Monday, Sep 25th 2017
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

Strategi Menghadapi Pasar Bebas untuk Pengembangan Industri Batik


Pekalongan, 6 September 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) hari ini menggelar kegiatan pelatihan dan diskusi bagi pelaku usaha kecil dan menengah bertajuk “Strategi Menghadapi Dampak Positif-Negatif Pembangunan untuk Pengembangan Industri Batik”. Kegiatan yang melibatkan 50 UKM Kota Pekalongan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Zainul Hakim, SH, M. Hum.
Sejak 2010 Danamon Peduli, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan dalam program revitalisasi pasar rakyat bertajuk Pasar SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat). Pasar SEJAHTERA merupakan program revitalisasi yang meliputi aspek fisik dan non fisik dari pasar rakyat. Peningkatan kapasitas dilakukan di antaranya melalui kegiatan pelatihan sebagai salah satu bentuk dukungan non fisik terhadap keberadaan pelaku usaha UMKM, baik dalam ruang lingkup pasar tradisional (pasar rakyat) maupun UMKM secara umum.
“Pembangunan jalan tol di Batang - Pemalang di Jawa Tengah mempunyai dampak positif dan negatif. Meskipun tidak secara langsung dilewati jalan tol, namun Kota Pekalongan yang bersinggungan dengan Kabupaten Pekalongan harus bersiap menghadapi potensi bisnis yang ditimbulkan. Sebagai sentra industri batik di Indonesia, pelaku usaha yang ada di Kota Pekalongan perlu terus mengembangkan usahanya. Untuk itu, Danamon Peduli bermitra dengan Pemerintah Kota Pekalongan memfasilitasi pelatihan sekaligus diskusi UKM sebagai wadah komunikasi dan bertukar pikiran bagi pemangku kepentingan industri batik di Pekalongan untuk dapat menyusun langkah dan strategi menghadapi peluang dan tantangan dari pembangunan jalan tol tersebut jelas Restu Pratiwi Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli.
Seperti yang kita ketahui, bahwa adanya jalan tol memperbesar kemungkinan waktu tempuh menuju Kota Pekalongan menjadi semakin cepat, sehingga hal ini menjadi daya tarik dan potensi mendatangkan banyak wisatawan maupun pelaku usaha ke Kota Pekalongan. Namun di lain pihak adanya jalan tol yang menghubungkan ke banyak tujuan kota lainnya memungkinkan pengguna jalan tol untuk tidak melewati atau singgah ke Kota Pekalongan sehingga ada kemungkinan hilangnya kesempatan terjadi interaksi dan perdagangan. Untuk itu, pada kesempatan ini Danamon Peduli menghadirkan nara sumber Kepala Bappeda Kota Pekalongan Ir. Anita Heru Kusumo Rini guna membuka wawasan peserta untuk mampu mempersiapkan langkah antisipasi dan menyusun strategi dalam menghadapi berbagai dampak pembangunan bagi usahanya. Untuk kegiatan pelatihan dan literasi keuangan UMKM, Yayasan Danamon Peduli mengalokasikan anggaran sebesar Rp250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) selama tahun 2017 dengan sasaran lokasi pelatihan di D.I. Yogyakarta, Pekalongan, Probolinggo, dan Balikpapan.

Share the knowledge...