014 tentang Perdagangan, istilah pasar tradisional berubah menjadi pasar rakyat. Pasar Rakyat merupakan suatu lembaga ekonomi yang mempunyai fungsi strategis, di antaranya (1) simpul kekuatan ekonomi lokal; (2) memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah; (3) meningkatkan kesempatan kerja; (4) menyediakan sarana berjualan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah; (5) menjadi referensi harga bahan pokok yang mendasari penghitungan tingkat inflasi dan indikator kestabilan harga; (6) meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD); (7) sebagai salah satu sarana keberlanjutan budaya setempat; serta (8) merupakan hulu sekaligus muara dari perekonomian informal yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan hal tersebut di atas maka dapat dipahami bahwa pada saat ini terdapat banyak peraturan terkait dengan pembangunan maupun pengelolaan pasar, misalnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern; Peraturan Menteri Perdagangan No. 48 tahun 2013 tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Distribusi Perdagangan; Peraturan Menteri Perdagangan No. 70 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern; Peraturan Menteri dalam Negeri No. 20 tahun 2012 tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional; Peraturan Menteri Kesehatan No.15 tahun 2013 tentang Fasilitas Khusus Menyusui dan Memerah ASI; Keputusan Menteri Kesehatan No. 519 tahun 2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 29 tahun 2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung; serta Peraturan Menteri Pekerjaan umum No. 30 tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Untuk memudahkan para pelaku pasar dalam mengelola dan membangun pasar serta memberdayakan komunitas pasar, Pemerintah melalui Badan Standarisasi Nasional (BSN) menyusun Standar Nasional Pasar Rakyat dengan memadukan peraturan-peraturan tersebut. Standar ini diharapkan dapat menjadi rujukan agar pasar rakyat menjadi rumah ekonomi dan rumah budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. Tujuan Mengambil momentum diluncurkannya SNI Pasar Rakyat tersebut oleh BSN dan Kemetrian Perdagangan beberapa waktu yang lalu. Yayasan Danamon Peduli akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema: “Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang kompetitif.” Adapun tujuan diselenggarakan seminar ini adalah sebagai berikut: 1. Memperkuat posisi pasar rakyat sebagai salah satu instrument ekonomi kerakyatan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). 2. Menciptakan pasar rakyat yang Sejahtera (Sehat Hijau Bersih dan Terawat) sehingga mampu menyediakan produk yang berkualitas. 3. Menciptakan pasar rakyat yang memenuhi standart pelayanan yang baik bagi konsumen. Kegiatan 1. Nama Kegiatan Nama kegiatan ini adalah Seminar Nasional Standar Nasional Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompetitif. 2. Bentuk Kegiatan Bentuk kegiatan ini adalah seminar setengah hari yang terbagi menjadi: a. Keynote Speech b. Diskusi Panel: Standar Nasional Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompetitif. 3. Waktu dan Tempat Waktu : Rabu, 16 Desember 2015 Jam : 08.00 15.00 wib Tempat : Hotel Bidakara 4. Jadwal Kegiatan Keynote Speech: Thomas Lembong Menteri Perdagangan Republik Indonesia “Pasar Rakyat dalam kebijakan Nawa Cita Sebagai Fondasi Dasar Ekonomi Kerakyatan” Diskusi Panel: Standar Nasional Pasar Rakyat Sebagai Sarana Menciptakan Pasar yang Kompetitif Pembicara 1: (20 menit) Prof. DR. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc Ketua Badan Standarisasi Nasional “Standarisasi Pasar Rakyat sebagai Tonggak Awal Revitalisasi Pasar Rakyat.” Pembicara 2: (20 menit) Srie Agustina, SE, ME Dirjen. Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan “Peningkatan Daya Saing Pasar Rakyat Melalui Program Revitalisasis Pasar Secara Holistik.” Pembicara 3: (20 menit) Dr.H. Mohamad Subuh, MPPM Dirjen. Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan “Program Pasar Sehat Sebagai Pembelajaran Dalam Menciptakan Pasar yang Berstandar Nasional” Pembicara 4: (20 menit) Abdullah Mansyuri Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKKAPI) “Pedagang Pasar Dalam Revitalisasi Pasar Rakyat: Subyek atau Obyek?” Pembicara 5: (20 menit) Sudaryatmo Yayan Lembaga Konsumen Indonesia “Peran Konsumen Dalam Menciptakan Pasar yang Baik” 5. Peserta Peserta seminar ini adalah para Kepala Dinas dan Kepala Bidang dinas yang membawahi pasar rakyat selain itu pihak pihak lain yang peduli dengan isu pasar rakyat. Diharapkan jumlah peserta 100 peserta. 6. Penyelenggara Seminar ini diselenggarakan oleh Yayasan Danamon Peduli bekerja sama dengan Badan Standarisasi Nasional, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Kesehatan. Daftarkan diri Anda ke Sdri. Cory di 021-5290-0291 atau cory@danamonpeduli.or.id Batas akhir pendaftaran hingga 14 Desember 2015 GRATIS, TEMPAT TERBATAS

Share the knowledge...