Sunday, May 28th 2017
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

Danamon dan Yayasan Danamon Peduli Gelar Pelatihan untuk UMKM Kota Yogyakarta


Yogyakarta, 20 April 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menggelar  ‘Pelatihan Pembukuan Usaha’ untuk pelaku UMKM Kota Yogyakarta. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dra. Ch. Lucy Irawati dan melibatkan 50 pelaku UMKM Kota Yogyarta serta didukung Pemerintah Kota Yogyakarta.
Sejak 2015 Danamon Peduli bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta menjalankan program kemitraan revitalisasi pasar rakyat bertajuk Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) yang meliputi dukungan fisik dan non fisik dari pasar rakyat. Peningkatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan merupakan salah satu dari bentuk dukungan non fisik terhadap keberadaan pelaku usaha UMKM baik yang di dalam ruang lingkup pasar maupun yang usahanya bersinggungan dengan pasar rakyat.
“Secara umum, tantangan dunia UMKM kita adalah pembiayaan, perkembangan teknologi dan inovasi, serta minimnya riset pasar yang memberikan informasi kepada pelaku usaha perihal peluang pasar, situasi persaingan usaha, selera konsumen, tren pasar, dll. Namun menurut kami hal yang cukup mendasar adalah persoalan pembiayaan. Sering kali pelaku UMKM yang membutuhkan modal kerja untuk pengembangan usaha terbentur pada persyaratan/dokumen yang disyaratkan oleh perbankan. Oleh karenanya, melalui ‘Pelatihan Pembukuan Usaha’ ini peserta diharapkan paham dan mampu menyusun pembukuan usaha yang baik dan benar sehingga berguna ketika yang bersangkutan akan membangun relasi dengan bank untuk pengembangan usahanya,” jelas Restu Pratiwi.
Pelatihan ini juga diharapkan memberikan manfaat kepada peserta pelatihan yaitu sebagai media berjejaring antar pelaku usaha; termotivasi  untuk lebih semangat menjalankan usaha; kemampuan untuk membuat rencana pengembangan usaha serta memiliki kompetensi, pengetahuan, dan ketrampilan dalam menghadapi persaingan.
“Kami sangat mendukung penuh pengembangan kapasitas pelaku UMKM di Kota Yogyakarta, mengingat sektor usaha mikro, kecil dan menengah ini memiliki peran yang sangat strategis dan penting bagi pembangunan Indonesia. Pertama, dari jumlah industrinya yang terus berkembang dan terdapat di dalam setiap sektor ekonomi; kedua, membuka lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja; serta ketiga, potensi UMKM dalam kontribusinya terhadap pendapatan nasional atau produk domestic bruto (PDB). Jadi, sudah saatnya UMKM Indonesia pegang kendali,” tutup Restu Pratiwi.


Share the knowledge...