Wednesday, Aug 23rd 2017
  • Kerja Bakti bersama warga Marunda Ikon Regional Jakarta Utara

    Yayasan Danamon Peduli turut serta membersihkan lingkungan

  • Seorang pedagang menggunakan fasilitas kebersihan di pasar binaan Yayasan Danamon Peduli

    Tingkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar pasar dengan kebiasaan mencuci tangan

Danamon dan Yayasan Danamon Peduli Dukung Pengembangan UKM Kota Balikpapan


Balikpapan, 1 April 2017. Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) mengadakan  ‘Sosialisasi dan Pelatihan Sertifikasi Halal’ untuk UKM Kuliner Kota Balikpapan. Kegiatan ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Balikpapan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian Kota Balikpapan serta Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan & Kosmetik (LPPOM) MUI Kalimantan Timur.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Walikota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud, SE; dan dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian Kota Balikpapan Dra. Doortje Sorta Susani Marpaung, M.M, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Balikpapan H. Djaelani, M.Si, Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi dan Danamon Region Head Area Kalimantan Eka Dinata, dengan melibatkan 50 pelaku UKM Kuliner Kota Balikpapan.

Sejak 2015, Danamon Peduli bekerja sama dengan Pemerintah Kota Balikpapan menjalankan program kemitraan revitalisasi pasar rakyat bertajuk Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) yang meliputi dukungan fisik dan non fisik dari pasar rakyat. Peningkatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan merupakan salah satu dari bentuk dukungan non fisik terhadap keberadaan pasar rakyat.

“Danamon Peduli menyadari bahwa mendukung keberadaan dan pengembangan UKM, khususnya kuliner, sama pentingnya dengan mendukung keberadaan pasar rakyat di Kota Balikpapan. Hal ini disebabkan karena pelaku UKM Kuliner merupakan salah satu konsumen terbesar yang berbelanja bahan baku dari pasar rakyat. Melalui ‘Sosialisasi dan Pelatihan Sertifikasi Halal,’ kami harapkan bisa mendorong UKM Kuliner Balikpapan untuk mampu masuk ke pasar global yaitu Masyarakat Ekonomi ASEAN, sekaligus mendorong perkembangan pasar rakyatnya,” jelas Restu Pratiwi.

‘Sosialisasi dan Pelatihan Sertifikasi Halal’ bertujuan untuk menambah wawasan pelaku UKM tentang pentingnya produk kuliner bersertifikasi halal, karena melalui proses pengadaan dan pembuatan yang beretika, sehat dan baik dengan ruang lingkup pengecekan yang mencakup: zat yang dikandung; proses penanganan, produksi dan cara mendapatkan; dan dampak lingkungan. Selain penggunakan syariat Islam, proses sertifikasi halal juga memperhitungkan aspek kesehatan, seperti kemurnian bahan baku (bukan oplos); penggunaan pengawet yang tidak ramah kesehatan seperti pestisida, insektisida dan bahan berbahaya lainnya; penggunaan pewarna makanan dan minuman; hingga pengawasan proses yang higienis.

“Danamon Peduli mendukung penuh pencanangan Kota Balikpapan menjadi salah satu ‘Kota Hahal’ di Indonesia. Hingga kini ada lebih dari 168 perusahaan, termasuk pelaku UMKM yang sudah memiliki sertifikat halal di kota Balikpapan. Kesuksesan Balikpapan Kota Halal adalah komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. ‘Sertifikasi Halal’ akan meningkatkan kualitas produk atau jasa sebagai nilai tambah sebuah produk agar mendapatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen,” ujar Restu Pratiwi.



Share the knowledge...